The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 9 Ch. 0 :


__ADS_3

...[ Lanjutan dari Volume sebelumnya ] ...


...[ Dikarenakan sedang fokus dalam pekerjaan, Author gak sempet buat lanjutin lagi WN ini, mohon maaf sudah menunggu lama ya........😁🙏 ] ...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


“ Hancurkanlah segalanya “


“ Hancurkanlah semua hal yang menyakiti dirimu “


“ Tidak akan ada harapan di hari esok “


“ atas nama diriku, semua keinginanku adalah tujuan untuk dirimu “


“ Kebencian dan Kehancuran “


Sebuah kalimat yang telah lama terukir jauh di dalam hatiku.


Jauh di dalam kegelapan, orang itu mempercayakan semua hal yang sangat berat ketika ia menciptakan diriku.


Sebelum kematiannya ia mengatakan kalimat terakhir dari pesan yang mengerikan, Kebencian dan kehancuran.


Tertidur jauh di dalam sebuah krisl biru, mimpi yang menggambarkan kesedihan orang-orang, langit yang berwarna merah darah dan aura atmosfer yang tercium seperti bau bangkai.


“ pemandangan ini sungguh mengerikan, Apakah ini adalah akhir dari semuanya “ 


Semua yang kulihat adalah sebuah mimpi dari keinginan seseorang yang menciptakan kami selama ini.


Tidak mengeri apa yang sebenarnya ku cari, apakah ini adalah akhir yang bahagia ataukah sebuah mala petaka!


Sebenarnya apa yang diinginkan orang itu, dan mengapa ia menginginkan hal ini. Semua hal yang tidak bisa terjawab ketika ia sudah lama tiada.

__ADS_1


Penantian yang cukup panjang, jauh di dalam kegelapan diriku tertidur, terkurung tanpa bisa memahami.


Sudah berapa lama waktu mengalir, semuanya tidaklah penting! Tanpa sebuah emosi keinginan dan juga tujuan. Semua tidaklah berarti.


“........ “ 


“ !!!!!! “


Sebuah retakan cahaya mulai masuk dan merusak sangkar ini, memainkan peran untuk menyinari sebuah hari yang dinanti.


“ Putih “ 


Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok dirinya.


Dengan tubuh kecil yang lemah ini, penantian panjangku kini sudah berakhir.  Apakah aku sudah menemukan tujuan hidupku sekarang!?


“ Maafkan aku “ 


“ !!!! “ 


“ Maafkan atas keterlambatanku untuk menemuimu, Wahai Adikku “ 


“ u.......  “ 


Mulai berusaha untuk berbicara.


Dengan keadaan yang sangat kosong, aku berusaha untuk mengatakan sesuatu kepada wanita itu. 


“ Kamu masih sangatlah lemah...... sebaiknya kita segera ke rumah, mari kita kumpulkan semua saudara kita yang yang tersisa “ kata wanita itu dengan senyuman di wajahnya.


Diriku tidak mengerti apa yang ia katakan, sebuah kata tersebut sangatlah asing bagi kekosongan diriku ini.


“ ke-kehancuran “ 


Teriak seorang gadis kecil ke arah wanita itu.


“ kakak!!!! Dia adalah kehancuran....... Kita tidak bisa membawanya bersama dengan kita, Dia sangat berbahaya “ 


Teriak gadis kecil itu lagi.

__ADS_1


“ Banriett....... Kita para penyihir murni adalah keluarga, kamu seharusnya tidak mengatakan hal itu kepada sesama saudara kita “ kata wanita serba putih itu menjawab gadis kecil tersebut.


Setelah ia mendengarkan perkataan dari wanita tersebit, si gadis kecil itu langsung terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.


Saya yang tidak bisa mengerti apa yang mereka katakan tidak ingin mengatakan apapun, hanya perasaan hampa yang terasa.


“ Mulai hari ini kita akan menemukan saudara kita yang tersisa, Namamu adalah Mainna...... Mainna este Arudoria “ kata wanita putih itu.


Ini adalah hal pertama yang ku rasakan, wanita itu memberikan ku sebuah nama yang cukup berarti bagi diriku kedepannya.


“ Ma-ina “ 


Mulai berkata dengan nada yang sangat kecil.


“ iya..... Mainna-chan, ayo kita temukan semuanya “ kata wanita itu lagi.


Sebuah takdir yang membawaku bersama dnegan yang lainnya, Estella si putih memberikan kepada kami sebuah cahaya untuk memulai hidup yang baru.


Tahun demi tahun terlewati, tetapi masih ada di dalam diriku sesuatu yang mengganjal hidup ini.


Tidak mengerti sebuah perasaan hanya sebuah kertas kosong tidak bermakna.


Kebencian.......... satu-satunya hal yang bisa ku mengerti.........


...••••••••...


“ Onee-chan , Onee-chan “ 


Suara itu terus memanggilku di tengah lautan kegelapan yang penuh akan kebencian ini.


Suara yang snagatlah lembut, orang itu terus merintih menangis berada di permukaan lautan tenang yang begitu silau.


Rintihannya terdengar sangat memberatkan, Diriku yang memahami perasaan yang telah lama ini pada akhirnya hanya akan membawanya ke dalam kesedihan yang lebih jauh lagi.


“ Maaf.......... Selamat Tinggal “ 


Hanya kata itu yang tersisa yang bisa ku sampaikan kepada dirinya, sudah seberapa lama ketika seseorang bisa tertidur dengan nyenyak dan menahan semua perasaan kesedihan yang tidak pernah bisa ia ungkapkan.


Cara yang sangatlah buruk untuk menyampaikan pesan ini kepada dirinya.........

__ADS_1


Kebencian dan Kehancuran, terjatuh jauh........ ke dalam ketenangan yang abadi untuk Selamanya.......


__ADS_2