
“ Lucunya....... “ kataku sembari melirik ke arah Anak bayi yang digendong oleh Ruri tersebut.
“ Benar bukan.......benar-benar imut “ ( Ruri )
Setelah 3 Tahun berlalu, Ruri telah memutuskan menikah Dengan Okkya. Pada mulanya Ia menolak Lamaran Cinta dari Okkya selama benerapa kali, tetapi ia kahirnya menderimanya karena melihat tekad membara dari Okkya yang tidak menyerah walaupun berkali-kali di tolak.
Mereka telah di karunia seorang anak perempuan yang begitu lucu, ia masih belum memiliki rambut. Tetapi aku bisa melihat sedikit bahwa rambut seperti perpaduan antara Rambut hitam Ruri dan juga Rambut Pirang Okkya.
Aku berkunjung ke toko miliknya untuk membeli beberapa keperluanku dan juga untuk membantu Ruri dalam mengurus Bayi.
“ Ruri-chan ....... siapa nama anak ini!? “ ( Mainna )
Aku mulai menanyakan siapakah nama dari anak tersebut, ia lahir dnegan kondisi yang cukup sehat dan juga ideal.
“ Namanya adalah Yue, Itu adalah nama lain dari penyebutan bulan dari negeri asal ibu dan juga ayahku “ ( Ruri )
“ Yue kah........semoga kamu bisa menjadi gadis yang cantik setelah dewasa nanti “ ( Mainna )
Sambil mengelus kepalanya yang mungil, aku mengatakan bahwa ia pasti akan menjadi gadis yang cantik kedepannya. Tetapi ia benar-benar sangat lucu........ aku jadi tidak tahan!!!
“ Ngomong-ngomong...... Mainna-dono, apakah benar bahwa anda akan pergi ke wilayah utara Secille!? “ ( Ruri )
“ Iya......... Serikat penyihir mengatakan bahwa terjadi masalah pada miasma di wilayah tersebut..... dan sembari aku membawa potion untuk mengatasi miasma, aku juga akan turun tangan dalam masalah itu “ ( Mainna )
“ Begitu ya....... pasti pekerjaan anda sangatlah berat “ “ Tentang Miasma yang belakangan ini sempat terjadi, kira-kira apakah penyebab nya hingga itu bisa muncul di dekat secille!? “ ( Ruri )
“ Entahlah....... kami masih terus menyelidiki hal tersebut “ ( Mainna )
Ruri bertanya mengenai penyebab utama miasma terjadi, tetapi aku sendiri juga tidak mengetahui hal tersebut. Miasma yang muncul di wilayah dekat Secille memang nampak begitu aneh!? Penyebabnya tidak diketahui secara pasti.
Serikat sihir masih tetap menyelidiki hal tersebut hingga saat ini, dan masih belum menemukan jawaban yang pasti. Bahkan Banri-kun masih belum begitu mengetahui apakah penyebab yang begitu pasti.
“ Sepertinya sudah larut. Aku harus segera pulang ke rumah dan menyiapkan makanan.......Rei-chan pasti sangat lapar sekrang “ ( Mainna )
Tak terasa hari telah beranjak petang, aku setidaknya harus segera menyiapkan makan malam karena aku yakin bahwa rei-chan pastinakan kelaparan setelah ia menyelesaikan Misi perburuannya di Sicthilt.
“ jika begitu...... sampai jumpa mainna-dono “ ( Ruri )
Setelah menyapa, aku langsung pergi untuk segera menuju ke rumah. Aku telah membawa potion yang telah dipesan dari Midley-san sebelumnya. Jumlahnya cukup banyak untuk pemesanan. Bisa ku pastikan bahwa miasma di wilayah itu pasti telah menyebar dengan cukup luas hingga potion yang dipesan oleh Syuffia-chan sampai begitu banyak.
__ADS_1
...‘ Sebenarnya apakah penyebab miasma kali ini!? ‘...
( Miasma di versi ini adalah sebuah Anomali, dimana tanah subur mulai kering secara spontan seolah telah kehilangan energi kehidupannya. Bahkan air di dekat miasma sangatlah beracun bagi kehidupan...... penyebab pastinya masih belum bisa di ketahui )
[ Tiba di Rumah ]
Aku mulai menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam. Rei-chan sangat menyukai Sup Jamur Keratin yang ku buat. Tetapi untuk kali ini aku akan membuat sup dari ikan dan juga sayuran.
Aku menyiapkan bumbu dan rempah di atas panci panas yang telah ku siapkan. Sedikit cabai akan membuat rasanya pedas meskipun tidak terlalu pedas.
Setelah baunya mulai tercium, aku langsung memasukan daging ikan yang ku cincang dengan kecil bersamaan dengan sayuran di dalamnya.
Aku harus menunghu sekitar 30 menit hingga supnya matang sempurna. Di saat yang bersamaan aku mengangkat roti yang baru saja ku buat. Dan sepertinya telah mulai matang.
Aku mempersiapkan roti itu di meja makan bersmaan dengan piring untuk penyajian. Aku harus menyuruh rei-chan untuk menggunakan sendok saat makan. Karena ia selali menggunakan tangannya untuk memakan roti seperti anak-anak.
Setelah 30 mnit kurasa supnya telah matang. Aku harus mengangkatnya dan menyiapkannya di meja makan.
“ Dengan begini kurasa sudah cukup........ “ ( Mainna )
Sup dan roti telah di sajikan di atas meja makan. Masakan ini cukup terlihat sederhana karena aku tidak begitu menyukai sesuatu yang mewah.
“ Ngkkkk “ “ Drrr!!! “ “ Onee-chan...... aku pulang “
Terdengar suara pintu dan juga Rei-chan yang telah kembali dari Tugas pemburuannya.
“ Rei-chan selamat pulang..... kamu harus- “ “ Rei-chan!!! “ ( Mainna )
Alangkah terkejutnya diriku saat mendapati Adik ku yang baru saja pulang dari perburuan. Aku melihat pakaian Rei-chan yang di lumuri oleh Noda darah dan juga sebagain wajahnya.
“ Rei-chan..... segeralah mandi dan bersikan terlebih dahulu dirimu....... bukankah aku sudah mengatakan untuk tidak berlebihan saat memburu “ ( Mainna )
Aku mulai sedikit mengomeli adikku yang baru saja pulang dengan pakaian yang penuh noda darah.
“ maaf onee-chan...... baiklah jika begitu aku akan mandi terlebih dahulu “ ( Rey )
Aku menyuruh adikku untuk membasuh tubuhnya terlebih dahulu, ada banyak dona darah di pakaiannya. Aku yakin ia pasti membunuh banyak sekali monster di hutan.
( 5 Menit kemudian )
__ADS_1
Sepertinya aku akan sedikit melakukan inisiatif untuk mengurus langsung rei-chan.
Aku berniat untuk ke kamar mandi dan mebersihkan tubuh adikku secara langsung.
Sembari menunggu rei-chan dan makan malam, aku menuju ke kamar mandi dan melihatnya secara langsung.
“ Stttt “ Aku mulai menggesr pintu kamar mandi.
“ Rei-chan apakah kamu sudah selesai!? “ kataku sembari melirik ke arah adikku.
“ Ne-nee-chan!!! Apa yang onee-chan lakukan disini!!! “ ( Rey )
Dengan Wajah memerah dan terkejut. Rei-chan mulai panik saat aku melirik ke arahnya.
“ Bukankah sudah jelas...... aku akan memandikan adikku dengan benar!!! “ ( Mainna )
“ A-aku Bukan Anak kecil....... jadi tidak perlu !!!! “ ( Rey )
“ Tidak....... kamu harus mandi dengan benar, Dan juga bau darah itu masih tercium “ ( Mainna )
( Skippp >>> ) : Mereka kembali mandi bersama lagi, dan kali ini MC kembali menjadi kepiting rebus lagi.
Saat ini aku sedang berusaha untuk membersihkan tubuh adikku yang lucu ini.
“ Rei-chan...... Punggungmu jadi lebih besar dari sebelumnya “ ( Mainna )
“ Hmmmm...... “ ( Rey ) Hanya terdiam dan mengangguk.
Dengan wajah memerah, aku melihat adikku yang hanya diam mengangguk menuruti perkataanku. Ia terlihat begitu lucu, meskipun saat ini ia sudah cukup menginjak usia remaja bagiku.
“ Meskipun begitu........ Bagi onee-chan, Rei-chan tetaplah Rei-chan “ ( Mainna )
“ Ne-ne-Nee-channnn!!! ” ( Rey )
Dengan cukup agresif, aku mulai memeluk punggungnya dari belakang, ia benar-benar begitu lucu dengan wajah imutnya yang memerah. Punggungnya sedikit lebih lebar dari saat terakhir kami bersama tetapi aku masih bisa untuk memeluknya dalam pelukanku..........
...‘ Lagi-lagi harus dipeluk dengan cara memalukan ini, Dua benda itu menempel lagi pada diriku....... mentalku benar-benar sudah tidak sanggup menahannya lagi ‘ dalam hati Rey....
( Dia sekali lagi harus menahan mental dewasanya agar tidak keluar. Dengan hidung berdarah, ia harus menahan godaan dari kedua bagian lembut itu 😁.....hehehe )
__ADS_1