The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol.3 Chapter 5 : Tahanan Rumah


__ADS_3


Dengan banyaknya pertimbangan Miyu akhirnya bisa dibebaskan Dari tahanan. Tetapi sebagai gantinya ia sedang dalam pengawasan Dari Mainna. Saat ini ia tinggal Rumah mainna dan Menjadi tahanan Rumah.


[ Di kamar miyu ]


Mainna saat ini sedang ingin berbicara dengannya. dikarenakan Miyu tidak bisa berbicara bahasa manusia.


Didalam ruangan kedua gadis sedang duduk sambil menyiapkan sebuah teh.


" Apa Yang kau inginkan...... Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak menyukai manusia “ kata miyu dengan sedikit nada tinggi.


“ Aku mengerti! Tetapi sesekali kamu juga seharusnya bisa melihat dari sudut pandang lain “ kata Mainna dengan Sedikit nada sopan.


Miyu masih bersikeras ingin mengusir Mainna dari Kamarnya, karena ia tidak suka manusia dari sudut pandang oni.


Tetapi dengan sedikit pendekatan Mainna Berusaha untuk mendekati miyu apapun caranya.


“ Lagipula mengapa Kau harus repot - repot menemaniku! Sebenarnya Kau ini apa!? Kau berbicara dengan Bahasa yang mirip dengan Kami para Oni tetapi Tata bahasanya sedikit berbeda!!! “ ( Miyu )


Miyu dengan sedikit kasar menanyai mainna perihal mengapa ia bisa berkomunikasi dengan Oni!


“ Begitukah?.......mungkin aku hanya mengingat sedikit pengalamanku di Daratan Iblis/Mazoku “ ( Mainna )


Mainna menjawab dengan Ramah dan sopan.


Hal tersebut membuat miyu sedikit penasaran!? Mengapa Manusia sepertinya bisa mengatakan ‘Pengalaman di Benua Iblis?’ walaupun Miyu sebenarnya tidak pernah mendengar Apapun mengenai Ras yang hampir Mirip Dengan Oni yang ada diluar sana? 


“ aku akan mengatakannya kepadamu....... bahwa aku disini dimintai tolong Oleh shin-kun untuk Mengawasimu dan juga Mengajarimu sedikit tentang Bahasa Manusia “ ( Mainna )


“ hmmmmm....... aku tidak pernah punya keinginan untuk bisa akrab dengan kalian para manusia !!! “ (Miyu )


Miyu menjawab dengan sedikit membuang muka .


‘ srhtttt ‘ seseorang mulai membuka pintu dan masuk ke ruangan , ia sedari tadi terus menguping apa yang sedang dibicarakan Oleh mainna dan miyu.


“ Sudah cukup dengan semua kekeras kepalaanmu!!!! Onee-chan tidak seharusnya terus perhatian pada si bodoh ini.......... dan lagipula apa-apaan sikapmu itu!!Apakah Oni di wilayah ini tidak pernah mengajarimu untuk bertindak patuh kepada orang yang lebih tua!!? “ 


“ Rei-chan Tolong tahan dulu..... aku tidak masalah dengan perlakuan tersebut  “   (Mainna)


Rey yang sedari tadi tidak bisa menahan kesabaran karena Tingkah Dari Miyu kepada mainna yang bertindak tidak sopan mulai darang dan membentak miyu dengan keras.


“ Onee-chan Diam saja!!! Aku akan memberikan Si bodoh itu sedikit etika “ ( Rey )


Rey Mulai naik darah, ia membentak kepada miyu karena tidak tahan dengan tingkahnya. Miyu yang melihat Rey Emosi, mulai terlihat gelisah karena Rey tidak segan mengeluarkan Aura Intimidasinya.


Miyu melihat Bayangan Hitam Mengerikan Saat Rey Mengeluarkan Aura intimidasi ke arahnya, seolah itu merupakan Kishin yang sedang Murka.


“Rei-chan tenang Sebentar!!! “ (Mainna) 


Melihat mitu yang gelisah karena Rey,Mainna Langsung menghentikannya dan memintanya untuk menahan emosinya.


“ Tapi Onee-chan “ ( Rey )


“ Hmmm.......Bukankah Rei-chan Dulu juga seperti itu saat pertama kali bertemu dengan Onee-chan “ ( Mainna)


Mainna mulai mengungkit masa lalu untuk bisa menenangkan Rey. karena Pada Masa itu Rey hampir Mirip dengan Miyu saat mereka pertama bertemu.


“Soal itu~ Itu dan ini adalah persoalan yang Berbeda “ (Rey)


“ Rei-chan!! Bukankah Kamu pernah Berjanji kepadaku...... Jika bertemu dengan Anak lain yang lahir sebagai Setengan Manusia dan iblis, kamu akan membantunya dan berlaku baik kepadanya......... Miyu-chan itu sama sepertimu! Jadi bertindaklah dengan baik dan sopan “ ( Mainna )


Mendengar mainna mengatakan untuk bertindak baik kepada sesama Anak Setengah Manusia-iblis membuat Rey tidak bisa berkata apa-apa.


ia juga mengerti, jika saja ia tidak bertemu dengan Mainna maka ia pasti akan Mati dan tidak akan merasakan Kehidupan yang tenang bersama dengannya saat ini.


Mau tidak mau, Rey Mulai membalik badannya


“ Tch!!!!! Merepotkan sekali......... Aku akan mengatakannya kepadamu!!!  Jangan Pernah Berharap bisa bersama dengan Para Oni dipihakmu!!! mereka  hanya menganggap Kita Sebagai Aib bagi mereka  “ ( Rey )


Dengan sedikit keras Rey mengatakan Semua itu kepada miyu. ia melihat miyu terlalu berharap banyak agar bisa kembali kepada Ras oni dan bisa bersama dengan mereka.


dengan kata-kata pedas yang di ucapkannya, rey kemudian pergi dari ruangan itu dengan wajah kesal. Moodnya sedang tidak baik saat ini........


“ Apaan yang ia katakan itu!!? “ ( Miyu ) 


Miyu sedikit berguman kecil saat rey pergi, ia sepertinya tidak terima dengan Komentar pedas yang rey katakan padanya.


“ Mohon maaf soal Itu Miyu-chan!!!.......Rei-chan Memang agak sedikit Overprotektif jika itu  menyangkut tendang diriku............. untuk hari ini kita akhiri sampai disini saja okey!!!!!! Jika begitu.......maaf karena telah mengganggumu....... Permisi “ ( Mainna )


Dengan Meninggalkan permintaan Maaf karena tingkah Rey kepada miyu. Mainna Mulai meninggalkan Ruangan itu.


Miyu akhirnya bisa tenang sendirian dikamarnya.


Ia terus bergumam ‘ Apa-apaan Dia itu, ini seolah terlihat bahwa akulah yang jahat disini ‘ .


Miyu kemudian terbaring kembali di kamar, dengan Ekpresi bercampur antara Kesal , Takut dan juga Sedih.


Di luar kamar, Hichiko yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya bisa terdiam karena tidak mengerti apa yang dibicakaran oleh Mainna, Miyu dan Rey. Karena mereka menggunakan bahasa yang berbeda dengan Bahasa manusia.......


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


[ Di tempat Rey ]


Aku keluar dari rumah dengan Sedikit marah.


Aku tidak terima perlakuan Miyu yang tidak sopan kepada Onee-chan. Ia sangat tidak sopan dan membentak onee-chan Seperti itu.


...‘ tch.....sungguh menyebalkan ‘...

__ADS_1


Aku masih dalam Kondisi mood yang kurang bagus. Untuk menenangkan sedikit Moodku, aku berinisiatif Mencari tempat yang tenang.


Untuk bisa sedikit menenangkan moodnya aku memutuskan untuk pergi kesuatu tempat yang sepi dan jauh dari Orang-orang.


Aku juga ingin membuat beberapa eksperiment dengan Manipulasi Jenis Sihir dan semoga saja aku bisa menciptakan Sihir baruku.


Aku terus berjalan  sampai Tiba di tempat yang aku tuju, Tempat itu merupakan Sebuah danau yang berada cukup jauh dari permukiman dan ditutupi oleh rimbunan pepohonan.


Tempat ini sedikit mengingatkanku dengan Desa Sicthmid tempat diamana aku dan Onee-chan dulu tinggal.


‘ hussss ‘ angin yang tangan berhembus dari rimbunan Dedaunan menambah suasana tennag yang begitu kurasa.


“ huh!!!! Sungguh nostalgia........ baiklah! Sudah saatnya aku mulai berlatih lagi “ 


Aku mulai mempersiapkan Rapalan Sihir gabungan antara Sihir Atribut api, angin dan kegelapan dan merapalkan Sihir manipulasi bentuk.


Aku mulai membentuk sebuah Senjata Pedang dari Gabungan Ketiga Atribut sihir tersebut. Pedang berupa katana berwarna hitam  mulai muncul dari Lingkaran sihir yang kubuat.


Aku mulai memegang katana hitam itu, ini lebih sempurna daripada yang aku perkirakan! Hanya saja katana ini memiliki ketahanan yang cukup rendah hingga ia hanya bertahan selama Benerapa menit setelah aku sentuh.


Aku mulai kembali menggabungkan semua atribut sihir dan sihir  manipulasi bentuk! Tetapi kali ini aku menambahkan Formula yang sedikit berbeda yaitu menambahkan Sihir penguatan Fisik pada senjata yang aku buat.


Cara itu cukup berhasil!! Aku bisa menyentuh pedang tersebut dengan waktu yang cukup lama. Aku mulai mengetes kekuatan pedang tersebut ke suatu obyek.


Aku mulai mengayunkan Pedang ke arah sebuah pohon yang cukup besar. Perlahan pedang mulai diayunkan dan diarahkan ke batang pohon!!


Tetapi saat pedang dan pohon mulai saling berbenturan. Aku melihat pohon tersebut hanya tergores sedikit saja!? 


Artinya pedang telah berhasil tetapi kekuatannya masih dibawah rata-rata..... jika dibandingkan dengan Pedang normal, maka ketajaman pedang normal jauh lebih baik karena pedang normal bisa menimbulkan Sayatan yang cukup membekas dengan besar pada batang pohon.


Aku terus menambahkan Formula tambahan pada Kekutan Pedang hitam. Aku terus menerus melakukannya sampai itu bisa membelah pohon menjadi dua.


Aku tetus melakukan pelatihan hingga aku tidak menyadari hari telah banjak senja.


“ huh huh!!!! Akhirnya aku telah berhasil juga “


Dengan banyak keringat ditubuhku,aku akhirnya menemukan Formula yang cukup berhasil untuk membelah pohon menjadi 2 dengan sempurna.


Aku harus menambahkan Sihir kegelapan dam angin bersama dengan sihir manipulasi bentuk. Aku harus membayangkan bentuk serangan memanjang yang dapat membelah musuh tanpa menyentuhnya.


Sebuah Pilar hitam panjang keluar dari ayunan pedang yang aku arahkan dan itu membuat pohon terbelah menjadi 2 dengan cukup rapih.


Hasil  dari serangan baruku ini tidak menimbulkan bekas pada pohon dan memotong pohon dengan cukup rapih. Ini sangat bagus, aku bisa menggunakan serangan ini untuk serangan jarak menengah .


Tebasan itu bisa membelah korban tanpa harus menyentuhnya......hmmmmmn sungguh menarik, karena  aku bisa menghabisi banyak musuh hanya dengan sekali tebasan.


Kekurangan dari seranga in adalah jarak jangkauannya yang hanya mencapai 9 Meter dari target, jika target berada di jarah 10 meter atau lebih , target bisa selamat walupun mengalami luka seperti goresan benda tajam di tubuhnya....


Perlahan aku mulai menyadari seseorang yang sedari tadi terus mengawasiku dengan sembunyi-sembunyi. Aku mulai memberanikan diri dan berencana untuk memergokinya.


“ Senpai.......aku tidak mengerti mengapa senpai terus menguntitku dari balik semak “  (Rey )


Aku mulai berbicara ke arah semak yang kutuju.


Tidak lama setelah itu senpai dan kishui-san keluar dari semak-semak dan menampakan dirinya.


“ Maaf karena telah mengawasimu.... rey-kun “ ( Kishui )


Kishui-san mengatakan dengan terus terang bahwa ia dan senpai telah menguntitku untuk latihan.


“ aku tidak keberatan soal itu “ ( Rey )


Kataku denga Biasa.


“ Tetapi...... aku tidak mengira, Rey-kun  seperti shin-kun yang setengah oni........ tetapi kamu lebih kuat darinya, sedang shin-kun hanyalah be- “ ( Kisui )


Kata kisui dengan kalimatnya,


“ Sudah kubilang....... aku ini bukan beban!!! “ ( Shinjou )


Senpai mulai sedikit bersikeras bahwa ia bukanlah beban? Kisui-san mulai mengkerutkan pipinya ke arah Shin-senpai. Ia tahu bahwa senpai tidak bisa jujur kepada keinginannya.


“Eh!? Shin-kun........ bukankah ada yang ingin kau bicarakan dengan Rei-kun!!  “ ( Kisui )


“ Tidak ada  yang ingin aku bicarakan kepadanya!!!! “  ( Shinjou )


Senpai mulai sedikit membuang muka dari Kishui-san, Seperti yang kuduga!! Ia memang tipe orang yang tidak bisa mengungkapkan niat aslinya ( Tsundere ).


“ Sebenarnya Rei-kun!! Shin-kun ingin meminta bantuanmu untuk Mengajarinya Teknik Sihir dari Lusia....... karena ia sedikit malu untuk mengatakannya, maka ia memilih untuk menjadi Penguntit untuk Bisa menirunya darimu!!! “ ( Kisui )


Kisui mengatakannya kepadaku, Tapi sungguh tidak bisa diduga!? Senpai ingin memintaku untuk mengajarinya teksnik Sihir Lusia!!! Tapi mengapa ia harus jadi Penguntit??


“ oi !!!! Kisui-chan Jangan Mengatakan Hal yang Tidak-tidak!!!! “ ( Shinjou )


Senpai membantah Perkataan Kisui dengan Wajah yang sedikit Merah.


“Ho ho!!!! Tapi Memang itu kenyataannya bukan!!! “ ( Kisui )


Dengan sekit menggita, Kisui mebantah perkataan senpai.


“ Aku tidak keberatan untuk mengajari senpai teknik sihir Lusia!!! Tapi syaratnya.......... Senpai harus memanggilku dengan Sebutan MA-S-T-E-R!!!! “ ( Rey )


Aku mulai sedikit menggoda dengan Senyuman Jahat. Ini adalah kesempatan yang bagus, aku bisa membuat Senpai mengatakan Master kepadaku dengan cukup mudah......


“  Mengapa aku harus melakukan itu!!!! “ ( Shinjou )


Senpai mulai sedikit bersikukuh karena ia tidak mau memanggil Juniornya dengan sebutan Master.


“ Jika Senpai tidak mau melakukannya, maka aku tidak akan mengajarimu loh!!!! Jadi silahkan Saja Cari Orang lain  “ ( Rey).


Aku mulai sedikit menyudutkannya. Senpai sepertinya masih Tidak mau memanggilku dengan Sebutan Master, tetapi ia seperti orang yang tidak punya pilihan.


“ Ba-baiklah........ Jika begitu!! Mohon Bantuannya MASTER !!! “ ( Shinjou  )


Senpai akhirnya mulai mengalah dan ia mau tidak mau memanggilku dengan Sebutan master! 

__ADS_1


“ Baiklah jika begitu........ Aku dengan Senang hati akan Membantumu!!! Shinjou-Kun “ ( Rey )


Aku mulai menyeringhai senang dengan Senyuman Jahat.


Senpai Memanggilku dengan sebutan Master dan Sekarang giliranku yang Memanggilnya dengan Sebutan Shinjou-kun. Di wajahnya aku bisa menggambarkan bahwa ia masih tidak bisa terima seolah ia mengatakan...


‘ Dasar Iblis ‘  dengan Cukup terselubung.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


Untuk awal latihan, aku mengeluarkan Kristal pengukur untuk mengukur data statistik milik Senpai.


“ Master lalu apa ini? “ ( Shinjou )


Senpai dan Kisui-san sepertinya tidak pernah melihat Kristal penaksir, mereka terheran-heran saat aku menunjukannya.


“ Ini adalah Alat untuk mengukur Kemampuan yang kamu miliki! Dengan Menyentuh Bagian Bola ini maka kemampuanmu akan bisa terlihat “ 


“Untuk latihan awal, pertama-tama seseorang harus mengetahui terlebih dahulu atribut sihir yang ia miliki sebelum memulai latihan......... jadi shinjou-kun silahkan Sentuh Alat sihir ini “ ( Rey )


Sambil aku menerangkan tentang mekanisme Dari Sihir lusia dan juga Kristal Penaksir, aku mulai meminta kepada Senpai untuk menyentuh Kristal penaksir di tangannya.


Saat senpai mulai memegang kristalnya, Status dari senpai telah muncul..... 


Aku mulai melihat statistinya.


[ Nama : Shinjou ]


[ Usia 10 tahun ]


[ Atribut Sihir : Api, Air dan Angin ] 


[ Kapasitas Mana : - F ]


“ Hmmm......... ini bagaimana aku akan mengataknya? “ ( Rey )


Aku agak sedikit bingung untuk menjelaskannya.


“ Memangnya ada apa Rei-kun !? “ ( Kisui )


Kisui-san mulai bertanya kepadaku. Data statistik menggunakan Tulisan Lusia, jadi mereka tidak begitu mengerti.


“ Kisui-san ! Apakah Shin-kun tidak ahli dalam menggunakan Ofuda dan Sihir? “ ( Rey ) 


Aku mulai sedikit berbisik kepada kisui-san untuk menanyakan Suatu hal yang mungkin sedikit sensitif.


“ Sejujurnya saat di kelas...... Shin-kun adalah yang terpayah jika menggunakan Sihir!! “ ( Kisui )


“ Dimengerti!!!! Memang tampaknya seperti itu “ ( Rey )


Kami membelakangi senpai sambil berbisik, kisui mengatakan  Senpai adalah yang terlemah soal sihir saat latihan....... ia harus menggunakan Ofuda sihir yang selalu kisui-san siapkan saat akan melakukan Perburuan oni.


“ Hey!!! Mengapa kalian berdua berbisik - bisik begitu...... Tolong jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi!? “  ( Shinjou ) 


Melihat kami berdua saling berbisik, senpai terlihat cukup kesal. Dengan memberanikan diri, aku dan kisui-san mulai menghadap ke arah senpai.


Aku sebenarnya agak bingung untuk mengataknya.


“ Hmmmm....... Sejujurnya aku tidak bisa mengatakan hal kejam seperti ini, tetapi........... Shin-kun kamu ternyata Memang Lemah “ ( Rey )


Dengan Sedikit senyuman aku mulai Mengatkan  bahwa senpai sangat lemah.


“ Eh!? Hahhhhhhhh  “ ( Shinjou ) 


Senpai dengan Ekpresi kaget , tidak percaya dengan apa yang aku katakan ....... ia sangat terkejut karena mengetahui aku mengatakan ia sangat lemah.


“ Tolong Periksa dengan Seksama....... ini pasti sebuah kesalahan......... aku tidak lemah, aku tidak lemah!!!! “ ( Shinjou )


Dengan wajah yang tidak karuan, senpai terus berkata ‘ Tolong periksa kembali ‘ dengan cukup tercengang.


Kami mencoba memastikannya lagi dengan Kristal penaksir. Tetapi hasilnya tetap sama........Kapasitas Mana Milik Senpai jauh Lebih Rendah daripada Petualang Rank G Di Lusia.


[< Sudah Banyak Komplain, Beban pulak >]


“ Ini...... Mustahil!!!! “ ( Shinjou )


Senpai terus berteriak sambil sedikit putus asa, saat mengetahui kenyataan bahwa ia sangat lemah dalam bidang sihir!


“ Shin-kun!!! Terimalah Kenyataan......... Kapasitas Sihirmu bahkan Jauh Lebih Rendah daripada Petualang Pemula di Lusia.......... tetapi jika kamu berlatih dengan Serius maka Dalam Dalam 10 Tahun dari sekarang! Kamu bisa setara dengan Petualang Umum di Lusia “ ( Rey ) 


Aku sambil tersenyum mengatakan semua itu kepada senpai.


“ Apaaa!? Umum itu untuk Artian lain dari sisi Orang Biasa......... dengan kata lain Kau mengatakan tidak ada peluang bagiku untuk jadi kuat dalam Waktu dekat “ ( Shinjou )


Pernyataan senpai cukup beralasan. Walaupun tidak semua orang bisa menjadi kuat dengan Cara instan ataupun mendapat Bantuan Dari Dewa ( Ngecheat / OP instan ).


“ Tentu saja tidak mungkin!! seseorang tidak mungkin bisa kuat dalam waktu yang singkat......Tapi bukankah Ada bagusnya untuk Terus berusaha........ pada awalnya Kemampuanku cukup lemah jika dibandingkan sekarang.......... dan yah Walaupun Aku hanya Beruntung bisa memiliki kapasitas Sihir yang besar “ ( Rey )


Dengan santainya aku mulai menjawab bahwa aku pada awalnya hanya beruntung saja karena Kapasitas Sihirku berada di +A. Selebihnya aku dilatih oleh onee-chan dan master dalam waktu yang cukup lama.


“ Beruntung!!!! Apakah Dewa Benar-benar Suka Pilih Kasih “ ( Shinjou )


Senpai mulai mengkritik eksistensi yang disebut “ dewa “.


Walupun aku juga akan melakukan kritik yang sama jika berada diposisinya. Meski begitu aku akan mengajarkan kepada senpai tentang dasar-dasar dari sihir lusia. Walaupun senpai mengetahui ia sangat payah dalam sihir, tetapi ia terus berusaha dengan tekad yang kuat.

__ADS_1


[ < Curhatan Hiroku : Mohon maaf ya jika Illustrasinya Kurang begitu Bagus 🙏 . Dikarenakan Tablet Sering Mati Tiba-tiba saat proses penggambaran, Jadi sering terkendala 🙏 > ]


[ < Curhatan Hiroku : Sebenarnya sebelum Saya Launching Novel The Which of Ruin's, Saya sering Menggabar Beberapa Karakter sebagai Hobi saja........ ☺️ Untuk Kedepannya Beberapa Volume di Chapter Tertentu akan di tambahkan Illustasi juga sebagai Hiasan 🙏 > ]


__ADS_2