
Hubunganku dengan ibunda sebenarnya cukup biasa saja, setiap kali aku berbiat salah maka ibunda akan memarahiku dengan keras hingga diriku ketakukan dibuat olehnya.
Sejujurnya ketika ibunda marah, ia terlihat begitu menakutkan! Aku rasa ia benar-benar seorang raja iblis yang mengerikan.
Meskipun begitu ia cukup memberikan perhatiannya dan kasih sayang kepadaku di saat yang sama, aku benar-benar menyayanginya.
Tetapi kenyataan bahwa ia selalu menuntutku untuk bisa memenuhi ekpektasinya mulai dari pelajaran yang diberikan guru privatku yang cukup berat, hingga memaksaku untuk menjaga sikap dan juga etika baik kepada orang lain.
Sujujurnya tekanan tekanan itu benar-benar membuatku tidak nyaman, aku selalu berfikir mengapa aku harus mengingat semua hal yang tidak ingin ku sebutkan padahal kami ini hanyalah keluarga bangsawan tingkatan bawah ( Baron ).
Pelajaran etika hanya untuk bangsawna di tingkatan atas kami saja, tetapi mengapa aku harus mempelajari hal yang tidak seharusnya!? Itu sangat memuakkan.
Jika mengingat semua hal itu rasanaya membuatku semakin kesal saja! tetapi aku tidak bisa membenci ibuku karena ia adalah satu-satunya keluarga yang kumiliki.
Dan juga untuk apa aku harus membencinya, ia sudah memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepadaku jadi tidak masalah meskipun ia terus menekanku untuk tetap sempurna.
Yang jalas, selama aku tidak membuatnya marah maka aku akan baik-baik saja...... pikirku.
Tetapi semua hal itu nampaknya jauh berubah ketika teman dari ibunda dan juga putranya yang berusia satu tahun lebih muda dariku muncul belakangan ini.
Ibunda mengatakan bahwa ia berasal dari salah satu klan bangsawan terkemuka yaitu Arcduke Revenhills.
Tetapi sungguh itu merupakan sebuah kehormatan, karena berasal dari keluarga bangsawan tingkatan atas.
Ibunda tidak menceritakan mengapa temannya tersebut pergi ke wilayah kami, hanya satu hal yang ibunda katakan yaitu ia lebih memilih menikah dnegan orang biasa daripada mendapatkan jabatannya sebagai bangsawan kelas atas.
Sebuah pemikiran yang cukup aneh untuk ukuran seorang gadis keluarga bangsawan, terlebih ia seorang mantan duchess.
Ketika teman dari ibunda ku mulai datang ke kediaman, ia membawa serta anak laki-laki bersamanya.
Ketika ku melihat mereka berdua, aku sebenarnya terkesima dnegan kecantikan dari teman wanita ibunda.
Ia memiliki mata biru khas dari keluarga bangsawan ternama, terlebih wajahnya yang cukup lembut dan juga rambut hitam panjang yang indah.
Ia terlihat seperti tokoh fiksi di dalam negeri dogeng dengan warna rambut hitam tetapi yang menjadi perhatianku yaitu, jika ia benar-benar seorang revenhills lalu mengapa ia tidak menunjukan sayap hitam miliknya!?
Aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi tetapi yang jelas ada satu hal yang membuatku kesal dan itu adalah anak laki-laki itu.
Sedari tadi ketika tiba, ibunda selalu memperlakukannya dengan cukup lembut!? perlakukan ini bahkan tidak pernah ku dapatkan dari dirinya sebelumnya.
Meskipun aku harus jujur bahwa anak laki-laki itu juga terlihat imut tetapi ia memiliki warna mata merah yang cukup menakutkan!
Fisiknya memang cukup identik dengan klan revenhills yang terkenal itu tetapi warna matanya jauh berbeda dengan milik teman ibunda.
Aku berfikir mungkin saja anak itu sudah menghipnotis ibu dengan kekuatan matanya yang mengerikan tersebut.
...( dikirain pengguna genjutsu kali ya 😅 )...
Jika ia benar-benar melakukan hal itu, itu benar-benar tidak bisa di maafkan.
Teman ibunda langsung pergi untuk melakukan tugas yang diberikan oleh ibunda di wilayah utara Rosefina.
Ibunda mengatakan teman wanita nya adalah orang yang cukup kuat dan ia bisa mengatasi gerombolan monster yang selalu menyerang wilayah kami.
Tetapi selain itu, teman wnautanya seperti menitipkan anak laki-laki itu kepada ibunda selagi temannya pergi!
Apakah ia tidak bisa bergaul dengan anak-anak lain hingga ia menitiokannya kepada kami!?
__ADS_1
Ibunda sedari tadi terus bersikap baik kepada nya seolah-olah ia telag memberikan kasih sayangnya kepada anak laki-laki itu, sejujurnya itu benar-benar membuatku iri! Ia seperti merebut sesuatu dariku.
Hari pertama, ibunda mengajak anak itu untuk berkeliling kediaman rosefina ini! Ibunda dengan semangat terus memberitahukannya beberapa sudut dari tempat tinggal kami.
Reaksi anak itu hanya mengganggukan kepala dan hanya menjawab dengan nada datar!?
Sikapnya itu benar-benar membuatku menjadi kesal, meski ia mendapatkan perhatian lebih dari ibunda tetapi ia bersikap seolah -olah ibunda bukanlah siapa-siapa!!
Di ruangan makan, ketika koki mulai menyajikan makanan untuk makan siang kami! Ia juga ikut makan bersama denganku dan juga ibunda! Tetapi apa-apaan itu! Ia bukanlah siapa-siapa tetapi mendapatkn perlakukan layaknya seorang anak!?
Koki seperti biasanya menyajikan sup berry darah kepada kami! Makanan yang sama lagi selagi siang hari hingga membuatku bosan untuk terus memakannya.
Di saat yang sama, ibunda mulai menanyakan apakah anak itu menyukainya!?
Akan tersebut mulai menjawab denan ekpresi datar! Ia mengaakan bahwa ada sedikit rasa pahit pada sup berry darah yang disajikan oleh koki kami!?
Tetapi maksudku ia pastinya berbohong! Aku telah biasa memakan makanan ini dan rasanya tetaplah sama dilidahku.
Ia seperti seorang kritiskus makanan padahal ia baru saja mencobanya untuk pertama kali.
Tetapi jawaban dari anak itu sepertinya membuat ibunda dan koki cukup antusias, mereka nampak semakin memuji kemampuan dari anak itu.....
...‘ memangnya mengapa jika rasanya sedikit pahit! Bukankah selera orang itu berbeda-beda.......dasar menyebalkan ‘...
...( Gumamku di dalam hati )...
Sembari terus berfikur aku terus mengumpat kepada anak menyebalkan itu, meskipun ini hanyalah satu hari! Tetapi anak itu mulai semakin sombong saja.
Aku terus memandanginya dengan perasaan ketidak sukaan ku kepadanya.
Meski hanya satu hari saja tetapi ia seperti telah merebut hal yang selalu aku inginkan tersebut. Perhatian dan sikap baik ibu, perhatian darinpara pelayan di rumah ini dan juga koki kami.
Semuanya hanya mengatakan hal-hal baik kepadanya! Apakah itu karena ia lebih imut dariku hingga ia bisa mendapatkan smeua perhatian itu.
Sungguh menyebalkan sekali anak itu.........
Pada sore hari setelah teman itu menyelesaikan tugasnya membasi para monster, ia kembali darang kesini untuk menjemput anak menyebalkan itu.
Tetapi untung saja teman ibunda itu datang lebih cepat, benar lebih baik seperti itu! Dan sebaiknya anak itu tidak kembali ketempat ini saja......
Akan sangat menyebalkan bila ia semakin sombong dan mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang disekitar rumah, aku tidak akan sudi ia ada di tempat ini kembali.
“ jadi...... Rita, kamu harus belajar dari Rei-chan okey....... ibu yakin kamu akan jadi wanita yang baik, bila bisa menjadi seperti itu “ ( lulu )
“ eh!!!! mengapa aku harus jadi sperti anak itu!? Ibu, aku hanya ingin menjadi diriku “ ( Rita )
“ maaf maaf...... ibu hanya bercanda! Jika begitu, rita mari lakukan tugasmu dan mulailah belajar etika dan tatakrama sekarang!!!! “ ( Lulu )
“ Ehhhh!!! Aku tidak mau....... aku tidak mau belajar “ ( rita )
“ begitu ya! kamu tidak mau belajar untuk memperbaiki sikapmu!!!! Jika begitu mari ikut ibu!!! Sekarang!!!!! “ ( Lulu )
Bentak ibunda kepadaku.
“ tidakkkkkk!!!! “ ( Rita )
Apapun yang tetjadi, aku harus tetap menuruti apapun yang ibuku inginkan!!!! Dasar menyebalkan......... awas saja nanti anak sialan......
__ADS_1
...( intinya ia menyalahkan rey dan mulai menganggapnya menyebalkan karena rey bisa memenuhi ekpektasi dari ibunya sedangkan ia harus terus menerus mendengarkan apapun yang ibunya perintahkan, jika ia menolaknya maka ibunya akan sangat marah dan membentak dirinya dengan keras )...
...••••••••...
Hari esok tiba......
Tetapi hal yang paling membuatku tercengang adalah, anak itu meminta kepada ibunda untuk mengizinkannya bekerja di ladang berry milik keluarga kami.
Pada awalnya ibunda dengan halus menolak tawarannya tersebut. Tetapi anak itu tetap saja memaksa sampai ia benar-benar memohon kepada ibunda untuk mempekerjaakannya.
Meskipun itu adalah sebuah hal yang berat karena soramg anak berusia tiga tahun harus bekerja ke ladang yang dikelola oleh keluargaku.
Tetapi ibunda nampaknya juga tidak tega untuk melihatnya memohon seperti itu.
Ia kemudian langsung menderimanaya sebagai karyawan pemetik buah berry di ladang milik kami.
Ibunda sedikit kesulitan dalam diskusinya bersama dengan Jern-ojiisan yang mengawasi perkebunan berry.
Ia juga sama seperti ibunda yang juga menolak hal itu, tetapi ibunda mengatakan bahwa anak itu tersu memaksanya dan membuatnya tidak memiliki pilihan lain.
Jern-ojiisan akhirnya bersedia menderimanya sebagai pekerja pemetik buah berry dengan syarat ia hanya bekerja setengah hari saja.
Keputusan yang cukup sulit untuk menderima seorang anak dibawah umur, tetapi itu ebnar-benar keinginan darinya.
Aku dan ibu menyerahkan pengurusan anak itu keoada jern-ojiisan untuk mengawasinya dalam bekerja.
Meskipun begitu, ibunda namoaknya selalu memperhatikan anak itu setiap apapun yang ia lakukan.
Dan sekali lagi, itu benar-benar membuatku kesal karena ia seolah tidak pernah memperhatikan diriku.
Di luar ekpektasi bahwa anak itu mengumpulkanbanyak buah berry dalam waktu yang cukup cepat! Aku benar-benar bertanya apakah ia benar-benar seorang anak kecil!?
Ia sekali lagi mendapatkan perhatian dari orang lain yaitu jern-ojiisan!
Itu semakin terlihat menyebalkan bagiku, karena ia masih saja memasang wajah datar meskipun jern-ojiisan cukup baik memperlakukannya......
Sungguh keterlaluan, mau berapa banyak lagi anak itu ingin merebut segalanya dariku!!!!
Ketika makan siang setelah pekerjaannya usai, ibu lagi-lagi mengundang anak itu untuk makan siang bersama kami....
Sejujurnya sangat memuakka terus menerus harus berada di satu meja dengannya! Tetapi aku harus bersabar karena jika aku salah bertindak maka ibunda akan semakin memarahiku.....
...‘ hmmmm...... rupanya lebih lezat dari biasanya ‘...
Sesuatu yang nampaknya ada di luar ekpektasiku, ternyata rasa dari sub berry ini lebih manis dari biasanya dan juga rasa pedasnya sedikit lebih terasa.
Apa yang ia katakan sebelumnya ternyata ada benarnya juga, mungkin yang ia maksudkan adalah rasa pahit yang telah hilang.
Aku sedikit benci untuk mengakuinya, tetapi tidak buruk juga......
Setelah makan siang usai, anak itu nampaknya meminta sesuatu kembali kepada ibunda!
Hal yang diluar dugaan bahwa ia malah meminta untuk bekerja juga di rumah ini seusai bekerja di kebun kami!?
Itu adalah sesuatu hal yang cukup aneh! Mengapa anak berusia satu tahun lebih muda dariku memilih bekerja pada kami!!!
Apakah ia memiliki motif tersembunyi!?
__ADS_1