
“ nampaknya sudah semuanya....... jika begitu, midley-san terima kasih banyak atas kerja keras anda “ ( Mainna )
“ dengan senang hati, mainna-dono “ ( Midley )
Dirasa semua barang bawaan dari onee-chan sudah terpenuhi. Kami mulai untuk berangkat meninggalkan Desa.
Nenek midley sangat bekerja keras dan telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh onee-chan untuk tugas yang diberikan Serikat sihir.
Wilayah secille utara sedang mengalami sebuah masalah, dimana terjadi miasma yang tidak diketahui apa penyebabnya!? Bahkan serikat sihir pun tidak mengetahui penyebab terjadinya miasma tersebut.
Demi mengatasi miasma yang telah menyebar luas di wilayah secille utara, onee-chan di tunjuk untuk segera mengatasi hal tersebut. Mengingat desa kami berada di wilayah secille selatan yang lebih dekat daripada Gransillia, maka mau tidak mau onee-chan yang harus pergi ke tempat tersebut.
Di saat yang sama, aku juga akan ikut menemaninya untuk pergi ke tempat tersebut. Aku juga berencana untuk mengikuti quest yang diberikan oleh guild wilayah tersebut.
Yang kudengar adalah, tempat itu dekat dengan deugeon yang baru saja di temukan. Tetapi anehnya para petualang yang pernah memasuki deugeon tersebut tidak ada satupun yang bisa kembali!? Atau bisa dikatakan mereka hilang bagaikan misteri.
Kereta naga telah meninggalkan tingginya pegunungan Sictmid menuju ke dataran rendah yang terbuka.
Hanya ada padang rumput sejauh mata memandang, Negeri secille sangatlah sepi penduduk meskipun wilayah ini merupakan yang terluas kedua di daratan Lusia.
Orang-orang hanya tinggal di kota penting atau desa-desa yang aman saja. sisa tanah kosong di negeri ini sangatlah luas di samping penduduknya yang lebih sepi.
“ Onee-chan ...... ini terlihat begitu membosankan “ ( Rey )
Aku mulai mengeluh karena bosan, meskipun pemandanganya sangatlah indah tetapi perjalanannya sanagtlah jauh. Aku hanya melihat sedikit hutan dan padang rumput sejauh mata memandang tanpa melihat satupun hewan berkeliaran disini.
“ Jika rei-chan bosan, kami bisa tidur siang terlebih dahulu...... karena desa terdekat di wilayah ini berjarak satu hari perjalanan....... kita akan menginap di sebuah pegunungan yang dekat dengan hutan dan danau “ “ jadi kamu bisa tidur untuk saat ini “ ( Mainna )
Onee-chan memintaku untuk tidur siang terlebih dahulu dikarenakan desa terdekat dari wilayah ini berjarak satu setengah hari perjalanan. Itu adalah desa terdekat!? Tetapi itu sudah termasuk jauh jika dibandingkan dengan desa perbatasan dengan secille selatan.
“ tapi onee-chan..... jika ada bandit yang menyerang di saat aku tertidur, itu bisa menjadi masalah “ ( Rey )
“ Tidak perlu khawatir, kusir kereta naga ini bisa mengatasinya seorang diri. Dan juga di wilayah ini sangat sepi dari orang, jadi tidak akan ada bandit yang menyerang di tempat ini “ ( Mainna )
Yang dikatakan onee-chan memang benar, wilayah ini sangat sulit untuk bisa bersembunyi terlebih tidak ada permukiman yang ada di tengah savana ini. Jadi serangan bandit sangat kecil untuk terjadi.
“ ba-baiklah........ jika begitu “ ( Rey )
“ kamu tidak memiliki bantal saat ini...... sini rei-chan tidurkan kepalamu di betisku “ ( Mainna )
“ Eh!!!! Sudah ku katakan aku tidak mau itu “ ( Rey )
__ADS_1
Dengan muka memerah aku menolak tawaran yang diberikan oleh onee-chan kepadaku. Onee-chan menawarkan agar aku tidur saja di betisnya itu sebagai pengganti bantal untuk tidur. Tetapi itu terlihat memalukan bagiku.
“ Ara – Ara, Rei-chan kamu tidak bisa jujur pada perasaanmu....... onee-chan juga tahu kamu ingin melakukannya...... jadi ayo sini “ ( Mainna )
Onee-chan terus menawarkan hal tersebut, ia seolah mengetahui jika diriku seperti ingin melakukan itu.
“ ba-baiklah jika begitu “ ( Rey )
Dengan sedikit malu aku mulai mengikuti apa yang onee-chan inginkan dariku. Aku tidak bisa menolak dan berbohong jika aku tidak menginginkanya. Onee-chan bisa tahu jika aku sedang berbohong padanya. Tetapi jujur!!! Aku benar-benar tidak padai dalam berbohong........
aku mulai menyandarkan kepalaku ke betis onee-chan untuk mulai tidur siang. Ini mungkin agak sedikit memalukan bagiku, aku memutuskan untuk mengarahkan wajahku ke arah lain karena saking malunya diriku.
...‘ tetapi rasanya ini tidaklah buruk juga ‘ ...
Sang kusir dari kereta naga ini mulai melirik ke arahku. Ia mulai tersenyum dan seolah ingin meledekku.
“ ho ho....... nona sebaiknya kamu waspada, bocah ini sepertinya memiliki niat mesum yang tersembunyi “ kata kaka kusir itu kepada onee-chan.
“ Tidak masalah...... jika Rei-chan menjadi mesum, maka aku tidak akan ragu untuk segera menghapusnya “ ( Mainna )
Onee-chan menjawab kepada kakak kusir itu, jika ia akan menghapusku jika diriku ketahuan berbuat mesum!!! Mengerikan sekali............
“ ha ha........ Anda benar-benar cukup berbeda dengan apa yang dirumorkan tentang diri anda, Mainna-sama....... aku bahkan tidak menyangka anda akan cukup menyayangi adik anda hingga seperti itu “ kata kakak kusir itu lagi.
Tunggu!!! Percakapan macam apa ini, onee-chan dengan lantang mengatakan ia mencintaiku!!! Apakah onee-chan tau jika itu adalah pernyataan cinta secara langsung.
Mendengar apa yang dikatakan onee-chan barusan, membuatku jadi semakin memerah. Ia tidak sadar jika itu sama seperti pernyataan cinta.
Jika aku terus memikirkannya sembari tidur di betisnya , itu membuatku jadi semakin malu........
Apakah ini bisa disebut cinta saudara sendiri!? ( Siscon ).
Daripada aku terus bingung memikirkan hal itu. Aku memutuskan untuk tidur saja, karena pada malam hari adalah giliranku untuk berjaga.
Angin savana berhebus dengan lembutnya seakan aku berada di tengah ketenangan yang sejati. Suasana yang cukup bagus untuk tertidur saat ini............
[ Skip ]
Saat diriku terbangun, aku mendapati hari telah beranjak petang. Setidaknya kami sudah mencapai ke sisi pegunungan.
Kami beristirahat begitu kami melihat sebuah danau di tengah hutan yang sepi ini.
__ADS_1
Danau ini begitu luas dengan air yang sangatlah jernih. Aku hisa melihat banyak ikan yang cukup besar berenang di bagian bawahnya. Onee-chan bertugas untuk mencari kayu bakar , Kakak kusir sedang mempersiapkan tenda untuk dirinya beristrahat.
“ Yosh...... aku akan menahkap ikan yang banyak “ ( Rey )
Aku mulai membuka bajuku untuk segera berenang menangkap ikan. Dengan bantuan sihir kegelapan, aku mulai membentuk sebuah tombak penangkap ikan dari sihir tersebut.
“ dukkkk !!! “ Tercebur kedanau.
Aku sedikit kesulitan untuk berenang dan membuka mataku di dalam air danau, tetapi perlahan aku mulai terbiasa. Ikan-ikan tersebut melarikan diri saat aku menceburkan diriku ke danau.
“ hup !! “ aku berhasil menangkap ikan yang cukup besar.
Mengejar ikan- ikan tersebut di dalam air cukup sulit. Tetapi aku bisa dengan ceoat menangkap mereka.
Dirasa ikan yang diperlukan sudah cukup untuk makan malam, aku mulai kembali ke permukaan. Onee-chan dan kakak kusir sepertinya telah selesai dengan persiapan mereka. Kini saatnya kami untuk mempersiapkan makan malam.
( Api unggun telah dinyalahkan )
“ Hachihhh!!! “ bersin karena kedinginan.
Di atas api unggun yang yang sudah di nyalakan, aku mulai mengahatkan diriku yang baru saja selesai menyelam di danau.
“ Rei-chan cepat kenakan pakaian hangatmu......jika kamu tidak mengenakan baju, kamu akan kedinginan dengan udara malam ini “ ( Mainna )
“ Baiklah onee-chan “ ( Rey )
Aku mulai mengenakan pakaian hangat dikarenakan udaranya sudah semakin dingin. Secille utara memiliki hawa yang lebih dingin dibandingkan dengan secille selatan. Meskipun disini tidaklah sedingin desa sichmid di sore hari.
Makan malam ini kami memakan ikan yang baru saja ku tangkap. Ikan bakar memang makanan yang cukup enak. Di tambah dengan kondisi tempat ini yang begitu dingin dan tidak adanya penduduk.
Kami berbincang dengan kakak kusir itu hingga malam suntuk. Banyak hal yang dibicrakannya mengenai lamaran pernikahan!? Ia akan menikah tidak lama lagi, dan ia saat ini meminta saran dari onee-chan yang ia rasa merupakan seorang ahli cinta.
Onee-chan mengatakan jika seorang wanita pastinya tidak akan menyia-nyiakan laki-laki yang sudah berjuang keras untuk dirinya. Ia mengatakan para wanita mungkin akan sangat senang jika mereka diperlakukan bagaikan seorang tuan putri yang berharga.
Kakak itu mendengarkan setiap rincinya dan mencatat bagian-bagian pentingnya. Setidaknya ia akan menyiapkan lamaran yang tidak akan dilupakan oleh kekasihnya tersebut.
Malam telah semakin larut, onee-chan dan kakak itu akan tidur. Sedangkan diriku akan bergadang untuk berjaga-jaga.
Onee-chan tidur didekat api unggun untuk berjaga-jaga. Aku akan mengawasinya malam ini.
Hanya ada kilauan kunang-kunang yang menemani, bersamaan dengan suara serangga malam dan taburan bintang di angkasa, Tempat ini yang sangat sepi sekaligus mencekam karena hampir tidak ada orang di dalamnya..............
__ADS_1
Esok hari adalah giliranku untuk tertidur,dan untungya desa terdekat akan segera tiba