The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 9 Ch. 70.3 : Rey Vs Tiana Lanjutan.....


__ADS_3

" Ice dragon Of Spear!!!!! "


Bongkahan-bongkahan Es sepanjang tombak besar mulai melesat dengan cukup cepat.


" !!!!!!! " Mengeluarkan kekuatan api Yang sangat kuat untuk melindungi diri dari Serangan Tombak Es.


Tombak es dan Kekuatan api saling beradu satu sama lain, Keduanya menjadi unsur Yang saling berlawanan satu sama lain.


Ketika rey menggeluarkan sihir naga es untuk menyerang tiana, tiana Yang melihat hal itu langsung merespon dan melindungi dirinya sendiri dari sihir naga es tersebut.


Tiana menyadari bahwa Sihir naga es milik rey bisa melukai dirinya karena itu adalah kelemahan terbesar miliknya, dan untuk mengakali hal itu. tiana terpaksa harus membakar dirinya sendiri dengan api miliknya agar tidak terkena serangan sihir naga es.


tetapi bukannya sihir itu berubah menjadi air ketika bersentuhan dengan kekuatan api tiana, sihir serangan milik rey malah menghilang seketika seakan hancur menjadi butiran air Yang sangat kecil.


" !!!!!! "


tiana mulai menghilangkan kekuatan api miliknya tersebut.


" Tch........ sangat menyebalkan dasar bocah!!!! apalah kau senang membuatku kesal hingga sejauh ini "


_Tinna.


dengan marah dan berteriak tiana mulai berkata kepada rey.


dengan tubuhnya Yang penuh luka bakar akibat sihir miliknya sendiri, membuat tiana menjadi sangat marah kepada rey Yang terus melawannya.


" Hah hah hah " terengah - engah.


" Itu adalah hal Yang wajah....... Lagipula kita berada di peperangan, Bukankah begitu Nenek "


_ Rey.


" Kau!!!!! Kurang ajar kau!!!!! "


_Tinna.


Mendengar perkataan dari Rey Yang seakan mengejek dirinya, Tiana Yang tidak berfikir panjang langsung marah kepada dirinya.


ia dengan cepat langsung mengarahkan tombak pedang miliknya untuk menyerang rey, Tiana Tidak bisa mengendalikan kemarahannya karena rey mengejek dirinya dan menyebutnya dengan sebutan nenek.


Di sisi rey.


Rey hanya terdiam ketika tiana ingin menyerang dirinya secara langsung, Ia hanya menatap ke bawah dan tidak menatap ke tiana sama sekali.

__ADS_1


" Huh.... ha ha ha....kena " sedikit tertawa kecil.


" Dragon Ice magic : Death Thorn Shards!!!! "


_Rey.


Rey mengucapkan sebuah mantra untuk melakukan serangan kepada tiana.


Rey tidak bergerak sama sekali ketika tiana hendak mendekati dirinya, seakan ia sedang merencanakan sesuatu untuk menghadapi tiana.


" !!!!!!! "


" Acchhhhhjh " menggerang kesakitan.


Tidak Lama setelahnya, Sebuah Bongkahan es Yang cukup mematikan secara tiba-tiba saja menusuk tubuh tiana tanpa tai darimana semua itu berasal.


Tiana berhenti seketika tatkala tubuhnya dipenuhi oleh es tajam Yang menembus tubuhnya dengan cukup mudah.


Bagian sayap, tangan dan tubuh tiana Tertembus oleh serangan es tajam. luka Yang didapatka oleh tiana sangat mengerikan untuk dilihat oleh orang biasa.


" Si-sial " kata tiana Yang masih bisa berkata-kata.


meskipun tubuhnya tertusuk oleh es tajam, Tiana masih bisa terbang dengan cukup kuat. bagi kebanyakan orang Yang terkena serangan tersebut, mereka mungkin akan mati seketika saat rey menggunakan kemampuan itu.


tetapi tiana adalah seorang dragonoid, ia masih bisa menahan rasa sakit mengerikan Yang diterima tubuhnya tersebut.


_Rey.


rey mulai sedikit tersenyum seolah ia mengejek, ia juga mengatakan nenek kepada tiana.


" !!!!!! "


Tiana Yang melihat hal itu tidak bisa menahan lagi emosi miliknya, ia kemudian langsung membakar dirinya sendiri menggunakan kekuatan api guna menghilangkan semua kristal es di tubuhnya.


Ketika semua ktistal es berhasil. mencair, Tubuh tianan benar-benar penuh dengan luka seperti lubang.


Meskipun tubuhnya penuh dengan lubang, tetapi tiana masih bisa bertahan dan terbang.


Kini posisi mereka benar-benar sangatlah berbeda.


Tubuh tiana lebih penuh dengan luka dibandingkan dengan rey, Jadi itu adalah kesempatan emas bagi rey untuk menyerang dirinya.


tetapi di sisi lain, rey terlihat sangat kelelahan, ia terus-menerus terengah-engah akibat menggunakan sihir tersebut kepada tiana.

__ADS_1


" Kau!!!! Awas saja kau, boc- "


_Tiana.


" boooommmmmmm!!!!!! "


sebelum tiana menyelesaikan kalimatnya, Sebuah suara ledakan Yang sangat besar tiba-tiba saja mengganggu pertarungannya tersebut.


suara ledakan itu mengakibatkan angin Yang cukup besar hingga sedikit menggeser rey dan tiana dari udara.


" Apa!!!!!! "


ketika rey dan tiana melihat ke darah sumber ledakan tersebut, mata mereka dibuat tercengang atas apa Yang mereka saksikan tersebut.


itu adalah sesuatu yang cukup besar, Sangat besar hingga bisa membuat tiana dan rey begitu resah dibuatnya.


" !!!!!!! "


sesuatu Yang aneh mulai menggangu kepala tiana seakan ia mengalami sakit kepala. tiana kemudian mulai memegangi kepalanya karena merasa sakit akibat sesuatu tersebut.


" Aku adalah Raja Iblis, Theodor pallas........ Aku memerintahkan kepada Semua iblis kelas atas Yang berada dimedan perang untuk segera mundur dan kembali ke Euyradania........ ku ulangi, segera kembali ke euyaradania, ini adalah perintah!!!! "


sebuah panggilan telepati Yang cukup kuat masuk ke dalam pikirannya.


Sakit kepala Yang dialami tersebut rupanya adalah sebuah panggilan telepati dari Raja iblis theodor pallas kepada semua iblis kelas atas Yang ada di medan perang.


ia memerintahkan kepada Semua iblis kelas atas untuk segera mundur dan kembali ke Euyradania.


" !!!!! "


mendengar perintah langsung tersebut, membuat tiana cukup kesal. disaat ia merasa kesal akibat serangan fatal dari rey, secara tiba-tiba saja raja iblis memerintahkan dirinya untuk kembali.


ia mungkin tidak bisa menerimanya begitu saja, Ia kemudian menggertak giginya karena tidak bisa membalas perbuatan dari Rey.


" Tch.......... Jika kita bertemu lagi, Kau akan benar-benar ku habisi saat itu juga....... Bocah Ravenhills........ jadi bersiaplah hingga saat itu tiba!!!! "


_Tiana.


Setelah mengucapkan kalimat terakhir dirinya Yang mengancam rey saat akan bertemu kembali. tiana kemudian langsung terbang pergi dan menjauh secepat mungkin dari tempat pertarungannya tersebut.


meskipun tubuhnya memiliki luka Yang cukup parah, ia masih bisa kuat untuk terbang pergi dan mundur untuk kembali.


Tidak hanya Tiana Yang juga mundur di Medan perang tersebut.

__ADS_1


kedua rekannya yaitu Kanna dan Zhie Juga ikut mundur ketika mendengar perintah langsung dari raja iblis.


Kemunduran dari Ras iblis bukanlah sebuah akhir dari perang ini, tetapi sebuah masalah baru kini muncul dan sesuatu Yang cukup berbahaya kini mulai menanti di Medan perang ini......


__ADS_2