
“ Hmmmm..... bagaimana ya!? Rey-chan masih terlalu dini untuk melakukan banyak pekerjaan, bibi tidak bisa menyarankannya “ ( lulu )
“ kumohon bibi.......izinkan aku bekerja di ladang Berry milik bibi....... aku ingin membantu ibuku sebisa mungkin “ ( Rey )
Aku mulai memohon kepada bibi untuk membuatku bisa bekerja di ladang berry darah milik keluarga rosefina sebisa mungkin.
Aku sebenarnya tidak ingin terus menerus menunggu lebih lama lagi, meskipun penghasilannya sedikit, tetapi setidaknya aku bisa membantu penghasilan ubu agar kami bisa segera pergi dari tempat ini.
Bibi masih belum bisa memutuskannya, usiaku saat ini adalah 3 tahun dan sangat dini untuk memulai pekerjaan sebagai pemenik buah berry.
Diskusi ini nampaknya tidak akan bisa membuahkan hasil.....
“ hmmmm........ jika bibi tidak mengizinkannya kamu akan terus memaksa bibi, tapi jika diizinkan maka usiamu masih dibawah umur untuk pekerjaan tersebut “ “ tetapi apakah kamu sudah meminta izin dari yurikka-chan sebelumnya!? “ ( Lulu )
“ hmmmm..... ibu sudah mengizinkan hal itu “ ( Rey )
“ Baiklah jika begitu....... tetapi jam kerjamu hanya sampai tengah hari saja...... kamu tidak perlu bersikeras untuk memaksakan dirimu dengan pekerjaan itu “ ( Lulu )
“ Terimakasih bibi “ ( Rey )
Dengan banyaknya pertimbangan bibi akhirnya mengizinkanku untuk menjadi pemetik buah berry di kebun yang di kelola oleh keluarga Rosefina.
...( Kebun buah Milik Rosefina )...
Beralih ke kebun buah, bibi mulai melakukan negosiasi dnegan orang yang mengawasi lahan milik keluarga baroness Rosefina.
Ia mengatakan bahwa aku akan bekerja di tempat ini hanya sampai setengah hari saja karena usiaku yang masih dibawah umur.
Pada mulanya paman itu juga tidak mengizinkan hal tersebut, tetapi bibi berhasil meyakinkannya! Ia mengatakan bahwa aku adalah anak yang seidkit memaks.
Meskipun bibi mengatakan bahwa itu adalah keputusan yang berat, tetapi ia tidak bisa mencegah tekadku ini untuk terus bekerja.
“ begitulah ceritanya....... aku tidak bisa mencegah tekad anak ini, karena ia cukup keras kepala....... jika begitu bagaimana menurutmu, Jern-san? “ ( Lulu )
“ sebenarnya ini cukup berat...... tetapi jika itu adalah keputusan dari nona, maka saya tidak punya pilihan lain....... tapi saya tidak akan lembut kepada seseorang jika ia melakukan kesalahan........ apakah kamu menyetujuinya nak “ ( Jern )
“ hmmmm...... aku tidak keberatan, Di marahi oleh orang lain adalah hal yang cukup biasa “ ( Rey ) menjawab dengan nada datar.
Paman mengataknya ia tidak akan lembut pada karyawan yang melakukan sedikit kesalahan meskiun itu adalah anak-anak.
Dan juga aku sebenarnya tidak peduli dnegan itu, akrena aku sudah biasa dibentak dan dimarahi oleh orang lain sebelumnya......
“ hmmmm...... baiklah jika begitu....... ambil ember ini, dan kumpulkan berry sebanyak yang kamu bisa “ “ tentu kamu tidak perlu memaksakan diri “ ( Jern )
Paman mulai memberikan sebuah ember yang berukuran sedang kepadaku, aku harus mengumpulkan buah berry sebanyak mungkin dari ember tersebut dan menyerahkannya kepada paman itu.
“ hmmmm...... baik, aku akan melakukan yang terbaik “ ( Rey )
“ ingat......jangan memaksakan dirimu ya, Paman tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan mendapat omelan dari Nona Baroness “ ( Jern )
“ hmmmmm “ ( rey ) hanya mengangguk.
“ jika pekerjaan di ladang telah usai....... rei-chan segeralah ke rumah, kita akan makan siang bersama “ ( Lulu )
Setelah menyelesaikan diskusi dengan paman itu, bibi dan putrinya mulai kembali ke kediaman Rosefina. Ia memyuruhku untuk segera ke kedaiman baroness untuk beristirahat makan siang.
Dengan diterima nya pekerjaan baruku, aku mulai melakukan tugas sebagai pemetik buah berry.
Aku tidak perlu risau dengan tinggi tubuhku ini, karena tanaman berry darah itu tidaklah begitu tinggi.
Masih ada banyak buah di sisi bawah tanaman berry yang biasanya tidak diambil oleh para pekerja ditempat ini.
Mulai mencari buah berry, aku mulai memilih satu-persatu buah berry mana yang belum terlalu matang tetapi tidak juga begitu mentah.
“ hmmmm....... nampaknya sudah cukup matang, tetapi ukuran berry di bagian atas jauh lebih baik “ ( Rey )
Aku mulai memilah kembali berry yang akan dipetik, aku memandangi bagian atas dari tanaman berry tersebut. Nampaknya memang sulit untuk mencapai bagian atas tanaman karena tubuhku yang masih terlalu pendek.
Tetapi jika melihat bagian bawah tanaman juga tidak begitu buruk meskipun jumlah berry nya sedikit.
Tanpa terasa aku terlalu fokus untuk melihat-lihat memilih berry yang sesuai sampai aku tidak menyadari bahwa ember yang kubawa ini telah penuh dengan buah berry.
..............................
“ ini!?........ nak apakah kamu benar-benar seorang anak kecil!? “ kata paman itu yang mulai terheran -heran?
Aku tidak mengerti mengapa paman itu terkejut, aku seharusnya menjalankan apa yang ia katakan kepadaku sebelumnya.
__ADS_1
Aku mengumpulakn buah berry sesuai dengan arahan darinya, dan menumpuk semua berry pada ember sedang di suatu tempat.
“ hmmmm....... apakah aku sudah melakukan sebuah kesalahan.....jika memang seperti itu, maafkan atas kesalahanku “ ( Rey ) menunduk sembari meminta maaf.
“ bukan seperti itu, aku hanya tidak percaya kamu mengumpulakn sebanyak ini hanya dalam waktu yang singkat!? Terlebih ketika aku memperhatikannya, hampir semua hasil panenmu ini memiliki kemiripan satu sama lain......... buah yang tidak begitu matang dan juga tidak mentah! Pemilihan ini hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa yang sudah terbiasa dengan panen buah berry saja “ ( jern )
“ hmmmm...... begitu ya, aku hanya memanen buah di bagian bawah tangkai yang tidak pernah di panen oleh orang-orang “ “ kurasa untuk kwalitasnya tidak berbeda jauh dengan buah dibagain atas tanaman “ ( Rey )
“ huh....... baiklah, meskipun masih terlalu dini tetapi kamu sudah menunjukan hasil yang baik.......oke, ini bayaran atas kerja kerasmu “ ( Jern )
Paman mulai memberikan beberapa koin uang perunggu sebagai hasil dari pekerjaan yang aku lakukan.
Jumlah koin itu ialah 15 koin, tetapi menurutku itu masih terlalu banyak untuk anak-anak seusiaku.
“ baiklah........ terimakasih paman, jika begitu aku pamit dulu...... aku harus ke kediaman rosefina karena bibi sudah menunggu “ ( Rey )
“ ah...... semoga beruntung “ ( Jern )
Setelah selesai dengan pekerjaan memetik buah berry dan menderima imbalan, aku mulai meninggalkan kebun dan mulai menuju ke kediaman rosefinia.
“ hei ......apa kau lihat, anak itu cukup sombong bukan “
“ tapi apa-apaan perlakukan itu......benar-benar tidak bisa di terima “
Gumam para anak-anak pemetik buah berry ke arahku.
Mereka lebih tua tiga tahun dari diriku dan saat ini nampaknya mereka memandang sinis pada diriku!?
...•••••••••••••••••...
“ bagaimana rei-chan...... apakah kamu menyukainya “ ( lulu )
Makan siang di kediaman rosefina, setelah pekerjaanku usai! Bibi mengundangku untuk makan siang bersmaa dengan ia dan juga putrinya.
“ hmmmm........ ini sudah lebih baik, sup berry ini sudah memiliki rasa manis dan pedas yang pas! Rasa pahit dari buah berry benar-benar mengilang dengan merata “ ( Rey )
Memakan kembali sup berry darah yang disajikan oleh koki kediaman, aku mulai memberikan penilaian dari rasa sup itu.
Sejujurnya rasa pedas dan manisnya benar-benar sudah pas dan juga rasa pahit dari buah berry benar-benar sudah hilang dengan merata.
__ADS_1
Koki kediaman nampaknya sudah berusaha dengan baik.
“ begitu ya....... bibi juga senang jika kamu menyukainya....... seperti yang diduga, rei-chan benar-benar anak yang jujur “ ( lulu )
Bibi mulai menyanjung diriku, kenyatan bahwa aku berkata dnegan jujur sepertinya membuatnya cukup senang.
Berbeda dengan bibi, putrinya nampak masih memasang ekpresi tidak mengenakan kepadaku.
“ bibi sudah mendengar dari jern-san bahwa rei-chan menyelesaikan pekerjaan dengan cukup bagus, kamu juga ternyata cukup cepat menyelesaikannya “ ( Lulu )
“ tidak....... aku hanya melakukan pekerjaan seperti yang dikatakan oleh paman “ ( Rey )
“ eh........ tapi itu luar biasa, bisa menyelesaikan tugas dengan cukup cepat “ ( lulu )
“ Hmmmmm “ ( rey ) hanya mengangguk.
Tanpa menghiraukan pujian yang diberikan oleh bibi, aku hanya melanjutkan makanan yang ada di meja.
Sesungguhnya aku tidak memerlukan pujian apapun karen ayang aku inginkan adalah bisa pergi dari tempat ini secepat mungkin.
Dan untuk itu aku memerlukan pekerjaan lain........
“ ano~ bibi, bisakan aku meminta hal lain “ ( Rey )
“ hmmmm...... apakah itu rei-chan “ “ katakan saja yang kamu inginkan “ ( Lulu )
“ jika di izinkan....... aku..... aku.... aku ingin bekerja di kediaman ini juga “ ( Rei )
“ begitu ya, kamu ingin bekerja di rumah ini juga......... tunggu!? Eh? Ehhhhhhh!!!!! “ ( Lulu )
Bibi nampak cukup terkejut dengan pernyataan dariku...........
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...( catatan author )...
...Buah Berry darah itu sejenis buah/sayuran Cabai Yang tumbuh di kawasan Dingin Benua Euyradania. ...
...Buah Yang memiliki rasa pedas dan manis Yang cukup merata ketika sudah matang, buah tersebut bisa memiliki rasa pahit jika Salah dalam proses pemasakannya..... 🧐...
...Dari ensiklopedia nya diketahui bahwa Buah Cabai itu juga Masih termasuk Golongan Buah Berry-berryan ( Buah dengan biji di dalamnya contoh Semangka dan Pisang ) ...
__ADS_1
...Jadi Bukan Cabe-cabean ya 😁 🌶️...