The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 8 Ch. 25 : Lenia


__ADS_3

“ itu! “ ( Veronicia )


Memasuki ruangan utama yang merupakan tempat dimana roh tersebut tertidur ,mataku tidak bisa berhenti terkejut saat melihat keadaannya.


“ !!! “ 


Mulai menelan kembali ludahku sendiri, ketika aku melihat langsung keadaan roh itu, roh itu seolah-oleh tertidur dengan begitu nyenyak di balik sebuah kristal besar yang ada untuk mengurung dirinya.


“ Ini adalah roh kuno, Lenia....... dia bisa dikatakan sebagai ibu dari para roh dan juga salah satu dari sekian roh kuno yang  melahirkan semua roh lainnya “ ( Nopt )


“ Roh Kuno...... Lenia “ ( Veronicia )


Nampak dari dalam kristal tersebut, roh kuno yang merupakan seorang wanta berambut putih panjang seolah tertidur di dalamnya!


Ia seperti menggambarkan  sebuah ekspresi kesedihan di dalam dirinya! Di dalam tidurnya yang begitu anggun tersebut.


Perlahan aku mulai bergerak mendekati roh kuno yang tertidur tersebut seolah sudah mengenal dirinya.


“ nona...... “ ( Nopt )


Roh agung mulai memperingatiku untuk berhenti tetapi langkah kakiku tidak mendengarkan hal itu! sesuatu di dalam diriku mulai perlahan mendekatinya dan berusaha untuk memegang kistal bersinar yang mengurung dirinya.


“ Aku sudah kembali disini, tidak perlu cemas, tidak perlu cemas........kamu tidak sendirian lagi...... Le-nia “ ( Veronicia )


Apa yang baru ku rasakan ini, seolah mulutku berkata sendiri saat telah menyentuhnya. Meskipun aku sama sekali tidak  mengenalinya sebagai sesuatu dalam diriku tetapi hal lain sepertinya membawaku untuk memanggil dirinya.


Sebuah cahaya bersinar mulai muncul tatkala kedua tanganku mulai menyentuh kristal tersebut.


Sebuah reaksi yang muncul dan kekuatan aneh mulai mengalir dalam diriku seperti sesuatu yang ingin memasuki tubuhku dengan cukup lama menunggu.


‘ Aku sudah menunggu...... Aku ingin kembali kepada dirimu, aku pulang, aku sudah pulang....... Ibu ‘


Sebuah suara tiba-tiba saja mulai terdengar di telingaku seolah membisikan sesuatu seperti seseorang yang sudah menemukan tempat untuk ia kembali, ibu?


“ !!!!! “


“ Buuuuuu “ 


Cahaya mulai bersinar diiringi dengan suara ledakan saat reaksi antara diriku dan lenia mulai mencapai puncaknya.


Kristal yang ada di depan diriku perlahan mulai hancur dan melepaskan semua energi yang tersimpan di dalamnya.


Energi tersebut mulai memenuhi seluruh tubuhku membuatku seperti kerasukan oleh sesuatu, energi yang snagat besar, sebuah energi kehidupan yang cukup hangat dan cukup besar mulai mengalir dalam diriku.


“ ini...... ini “ ( Veronicia )


Saat seluruh energi itu telah sepenuhnya masuk ke dalam tubuhku, perasaan tang begitu berat mulai ku rasakan, sebuah ingatan dari seseorang mulai membanjiri kepalaku dengan cepat.


“ !!!! “


Aku tidak bisa menahan seluruh beban itu dalam diriku dan mulai terjatuh kehilangan kesadaranku.


“ Nona!!! Nona!!! Nona!!!! “ ( Nopt )

__ADS_1


Roh agung mulai kelihatan panik, ia mulai berubah ke bentuk reyan dan mulai berusaha untuk memanggil diriku.


“ !!!! “


“ Re-yan “ ( Veronicia )


Mengucapkan kalimat terakhir sebelum diriku pingsan, pemandangan mulai berubah gelap dan hanya sosok Roh agung dengan penampilan reyan yang ada di depan mataku saja.


“ Gheustav “ 


Sebuah nama yang sama sekali tidak ku kenal mulai terucap dari mulutku, wajah reyan seolah membuat mulutku mengatakan nama dari orang asing tersebut....


...••••••...


Jauh Di dalam mimpiku yang ku saksikan adalah hal yang cukup mengenaskan, sebuah pertumpahan darah!


Ada banyak benda besar yang cukup gila dan juga para mahkluk cahaya yang meledakkan segalanya.


Di dalam pertumpahan darah dan juga kobaran api hitam yang mengerikan ada sesosok laki-laki yang meratapi semua pemandangan itu dengan tatapan yang menyedihkan.


Dan juga seorang wanita yang tersenyum dnegan banyaknya noda darah yang ia berikan.


Pemandangan yang sangat mengerikan, orang-orang yang lemah selamat dan berada dalam ketakutan dari kobaran api hitam dan juga hujan darah yang menerpa.


“ Apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini “ 


Sebuah pertanyaan yang selalu muncul di hadapan semua orang yang selamat.


“ Nona! Nona! Nona “ 


“ Nona! Nona! Nona!..... sadarlah nona! Jangan terbawa dalam gelombang itu sekarang “ kata orang itu yang terus berteriak.


Suara dari orang itu perlahan mulai membuat pemandangan di sekitarku mulai berubah menjadi putih, tidak ada apapun yang ada di depan mata.


Hanya ruangan putih yang penuh dengan kehampaan.


“ Aku sudah menunggu saat ini...... saat dimana aku bisa kembali “ 


Perlahan terdengar jelas suara seorang wanita yang mulai merasuk ke dalam duniaku.


Sosok itu mulai terbentuk dari banyaknya kepulan asap yang berkumpul menjadi satu.


Sosok seorang wanita berambut perak yang terlihat cukup anggun dengan pakaian putihnya yang melambangkan seperti orang dimasa lalu.


Sosok wanita itu mulai semakin jelas, terlihat bahwa wanita itu sangatlah mirip dengan roh kuno yang terkurung di dalam sebuah kristal bercahaya.


Ketika wanita itu mulai membukakan matanya, warna matanya snagatlah cerah berwarna emas dan juga sangat bercahaya.


Dengan senyuman lembutnya wanita itu mulai melihat ke arah diriku.


“ Le-nia “ ( Veronicia )


“ Hmmm....... Aku sudah menunggu saat ini, saat dimana aku akan kembali kepada ibu........sepertinya takdir sudah menentukan pertemuan kita, hingga aku disini bisa kembali kepada Anda....... “ ( Lenia )

__ADS_1


lenia mulai mengatakan sebuah kata-kata yang sedikit bisa ku fahami, sebuah bahasa yang nampaknya seperti sebuah bahasa kuno.


“ Selamatkan lah Orang itu........ Selamatkan Dunia ini “ ( Lenia )


Ketika sosok lenia mulai mengatakan kata-kata terakhir, pemandanganku mulai terasa kabur.


Sosok lenia seolah menghilang bagaikan kepulan asap bersamaan dnegan ruangan kehampaan yang ada disini.


“ Tunguuu!!!! Lenia “ ( Veronicia )


Aku mulai berusaha untuk memanggil nama dari wanita itu untuk meminta penjelasan dari perkataannya barusan, tetapi semua itu sudah terlambat! 


Semuanya sudah menghilang dan tidak tersisa sedikitpun jejak keberadaannya.......


“ Nona!!!!! “ ( Nopt )


Ketika mendengar teriakan dari roh agung, sontak hal itu membuatku jadi membukakan mata.


Aku terbangun dari pingsanku dengan keringat di gin yang mengalir di seluruh keningku.


“ Hah! “ ( Veronicia )


Aku sangat terkejut ketika diriku mulai tersadar dari tidurku.


“ Syukurlah...... sepertinya nona sudah kembali tersadar “ ( Nopt )


Dengan senyumannya, roh agung sepertinya cukup bersyukur karena diriku baik-baik saja.


“ uhk....... kepalaku masih terasa sakit, rasanya benar-benar sangat menyakitkan seolah mimpi itu seperti sebuah kenyataan “ ( Veronicia ) mulai menutupi mata dengan tangan.


Kesadaranku mulai perlahan pulih, tetapi rasa sakit yang menerpa kepalaku benar-benar membuatku sangatlah pusing, ingatan dari orang yang tidak bisa kumengerti mengalir dan menyatu ke dalam ingatanku seolah mulai semakin bertumpuk di dalamnya.


“ sepertinya nona baik-baik saja....... saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi tetapi keberadaan lenia saat ini seperti telah menyatu ke dalam jiwa nona, hal ini tidak bisa saya jelaskan lagi....... maaf karena tidak bisa banyak membantu “ ( Nopt )


Roh agung mulai menundukkan kepalanya kepada diriku karena tidak bisa menjelaskan apa situasi yang terjadi sebenarnya.


Ia tidak mengetahui apapun bahwa roh kuno lenia sudah menyatu dalam jiwaku dan menghilang begitu saja, apakah situasi ini benar-benar tidak pernah terjadi.


“ Saya tidak apa-apa, saya hanya merasa diri saya begitu berat hingga sulit untuk mencerna informasinya....... apakah akan buruk bila roh menyatu dengan jiwa dari seseorang? “ ( Veronicia )


Dengan mengatakan sebuah kata bahwa aku sama sekali tidak merasa buruk, kenyataan mungkin begitu tetapi kepalaku tidak bisa mencerna sebuah informasi yang mengalir dan diriku saat ini! Sebuah perasaan ambigu yang tidak bisa ku fahami.


“ Maaf...... tetapi itu sama sekali tidak pernah terjadi......... tidak ada sebuah kasus dimana roh akan menyatu kepada jiwa dari seseorang, meskipun saat ini ada banyak kontrak roh tetapi kami sama sekali tidak bisa menyentuh sesuatu yang disebut sebagai jiwa......... selama jiwa si pengontrak masih ada maka kontrak akan terus berjalan meskipun si pengontrak telah tiada, tetapi kasus nona sangatlah berbeda...... “ ( Nopt )


Roh agung juga tidak mengetahui apapun lagi, yang ia ketahui adalah kontrak roh mungkin bisa berpengaruh bila jiwa si pengontrak tetapi ada tetapi itu jelas sangatlah berbeda karena roh tidak bisa menyentuh jiwa si pengontrak sama sekali.


“ apakah itu sesuatu yang buruk? “ ( Veronicia )


Mulai bertanya kepada roh agung kembali, apakah roh yang menyatu pada jiwa seseorang akan buruk kepada orang tersebut?


“ saya tidak tahu, hanya saja untuk saat ini saya hanya bisa memberikan kesimpulan sepihak......... ketika Lenia sudah melebur dan menyatu dengan diri Anda maka hanya ada satu kemungkinan yaitu Saat ini Anda sama seperti Lenia, Anda adalah Ibu para Roh......... jadi mohon maaf atas ketidak sopanan saya kepada Anda, Ibunda “ ( Nopt )


“ eh!.....? Ehhhhhhhhh!!!!!!! “ 

__ADS_1


Roh agung memberikan sebuah pernyataan sepihak yang cukup mengejutkan, ia menyamakan diriku sama seperti lenia.


...Aku ibu para roh!!!!...


__ADS_2