The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 8 Ch. 13 : Mengatasi Depresi.


__ADS_3

...( Kamar Asrama )...


Ketika pertandingan selesai, calon saintess sepertinya membawa pahlawan manja untuk mendapatkan sedikit perawatan.


Aku sendiri sudah yakin bahwa ia akan dibawa ke kamar asramanya setelah pertandingan ini usai.


Tetapi ini sepertinya sedikit merepotkan.


Ada beberapa murid di kelas umum yang sepertinya ikut masuk untuk mengecek keadaan dirinya dan membuatku sedikit kesulitan sekarang.


“ ano~permisi..... permisi “ ( Rey )


Berusaha untuk masuk ke kamar asrama yang dipenuhi oleh murid kelas umum.


Seperti yang sudah kuduga bahwa ada banyak murid umum yang sepertinya berada dipihaknya! Ia bisa dikatakan populer di kelas.


“  harist-san kamu tidak perlu merasa sedepresi itu, lagi pula itu mungkin hanya kebetulan saja....... “ kata seorang murid yang sepertinya memberikannya semangat.


“ hey calon saintess....... apa yang terjadi dengan si pahlawan manja? “ ( Rey )


Aku mulai berdiri di sebelah calon saintess.


“ sedari tadi setelah ia tersadar entah mengapa ia jadi merasa depresi karena dikalahkan oleh seseorang meskipun ia seorang pahlawan...... dan sepertinya itu adalah pemicunya “ ( Pitan )


“ heh!? Semacam beban karena tidak ingin mengecewakan orang lain....... “ ( Rey )


Itu sebenarnya adalah sebuah alasan yang cukup kekanak-kanakan bagiku! 


Hanya karena terbebani oleh gelar seorang pahlawan, ia harus terlihat seperti orang yang menyedihkan....... meskipun pada dasarnya teman-temannya tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Aku mulai mengeluarkan sebuah inisiatif! Aku mulai menciptakan sebuah tongkat pemukul bola menggunakan sihir tanpa rapalan milikku.


“ hey..... apa yang akan kau lakukan dengan tongkat itu!? “ ( Pitan )


Calon saintess mulai bertanya mengenai tindakanku kepada si pahlawan manja itu.


“ lihatlah dan perhatikan....... kita hanya perlu melihat reaksinya saja “ ( Rey )


Aku mulai maju ke pojokkan dimana tempat si pahlawan manja itu terlihat murung.


“ hey..... apakah kau ingin melukai harist-san “ kata salah satu temannya yang berteriak pada diriku.


“ sudahlah biarkan saja dia melakukannya..... “ ( Pitan )


Calon saintess sepertinya membela diriku! ia meminta kepada semua teman-teman dari si pahlawan manja untuk tetap terdiam dan melihat saja.


Dari ekspresi mereka, masih ada yang tidak mempercayai diriku! tetapi mereka menahan semua hal itu karena calon saintess tidak mengizinkannya.


“ dengar pahlawan manja....... jika kau memang merasa sedikit depresi hanya karena kekalahan kecil maka kau terlihat lebih menyedihkan daripada pecundang...... maka dari itu, sadarlah kau bodoh!!!! “ ( Rey )


Aku mulai berteriak sambil mengayunkan tongkat pemukul bola ke kepala si pahlawan manja.


“ !!!!! “ kepala si pahlawan dipukul dengan keras.


“ achhhh!!! Apa yang kau lakukan dasar sialan “ ( Harist )


Ketika aku mulai memukul ya dnegan keras, entah bagaimana ia berhasil keluar dari titik paling menyedihkan dirinya! Ia mulai menatap ke arahku dnegan air mata di matanya dan ekspresi kesal darinya.


“ meskipun aku tidak suka mengatakan hal ini......, jadi jika kau benar-benar murid ayah sialan, maka apakah ayah sialan itu mengatakan padamu untuk tetap meraih kemenangan!? Biar ku katakan padamu bodoh....... dalam pertandingan baik menang ataupun kalah bukanlah tujuan utama..... karena hasil dari pertandingan itulah yang menentukan bagaimana sebaiknya........ jika kau sudah memahami itu maka biarkan aku memberikan beberapa pukulan untuk memperbaiki dirimu dasar pahlawan manja!!! “ ( Rey )


“ !!! “


“ achhh achhh.....sakit, itu sakit bodoh...... apakah kau ingin menyiksaku! Itu benar-benar sakit “ ( Harist )

__ADS_1


Aku terus memukuli kepala si pahlawan manja itu tersu menerus! Dan sepertinya hal itu cukup berhasil dalam meyakinkan dirinya...


“ apa yang sebenarnya terjadi!? “ 


“ aku juga tidak mengerti, tetapi sepertinya harist-kun sudah kembali seperti semula “ ( pitan )


Calon saintess dan juga teman-teman si pahlawan hanya bisa melihat kebingungan dengan situasi ini! Mereka tidak mengerti mengapa si pahlawan manja bisa kembali puluh setelah depresi.


“ hah..... sepertinya ini cukup bagus, aku yakin ayah sialan itu tidak memberikanmu cara terbaik untuk keluar dari depresi “ ( Rey )


Setelah meluapkan semua emosiku, aku mulai kembali ke belakang dan sedikit menjauh dari si pahlawan manja.


“ sakit...... bahkan eugeon-sensei tidak pernah memukuliku seperti ini....... monster-kun, kau benar-benar tidak berperasaan “ ( harist )


merengek seperti seorang anak kecil, si pahlawan manja sudah kembali menjadi dirinya lagi.


“ dengar ya, harist-kun......kamu seharusnya tidak perlu merasakan tertekan hanya karena dikalahkan oleh ketua osis..... semuanya sebenarnya tidak peduli meskipun kamu adalah pahlawan ataupun bukan...... yang kami inginkan hanyalah dirimu saja harist-kun “ ( pitan )


Calon saintess mulai kembali menyemangati si pahlawan manja yang sedang merenung tersebut.


Tidak hanya itu, sekarang teman-temannya juga ikut mendukung dirinya! Mereka memberikan pembenaran bahwa meskipun harist bukanlah pahlawa, mereka akan menerimanay apa adanya.


“ semuanya!!! “ ( Harist )


Hanya dalam waktu singkat, ia kembali menangis lagi karena terharu akan kegigihan semua orang yang tetap mendukung dirinya.


“ Ah...... sepertinya anak kecil ini sudah kembali menjadi dirinya lagi ya! “ ( Rey )


“ berisik....... aku bukan anak kecil “ ( Harist )


Setelah suasana mulai kembali cair, semua orang terlihat tertawa bahagia seakan-akan sosok yang mereka tunggu sudah kembali pada diri mereka lagi.


Aku tidak begitu mengerti akan situasi tetapi melihat bahwa tingkah kekanak-kanakannya cukup lucu! Entah bagaimana aku bisa ikut tertawa akan hal itu.


“ dan juga mengenai ini....... menurutnya, bukankah harist-kun memiliki mental yang terlalu lemah karena eugeon-sensei tidak memberikanmu pelajaran sama sekali...... “ ( Pitan )


“ tolong pinjamkan aku tongkat pemukul itu....... aku rasa sedikit pelajaran bisa membuatnya menjadi sedikit lebih dewasa lagi “ ( Pitan )


Calon saintess sepertinya memiliki sebuah rencana tersembunyi! Ia dnegan senyuman yang mengerikan dan juga aura menakutkannya mulai berbicara pada diriku.


Ia memintaku untuk meminjamkannya tongkat pemukul yang ku ciptakan.


“ ba-baiklah “ ( Rey )


Karena tidak ingin basa-basi dan mengganggu maka akupun menyerahkan tongkat itu pada dirinya.


“ terima kasih banyak...... aku pasti akan memberikan hukuman yang tepat untuk dirinya....... jika begitu Harist-kun, bersiaplah untuk hukumanmu “ ( Pitan )


“ Ti-Tidakkkkkkkkkk!!!!!! “ ( Harist )


Dia harus menghadapi hukuman berat karena dirinya sendiri..... calon saintess sepertinya akan bersenang- senang saat ini dan memberikan pahlawan manja itu sebuah pukulan yang bisa membuatnya tetap ingat........


( jadi cara terbaik menghilangkan Depresi adalah dipukul Tongkat Baseball 😁 )


...•...


...•...


...•...


...•...


...( Ruangan perawatan murid )...

__ADS_1


“ Yukki-kun bodoh “ ( Halis )


Diruang perawatan murid, para anggota osis sedang mencemaskan ketua osis yang berbaring di sebuah tempat tidur.


Tubuh ketua osis terlihat dibalut dengan sebuah perban! Ada banyak bekas darah yang mengucur dari tubuhnya tersebut! 


“ menggunakan gerbang kusario dua kali dalam sehari bisa membuatnya memasuki fase kritis! Sedari awal teknik itu memang seharusnya tidak perlu digunakan lagi “ ( Leyana )


Leyana sudah menyadari hal tersebut, ia menyadari bahwa tubuh hikkone tidak akan bisa menahan jika menggunakan gerbang kusario untuk kedua kalinya.


“ uhk..... uhk “ 


Hikkone mulai menunjukkan reaksinya! Ia terlihat akan membuka matanya kembali untuk tersadar.


“ Se-semuanya..... maaf sudah membuat kalian khawatir “ ( Hikkone )


Hikkone mulai tersadar.


“ !!!!! “ 


Segera setelah hikkone tersadarkan diri, tize dan juga helis langsung memberikan reaksi yang spontan! 


Mereka terluhat menangis karena mereka sendiri khawatir kepada hikkone yang terjatuh setelah pertandingan.


“ Dasar bodoh..... bodoh, bodoh ,bodoh...... yukii-kun benar-benar bodoh “ ( Helis )


“ Onii-sama benar-benar bodoh....... mengapa kamu menggunakannya kedua kali...... tetapi aku bersyukur kamu baik-baik saja “ ( Tize )


“ maaf sudah membuat kalian khawatir Helsi, Tize “ ( Hikkone )


Suasana canggung di ruangan tersebut kini sudah mulai mencair bersamaan dengan hikkone yang sadarkan diri.


“ Syukurlah ketua baik-baik saja...... tetapi saya berharap ketua tidak akan menggunakan teknik itu lagi ke depannya “ kata seorang anggota osis half-elf pria.


“ hmmmm...... “ ( Hikkone )


Hikkone hanya bisa mengangguk tanda bahwa ia masih tidak yakin!


Meskipun semua anggota osis melarangnya untuk menggunakan teknik tersebut dalam pertandingan tetapi ia masih tidak yakin atas hal itu.


Hikkone sendiri juga menyadari bahwa ia tidak selamanya bisa membuat teman-temannya khawatir, ia harus tersadar jika menghadapi musuh yang lebih kuat ke depannya.


“ itu adalah hal yang wajar..... mengingat bahwa tidak akan semudah itu bisa mengalahkan salah satu pahlawan....... tetapi setidaknya ketua sudah berjuang, selamat atas kemenangan Anda “ ( Leyana )


“ terima kasih banyak leyana-san “ ( Hikkone )


Meskipun leyana terlihat khawatir, tetapi ia bisa menyembunyikan rasa kekhawatirannya dengan baik!


Sebagai gantinya ia memberikan ucapan selamat kepada hikkone karena sudah berhasil mengalahkan pahlawan dengan usaha keras.


“ aku tidak akan kalah...... kuta pasti akan bertemu di final, ayo berjuang...... yukki-kun “ ( Helis )


Melihat kesempatan itu, helis mulai mengalihkan situasi! Ia mulai mengobarkan sedikit semangat kepada hikkone untuk sama-sama menuju ke babak final.


“ ya...... mari berjuang helis....... “ ( Hikkone )


Hikkone terlihat cukup senang atas hal itu , ia juga menantikan bisa bertemu dengan helis di babak final.


“ tapi helis-san...... aku tidak yakin atas hal itu......bukankah lawan untukmu pada minggu depan adalah...... “ ( Tize )


Tize yang tidak senang mulai mengalihkan situasi, ia mulai membahas mengenai lawan yang akan dihadapi helis pada pertarungan peringkat minggu depan.


“ Reyan Rosklaver........ lawan yang tidak bisa diperkirakan “ ( Leyana )

__ADS_1


“ tidak masalah,..... siapapun lawannya aku tidak akan peduli, jika ia menghalangi jalanku maka aku akan menghanguskannya dalam pertarungan kali ini “ ( Helis )


Helist terlihat tidak khawatir dnegan hal itu, ia berambisi untuk tidak memandang siapaun lawan yang akan dia hadapi berikutnya,


__ADS_2