
Kegiatan Mainna.
Disaat Rei-chan sedang pergi untuk pembelajaran , aku dirumah telah menyiapkan segala keperluan untuk membuka bisnisku.
Saat ini aku sedang membuat sebuah taman untuk menanam tanaman obatku. Aku hanya membawa beberapa tanaman di ruang spasialku, itu hanya berjumlah 10 jenis tanaman saja.
Diantaranya adalah Rumput Raja Merah, Bunga Camellia, Jeruk Berry merah, Daun Biru Herbal, Bawang padang pasir, Pakis Merah, Bunga Jasmine Hutan, Daun Sage, Bunga Rembulan, dan juga Lavender.
Aku hanya membawa beberapa karena aku hanya fokus untuk membuat Healing Potion saja.
Produksi healing Potion hanya dibuat dalam bentuk yang terbatas karena jika produksi dilakukan secara massal akan mengakibatkan harga menjadi turun.
Healing Potion adalah obat yang cukup langka di Kepulauan tenggara, jadi jika orang-orang mengetahui benda itu ada! maka itu bisa menjadi sebuah bencana. Karena mereka akan berbondong-bodong agar bisa mendapatkannya.
“ Akhirnya jadi juga “ ( Mainna )
Tamannya sudah jadi dan cukup luas untuk melakukan penanaman. Untuk sementara tanaman yang kubawa hanya bisa memenuhi setengah bagian taman saja tetapi kedepannya semua tanaman obat akan aku tanam hingga mereka cukup untuk kulakukan produksi.
Pedagang yang pada waktu itu telah menjadi mitraku saat ini, karena produksi di tempat ini belum begitu memungkinkan karenajumlah tanam inat yang tidak mencukupi, aku telah menyiapkan banyak potion jauh-jauh hari untuk berjaga -jaga.
Ia mengatakan bahwa potion Healing yang aku buat cukup menarik banyak kalangan di Ibukota Hirotsuki.
Pelanggannya kebanyakan adalah para pemburu iblis dan juga para bangsawan disana.
Aku cukup senang jika itu bisa diminati oleh banyak orang. Keuntungan dari penjualan Healing potion cukup menggiurkan karena bisa dihargai sebanyak 5 keping Kinhall untuk satu botolnya.
Para pembeli yang membeli healing Potion selalu menanyakan kepada mitraku ‘ kapan healing potion bisa disediakan lagi ‘.
Ia menjawab ‘ itu hanya disediakan setiap satu minggu sekali ‘ dan membuat para pelanggan jadi mengeluh karena hal tersebut.
Tetapi ia berhasil mengatasi hal tersebut berekat koneksinya dengan Bangsawan berpengaruh di hitotsuki.
Dan saat ini ia jadi sering berkunjung selama seminggu sekali untuk membawa stok potion dariku.
“ Nona apakah ini sudah semuanya? “ kata pedagang itu.
“ yah itu sudah semuanya, aku hanya bisa menyediakan 10 botol healing potion saja karena pembuatannya sangatlah rumit dan juga tanaman obatku masih terbatas “ ( Mainna )
Semua healing Potion yang aku sediakan telah aman didalam sebuah kotak yang besar.
Untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi pencurian atau perampokan dijalan, aku melengkapi Kotak tersebut dengan Sihir Pengaman jika Kotak berada ditangan orang lain atau dicuri maka orang tersebut akan langsung terkena kutukan atau kotak berubah menjadi Monster kelas atas.
Tentunya Sihir Pengaman akan Hilang jika kotak telah sampai ke tujuan Ibukota Hirotsuki.
“ Dimengerti Nona.......Aku Senang bisa berbisnis dengan anda “ kata pedagang itu.
“ Sama -sama “ ( Mainna )
Pedagang tersebut mulai pergi untuk mengirimkan barangku sampai tujuan yaitu tempat pelelangan.
Aku dan pedagang itu membagi keuntunagn 50/50 dari hasil penjualan.
Di pelangan Potion Bisa dihargai hingga 100 Keping Kinhall atau lebih tergantung siapa yang membelinya. Keuntungannya cukup besar untuk keperluanku.
Saat ini produksi sedang dikembangkan lebih lanjut, aku mungkin akan memerlukan seorang Asisten atau tenaga tambahan untuk meringankan bebanku memproduksi Healing potion.
Untuk saat ini aku mungkin akan pergi ke Pusat desa untuk berbelanja.
“ Semua sudah siap, baiklah jika begitu....... Hikari-san saya menitipkan Tempat ini dalam pengawasan anda, jika begitu saya pergi dulu “ ( Mainna )
“ Baiklah...... jika begitu Semoga beruntung Mainna-dono “ ( Hikari ).
Aku berangkat oergi untuk, membeli keperluan untuk makan malam. aku menitipkan Pengawasan Rumah kepada Istri Mitsui-san.
Ia cukup baik kepada kami. Pada awalnya ia agak kesulitan untuk berinteraksi dengan ku karena ia mengetahui bahwa aku adalah seorang penyihir yang telah berjasa 50 tahun yang lalu.
Tetapi aku memintanya untuk bertindak seperti biasa padaku, dan tidak perlu terlalu formal.
Kami telah menjadi lebih akrab selama beberapa waktu, sekarang ia meminta saranku untuk beberapa resep Masakan yang akan ia buatkan untuk Keluarganya.
Sebenarnya ia cukup terobsesi dengan Dunia masakan dikarenanakn sebelum dipinang oleh mitsui-san , ia adalah anak seorang Koki dari Rumah Makan yang ada di Hirotsuki.
Pada awalnya hubungan mereka tidak direstui oleh ayahnya hikari-san, tetapi berekat tekad dan juga sifat pantang menyerah dari Mitsui-san! Ia akhirnya menyetujui Hubungan mereka!! hmmm.... jadi Cinta memang memerlukan banyak perjuangan ya!.......
[ Sampai dipusat desa]
Seperti yang telahku duga, aku menjadi pusat perhatian karena warna rambutku yang berbeda. Tetapi aku tidak akan menghiraukan hal tersebut.
Aku berjalan dan membeli beberapa Sayuran dan daging yang kuperlukan.belakangan ini harga daging cukup mahal karena serangan Oni Di Seitto yang merupakan Produsen Daging terbesar di Pulau utama jadi terhambat.
Karena Banyak peternakan di Seitto berada di dekat perbatasan dengan Hutan Kematian. Serangan Oni belakangan ini membuat para peternak jadi ketakutan dan membuat banyak kerugian.
‘ Aku berharap semua ini akan kembali seperti semula ‘ gumamku.
“ Terimakasih banyak telah membeli, Nona “ kata Seorang bibi pedagang daging.
“ Terimakasih kembali obaa-san “ ( Mainna ).
Setelah selesai membeli daging, aku kemuadian Pergi untuk mencari Beberapa rempah.
Aku terus berjalan menelusuri Jalan di pasar.
“ Hei lihat, Nona itu cantik Sekali ya “
“ Rambutnya Berwarna Kuning, sangat indah “
“ Seperti yang kuduga, Orang-orang dari lusia memang Cantik-cantik “
Gumama para penduduk melirik kearahku.
...‘ Lagi-lagi jadi Bahan Gosip orang, Sepertinya aku memang harus membuat Artifak perubah penampilan untuk diriku ‘...
Setelah berjalan sedikit lebih jauh, aku melihat rombongan kerumunan? Aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
“ Hei jangan Lari kau!!!! “
Teriak seorang pria dengan keras.
Dari kerumunan tersebut muncul seorang gadis Yang kemudian berlari ke arahku ‘ hah!!! ‘ dengan nada kaget gadis itu bersembunyi kebelakang Badanku dengan Ekpresi ketakutan.
__ADS_1
...‘ Sebenarnya apa yang terjadi, aku tidak begitu mengerti!!? ‘ ...
Gadis itu terus merintih ketakutan. Itu terlihat jelas dari wajahnya.
“ Tolong aku........aku tidak ingin dijodohkan “ kata gadis itu dengan dengan gemetar.
Tidak lama setelahnya muncul sesosok Pria berbadan besar.
Pria itu mulai datang ke arahku dengan Muka memerah.
“ Nona!! Bisakah Kau berikan Gadis dibelakangmu kepadaku. Aku punya urasan denganya “ kata pria itu.
Gadis dibelakangku terlihat sangat ketakutan, aku sudah mengerti! Pria ini sepertinya memang bukan orang baik-baik.
“ Apa yang akan Kau lakukan dengan gadis ini “ (Mainna ) dengan suara lantang.
Pria besar itu mulai melotot ke arahku.
“ Tentu saja itu bukan urusanmu, Jika kau menyerahkannya dengan baik-baik maka aku tidak akan menyakitimu “ kata pria itu dengan Nada kasar.
“ Jika begitu,Aku tidak akan menyerahkannya kepadamu!!! “ ( Mainna ) dengan lantang.
Dengan melihat keadaannya, aku akan memilih tidak menyerahkan seorang gadis yang ketakuan kepada orang itu.
“ Sialan kau!!!! Wanita!!! “ kata pria itu dengan Nada marah.
Pria itu mulai mengarahkan Pululan ke arahku.
“huh!!! “ pria itu kaget dan keheranan.
Aku menghentikan pukulan pria itu dengan tanganku dan menyengkramnya dengan begitu kuat.
“ Sakit!!! Lepaskan ....... Dasar Sialan “ kata pria itu dengan merintih kesakitan.
“ Jika perlakuanmu begitu buruk pada wanita, maka aku tidak akan bertindak lembut kepadamu “ ( Mainna ).
Dengan sekuat tenaga aku mulai memelintir tangan pria itu dengan kekuatanku.
“ Ahkkkkk!!!! “ dengan sangat cepat pria itu mulai terbanting ke tanah. Ia merintih kesakitan karena Benturan yang begitu kuat.
“ Jika kau tidak pergi sekarang,aku akan memberikanmu memar lain ditubuhmu “ ( Mainna ) dengan wajah yang menakutkan.
Pria itu mulai berdiri, ia memutuskan untuk pergi karena intimidasi dariku.
“ Lihat saja!!!! Kau pasti akan menyesalinya!!! “ kata pria itu ambil berlari.
Ia pergi dengan meninggalkan kata yang bisa ku anggap sebagai ancaman, yah walaupun aku tidak perlu menghiraukan apa yang dikatakan pria itu.
“ dia sudah pergi, kami sudah tidak apa-apa sekarang “ ( Mainna )
Gadis yang sedari tadi kelihatan ketakutan mulai keluar secar perlahan.
“ Ano~Terimakasih banyak “ kata gadis itu.
Gadis itu tadi mengatakan ‘ Perjodohan ‘ ? aku agak penasaran dengan ceritanya. Walaupun aku sebenarnya tidak suka mengikut campuri urusan orang lain, tetapi aku tidak bisa membiarkannya begitu saja.
“ tidak masalah....... ngomong-ngomong bisakah kamu menceritakan apa masalah yang terjadi “ ( Mainna )
“ baik...... aku akan menceritakannya, jadi kumohon bisakah anda menolongku “ kata gadis itu.
...◆...
...◆...
...◆...
Dirumah Mainna.
Aku memutuskan untuk membawa Gadis ini ke rumahku agar ia bisa menceritakan kejadian yang terjadi.
Singkatnya Gadis ini telah dijual oleh orang tuanya karena tidak bisa membayar hutang.
Namanya adalah Hichiko. Ia berasal dari desa Aokiri , sebuah desa yang agak jauh dari Fukuo.
Kejadian ini bermula saat ayahnya tergila-gila pada judi. Ayahnya sering melakukan tindak kekerasan kepada ibu dan juga Hichiko jika ia kalah saat bemain judi.
Setelah ibunya tiada, hichiko hanya sendian sambil terus dipukuli oleh ayahnya karena menjadi Anak yang tidak berguna.
Saat ayahnya terus menerus kalah dalam perjudian, Ia tidak bisa membayar hutangnya yang terus menggunung disaat mereka sedang kesulitan karena keuangan.
Ayahnya memutuskan untuk menjual Hichiko kepada Pria besar itu sebagai Pembayaran hutang dan juga sebagai konpensasi untuk ayahnya.
Hichiko yang mendengar kejadian itu memutuskan untuk Kabur dari desa karena tidak ingin dijadikan Alat jual beli.
Ia berjalan selama Tiga hari sambil meminta pertolongan kepada para pedangan yang baik hati.
Ia kemudian tiba di desa Fukuo dan secara kebetulan pria itu juga tiba disini. Dan secara kebetulan juga aku ikut campur dalam urusan ini dan membantunya terlepas dari pria itu.
“ Jadi seperti itu ya!? Kamu tidak ingin jual karena keegoisan ayahmu “ ( Mainna )
Hichiko mulai sedikit menagis.
“ Tentu saja...... Karena kudengar Pria itu sudah memiliki 5 Istri dan juga Ia suka bertindak kasar terhadap mereka. Tentunya aku tidak sudi menikah dengan orang yang tidak aku inginkan “ ( Hichiko ) sambil menangis.
Sudah kuduga akan seperti ini. tentu saja kejadian tersebut adalah hal yang wajar terjadi karena itu sudah menjadi hal umum jika orang tua tidak bisa membayar hutang mereka kepada seseorang maka mereka akan menjual anaknya sebagai jaminan.
“ Tapi aku yakin pria itu akan tetap mengejarmu, apakah kamu punya tempat yang akan kamu tuju? “ ( Mainna )
Aku mulai menanyai Hichiko tempat mana yang akan ia tuju? Tetapi aku tidak yakin karena jika ia lari ke Seitto atau negeri lain di kepulauan tenggara, ia kan tetap ditangkap jika pria itu mulai memasang poster Buruan.
Satu-satunya pilihan untuk Kabur adalah Ke Daratan Lusia. Tetapi itu sangat beresiko dan juga memerlukan banyak uang.
“ Tidak ada.......... aku lebih baik bunuh diri saja daripada menikah dengan orang itu! Tetapi aku tidak mau mati muda sekarang “ ( Hichiko ) sambil merintih.
“eh!!! Kedengarannya begitu merepotkan........ “ ( Mainna )
Bagaimana ini? Aku sebenarnya Tidak ingin ikut terlibat dalam persoalan ini, tetapi aku agak kasihan padanya. Sebagai sesama wanita aku juga tidak mau jika harus dijodohkan dengan laki-laki yang tidak aku inginkan...... ah!!aku tahu.
“ Bagaiman jika kamu tinggal saja disini seperti yang kamu mau.... “ ( Mainna )
__ADS_1
“ Apakah tidak apa-apa? Tetapi aku akan merepotkan anda “ ( Hichiko )
“ Tidak apa-apa tetapi sebagai gantinya maukah Kamu menjadi Asistenku mengurus pekerjaan disini.......aku kebetulan sedang ingin mencari seseorang untuk membantuku dalam Produksi!!! dan tentu saja kamu akan mendapatkan bayarannya “ ( Mainna )
ia mulai merintih dan mengusap air matanya.
“ Terimakasih untuk segalanya......... Nona muda “ ( Hichiko )
Ia bersujud sebagai bentuk terimakasihnya kepadaku. Aku tidak melihat kebohongan di dalam dirinya, kata -katanya benar-benar tulus.
“ Tidak masalah....... Tolong jangan memanggilku nona Muda! Itu terdengar begitu berat bagiku “ ( Mainna )
“ Baiklah........ jika begitu bagaimana dengan Mainna-dono “ ( Hichiko )
“ itu tidak apa-apa......... jika begitu aku akan memanggilmu Hichi-chan “ ( Mainna )
“ Dimengerti........ Aku tidak keberatan jika itu adalah Mainna-dono “ ( Hichiko )
“ baiklah sudah diputuskan.......... Ngomong-ngomong apakah Hichi-chan Bisa menggunakan Sihir? Atau menggunakan Sihir Roh? “ ( Mainna )
“ Saya bisa menggunakannya karena keseharian saya sering menggunakan Sihir dengan Bantuan Roh air “ ( Hichiko )
“ Baguslah....... Jika begitu Kamu diterima disini sebagai pekerja ku........ mohon kerjasamanya Hichi-chan “ ( Mainna )
“ Baiklah Mainna-dono “ ( Hichiko )
Aku sangat beruntung bisa mendapatkan Pengguna Sihir Roh Air. Karena untuk membuat sebuah Potion Elemen air adalah kunci utamanya.
Setiap potion memeliki setidaknya komposisi ekemen air yang lebih banyak. Semakin Banyak Elemen Sihir yang dimasukan ke dalam potion makan semakin bagus kwalitasnya.
...◆...
...◆...
...◆...
[ Di tempat Rey ]
Aku sudah selesai untuk perburuan hari ini. Aku menyerahkan Semua hasil buruanku kepada Resepsionis pemburu oni.
Total buruanku adalah 29 tanduk oni yang terdiri dari 20 Mid rage oni dan 9 High oni. agak disayangkan karena satu oni harus ku bakar karena menyerang seorang pemburu oni.
Padahal jika saja aku bisa mendapatkannya aku mungkin akan dibayar dengan lebih besar, tetapi tidak apa. Aku bisa mencarinya kembali lain waktu.
“ Ini bayaran Anda..... Jumlahnya adalah 3 koin Kinhall dan 50 Koin Perak “ kata seorang di meja penjamuan.
“ Terimakasih Banyak “ ( Rey ).
Setelah aku menderima bayaranku untuk oni yang ku kalahkan. Aku metuskan untuk segera kembali kerumah.
Perutku sudah mulai Lapar dan aku juga tidak mau membuat onee-chan menunggu terlalu lama.....
Tiba dirumah.
‘ shtttt ‘ suara pintu digeser.
“ Aku pulang “ ( Rey ) ??
Suasana Rumah entah mengapa sedikit berbeda, baisanya onee-chan akan menyambutku setiap aku pulang kerumah?
...‘huh?? Apakah hari ini sedang ada tamu? ‘...
Aku melihat ada sepasang sandal jerami lain di samping sandal milik onee-chan? Apakah onee-chan sedang menjamu seorang tamu? Apakah mungkin itu hanya pedagang yang tempo hari telah melakukan transaksi kepada kami?
Aku mulai melepaskan sandalku dan mulai masuk ke ruangan makan.
“ Onee-chan ...... apakah kita sedang kedatangan tamu? “ ( Rey )
Aku mulai berbicara sambil mengintip ke ruangan.
“Huh? Onee-chan.......lalu Siapa kakak itu? “ (Rey )
Aku melihat onee-chan sedang duduk bersama dengan Seorang Gadis. Dilihat dari wajahnya ia sepertinya berusia antara 15/16 tahun jauh lebih tua dari diriku.
“ ah Rei-chan......Kamu sudah pulang ya , Maaf aku tidak mendengarmu barusan “ ( Mainna )
“ Ngomong-ngomong Onee-chan. Orang Yang bersamamu itu siapa? “ ( Rey )
“ oh!!! Dia adalah Hichiko , Karena sebuah Alasan tertentu mulai hari ini dia akan tinggal bersama kita........dan juga Hichi-chan, dia adalah Adik Laki-laki ku Rei-chan!! Aku harap kalian berdua bisa akur “ ( Mainna )
Onee-chan membawa seseorang ke rumah dan hari ini dia juga akan tinggal bersama kami? Tetapi memangnya mengapa alasannya onee-chan bisa mengizinkan hal itu? Mungkin aku harus menannyakannya nanti.
“ Salam kenal, Saya adalah Hichiko...... Mainna-dono sudah menolong saya, jadi mulai hari ini saya akan menjadi asisten untuk membantu pekerjaan Mainna-dono...... Mohon bantuannya “ ( Hichiko )
Sambil menggunakan Bahasa formal , kakak itu mulai memperkenalkan dirinya kepadaku.
“ Salam Kenal, Nama saya adalah Reyham...... Senang bisa berkenalan dengan Anda Hichiko-san “ ( Rey ) sapaku dengan bahasa formal.
“ Baiklah jika kalian sudah saling mengenal, aku harap kalian bisa akur kedepannya............. oh hampir saja lupa!! Aku belum menyiapkan Makan malam, Hichi-chan apakah kamu bisa memasak juga? “ ( Mainna )
“ Hmmmmm....... Aku bisa melakukannya Mainna-dono “ ( Hichiko )
“ Baguslah....... Hichi-chan Akan membantuku Menyiapkan Makan malam......... Rei-chan Kamu mandilah terlebih dahulu, Tubuhmu banyak Terdapat Noda “ ( Mainna )
Onee-chan menyuruhku untuk mandi terlebih dahulu, Tubuhku memeang dipenuhi oleh noda darah saat aku melakukan perburuan oni di hutan.
“ Baiklah Onee-chan “( Rey ).
Aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku, sedangkan onee-chan dan Hichiko-san akan menyiapkan makan malam.
Penghuni rumah ini telah bertambah 1 orang. Kami menikmati makan malam yang sedikit lebih meriah , mungkin karena hichiko-san telah tinggal bersama kami.
Ia cukup akrab dengan onee-chan dan juga ia memperlakukanku seperti seorang anak kecil! Pada awalnya aku sedikit agak keberatan dengan hal itu. Tetapi karena ini demi onee-chan juga, aku tidak akan mengeluh karena perlakuan tersebut.
Setelah mendengar semua cerita dari Hichiko-san, aku sedikit merasa simpati kepadanya. Tidak ada kebohongan yang aku rasakan dari Tiap katanya, ia benar-benar seorang Yang jujur!!!! karena aku bisa merasakan jika seseorang tersebut Jujur ataupun Berbohong.
Aku mungkin tidak begitu mengerti soal pernikahan? Tetapi Seorang ayah yang menjual Putrinya untuk Uang itu tindakan yang tidak bisa dimaafkan.
Ngomong-ngomong soal ayah? Aku juga tidak pernah bertemu dengan ayahku!? Aku tidak tahu dia itu orang seperti apa? tetapi jika aku bertemu dengannya aku mungkin akan menghajarnya dan memberikan beberapa komplain kepadanya.
__ADS_1
[ Curhatan Hiroku : Saya Sedang Berusaha Untuk belajar membuat Illustrasi. mungkin gambarnya kurang begitu bagus 🙏 semoga Kalian Suka ☺️ ]