
...( Tempat latihan )...
Di tempat latihan uang cukup luas, seperti yang di instruksikan bahwa para murid kelas satu dimintai untuk berkumpul di area depan.
Baik murdi bangsawan maupun kelas umum saling berbaris dengan rapi di area depan sembari melihat ke tempat para penyihir murni sedang melakukan isntruksi.
Di depan terlihat bahwa Banriett, harine, dan marin duduk di sebuah tempat yang sudah disediakan untuk instruksi latihan dan juga ada seorang gadis berambut pirang yang sangat cantik duduk bersama dengan ketiga penyihir murni lainnya.
“ Seperti yang kalian semua ketahui, bahwa para penyihir murni yang hadir disini akan memberikan sedikit test kepada para penyihir muda untuk mengembangkan kemampuan sihir mereka ke tahap yang lebih lanjut...... dan untuk itulah instruksi ini akan dilakukan oleh tamu istimewa kami yang sudah datang jauh dari negeri Secille ke Akademi ini..... silahkan Anda memperkenalkan diri “ ( Marin )
Marin mulai menunjuk mainna untuk memperkenalkan dirinya kepada para murid!
Sebagai instruktur sihir yang merupakan tamu penting, peran mainna sangatlah diperlukan dalam test sihir kali ini.
“ ....... “ mainna mulai berdiri dan meninggalkan tempat duduknya untuk maju kehadapan para murid.
Dengan pakaian anggunnya terlihat bahwa ia berjalan di depan para murid dengan cukup lembut.
“ Salam kenal ....... Saya adalah isntruktur sihir yang akan mengetes kemampuan kalian dalam sihir kreasi kali ini, Saya adalah Mainna Este Aldorian, saya juga merupakan salah satu penyihir murni disini “ ( mainna )
Dengan wajah yang terlihat serius, mainna mulai memperkenalkan dirinya kepada semua murid tersebut.
“ ....... “
Para murid terlihat saling bergumam, baik bangsawan dan juga murid umum tidak mempercayai bahwa seorang gadis cantik dan anggun yang ada di hadapan mereka merupakan salah satu penyihir murni.
Mereka saling menanyakan gelar apa yang dimiliki oleh gadis cantik tersebut, benerapa ada yang mengatakan bahwa mainna adalah penyihir kasih sayang karena wajahnya yang cantik dan sifatnya yang terlihat tegas tetapi feminin.
“ hey, reyan...... apakah nona itu adalah kakak perempuanmu? “ ( Veronicia )
Ditempat lain, terlihat bahwa veronicia yang berada di dekat rey mulai menanyakan kepadanya dengan cara berbisik.
“ ya...... itu adalah onee-chanku “ ( Rey )
Rey membenarkan pernyataan tersebut, ia membenarkan kepada veronicia bahwa instruktur sihir yang ada dihadapan mereka adalah kakak perempuannya.
“ Penampilannya sangatlah berbeda dengan yang aku bayangkan...... kukira ia akan cukup dewasa? “ ( Veronicia )
“ jangan tertipu dengan penampilan cantiknya..... apakah kamu lupa bahwa penyihir murni itu memiliki usia tua, meskipun penampilan onee-chan terlihat cantik seperti gadis belia tetapi ia tetaplah nenek “ ( Rey )
Mengatakan kepada lavender untuk tidak menilai buku dari sampulnya.
“ be-begitu ya...... tetapi bukankah tetap saja, bahwa kakak perempuanmu sangat cantik “ ( Veronicia )
Lavender sepertinya masih tetap terpukau kepada dirinya, ia dengan jujur mengatakan bahwa onee-chan begitu cantuk.
“ ya..... mungkin itu memang benar “ ( Rey )
Meskipun ini terlihat memalukan tetapi aku cukup senang bahwa seseorang memiliki pandangan positiv pada dirinya, terlebih sepertinya lavender juga cukup mengaguminya.
Kembali ke instruksi sihir.
“ Untuk instruksi sihir kali ini saya akan menunjukkan sebuah sihir khusus kepada kalian semua....... tolong perhatian dengan seksama “ ( Mainna )
Onee-chan meminta kepada semua murid untuk memperhatikan instruksi yang akan ia berikan.
Seketika semuanya mulai diam untuk melancarkan fokus onee-chan sebelumnya.
“ ........ “
Onee-chan mulai memfokuskan titik mananya untuk merapalkan sihir yang akan ia gunakan.
__ADS_1
“ ...... “ sebuah lingkaran sihir mulai di persiapkan di kedua telapak tangannya, ada berbagai jenis sihir yang ia gunakan untuk melakukan instruksi tersebut.
“ Kapasitas mana sudah terisi, memfokuskan kemampuan kepada satu titik...... gabungan sihir telah diselesaikan....... Sihir Kreasi kedakan Nuklir : Argantes!!!! “ ( Mainna )
onee-chan telah berhasil membentuk sebuah bola sihir berwarna emas yang berukuran besar.
Ia kemudian mulai menembakkan bola sihir tersebut ke arah udara! Bola sihir itu melesat dnegan cukup cepat menembus ke arah cakrawala.
“ Booooooo “ “ !!!!! “ “ ....... “
Sebuah ledakan yang cukup besar mulai mempengaruhi awan yang berada di atas langit yang tinggi, terlihat dari hasil ledakan tersebut awan di cakrawala seolah seperti terdapat sebuah lubang dengan ukuran yang begitu besar.
Semua murid yang melihat sihir itu merasakan rasa takjub sekaligus takut disaat yang bersamaan! Mereka baru pertama kali melihat sihir dahsyat tang bahkan tidak bisa disetarakan oleh ledakan sihir biasa.
“ Seperti yang kalian semua lihat, bahwa itu adalah sihir kreasi yang telah ku ciptakan sendiri..... sihir ini mencampurkan sihir bom ledakan sihir api yang dahsyat dan juga sihir cahaya untuk kemampuan menyerang hingga tercipta sebuah sihir baru yang merupakan sihir ledakan terkuat, sihir Nuklir “ ( mainna )
Onee-chan mulai menjelaskan kepada semua murid bahwa sihir kreasi yang ia perlihatkan merupakan sihir jenis ledakan yang cukup kuat yaitu sihir nuklir.
“ Sihir menyerang dengan dampak yang besar dapat memberikan banyak keuntungan saat berada di medan peperangan...... meski pada dasarnya ini sangatlah kejam tetapi di dalam medan perang ini bisa dibenarkan ....... saya hanya akan mengetes murid-murid tertentu yang akan saya pilih agar menciptakan jenis sihir kreasi baru kepada kalian semua...... “ ( Mainna )
Seperti yang dijadwalkan bahwa onee-chan mulai menunjuk beberapa orang sebagai subjek untuk test latihan.
Ada orang-orang yang secara acak dipilih berdasarkan kemahiran mereka dalam mana dan juga kemampuan sihir! Baik murid bangsawan maupun murid umum semuanya dipilih oleh onee-chan.
“ Sepertinya ini sudahlah cukup, semua orang yang tidak terpilih silahkan duduk ke tempat yang sudah di sediakan dan lihatlah test instruksi sihir ini...... “ ( Mainna )
Menyuruh semua murid yang tidak terpilih untuk melihat test saja, onee-chan meminta mereka duduk ke tempat yang sudah di sediakan.
Termasuk driku, semua murid yang tidak terpilih harus melihat instruksi sihir kreasi di area latihan.
Meskipun pada dasarnya aku sedikit bosan karena hanya melihat saja, tetapi ini bagus karena aku sama sekali tidak ingin menonjol di depan banyak murid.
“ reyan..... bukankah kamu juga cukup mahir dalam sihir kreasi? “ ( Veronicia )
Mengatakan kepada lavender bahwa aku sebenarnya sudah mahir menggunakan sihir kreasi. Jelas bahwa onee-chan juga tidak ingin memperlihatkanku kepada semua murid disini.
...••••••...
Instruksi dan juga test tersebut berlangsung cukup lama, para murid yang telah lulus dalam test sepertinya mendapatkan sedikit kehormatan karena mereka telah menciptakan kemampuan baru.
Lupakan saja mengenai instruksi tersebut, sebuah masalah sepertinya akan mendatangi diriku ketika hari ini akan berakhir melewatinya.
Di dalam pemandian khusus murid laki-laki.
“ eeee....... onee-chan, aku tahu kita memang sudah lama tidak bertemu tapi....... bisakah onee-chan berhenti memperlakukanku seperti anak kecil di dalam pemandian ini!!!! “ ( Rey )
Mulai merasa begitu gelisah ketika dekat dengan onee-chan seperti ini kembali.
Sesuatu hal yang membuatku semakin malu ialah, ia melakukan sebuah rutinitas yang sudah lama tidak pernah dilakukan lagi.
“ Apa yang kamu katakan rei-chan, bukankah sebuah hal yang wajar bagi seorang kakak untuk mengkhawatirkan adik kecilnya....... di tambah lagi sepertinya kamu tidak rutin mandi seperti yang pernah aku katakan dulu “ ( Mainna )
Dengan senyumannya ia berdiri di belakang punggunggku saat beredam di dalam air panas.
Onee-chan tidak berubah sama sekali ketika kami terakhir kali berjumpa, ia masih sama dan memperlakukanku seperti anak kemarin sore.
“ itu bukan masalah utamanya!!! Mengapa harus pemandian ini....... bukankah ini adalah pemandian khusus laki-laki!!! Dan juga jangan perlakukan aku seperti itu lagi!!!! “ ( Rey )
Dengan wajah memerah aku mulai memberikan sedikit protes kepada onee-chan.
“ kamu tidak perlu khawatir, untuk malam ini aku sudah meminta kepada marin untuk membiarkan pemandian ini dipakai untukku pribadi...... dan juga sepertinya rei-chan sudah banyak berubah “ ( Mainna )
__ADS_1
Dengan wajah tidak bersalah, ia mengatakan seolah ini bukanlah sebuah persoalan yang begitu besar.
Siapa yang akan menyangka bahwa onee-chan meminta kepada kepala sekolah untul membiarkan pemandian ini digunakan keperluan pribadinya.
Tentunya dengan hal itu semua murid laki-laki tidak akan berani menggunakannya di tambah lagi mereka takut jika harus berhadapan dnegan penyihir murni.
...•••••...
Di luar pemandian laki-laki.
Para murid umum yang merupakan teman latihan rey sedang mendengarkan dibalik dinding pemandian. Mereka tidak bisa menggunakan pemandiannya untuk menyegarkan diri karena pemandian tersebut sedang digunakan untuk keperluan pribadi seseorang.
“ ano~ harist-san, kira-kira apa yang sedang mereka lakukan!? “
Tanya seorang teman laki-laki kepada harist
“ entahlah..... ini adalah pertemuan pribadi, tetapi entah bagaimana rasanya aku menjadi iri “ ( Harist )
Sembari melekatkan telinganya di dinding, harist mulai menjawab kepada salah satu temannya.
“ tapi siapa yang akan menyangka bahwa kakak perempuan dari reyan-san adalah seorang penyihir murni....... di tambah ia juga snagatlah cantik, aaaaa........ Reyan-san, aku jadi iri “
Seorang teman laki-laki lainnya mengungkapkan rasa irinya karena rey memiliki kakak perempuan yang cantik.
Beberapa murid dan juga haris melekatkan telinga mereka untuk menguping pembicaraan dari rey dan juga mainna, mereka sangatlah penasaran mengapa rey mendapatkan perlakukan istimewa tersebut dari kakak perempuannya.
Mendengarkan pembicaraan......
“ Rei-chan sepertinya punggungmu jadi lebih besar daripada sebelumnya, meskipun begitu onee-chan masih bisa memeluknya dengan erat “ kata mainna yang mulai memeluk punggung rey dengan erat.
“ tolong hentikan itu...... apakah onee-chan tahu apa itu masa pubertas!!!! “
Rey mulai berteriak sembari memprotes ia mengingatkan kepada mainna untuk tidak memeluknya dengan cara memalukan.
Para murid lain dan juga harist yang mendnegarkan pembicaraan mereka mulai memiliki wajah merah, mereka semua seperti ingin merasakannya juga.
“ .......... “
“ Aaaaa........ hentikan , hentikan itu...... jangan menggosokkan kedua beda itu di punggungku!!! “ ( Rey )
“ eh...... bukankah rey-chan selalu menyukainya dan juga kamu mengeluarkan suara aneh ketika aku melakukannya...... nampaknya rei-chan tidak bisa jujur, sangat imut “ ( Mainna )
“ hentikan......... eeeee “ ( rey )
Terdengar bahwa rey terlihat tidak bisa tahan, mainna yang menggosokkan kedua benda miliknya ke punggung rey membuatnya mengeluarkan suara aneh.
“ aku tidak ingin mengatakannya..... tetapi setelah mendengarkannya secara seksama entah mengapa rasanya benar-benar tidak adil, mengapa Rei-kun mendapatkan semua berekah ini!!!! “ ( Harist )
Harist dan yang lainnya merasa iri ketika mendnegarkan rey dan kakaknya melakukan sebuah rutinitas.
Meskipun menguping dan tidak tahan mendengarnya, tetapi mereka masih melanjutkan aktifitas tersebut karena penasaran akan kelanjutan dari aktifitas mereka.
“ Rei-chan menjadi semakin imut, sini biarkan onee-chan menggosok punggungmu “ ( mainna )
Dari luar terdengar bahwa mainna ingin menggosok punggung adiknya tersebut.
“ ................... “
“ eh............. “
Malam pertemuan tidak selalu berakhir dengan baik, rey tidak bisa menolak permintaan kakak perempuannya dan ia sekali lagi harus mengalami keadaan aneh dan wajahnya kembali memerah sekali lagi.
__ADS_1
Para murid yang menguping pembicaraan itu terkena serangan langsung dimana mereka dibuat malu sekaligus iri dnegan keakraban kedua kakak beradik aneh itu..........