The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol.2 Chapter 16 END : Rencana Penangkapan Bagian 2


__ADS_3

Hari berkumpulnya para Pemburu oni di Fukuo.


Mitsui sensei sedang menjelaskan kepada para pemburu yang lain teng serangan Oni yang belakangan terjadi.


Para pemburu yang berjumlah 30 orang termasuk Aku dan Shinjou senpai berkumpul disuatau tempat untuk mendengarkan Rencana dan juga penjelasan yang diberikan.


“ Belakangan ini serangan oni di Desa yang dekat dengan Hutan kematian sedang marak terjadi, Desa Tetangga Kokuho baru saja diserang malam ini! Setidaknya ada Ada 50 Orang yang menjadi korban dan 20 diantaranya telah tewas dalam serangan tersebut,Diantara para korban yang tewas ada beberapa yang merupakan pemburu oni!! setidaknya itulah yang belakangan ini terjadi. Untuk mencegah kejadian yang sama terjadi, Sebagai Ketua dari Pemburu Oni Desa Fukuo!! Aku meminta bantuan kalian semua untuk mencegah kejadian tersebut terjadi. Ada beberapa titik yang telah dikonfimasi oleh tim pelacak sebagai titik berkumpul Para oni di dekat Desa Fukuo. Aku ingin agar kalian membahi kelompok menjadi 2 orang atau lebih untuk mencegah kemungkinan terburuk terjadi............. Sekian untuk penjelasan ini, silahkan berpencar di titik yang telah kalian tentukan......... dan juga Semoga kalian Semua Baik-baik saja “ ( Mitsui ).


Setelah selesai dengan Penjelasan Mitsui Sensei, kami semua mulai berpencar ke titik yang telah di tentukan.


Aku bersama dengan Shinjou senpai akan Bergerak Ke arah Barat Laut. Dimana menurut Prediksi Shinjou senpai bahwa tempat tersebut berkumpul banyak High Oni dan juga mungkin bisa menemukan target yang kami cari yaitu Miyu.


“ Senpai apakah kau bisa melompat diantara pohon? “ ( Rey )


Aku bertanya kepada senpai perihal tersebut.


“ Huh? Melompat dari pohon ke pohon itu cara para Shinobi!? Kita para Pemburu oni non-shinobi! tidak mungkin kita melakukan hal tersebut. Jika berlari dengan sangat cepat aku masih bisa melakukannya “ (Shinjou )


Senpai mengatakan bahwa cara melompat dari pohon ke pohon merupakan cara para Pemburu oni yang berasal dari shinobi melakukannya. Tetapi kurasa itu adalah cara paling cepat menuju lokasi.


“ Begitukah!!! Jika begitu senpai bisakah berhenti sebentar “ ( Rey )


Aku meminta senpai untuk menghentikan langkahnya, kami berhenti sekejap dan memikirkan sebuah ide agar bisa tiba di lokasi tujuan dengan cepat. Tetapi masalahnya senpai tidak bisa melompat dari pohon ke pohon!!!


“ Senpai.......aku akan menggendongmu!!! “ (Rey ) 


Aku memikirkan ide untuk menggendong senpai dan menggunakan levitasi udara untuk melakukan pergerakan dengan cepat.


“ Hah??? Ta-tapi apakah kau serius? “ ( Shinjou )


Jawab senpai dengan keraguan.


“ aku serius !!!! Bukankah senpai ingin segera menemukan Adikmu! “ ( Rey )


Dengan mengatakan hal tersebut, aku meyakinkan senpai untuk naik ke punggungku agar kami bisa tiba di lokasi tujuan dengan cepat.


Awalnya senpai terlihat ragu akan usulan ku tersebut, tetapi karena keinginannya untuk bertemu dengan miyu sangat besar maka ia pun setuju akan usulan ku tersebut.


Aku mulai menggendong senpai dipunggungku. Ia ternyata lebih ringan daripada yang aku bayangkan, tentunya itu karena tinggi badan kami yang cukup signifikan.


Walaupun usia senpai 1 tahun lebih tua dariku tetapi ia lebih lendek sedikit dariku. Senpai mulai berpegangan dengan erat sebagai persiapan.


Aku mulai menyiapkan sihir Levitasi udaraku untuk pijakan. ‘ hupffffs ‘ aku mulai melompat dengan tinggi.


Senpai awalnya sangat terkejut sampai berteriak dengan begitu keras dibelakangku.


Aku mempersiapkan banyak pijakan udara diantara pohon ke pohon, aku mulai menambah kecepatan lompatan pada Levitasi udara.


“ hoy!!!! Bisakah kau pelan-pelan ini sangat menakutkan bagiku “ kata senpai sambil berteriak kearahku.


“ Senpai terlalu berlebihan....... bukankah senpai ingin bertemu dengan adikmu dengan cepat!!! Jika senpai mengerti maka tahanlah sampai ke tujuan “ ( Rey ) 


“ Huahhhhhhh!!!! “ (Shinjou )


Aku semakin menambah kecepatan lompatan dari levitasi udaraku, senpai yang tidak terbiasa dengan Cara ku hanya terus berteriak dan berteriak karena takut.


Aku terus melompati banyak pepohon dengan kecepatan tinggi sampai kami tiba ditujuan denagn cepat.


Sejauh mata memandangku di bawah, aku tidak melihat satupun oni berkeliaran? Tetapi sungguh aneh!? Apakah memang seseorang telah merencanakan sesuatu? 


Setelah melompat dan bergerak dengan cepat, kami sepertinya sudah cukup jauh. Tempat ini memiliki banyak rimbunan pohon yang begitu besar sampai-sampai sinar matahari tidak bisa menembus ke dalamnya.


Tiba di lokasi.


Aku mulai berhenti dan menurunkan senpai di dahan sebuah pohon.


“ hhhhhhhh !!!! “ ( shinjou )


“ Eh!? “ (Rey )


Senpai terlihat lemas saat turun dari punggungku. Aku sepertinya agak berlebihan kepadanya, di sepenjang berjalanan Senpai hanya bisa berteriak-teriak dibelakangku karena tidak tahan dengan Kecepatan lompatan.


Saat ini ia terlihat seperti mayat yang pucat.


Disamping itu aku melihat di sisi bawah pohon. Banyak high oni mungkin sekitar 50 berkerumun disatu tempat dan juga seseorang yang sepertinya memimpin mereka semua.


“ Bingo “ ( Rey )


Dugaan kami tepat, diantara para High oni ada Miyu yang mengomandani mereka semua. Orang yang ingin kami tangkap tepat berada dibawah kami. Ia seperti menunggu sesuatu di bawah sana.


Senpai yang mulai meminum sedikit healing potion untuk memulihkan kondisinya. Ia mulai terlihat baik kembali!


“ kau ini bisaka-“ (Shinjou )


“ hustttttt “ ( Rey ) 


Aku mulai menutup mulut senpai karena posisi kami saat ini cukup beresiko. Aku tahu ia pasti akan komplain padaku karena telah membawanya dengan cara yang tidak menyenangkan.


Tetapi aku harus menghentikan pembicaraan karena kami sedang bersembunyi dari target kami dibawah sana.


“ hussssstt Senpai ...... jika kau ingin komplain padaku, lakukan nanti saja....... kau lihat dibawah sana!!! Sepertinya miyu membawa banyak High Oni bersamanya. “ ( Rey )


Aku mulai berbisik padanya dengan nada yang rendah.


Senpai hanya mengangguk dan tidak mengeluarkan satupun kata.


Dibawah sana Miyu sepertinya sedang berbicara pada para high oni. aku mulai mendengarkan dengan seksama.


“ Seperti yang kalian tahu, malam ini kita akan melakukan Serangan Ke Desa Fukuo di Tenggara pada malam Bulan purnama. Perintah Tuan Akagiri adalah Bunuh sebanyak Mungkin Manusia lalu bunuh Si Ryuuzuhide secepat mungkin....... ini adalah perintah mutlak dari tuan Akagiri, Mau bagaimanapun lakukanlah dengan mempertaruhkan nyawa kalian “ ( Miyu )


Dengan mengomanadani para High oni.


“ Yeah!!!! Hidup Tuan Akagiri “ teriak para high oni.


Serius mereka akan menyerang desa fukuo malam ini? Mereka benar-benar menganggapku sebagai ancaman ya! Dan juga yang benar saja, Gadis itu mau melakukan Serangan Bunuh diri dan mengincar nyawaku?


Kau sepertinya harus hidup puluhan tahun terlebih dahulu baru bisa mengatakan hal tersebut!! Yah walaupun aku harus mengatakan rencana mereke cukup nekad, tetapi mereka tidak tahu!


Selama ada onee-chan di Desa maka mau serangan oni sebesar dan sebanyak apapun tidak akan bisa terjadi karena onee-chan hanya perlu Menggunakan PENGHAPUSAN untuk menghapus mereka semua!!!!


Kami terus memperhatikan mereka hingga Miyu sepertinya terdiam pada suatu waktu.


“ hmmmmm......... Sepertinya kita sedang kedatangan Tamu “ (Miyu )


“ huh !!!? “ 


Secara spontan Miyu sepertinya merasakan keberadaan kami.


“ husttt Senpai...... bersiaplah untuk Serangan Dadakan “ ( Rey ).


“ Eh!? “ ( Shinjou ).


Aku meminta senpai untuk bersiap akan serangan dadakan yang akan terjadi, tetapi ia sepertinya masih belum sepenuhnya siap. Ah sial !!!!


“ Kalian tidak perlu terus bersembunyi..... Dasar para Tikus “ (Miyu ) sambil berteriak.


Miyu mengeluarkan sebuah kertas ofuda tatangannya secara cepat kertas itu terbakar api.....


“ Hukumlah Para pendusta dengan Api Kemarahan......... Hi no Shousei Ryuu : Nanatsu no bakudan!!!!!!! “ ( Miyu )


Tujuh bola api berekor muncul dari Sebelah miyu....


Gawat semua bola itu akan mengarah ke arah kami.


“ Senpai Awas!!! “ ( Rey ) sambil berteriak


“ Eh!!!!! Tunggu dulu “ (Shinjou )

__ADS_1


‘ hussstttt ‘ semua bola api itu melesat ke arah kami


‘ bangg!!!!! ‘ Ledakan besar timbul akibat serangan satu titik tersebut.


Asap menggebul ke atas dan membakar pohon yang kami singgahi. Dia menyadari kami sebelum Kami bisa melakukan serangan kejutan ke arahnya.


“ Huh !!!! “ miyuu Dan para high oni terlihat terkejut.


Untungnya Sebelum Serangan itu tiba, aku telah menggunakan Sihir levitasi udara sebagai pijakan cepat.


Aku berhasil mendarat di tanah dengan Cukup mulus, berbeda dengan senpai yang tidak memiliki persiapan. Ia mendarat dengan benturan ditanah yang keras.


“ Ya ampun ......... ini diluar dugaan, Senpai!!! Sepertinya akan bertarung dengan Tatap muka secara langsung “ ( Rey )


“ Hoy!!!!! Jika kau ingin menggunakan Pijakan Udara itu Beritahu aku terlebih dahulu!!!!! “ ( Shinjou) sambil marah-marah.


“ Jika tidak cepat maka kita sudah mati!!! Lagipula senpai seharusnya berterimakasih karena senpai berhutang nyawa kepadaku lagi “ ( Rey )


“ Tch....... Kau benar-benar tidak punya Perasaan “ ( Shinjou )


Posisi kami saat ini telah di ketahui, mau tidak mau kami harus berhadapan langsung dengan Miyu dan Juga para high oni.


Para high oni yang telah melihat kami langsung memasang Mode menyerang, mereka secara spontan mengerumuninkami dari berbagai sisi.


“ Ha ha ha....... Kalian terlalu ceroboh untuk bersembunyi dariku. Kali ini aku pasti akan membunuh kalian berdua!!! “ ( Miyu ) dengan Percaya Diri.


Aku dan senpai mengeluarkan pedang kami pertanda akan Melakukan Bentrok senjata. Situasinya benar-benar berada di luar Kendali.


“ Bagaimana Ini Rei-kun “ ( Shinjou ) 


“ Mau bagaimanapun juga kita harus melawan,  Strateginya tidak berubah. Aku akan menjauhkan Miyu dari para high oni! Senpai  hadapi saja dia seperti rencana, biar aku sendiri yang akan menghadapi para high oni ” (Rey )


“ Dimengerti “ ( Shinjou )


Aku dan senpai mulai saling mengkordinasi untuk melawan musuh kami. Aku akan menghadapi 50 high oni itu sendirian dan Senpai akan menghadapi miyu.


“ Hoh!!! Kalian tidak bertindak lebih jauh. Apakah kalian sudah menyerah....... tetapi itu percuma saja karena kalian Pasti Akan MATIII!!!! “ ( Miyu ) dengan teriakan.


Aku mulai menyiapkan Rapalan sihir untuk Sihir Levitasi udara dan mengarahkannya pada suatu titik.


“ Sihir Angin : Wind Levitasion “ ( Rey )


“ Kyaaaaaahhhh!!!!! ” ( Miyu ) menjerit.


Aku mengarahkan Sihir levitasiku tepat dibawah Kaki Miyu. dan dengan sangat cepat dia terlempar ke udara dan berteriak dengan sangat keras karena serangan kejutan yang tidak terduga.


‘ Brkkkkkhhhh ‘ Miyu kemudian terjatuh dengan Cukup keras ditempat yang cukup jauh dari jangkauan.


Senpai mulai dengan posisi melompat disampingku ia sudah mempersiapakan diri untuk lompatan udara.


“ Bersiaplah senpai........ Sihir Udara : Wind Levitasion “ ( Rey )


Lingkaran Sihir muncul dibawah kaki senpai.


Dengan sekejap ia melesat dengan kecepatan yang cukup tinggi. Aku mengarahkan lompatan itu ke tempat yang dekat dengan tempat jatuhnya miyu.


Ia bisa mendarat dengan cukup mulus di sana.


“ Hyaaahhhh !!!!!! Matilah kau Ryuzuhide!!!! “ teriakan para oni kearahku.


Mereka mulai berbondong-bondong berlari ke arahku.


‘ Ya ampun....... Mereka benar-benar belajar dari pengalaman, tetapi sungguh ini sangat merepotkan ‘ aku mulai mempersiapkan rapalan sihir dengan cepat.


Lingkaran sihir mulai terbentuk dibawah kakiku.


“ Kalian Semua akan menyesalinya.............. Sihir Kreasi : Sayap Malaikat Jatuh !!!! “ ( Rey )


Dengan cepat sebuah sayap hitam muncul dari punggungku membentuk Sayap burung hitam dengan cukup besar.


“ Sihir Angin : Wind Levitasion “ ( Rey ) 


Lingkaran sihir terbentuk dibawah kakiku, ‘ husttttt ‘ dengan cepat aku mulai melompat tingginke atas.


‘ Bangggg!!!! ‘ saat bersamaan para oni memukul tempat dimana awalnya aku berada tetapi mereka sepertinya cukup terkejut karena aku sudah terlebih dahulu  berada diatas mereka.


Mereka semua mulai menoleh keatas dan melihatku dengan Sayap hitam yang membelakangi matahari.


“Huh!!! Itu............Tengu !!!! “ kata salah satu oni ke arahku.


Aku melayang di udara dengan sayap yang aku persiapkan dan juga sihir angin sebagai pondasi untamanya.


“ Memenggal kalian satu persatu akan memakan waktu yang cukup lama, dengan senang hati aku akan membakar kalian semua hingga tidak tersisa “ ( Rey)


Aku mulai mempersiapkan Beberapa bulu untuk di jadikan serangan. 


20 bulu mulai terlepas dari sayapku dan melayang disekitarku.


“ Sihir Destruksi : Bulu Api Kegelapan !!!! “ (Rey )


Denagn cukup cepat bulu hitam mulai melesat ke arah target.


Para oni yang telah ku tandai telah tertancap oleh bulu hitam teapi dinkening mereka.


‘ Hustttt ‘ bulu hitam mulai terbakar....


“ Hyaaaaahhhhh “ suara teriakan para oni yang terbakar oleh api hitam yang semakin membesar.


20 target yang aku incar mulai terjatuh dan Api hitam semakin membesar membakar para oni tersebut hingga tidak tersisa.


‘ Huppppp ‘ aku mulai mendarat dengan mulus, Jumlah oni telah berkurang menjadi 30. Aku mulai memasuki mode pertarungan darat.


Sayap hitam mulai hilang karena batas waktunya hanya 5 menit setelah digunakan. Aku mulai membuka pedangku.


“ Sihir Angin : Wind levitasion “ ( Rey )


Aku mulai mempersiapkan Lompatan baru. Para oni mulai berlarian ke arahku.


‘hussstttt ‘ Aku mulai kembali melompat dan mengarah kepada salah satu oni.


Ia pada mulanya akan menyerangku dengan pulukulannya tetapi aku berhasil menghindarinya.


Aku sedang berada di atas lehernya dan mulai mempersiapkan untuk menebas kepala oni tersebut.


‘ Ckkkkkhhhh “ “ shhhhttttttt “ kepala oni pertama mulai tertebas dan darah mengalir keluar dari tubuhnya. Aku berbasil melompat tepat waktu sebelum darah itu mengenai pakaianku. Aku mulai kembali mengarah kepada oni lainnya  dan mulai menebas kepalanya.


‘ hsttttt ‘ “ Dua “ “ Tiga “ Empat “ Lima “ Delapan “ Lima belas “ Dua puluh “ 


Au terus melompat ke arah yang telah ku tentukan dan menebas para oni satu demi satu.


Para oni juga tidak tinggal diam mereka juga menyerangku pada saat yang bersamaan tetapi aku berhasil menghindari mereka semua dengan cukup cepat.


‘ hstttttt ‘ “ Dua Puluh Tiga “ “ Dua Puluh Lima “  “ Dua puluh Delapan “ “ Dua puluh Sembilan “  aku tetus menebas mereka terus menerus.


Hingga hanya menyisahkan  satu hingga oni yang tersisa.


“ Huh !!!!!! Sialan kau  Ryuuzuhide “ kata satu oni terakhir yang tersisa.


Ia terlihat cukup gemetar saat melihat diriku membantai para kawanannya seorang diri. Dengan wajah yang sedikit dengan lumuran darah aku mulai mematap Oni itu dengan cukup tajam.


“ Kau jadi terakhir ya! Kau seharusnya bersyukur karena disisakan untuk dibunuh paling akhir....... aku tidak punya dendam pada kalian tetapi aku melakukan semua ini hanya untuk tujuan ku sendiri jadi terimalah “ (Rey )


“ Tidak akan bisa dimaakan........ Terkutuk kau Ryuuzuhide !!!! “ 


Dengan Penuh amarah oni terakhir berteriak dan mulai menyerang ke arahku. Ia dipenuhi oleh  oleh amarah dan penuhbdengan kekuatan.


“ Hyaahhhh!!! “ Teriakan oni tersebut ke arahku.

__ADS_1


“ Dasar keras kepala !!!! “ ( Rey )


Disaat langkah langkahnya. Aku mempersiapkan sihir kegelapanku untuk serangan terakhir.


“ Sihir kegelapan : Bayangan Pilar Duri “ (Rey ) dengan sekejap banyakan dari oni tersebut mulai membesar.


‘ Ckkkkkhhhhh  ‘ oni tersebut tertusuk oleh sebuah pilar hitam besar seperti duri yang keluar dari bayangannya. Darah berkucuran keluar dari tubuhnya.


Pemandangan ini cukup sadis karena oni terakhir mati dengan tubuh yang tertusuk bagaikan sate.


“ Maaf karena harus menggunakan cara keji seperti ini kepada kalian “ ( Rey ) 


Aku mulai merenungkan tindakanku kepada para oni yang telah ku bantai. Walaupun mereka terlihat lebih mirip seperti monster tetapi mereka masih bisa berfikir dan memiliki perasaan benci.


Aku mengerti bahwa aku mungkin tidak akan pernah dimaafkan atas perbuatanku kepada mereka, tetapi ini semua adalah Takdir! Aku telah memutuskan bahwa rasa belas kasih kepada musuh adalah tindakan gegabah.


“ Jadi bagaimana keadaan Senpai ya? Apakah ia berhasil dengan Rencananya “ ( Rey )


Aku mulai beranjak untuk pergi menemui senpai. Aku yakin pertarungannya sudah selesai.


[ Beralih Ke pertarungan Shinjou]


Dia telah berhasil mendarat dengan sangat mulus di tempat yang cukup dekat dengan miyu.


“ Miyu Tolong Hentikan Semua ini dan Menyerahlah...... Aku tidak bisa menyakitimu “  ( Shinjou ) Sembari berteriak ke arah miyu.


“ Apakah kau pikir aku akan menyerah begitu saja.........aku akan segera membunuhmu dasar Pembohong !!! “ ( Miyu ) Sambil berteriak.


“ Aku tidak berbohong........ kau telah ditipu oleh akagiri.... ia sudah membunuh Ayah dan Ibu kita “ ( Shinjou )


Shinjou terus berteriak ke arah miyu.


“ Berisik!!!! Bagiku Tuan akagiri adalah orang tua yang sebenarnya............ “ ( Miyu )


Miyu tidak mempercayai kata-kata shinjou, ia terus berteriak dan membantah apapun yang dikatakannya.


Miyu menyiapkan sebuah ofuda ditanganya untuk persiapan menyerang.


Ofuda mulai terbakar dan membancarkan energi sihir yang cukup besar “ Hi no Sousei ryuu :  Hyakku No Hiya “ serangan itu berbentuk ratusan serangan pamah api.


Tanpa pikir panjang pamah panah tersebut memgarah langsung ke arah shinjou.


Shinjou berharsil menghindarinya tetapi panah lain terus memgarah ke arah nya , ia hanya terus menerus menghindarinya tanpa bisa melawan balik.


Panah terus saja mengarah ke arah shinjou, hal itu membuatnya mengeluarkan kertas Ofuda ditangannya.


Kertas ofuda di tangan Shinjou berubah menjadi Percikan Air dan tu mulai menyelimuti tubuhnya.


“ Mizu Sousei Ryuu :  Mizu no Kabe “  ‘ Pffffff ‘ sebuah Tembok Air yang tebal menutupi garis serangan Panah Api miyu. ‘ Hstttttt ‘ satu persatu  Panah api  menabrak Tembok Air, itu membuat panah api kadi padam. 


“ huh !!!! Sial !!! “ ( Shinjou )


Secara mendadak Sesuatu seperti naga api mulai menembus tembok air Shinjou.


“ Hi no Sousei Ryuu : Ryuudan “ ( Miyu ).


Miyu yang melihat kesempatan itu rupanya telah secara diam-diam menyerang shinjou dengan Serangan Apinya. Shinjou berhasil menghindarinya teapi ia mengalami sedikit luka bakar di tangan kirinya.


Miyu menyiapkan serangan jarak dekatnya. Aura Apinterus menyelimuti seluruh tubuhnya.


‘  Husssttttt ‘ Dengan Cepat miyu bergerak ke arah shinjou.


Shinjou berhasil menangkis setangan tersebut dengan Katana miliknya.


 “ Hoh!!!! Sekarang sepertinya kau Sedikit lebih kuat daripada terakhir kali kita bertemu!!!! Apakah Si Ryuuzuhide Itu yang telah mengajarimu!!! “ ( Miyu )


“ Tidak sama sekali, Ini adalah Murni dari  keinginanku......... Selama aku bisa membawamu kembali, aku tidak akan peduli walaupun aku harus mati “ ( Shinjou ).


Shinjou  terus menahan Kekuatan yang di arahkan oleh miyu. Walaupun ia bisa menahan serangan tersebut tetapi efek samping dari serangan miyu mulai memberikan luka bakar di tanganya.


Dengan sekuat tenaga ia mulai melihat peluang tersebut, ia dengan cepat mengambil sebuah ofuda di tangannya.


“ huh!? “ Tanpa miyu sadari shinjou telah menempelkan ofuda  di tanganya. Miyu mulai sedikit mundur kebelakang karena mengira shinjou telah memasang Ofuda peledak pada tubuhnya.


Tetapi ofida itu tidak meledak sama sekali dan terus menempel pada tubuh miyu.


“ ini ......... Apa-apaan Benda ini !!!! “ ( Miyu )


Miyu terkejut dengan Ofuda yang terus menempel di tangannya. Ia terus berusaha untuk menghancurkan ofuda tersebut tetapi ofuda itu tidak mengalami  apapun seolah serangan api tidak mempan padanya.


Secara perlahan Ofuda mulai menghilang dan lingkaran sihir pada ofuda mulai aktif. Ofuda itu memberikan sebuah tanda di tangan miyu.


Secara perlahan Aura api di tubuh miyu mulai menghilang.


Miyu yang melihat hal itu langsung mengeluarkan Ofuda untuk menyerang shinjou kembali tetapi saat ia ingin melakukan serangan, ofuda di tangannya tidak berubah sama sekali. Seolah itu hanyalah sebuah kertas biasa.


“ ini.....mustahil!!! apa-apaan ini “  ( Miyu ) 


Miyu mulai menyadari bahwa ia tidak bisa menggunakan Sihirnya untuk menyerang shinjou.


Ia kemudian Mengeluarkan ofuda yang sepertinya merupakan ofuda teleportasi  di tanganhya tetapi hal yang sama juga terjadi!! dimana ofuda itu  tidak berubah sama sekali. Ia juga tidak bisa menggunakan sihir teleportasi untuk kabur.


Dengan sedikit kesal miyu mulai akan menyerang shinjou dengan kekuatan fisik dan berlari ke arahnya. Tetapi!!! 


Tiba-tiba langkahnya tethenti dan listrik statis mulai menyengat tubuhnya. “ Hyyyyyyaaaaaa “ miyu terus berteriak dan akhirnya ambruk. Ia terbaring di tanah karena listrik statis tersebut.


“ Menyerah saja lah Miyu....... Ofuda itu telah disiapkan Oleh Mainna-san untuk bisa Mengikatmu, selama kau masih memiliki tanda tersebut dilenganmu! Kau tidak akan bisa menggunakan Sihir dan juga tidak akan bisa melukai orang lain “ ( Shinjou ).


Kata shinjou sambil berdiri di hadapan miyu.


“ Sialan!!!!kau !!! “ ( Miyu ) sembari memasang wajah kesal.


Shinjou yang tanganya terluka akibat Energi Api miyu mulai mengeluarkan botol potion di Sakunya.


Ia mulai menuangkan Healing Potion di seluruh tanganya untuk memulihkan luka akibat kerangan miyu.


“ Sepertinya berjalan dengan baik ya! Senpai “ ( Rey )


“ Semuanya berekat bantuanmu, Rekanku “ (Shinjou )


Rey yang telah selesai dengan urusannya mulai menghampiri shinjou yang telah berhasil menangkap miyu. Miyu hanya bisa pasrah melihat keadaan sambil mengumpat dengan gigi yang saling bergesekan.


“ Sialan Kau Ryuuzuhide!!! Kalian berdua tidak akan bisa dimaafkan “ ( Miyu )


Miyu hanya bisa berkata demikian tanpa bisa melawan , karena ia tidak bisa menyerang baik Itu Shinjou dan Juga Rey. Ia saat ini hanya terbaring lemas di Tanah.


“ Percuma saja ,sihir yang disiapkan oleh Onee-chan tidak akan mungkin bisa untuk dipatahkan............ kau sangat betuntung karena Shin-senpai masih peduli padamu, jika saja kau menjadi lawanku!! aku tidak akan segan - segan untuk memenggal kepalamu “ ( rey ) dengan sedikit intimidasi.


Mendengar ancaman shinjou cukup kesal karena rey mengatakan hal kasar pada adiknya.


“ Hey Rei-kun....... Aku tidak akan memaafkanmu jika kau menyakiti adik perempuanku “ ( Shinjou ) 


“ Baik lah baik lah........ “ ( Rey )


Semua telah berakhir, para oni yang dibawa Miyu telah di kalahkan dan miyu tertangkap dengan cukup memalukan.


“ Huh!!!! Bahaya !!!! “ ( Rey )


Rey secara spontan langsung menyadari adanya serangan yang mengarah ke arah mereka. tetapi sudah terlambat untuk lari.


 “ Drrrrrrrrrr!!!!!! “  ledakan besar timbul di tempat Mereka berada saat ini.


Cahaya putih yang menyilaukan melesat dengan sangat cepat ke arah mereka. Tanpa bisa menghindarinya sepertinya Rey dan yang lainnya telah terkena serangan tersebut.


Apa yang sebenarnya terjadin pada mereka setelahnya............. Vol. 2 [ End ]


[ < Note Hiroku : Volume 2 Sudah Selesai. selama 2/3 Hari Author akan Beristirahat Untuk mempersiapkan Volume 3. 🙏 >]

__ADS_1


__ADS_2