The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 6 Ch. 29 : Balas Dendam


__ADS_3

...‘ sial....... apakah balas dendamku hanya akan berakhir sampai disini ....... aku tidak mau mati dulu sampai bisa membalaskan dendam ku ‘ ...


Pahlawan itu mulai mengeluarkan serangan penghabisannya kepada diriku.


Itu adalah sebuah serangan yang menggunakan energi pahlawan yang bahkan tidak bisa ku tangkis, aku juga tidak bsia menghindari serangan itu karena jarak jangkauannya yang cukup luas di dalam kekkai ini.


Telah pasrah akan apa yang terjadi, aku kemudia munutup mataku karena sangat mustahil untukku bisa selamat dari serangan ini.


Balas dendamku telah gagal, dan kini aku akan mati bagaikan debu yang hangus tanpa bisa tersisa lagi.


“ maaf ibu........aku tidak akan pernah bisa membalaskan dendam ku“ ( Rey )


Sepatah kata mulai muncul dari mulutku, itu adalah kata permintaan maaf karena diriku yang gagal membalaskan dendam ibuku.


“ Sihir Kehancuran : PENGHAPUSAN!!!! “


Ketika cahaya itu mulai akan mendekatiku, tiba-tiba saja seseorang berteriak!


Seketika serangan penghabisan itu menghilang sebelum itu benar-benar mengenaiku, seolah seperti sebuah debu yang tertiup oleh angin lalu.


“ Rey-chan!!! ....... Maaf Sudah terlambat, Apakah kamu baik-baik saja!! “


Seorang wanita mulai berteriak kepadaku, aku sangat mengetahui suara itu! Suara dari seseorang yang selalu ada dan selalu ku tunggu.


“ Onee-chan!!!! “ ( rey )


Aku mulai berteriak kepada orang itu! Aku sangat senang ia selalu datang di saat aku sedang kesulitan.


Dia adalah satu-satunya orang yang menerimaku di saat aku telah putus asa akan hidupku!!! 


Sang penyihir kehancuran, Onee-chan yang selalu ada untukku.


“ Tch....... sialan, sialan , sialan!!!! “ “ Hey siapa kau........mengapa kau mengikut campuri urusanku!!! “ ( Neich )


Pahlawan neich mulai berteriak dengan nada kesal kepada onee-chan karena sudah mengganggu urusannya.


“ Aku adalah eksekutor yang dikirim serikat sihir untuk melenyapkan mu! Neich sang pahlawan pendendam.......... kau harus segera di singkirkan! “  ( Mainna ) 


“ Sialan , sialan, sialan........... setelah pertarungan ini selesai, aku akan membunuh kalian berdua dengan tangan ku sendiri, karena kalian sudah menggangguku....... dan juga aku akan menjadikan serikat sihir sebagai target berikutnya! Aku akan membinasakan kalian semua, bahkan jika itu adalah penyihir murni sekalipun “ ( Neich )


“ kau hanya membual......... Orang lemah sepertimu tidak akan sanggup untuk membunuh kami, sadarilah posisimu orang gila!!!! “ ( Mainna )


Aku merasa bahwa pahlawan tersebut sudah mulai gila! Ia mengatakan akan membinasakan aku, onee-chan serikat sihir dan semua penyihir murni dengan tangannya sendiri!?


Ia bahkan tidak mengetahui bahwa orang yang ia teriaki adalah penyihir kehancuran yang ditakuti banyak orang.


Aku tidak boleh lengah...... yang ku lakukan adalah.


Aku mulai menyiapkan sihir kegelapan yang mulai menyelimuti sebelah tanganku.


Tidak lupa aku juga menyiapkan lingkaran sihir dari katanaku untuk sihir ini....... dengan ini aku pasti akan berhasil membunuhnya untuk selama-lamanya.

__ADS_1


“ Perhatikan pertarunganmu, sialan!!! “ ( Rey )


Aku mulai berlari dan berteriak ke arah pahlawan neich! Dengan menyiapkan mengacungkan katanaku ke satu tangan aku mulai terfokus untuk itu.


Pahlawan neich mulai menyadari hal itu, ia dengan cepat menyiapkan satu tangnya untuk menangkis katana milikku.


Ketika ia sudah mulai mendekat padaku.


“ !!!!! “ “ huh!! “


Aku mulai menggenggam tangan emasnya dengan tangan hitam milikku dengan cengkraman yang cukup kuat.


“ ini untuk pembalasan karena sudah membunuh ibu........ Matilah kau! Pahlawan sialan!!! “ ( Rey )


Ia tidak memiliki satu tangan untuk bisa menangkis pedang milikku! 


“ !!!! “ 


Aku mulai menusukkan katanaku tepat ke titik fital jantungya, katanan itu mulai menembus dada pahlawan neich dan menusuk jantung fitalnya.


“ huh!! “ “ Akkkkkhhhhhh “ 


Pahlawan itu mulai memuntahkan darah yang cukup banyak akibat jantungnya tertusuk oleh katana ku.


“ Sialan kau........ kau pasti akan membanyar semua ini, jika aku bereingkarnasi kembali, aku akan membuat kalian semua menyesal.......... aku akan kembali , aku pasti akan segera kembali!!! “ ( Neich )


Pahlawan neich mulai berteriak keras dan mulai membicarakan mengenai reingkarnasi.


“ Kau tidak akan pernah bisa kembali lagi........ aku sudah mempersiapkan ini untuk membunuhmu “ “ Terbakarlah bersama jiwa dan raga........ Sihir Pemusnah Jiwa : ABABIL!!!! “  ( Rey )


“ !!!! “ " Hussssss!!!! "


Seketika setelahnya, lingkaran sihir katana mulai bereaksi! 


Dari katana tersebut mulai menjarah sebuah api hitam yang mulai membakar seluruh tubuh pahlawan neich.


“ Hyaaa...... Sakit, panas....... sihir macam apa ini!!!! “ ( neich)


Setelah sihir aktif dan membakar pahlawan itu, aku mulai menarik pedangku dan menjauhi pahlawan itu terbakar dengan api hitam yang semakin membesar.


“ Panas panas......... Panasnya membakar hingga ke dalam diriku...... tidak, ini tidak mungkin........Tidak!!!! “ ( Neich )


Pahlawan itu mulai semakin menggerang  kepanasan! tidak hanya itu, ia juga nampak kesakitan baik jiwa dan raganya.......sebuah sakit yang terlihat sebagai siksaan paling menyakitkan.


“ !!! “ “ brug “ 


Pahlawan itu mulai terjatuh akibat tidak kuasa menahan rasa sakit dan panas akibat sihir pemusnah jiwa yang aku lakukan kepada dirinya.


Api hitam mulai semakin membesar dan melahap seluruh tubuhnya.


“ !!!! “

__ADS_1


Di sisi lain, onee-chan mulai melenyapkan kekkai yang menghalangi kami! Ia mulai berlari ke arahku.


Onee-chan kemudian mulai berdiri di sampingku sembari melihat proses kematian pahlawan yang tersiksa akibat api hitam yang melahap jiwa dan raganya.


“ Tidak...... tidak.... tidak !!! “ ( Neich )


Meskipun ia telah terjatuh, pahlawan itu masih mengeluarkan kalimat terakhirnya!


Ia sepertinya tidak mempercayai bahwa kali ini ia akan benar-benar mati dan tidak bisa bereingkarnasi kembali.


Api hitam mulai perlahan mengecil! Terlihat tubuh pahlawan itu menghilang seiring mengecilnya api tersebut.


Pahlawan pendendam telah mati untuk selamanya, tidak akan pernah bisa bangkit kembali.


“ !!!! “ “ tik tik....... “ “ husssss “


Dari langit yang mendung hujan mulai turun dengan cukup derasnya! Seperti mengingatkanku pada saat hari kematian ibuku.


“ Brugg “ “ !!! “ tidak bisa mempertahankan keseimbangan.


“ Rey-chan!!! “ “ ( Mainna )


Ketika aku mulai kehilangan keseimbanganku dan akan mulai terjatuh, onee-chan dengan cepat mulai menangkapku dan memelukku dengan cukup erat.


Ia mulai menempatkan kepalaku di kedua bantalan miliknya.


“ aku berhasil........akhirnya aku benar-benar berhasil, Aku berhasil membalaskan dendam ibu.........aku membunuh pahlawan itu “ ( Rey )


Mulai mengeluarkan air mata kesedihanku. 


Akhirnya impian besarku selama ini telah tercapai juga, aku tidak mempercayai bahwa hari ini benar-benar terjadi.......aku telah berhasil membunuh orang yang sudah merenggut nyawa ibuku.........


“ Hiks!!! “ 


Air mata kebahagiaan dan juga kesedihan mulai keluar dengan derasnya.


Sebuah perasaan melegakan yang tidak pernah ku rasakan, Perasaan karana telah berhasil membalaskan dendam.


“ Tidak Apa-apa....... kamu bisa mengeluarkan semuanya, Menangislah jika kamu benar-benar ingin mengeluarkanya “ ( Mainna )


Seperti yang dikatakan oleh onee-chan, aku tidak perlu terus menyembunyikannya......


“ Whaaaahhhhhh !!! “ “ Aaaaaaa!!! “


Aku mulai berteriak dengan cukup keras dan mengeluarkan semua tangisanku yang sudah kupendam selama ini.


Hujan deras seolah mengantarkan semuanya, Hari kematian ibu dan juga saat di mana aku berhasil membunuh orang itu.


Tetapi aku tidak sendiri, Seseorang telah ada bersamaku dan memelukku di saat aku sedih............ menangis dalam pelukan onee-chan!! Sang penyihir kehancuran orang yang berharga bagiku.......


...‘ Ibu...... apakah ibu melihat semua ini, aku berdoa semoga ibu bisa tenang disana........ ibu tidak usah khawatir lagi pada diriku....... karena sekarang aku sudah tidak sendirian lagi....... aku sudah memiliki seseorang yang sudah kuanggap seperti keluarga bagiku........ ibu , ku harap ibu bisa melihat onee-chan! orang yang sudah menyelamatkanku dari keputus asaan ini ‘...

__ADS_1


__ADS_2