
...( Medan Perang Barak Timur )...
" Hah...... Hah..... khek!!!! "
sang pahlawan berdiri menopang perang dan terlihat sangat berantakan.
diantara banyaknya tumpukan mayat lasser demon dan juga Monster, pahlawan harist berdiri diatas tumpukan mayat tersebut sampil menancapkan pedangnya di perut lasser Demon.
sang pahlawan terus mengambil nafas perlahan, guna menenangkan dirinya.
ia terlihat sangat berantakan, tubuhnya penuh dengan tumpahan dari Lasser demon dan juga monster.
dengan tubuh Yang penuh dengan luka ia kemudian mulai duduk dan menatap ke arah langit kelabu.
" Apakah Semuanya akan berakhir seperti ini " ( Harits)
Ia kemudian mulai bertanya kepada dirinya sendiri, apakah semua ini akan berkahir seperti keadaan Yang kacau tersebut.
sorot matanya sudah berubah cukup banyak ketika ia terjun ke Medan perang untuk melawan para iblis.
cahaya dimatanya seperti perlahan memudar, ia seakan tidak peduli apakah dirinya hidup ataupun mati dalam perang mengerikan tersebut.
dibagian bawah tumpukan mayat tersebut, terdapat banyak mayat dari kubu aliansi lusia.
tempat itu bagaikan lautan darah Yang penuh dengan mayat orang-orang Yang sudah mati.
beberapa orang Yang tersisa masih berusaha untuk bertahan hidup dari pertempuran tersebut.
" Hah..... hah..... hah "
seorang wanita berlari menuju ke arah sang pahlawan.
ia terus berlari tidak peduli apapun Yang ada di bawah telapak kaki.
kakinya terus menginjak setiap darah di tanah akibat peperangan mengerikan, ia kemudian tiba dibawah tumpukan mayat Iblis dan Monster tersebut.
ia lalu menatap ke arah sang pahlawan sembari meneteskan keringat dan air mata.
" Harist-kun " ( Pitan)
sang saintess mulai memanggil nama dari sang pahlawan Yang ada di atas tumpukan mayat tersebut.
" ........ "
sang pahlawan mulai menoleh ke arah gadis tersebut, ia mulai meneteskan air mata tatkala gadis itu berada di dekatnya.
" Pitan......... Syukurlah " ( Harist)
pahlawan harist terlihat cukup lega.
ia sangat lega ketika melihat pitan seolah melihat sebuah harapan.
" .......... "
mulai turun dari banyaknya tumpukan mayat, Pitan Yang melihat harist turun tersebut langsung memeluk dirinya dengan sangat erat seolah melampiaskan penuh rasa bersyukur.
" Pitan " ( Harist)
__ADS_1
" Ya..... Harist-kun........Aku mengerti,Kamu tidak perlu menahannya lagi " ( Pitan)
" Haaaaaaaaaaa " ( Harist)
Ketika mendengar pitan mengatakannya, Harist seketika langsung meneteskan air mata dengan cukup deras.
ia berteriak di pelukan saintess pitan dan melampiaskan semua emosi yang ia rasakan.
Kemanusiaannya benar-benar telah hancur.
Meskipun ia membunuh banyak monster, tetapi ia harus melihat kenyataan bahwa dirinya jugalah Yang menyebabkan banyak orang terbunuh.
ia menyesali semua hal itu, sang pahlawan Yang bahkan tidak bisa menyelamatkan banyak orang.
" Ini bukanlah salahmu..... ini Bukanlah salahmu, Kau sudah melakukannya dengan baik Pahlawanku " ( Pitan )
Pitan mengerti apa Yang sedang harist rasakan tersebut.
Ia mengerti bahwa sebagai seorang manusia, Pahlawan juga memiliki banyak kelemahan.
ia terus mengatakan bahwa ini bukanlah salahnya sebagai pahlawan.
ia sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik.
ketika situasi medan sudah benar-benar aman, para penyihir penyembuh garis belakang mulai bergegas untuk tiba di lokasi.
orang-orang Yang masih selamat dibawa untuk melakukan sebuah pertolongan cepat.
dengan segala obat-obatan dan kemampuan sihir Yang ada, mereka memulihkan kondisi dari masing-masing ksatria Yang masih selamat tersebut.
Setelah beberapa Lama dan pemulihan telah selesai, Sisa pasukan mulai di tarik untuk menuju ke Pos Keamanan Garis tengah.
Langit mulai berwarna jingga, Senja telah menyingsing.
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...( Academi Gransillia)...
Waktu Musim gugur lebih cepat daripada Yang telah di perkirakan.
Semua orang tidak akan menyangka bahwa hal ini terjadi lebih cepat daripada perkiraan mereka.
selama waktu Yang dihabiskan di academi, semua hal berarti akan segera menghilang setelah pergi dari tempat ini.
Kelulusan Kelas Tiga.
Semua murid mulai di kumpulkan di Paula perjamuan untuk menghadiri upacara kelulusan Yang akan diadakan.
__ADS_1
" untuk semua usaha dan juga bimbingan yang telah diberikan, Alumni pada Generasi ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas semua perhatian dan juga bimbingan yang telah diberikan " " Meskipun Telah keluar dari Academi ini, ini bukanlah akhir untuk segalanya karena masa depan berarti akan menanti setelah menginjakkan kaki ke dunia yang baru, tujuan baru dan keingin yang baru " ( Rey)
membacakan sebuah pidato perpisahan kepada semua orang yang hadir dalam acara perpisahan ini.
sejujurnya sangat gugup bagi diriku untuk menyampaikan isi pidato Yang akan didengarkan oleh para dewan sekalin dan juga semua orang disini.
bukan karena aku menyukai posisi seperti ini, tetapi bagiku ini sangatlah memalukan untuk berdiri dihadapan semua orang.
dikarenakan Harits dan pitan sudah lulus untuk pergi ke Medan perang, maka sebagai orang Yang tersisa maka Aku harus menggantikan posisi mereka.
hanya karena gelar pangeran, bukan berarti bahwa aku ingin melakukannya lebih karena sebuah keterpaksaan.
mengnai pidato ini, Vern dan semua orang di kelas kami Yang sudah menyiapkan bait Demi bait kata untuk disampaikan oleh semua orang.
semua kalimatnya cukup meyakinkan, dan aku merasa bersalah jika harus menolak untuk tidak membaca pidato tersebut.
" Kami akan tetapi berusaha, terus berjuang meskipun badai menerpa........ Sekian " ( Rey)
" !!!!!!!! "
Selesai membaca isi pidato, semua orang mulai bertepuk tangan karena kalimat yang disampaikan cukup bagus bagi mereka.
aku dengan cepat mulai menghela nafas kembali, rasanya benar-benar sangat berat ketika harus membaca sebuah isi teks tepat dihadapan semua orang seperti ini.
" Terima kasih atas Pidato perpisahan Yang anda sampaikan, Pangeran " " Semua prosedur kini telah diselesaikan, Saatnya untuk melakukan penerimaan Akta kelulusan sebagai penutup acara....... Bagi nama Yang telah disebutkan, mohon untuk menaiki panggung dan mengambil akta kepada kepala sekolah " ( banriett )
Saat Yang telah di tunggu akhirnya kini tiba, saat dimana Acara terakhir yaitu penyerahan akta kelulusan Dari dewan sekolah untuk para murid.
Tiga orang pertama Yang telah dipanggil kini mulai Menaiki panggung untuk menerima kelulusan mereka.
Ketiga penyihir murni yaitu, Syuffia, Marin dan Juga Harine kini menyerahkan Surat kelulusan kepada Murid pertama tersebut.
Mereka Yang menerima Surat itu, menundukkan kepalanya setelah mendapatkan surat tersebut dari para penyihir.
ini mungkin adalah moment Yang cukup mengharukan, karena kami akan segera menuju ke jalan baru yang akan menanti kami.
Acara terus berlanjut dengan penuh Suka cita, orang - orang Yang dinyatakan lulus merayakan semua prestasi mereka dengan menunjukkannya kepada orang tua mereka Yang menunggu di Luar Academi.
meskipun ini adalam moment yang paling di tunggu, masih ada beberapa orang tua yang tidak bisa hadir dalam moment tersebut.
aku tidak perlu memikirkan semua itu, karena hal itu hukanlah hal penting untuk dipikirkan bagiku.
Acara masih terus berlajut, Setiap nama Yang dipanggi akan mengambil Akta Kelulusan mereka Yang akan mereka terima dari para penyihir.
Terus menunggu dan terus menunggu, hingga saatbya bagi Diriku untuk maju ke panghung dan mengambil akta kelulusanku.
Aku tidak percaya semua ini, tetapi ini adalah hal Yang seharusnya ku nanti selama tiga tahun ada di tempat ini.
Akhirnya aku sudah lulus.
sebuah kebahagian yang tidak pernah terbayangkan dalam benakku.
Acara kelulusan terus berjalan dengan baik, hingga saat dimana murid terakhir menerima akta kelulusan mereka.
" Baiklah....... Sepertinya murid terakhir telah menerima Akta kelulusan mereka....... " " Dengan ini kami semua dewan Academi turut mengucapkan selamat atas kelulusan para murod tahun ini........ Semoga kalian semua selalu dalam Keadaan Yang baik " ( Marin)
Semua dewan Academi dan juga Anggota osis mulai menundukkan kepala mereka pertanda bahwa turut senang atas kelulusan kami.
__ADS_1
Acara kini telah berakhir, Murid kelas tiga kini sudah dinyatakan lulus dari Academi.
tetapi ada hal lain Yang harus dilakukan saat ini.....