
...( Flass On )...
“ Klize..... dimana Batu jiwa berikutnya berada!? “ ( Neich )
“ aku bisa mendeteksinya sekarang....... entah bagaimana ada banyak batu jiwa yang mulai meninggalkan gransillia, tetapi aku takut ini adalah jebakan “ ( klize )
Klize mulai mengatakan semuanya, ia merasakan bahwa ada bayak sekali batu jiwa yang meninggalkan negeri garnsillia! Tetapi di saat yang sama ia menduga bahwa ini adalah jebakan yang di pasang oleh seseorang.
“ jika itu meninggalkan markas serikat sihir, itu memang adalah sebuah jebakan....... tetapi aku sudah lebih dari cukup sekarang! Aku yakin aku bisa mengalahkan semua penyihir dari serikat sihir....... mungkin aku juga bisa membunuh para Penyihir murni “ ( neich )
“ Neich-san “ ( Klize )
“ Kita akan pergi sekarang “ ( Neich )
Setelah Neich berhasil membunuh salah satu mantan partynya yaitu Duke muda Igriss Teadhord, ia dan anggota party nya sekarang mulai bergerak ke tempat batu jiwa tersebut mengarah.
Lokasi batu jiwa yang di deteksi oleh Rekannya yaitu Klize tidak begitu jauh dari wilayah Duchy Teadhord.
Ada banyak batu tersebut yang dikatakan mengarah kepada mereka! Ia sebenarnya telah menyadari bahwa itu adalah sebuah jebakan yang di pasang oleh seseorang kepada dirinya.
Lokasi batu jiwa yang mengarah pada mereka malam ini terhenti di sebuah tempat yang cukup jauh dari mereka, tetapi neich dan anggota partinya memanfaatkan keadaan tersebut untuk tiba di jalur yang sepertinya akan di lalui oleh batu jiwa itu.
Mereka berniat untuk mencegat batu jiwa itu lebih dahulu sebelum batu jiwa tersebut berjalan di depan mereka.
...( flas off )...
Pagi yang dijanjikan telah tiba, Batu jiwa masih berada tidak begitu jauh dari mereka.
“ Ini adalah rencana kita saat ini....... Klize dan juga Niel kalian berdua cegatlah batu jiwa itu dari arah belakang! Sedangkan aku dan Deffa Akan berada di depan jalunya untuk mencegat batu itu “ ( Neich )
Mulai memasang strategi, Pahlawan Neich mulai memberitahukan bagaimana mereka akan bertindak.
Ia menempatkan Klize dan juga Niel berada di belakang jalur, sedangkan ia dan juga deffa di depan untuk menutup jalur batu jiwa tersebut.
“ Baik!!! “
“ Mau jebakan ataupun apapun itu, yang jelas orang yang merencanakan ini adalah orang bodoh yang berani berbuat ulah....... kita tunjukan kepadanya siapa yang ia hadapi! “ ( Neich )
“ Baiklah!!! “
Mereka mulai berpencar ke posisi masing-masing.
Seperti yang neich instruksikan, Klize dan Niel mulai bergerak di balik hutan untuk berjalan ke belakang jalur dari batu jiwa tersebut!
“ Ayo deffa......, kita harus segraa mencari tempat sembunyi “ ( Neich )
“ Baik Tuan majikan “ ( Deffa )
Neich dan Deffa mulai menjalankan rencana! Mereka berdua kemudian mulai berjalan ke depan agar segera mencari tempat persembunyian.
Tidak lama mereka melihat ada dua pohon besar yang masing-masing berada di sisi jalan yang akan di lewati, mereka cukup beruntung karena pohon itu tidak bersebelahan! Karena mereka tidak harus menunjukkan diri didepan target mereka.
Pohon besar itu memiliki semak yang cukup tinggi untuk menyembunyikan mereka berdua dari pandangan target yang akan mereka sergap, mereka mulai bersembunyi disana.
“ !!!! “
Tidak lama target yang mereka tunggu mulai menampakkan dirinya! Terlihat ada sebuah kereta naga yang berjalan di jalan setapak itu.
“ !!! “
Entah bagaimana kereta tersebut berhenti seketika di tengah jalan seolah seseorang menyadari hawa keberadaan mereka.
Dua orang sosok yaitu seorang anak laki-laki berambut hitam dan juga seorang wanita muda berambut pirang dengan pakaian penyihir mulai turun dari kereta naga tersebut.
“ Apa-apaan ini!? Mengirimkan seorang anak ingusan dan juga Penyihir muda untuk menjaga kereta itu!? Apakah Ini adalah lelucon “ ( Neich )
Neich mulai mempertanyakan hal tersebut, ia hanya melihat kedua orang yang menjaga Kereta naga itu sepertinya bukanlah apa-apa baginya.
Ia sedikit merasa kesal kepada seseorang yang memasang perangkap itu dan mengira bahwa orang itu benar-benar telah mempermainkan dirinya.
__ADS_1
“ Keluarlah!!! Kami tahu Kau bersembunyi........ jangan jadi pengecut dan perlihatkanlah dirimu “
Wanita penyihir berambut pirang mulai berteriak kepada Neich! Ia telah menyadari mereka sebelumnya dan mengatakan untuk memperlihatkan diri mereka.
“ tch....... sungguh menyebalkan, Rupanya ia sudah menyadari keberadaan kita “ ( Neich )
Neich yang merasa bahwa tidak ada gunanya mereka bersembunyi kini mulai keluar dari tempat persembunyiannya.
" !!! "
“ Wah wah wah......... aku hanya berpikir bahwa Jika seseorang memasang jebakan dengan mengarahkan batu jiwa itu ke tempat ini maka aku harus berhati-hati........ tetapi yang kulihat di sini hanyalah seorang anak ingusan dan juga Penyihir wanita muda!!! Apakah ini adalah lelucon!!! “ ( Neich )
Neich mulai keluar dari tempat persembunyiannya , ia mulai muncul dihadapan gadis penyihir dan anak muda tersebut.
Deffa yang juga mengikutinya, mulai keluar dari tempat persembunyian mereka.
“ Wajah itu...... wajah yang tidak akan pernah ku lupakan hingga kini!!!......... Pahlawan Neich!!! “ kata anak muda di samping Penyihir itu.
Neich mulai menyadari sesuatu, ketika ia melihat anak muda itu! Yang ia lihat adalah tatapan mata mengerikan yang mengarah kepada dirinya.
Anak itu mulai memperlihatkan sebuah tatapan yang sama ketika neich menatap para mantan party nya yang dulu berkhianat kepada dirinya.
Tatapan dari seseorang yang menaruh banyak kebencian serta rasa marah kepada seseorang........ Pembalasan dendam.
...•••••...
“ Rei-chan Tenanglah...... “ ( Mainna )
Mainna meminta kepada rey untuk tetap tenang dan menahan emosinya.
tetapi rey tidak bisa melakukan itu, ia masih menatap Neich dengan cukup mengerikan.
‘ Tunggu....... aku seperti pernah melihat Anak itu! Tetapi dimana aku pernah bertemu denganya ‘
Pahlawan Neich mulai berpikir akan sesuatu, Ia merasa bahwa ia seperti pernah bertemu dengan Rey di suatu tempat tetapi ia tidak mengingatnya.
Setelah rey dan mainna mengarahkan perhatiannya kepada suara tersebut, tiba-tiba saja dari belakang jalan mereka telah di tutup oleh banyaknya Undead Dan juga Monster.
Mereka telah terkepung dari dua sisi.
“ Tch...... jika ini adalah lelucon yang dibuat oleh Si mesum itu, maka ini adalah lelucon yang buruk......... “ “ Aku akan membunuhmu!!!! Pahlawan Neich !!!! “ ( Rey )
Rey mulai berteriak kepada Neich dengan cukup keras! ia mengatakan akan membunuh pahlawan Neich dengan suara lantang.
“ huh!!! “
Neich mulai kaget mendengar hal itu! Itu adalah pertama kalinya seseorang yang tidak ia ingat mengatakan sesuatu seperti ingin membunuhnya dengan cukup serius...... ia merasa bahwa ini adalah seseorang yang memang memiliki dendam kepada dirinya.
“ hmmmmm......... Sepertinya ini akan menarik! Apakah kamu merasakannya juga Tuan pahlawan! Sebuah rasa yang kau selalu sebut pembalasan dendam!!! “
“ !!! “
Tiba-tiba saja, sebuah suara terdengar dari kepala neich! Suara itu seperti ingin memperlihatkan bagaimana pembalasan dendam yang selama ini di inginkan oleh neich tersebut.
Ketika ia mendengar suara itu, perasaannya tiba-tiba berubah menjadi sangat mencekam! pemilik Suara itu memberikan rasa takut mendalam pada dirinya.
Tiba-tiba saja mulai muncul lingkaran sihir yang cukup besar di area tersebut.
“ !!!! “
Dari lingkaran itu tiba-tiba saja baik itu neich, deffa dan juga Rey menghilang dari pandangamn.
“ Rei-chan “
Mainna mulai kebingungan akan hal itu, rey yang tiba-tiba saja menghilang dari sisinya.
“ Neich-san “
“ Neich-sama “
__ADS_1
Bukan hanya mainna yang cukup kebingungan, dua gadis anggota parti pahlawan neich juga cukup kebingungan dengan menghilangnya Deffa dan Neich di tempat itu.
‘ hum hum........ apakah kamu mendengarkanku, mainna-san ‘
Dari kepala mainna terdengar suara dari seseorang yang mulai menghubunginya! Ia menghubungi mainna dengan pesan telepati.
‘ Banri-kun....... apakah ini adalah ulahmu ‘ ( Mainna )
Mainna mulai menyadari bahwa seseorang yang mengirim pesan telepati kepada dirinya dan juga orang yang mengirim rey dengan sihir teleport adalah banriett.
‘ ya ini adalah rencanaku........maaf soal itu mainna-san, tetapi saat yang harus kamu lakukan adalah membereskan gadis half elf dan juga necromancery tersebut terlebih dahulu.......... Rey-kun baik-baik saja ‘ ( Banriett )
Banriett mulai memberikan jawaban kepada mainna, ia juga mengatakan kepada mainna bahwa rei baik-baik saja dan ia tidak perlu khawatir mengenai hal itu.
‘ Dan juga mengenai itu....... ini adalah misimu yaitu....... lenyapkan party pahlawan neich ‘ ( Banriett )
Sebelum pesan telepati itu menghilang, banriett mulai memberikan misi kepada mainna untuk melakukan pelenyapan yaitu melenyapkan party pahlawan neich.
“ Aku akan menjalankannya, seperti yang kamu inginkan “ ( Mainna )
Tidak panik dnegan situasi yang terjadi, mainna mulai fokus pada pertarungannya sendiri! Saat ini ai memiliki misi yaitu untuk meleyapkan anggota parti pahlawan neich.
“ Segera menyerahlah dan serahkan batu itu...... jika tidak semua undead ini akan menghabisi kalian berdua “ ( Klize )
Klize mulai berteriak kepada mainna dan juga Kusir tersebut.
Ia meminta kepada mereka berdua untuk menyerahkan batu jiwa secara suka rela.
“ apa yang harus kita lakukan..... mainna- sama, para undead itu telah mengepung kita dari semua sisi “ ( Kusir )
Kusir itu mulai sedikit resah, ia juga menyadari bahwa tidaklah mungkin untuk melawan karena monster dan juga undead telah mengelilingi mereka berdua dari segala sisi.
“ tidak usah khawatir........ aku menjamin kita akan baik-baik saja “ ( mainna )
Mainna dengan yakin mulai mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja, ia kemudian menyuruh kepada kusir untuk tetap tenang.
Kusir percaya dengan ucapan dari mainna karena ia yakin bahwa jika penyihir kehancuran sendiri yang mengatakan hal itu maka mereka akan baik-baik saja.
Mainna kemudian mulai maju ke depan dan memperlihatkan tekadnya kepada Klize dan niel.
“ Ini adalah hal yang dipercayakan banri-kun kepadaku...... aku tidak akan menyerahkan barang berharga ini kepada para pencuri “ ( Mainna )
“ Pencuri!........ hah! Sepertinya memang tidak akan semudah itu........ Serang dia!!!! “ ( Klize )
Klize yang mendengar jawaban dari mainna itu langsung menyuruh para pasukan undeadnya untuk langsung menyerbu, tidak ada negosiasi dalam penawaran tersebut.
Oara undead dan monster mulai berdatangan mengerumuni mereka berdua ketika instruksi itu mulai di perintahkan.
Mainna mulai tenang sesaat, ia mulai memfokuskan semua kekuatannya.
“ Kebajikan sang cahaya melenyapkan segala kegelapan yang ada, anugerah dari sang dewa akan menghapuskan segala kejahatan........ Sihir Suci Kehendak Dewa!!!! “ (Mainna )
Mainna mulai mengaktifkan sihir sucinya dengan rapalan yang tidak pernah di didengar sebelumnya.
Lingkaran cahaya besar mulai muncul dari tanah dan menyelubungi seluruh area yang luas!
Lingkaran itu mulai menyentuh klize yang berada cukup jauh dari posisi sihir itu diaktifkan.
“ !!!!! “ “ shhhhhttttt “
Sihir suci mulai diaktifkan, cahaya keemasan mulai menyelubungi semakin membesar dari lokasi sihir diaktifkan!
Para undead yang terkena cahaya itu langsung menghilang begitu saja baigaikan roh jahat yang terkena sebuah pilar cahaya.
Di bagian belakang undead bahkan para monster yang terkena sinar cahaya suci juga ikut menghilang bersamanya!
“ Sihir suci macam apa ini! “ ( Klize )
Klize yang merupakan seorang necromancery sendiri tidak mempercayai apa yang ia lihat tersebut! Ia terkejut dengan sihir suci yang digunakan oleh mainna.
__ADS_1