The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 6 Ch. 1 : Pertemuan Ayah dan Anak


__ADS_3

...( ****** )...


[ Hore!!! 👏......... Setelah sekian lama menunggu panjang akhirnya tiba juga di volume ke 6 WN nya........... Di luar dugaan author ternyata volume ke 5 lebih panjang dari perkiraan, jika di konversi maka volume ke 5 itu sama dengan seluruh arc dari southeast islans Volume 2 + 3 dirambah Volume Spesialnya ........ panjang bener ya! ]


[ karena Volume 6 itu sambungan dari Volume 4 maka tidak ada chapter 0 nya alias langsung ke chapter 1........... Author berterima kasih kepada para pembaca yang sudah mendukung WN ini sampai Episode ke 150 keatas ......... terimakasih banyak sudah mendukung author sampai detik ini, meskipun author masih belum dapet penghasilan......he he he   ]



...•...


...•...


...•...


...•...


...( ***** )...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


“ A-ano~Tunggu Sebentar........ Reyham! “ kata seseorang dari kejauhan.


Tiba-tiba saja seorang pria yang diselamatkan oleh Onee-chan menyebutkan namaku dari kejauhan!? 


Aku mulai terhenti sejenak dan mulai berbalik ke arah dirinya.


Ia yang sudah bisa sedikit berdiri terlihat sangat senang ketika aku mulai berbalik dan menatap ke arahnya.


“ Maaf tapi aku tidak mengenal Anda, jadi permisi “ ( Rey ) 


Aku mulai menjawab dengan spontan ke arah pria berambut pirang tersebut.  Pada kenyataannya aku memang tidak mengelnya tetapi bagaimana ia bisa tahu namaku!? 


“ apakah benar namamu Reyham....... Apakah itu benar-benar dirimu Reyham, kumohon tunggulah sebentar “ kata pria itu sembari merintih menahan sakit.


“ Ya....... itu adalah namaku, tetapi bagaimana anda bisa mengetahui namaku meskipun kita tidak saling mengenal “ ( Rey ) 


Dengan wajah datar aku mulai menjawab pertanyaan dari pria itu tetapi entah mengapa perasaanku saat ia mengetahui namaku membuat perasaanku tidak nyaman.


Pria itu mulai merintihkan air mata ketika mendengar jawaban dariku.


“ Syukurlah kamu baik-baik saja....... aku selalu ingin bertemu denganmu, Anakku “ kata pria itu.


“ hah!? dia Anak eugeon “ 


Mendengar kata itu dari pria tersebut, rekan party dai pria itu sangat terlihat terkejut. 


Tetapi itu adalah hal yang berbeda untuk diriku........


“ Ha ha ha....... “ ( Rey ) Dengan sedikit menutup mata dan tertawa.


Mendengar kata itu dari pria itu entah mengapa itu membuatku jadi tertawa.


“ Ha ha ha......... jadi anda benar-benar adalah ayahku, Aku benar-benar ingin bertemu denganmu......tapi seperti yang dikatakan ibu, warna mata mu mirip sepertiku “ “ Jika begitu........... Bisakah anda tetap berdiri di situ , Ayah “ ( Rey ) 


Dengan perlahan aku mulai melangkahkan kaki menuju ke arah pria itu, aku kemudian mulai mengeluarkan katanaku dari sarungnya dan perlahan berlari ke arah Orang itu.


Aku terus mengingat masa-masa sulitku bersama dengan ibu sebelum aku tiba di tempat ini. Tetapi ini adalah keinginan terdalamku, bisa bertemu dengan ayah kandungku seperti ini.

__ADS_1


Ekpresi marah mulai muncul di dalam diriku bersama dengan air mata yang terus mengalir.......


‘ Benar sekali.......jika saja, Ibu tidak pernah bertemu denganmu.......jika saja aku tidak terlahir sebagai setengah iblis dan manusia, semua penderitaan ini tidak akan pernah akan aku alami....... semua penderitaan yang ku alami, semua penghinaan dan juga rasa sakit ini......ini semua adalah salah dari orang itu........... tidak akan!! Tidak akan ku biarkan kau lebih lama lagi !!!! ‘


“ Matilah kau!!!!! Sialannnnn!!!!!! “ ( Rey ) berteriak sembari berlari mengarahkan pedangnya kepada pria itu.


“ Awas!!!! Eugoen-Senseiiiii!!!! “ ( Harist )


...‘ Aku pasti akan membunuhmu........kau yang sudah memberikanku hinaan dan penderitaan ini..........kau harus mati, Ayah!!!!! ‘...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


Rey terus saja berlari sambil mengarahkan katannya kepada eugeon yang terduduk di tanah, ia merasakan perasaan paling menyakitkan yang pernah ia alami sebelumnya.


“ crkkkkkk!!!!! “


Ketika pedang itu mulai semakin mendekat kepada eugeon untuk menebas dirinya, harist yang sedari tadi terdiam juga ikut bergerak untuk melindungi eugeon dari tebasan pedang milik anaknya.


Meskipun rey berlari dengan cepat, tetapi karena harust lebih dekat dari eugeon membuatnya berhasil menghentikan ayunan katana tersebut.


Pedang harist dan juga rey saling berbenturan, harist berhasil menghentikan rey.


“ jangan halangi aku....... menyingkirlah sekarang!!!! “ ( Rey )


Rey terlihat cukup marah kepada harist karena menghalangi  niatnya untuk membunuh eugeon.


“ tidak akan........ aku tidak akan membiarkanmu membunuh sensei!!! Meskipun kau adalah anak dari sensei sekalipun “ ( harist )


Rey mulai semakin kesal, ia merasa bahwa seseorang telah mengganggu hak pribadi miliknya.


“ apakah kau pikir aku akan memaafkanmu ketika kau mengatakan bahwa kau adalah ayahku, sialan “ “ apakah kau mengerti seberapa menderitanya diriku ini saat akan pergi untuk menemuimu........ “ “ ibu sudah tiada, aku selalu diperlakukan tidak adil oleh iblis-iblis lain, Hampir dibunuh oleh pahlawan, tertangkap dan dijual sebagai seorang budak, disiksa setiap hari oleh bangsawan busuk......... di saat aku kelaparan, aku harus memakan bangkai monster, rumput atau buah beracun......... dan di saat terakhir ketika aku hampir mati di tengah dinginnya salju, kau tidak pernah ada untuk diriku “ “ itu adalah masa-masa tersulit yang pernah aku alami sebelumnya “ “ meski aku sudah mendapatkan kebahagiaan itu tetapi mengapa...... mengapa kau baru muncul di saat aku sudah tidak lagi mengingatmu!!!! “ “ padahal aku selalu ingin bertemu denganmu...... tetapi mengapa, mengapa kau baru muncul sekarang!!!! “ ( Rey )


Rey mulai mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada eugeon.


Ia sebenarnya sangat ingin bertemu dengan ayahnya, eugeon.


Tetapi saat ini yang tersisa di dalam dirinya tidak lebih adalah perasaan bencinya kepada ayahnya yang sudah meninggalkannya tersebut.


Harist tidak mengerti apa yang dikatakan oleh rey, tetapi ia tahu jelas bahwa rey sangat membenci eugeon karena ia sudah mengalami banyak hal menyakitkan sebelumnya.


“ jika saja aku tidak pernah ada, jika saja ia menikah dengan raja iblis maka....... maka aku pasti tidak akan pernah mengalami hal menyakitkan ini seumur hidupku!!!! Sialan!!!! “ ( Rey )


Rey mulai berteriak sambil mengeluarkan air mata, saat ia perasaannya tengah bercampur aduk menjadi satu.


Di mana di sisi lain ia sangat ingin bertemu dengan eugeon tetapi disatu sisinya ia sangat membenci eugeon sampai ia ingin segera membunuhnya.


Tangan harist yang mulai terasa begitu berat setelah ia mendengar semua cerita menyedihkan yang dialami oleh rey, tetapi ia tidak bisa begitu saja melepaskan pedangnya! Karena jika ia melakukannya maka rey bisa membunuh eugeon begitu saja.


“ aku “ “ aku sudah mengerti bahwa kamu pasti akan mengatakan semua itu ketika kita bertemu nantinya “ “ aku sudah mengetahuinya semenjak membaca surat-surat dari yulia uang mengatakan keadaan dirimu “ “ tetapi yang harus kamu tahu bahwa aku tidak pernah sedikit pun melupakan kalian berdua “ “ aku tahu kamu akan sangat membenciku karna semua hal yang sudah lama terjadi “ “ ini sangat memalukan........ kenyataan bahwa aku tidak pantas disebut sebagai ayah bagimu “ ( Eugeon )


Eugeon mulai bersuara, ia nampak sangat menyesali semua hal buruk yang sudah terjadi pada putranya tersebut.


Ia bahkan mengatakan bahwa ia tidaklah pantas untuk disebut sebagai seorang ayah.


“ aku tidak butuh penyesalanmu!!! Sialan !!!! “ ( rey )


Rey nampaknya masih kesal dengan semua itu, meskipun ayahnya telah menyesali semua hal itu tetapi itu tidak bisa mengubah kenyataan yang ada.

__ADS_1


“ jika kamu benar-benar ingin membunuhku, aku tidak keberatan dengan hal itu “ “ harist-kun, segera lah menyingkir....... ini adalah urusan pribadiku “ (Eugeon )


Eugeon mulai meminta harist untuk menyingkir, karena itu adalah urusan pribadinya dengan putranya.


“ ta-tapi, sensei “ ( harist )


“ pergilah “ ( Eugeon )


“ ba-baiklah “ ( Harist )


Dengan berat hati akhirnya harist melepaskan rey begitu saja, ia mulai menyingkir dan berjalan menjauhi eugeon.


Dirasa tidak ada lagi halangan ,rey akhirnya berdiri di depan ayahnya sembari bersiap untuk memenggal kepala ayahnya tersebut.


“ ini benar-benar keadaan yang penuh dengan ironi, pertemuan pertama kita harus berakhir seperti ini " ( eugeon )


Eugeon nampak cukup berserah diri, ia sepertinya akan menerima keadaan dimana ia harus dipenggal oleh putranya sendiri di hari pertama pertemuan mereka.


Rey mulai mengayunkan pedangnya, ia tanpa ragu akan melakukan semua itu demi bisa menghilangkan rasa bencinya kepada eugeon.


“ Rei-chan!!! berhenti!!!! “ teriak seseorang kepada dirinya.


“ o-onee-chan “ ( rey )


Ketika rey akan memenggal kepala eugeon, tiba-tiba saja seseorang menyuruhnya untuk berhenti.


Rupanya mainna yang melihat kejadian ironis itu menyuruh adiknya untuk menghentikan niatnya tersebut.


“ rey-chan...... kumohon dengarkanlah aku “ “ meskipun kamu membunuh ayahmu, tetapi itu tidak akan menghilangkan perasaan benci mu kepadanya!!! Kamu akan menyesali semua hal itu “ “ bukankah kamu selalu mengatakan kepada onee-chan bahwa kamu ingin bertemu dengan ayahmu “ “ tetapi jika kamu melakukan hal itu........ apakah ibumu akan senang bila kamu membunuh ayahmu! “ ( mainna )


Mainna mulai mengingatkan kepada adiknya, ia tahu bahwa adiknya juga sangat ingin bertemu dengan ayah aslinya.


Ia tidak bisa membiarkan adiknya tersebut bertindak egois dan membunuh ayahnya sendiri tanpa alasan.


“ tch!!!! “ ( Rey )


Rey mulai mendengar peringatan dari kakaknya tersebut.


Kenyataan bahwa ini adalah pilihan yang begitu sulit baginya, karena ia membenci ayahnya yang tidak mengetahui seberapa menderitanya dirinya tersebut.


Tetapi di saat yang sama ia juga mengingat kenangan dari mendiang ibunya yang sudah lama tiada.


Meskipun ia mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan sewaktu tinggal di benua euyradania, tetapi ibunya selalu mengingatkannya dan mengatakan hal-hal indah mengenai ayahnya.


Ibunya mengatakan bahwa ayahnya yang sesungguhnya sangat ingin bertemu dengannya dan juga ia mengingat bahwa ayahnya juga begitu penyayang.


Semua hal itu selalu membuat rey terkesan dan kagum pada sosok ayahnya.


Tetapi karena semua pengalaman pahit yang ia alami, ia jadi membenci sosok ayahnya tersebut.


Meskipun ia akhirnya mengetahui bahwa bukan ayahnya lah yang membuatnya harus menderita seperti ini.


Rey mulai mengurungkan niatnya, ia jadi tidak memiliki keinginan lagi untuk membunuh ayahnya tersebut.


Ia perlahan mulai berjalan ke arah mainna dan meninggalkan ayahnya tersebut.


“ maaf onee-chan, aku sudah bertindak gegabah “ ( rey )


Rey mulai meminta maaf karena ia telah bertindak egois.


“ tidak apa-apa....... lagi pula rey-chan juga bisa membuat sebuah kesalahan “ “ jika begitu ayo kita pergi “ ( Mainna )


Rey mulai mendengarkan apa yang dikatakan oleh mainna, ia juga akan segera pergi dari tempat tersebut.


“ jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di hadapanku......... jika kau menunjukkan wajahmu meski hanya sekuku jari, aku akan langsung membunuhmu “ “ jika begitu...... selamat tinggal, ayah “ ( rey )

__ADS_1


Rey mulai mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum ia pergi dari hadapan ayahnya tersebut.


Ia mengucapkan kalimat perpisahan selamat tinggal karena ia tidak lagi mengharapkan apapun dari ayahnya........


__ADS_2