
Permasalahan dengan mencari ekschool kini telah teratasi, aku dan juga lavender mendaftarkan diri sebagai bagian dari klub biologi dan juga tanaman.
Meski pada dasarnya aku hanyalah anggota yang menumpang nama saja, tetapi sepertinya tidak ada salahnya bagiku untuk mengunjugi klub dan membantu si lavender sesekali.
Untuk saat ini kesibukan lain yang harus ku lakukan bukanlah berada di klub tetapi sebuah pertandingan peringkat.
Memasuki podium pertandingan, suasananya sedikit lebih ramai dari sebelumnya.
Ada lebih banyak murid kelas dua yang hadir dalam pertandingan ini, mereka sepertinya menanti akan kemenangan dari seseorang.
“ kamu sepertinya junior yang tidak beruntung hari ini karena kamu harus menghadapi ku dalam pertandingan “ kata seorang wanita di sisi berlawanan.
“ itu putri es kita, Tize-sama “
“ Tize-sama berjuanglah..... “
“ kalahkan si murid baru itu.... berjuanglah Tize-sama “
“ Tize, Tize , tize “
Semua penonton memberikan sorak dan dukungan kepada lawanku yang ada didepan.
BETRIZIE LUMINA, Siswi kelas 2 S. Memiliki aura dingin dan mana besar, kemampuan utamanya adalah sihir elemen Es.
Ciri – ciri fisik memiliki rambut Perak keputihan yang cukup indah dan pendek, warna mata hijau jambrud , mahir dalam teknik pedang yang cukup hebat......dijuluki sebagai putri es yang anggun dan juga tempos ( Rata ).
“ kau cukup berani sebagai sebagai junior yang menolak ajakan dari yukki-oniisama tempo hari...... apakah kau mengerti betapa sulitnya bagi onii-sama untuk bisa berada di dalam keanggotaan osis “ ( Tize )
“ Saya cukup mengerti akan hal itu, tetapi saya sama sekali tidak tertarik untuk bergabung..... jadi mohon maaf atas kesalahan tersebut “ ( Rey )
“ melihatmu menolak dan hanya meminta maaf, itu sangat membuatku kesal........ aku sepertinya memang harus mengalahkanmu di tempat ini dan membuatmu menyesal untuk waktu yang lama “ ( Tize )
Dengan aura di dinginnya, senpai mulai menunjukkan kemampuannya yang cukup mengerikan kepada diriku.
“ sebagai senpai, aku akan mengajarimu bagaimana caranya bersopan santun kepada orang lain....... aku tidak akan lembut sama sekali “ ( Tize ) mulai menatap dengan dingin.
Senpai mulai mepersiapkan dirinya dnegan baik, ia menatapku seolah-olah aku adalah sesuatu yang harus dikalahkan dengan mudah.
Auranya membuat bulu kudukku merinding, tetapi jika di bandingkan dengan onee-chan aku sama sekali tidak akan gentar.
Kami sama-sama saling mempersiapkan tangan kami untuk membuka segel pedang.
Pedang yang dipegang senpai cukup kecil dan memiliki ciri yang sama seperti katana, nampaknya ia adalah lawan yang akan sulit.
“ Pertandingan peringkat babak pertama akan segera di mulai...... Reyan rosklaver melawan Betrize lumina...... dimulai !!!! “
Wasit mulai memberikan tanda mulai untuk pertarungan kami.
Pertarungan telah dimulai......
“ hyaaaaahhhhh !!!! “ “ Ice Dimensional Arena!!! “ ( Tize )
Senpai menyerang terlebih dahulu, entah mengapa aku tidakmenyadarinya bahwa ia telah merapalkan sihir sebelum pertandingan dimulai.
__ADS_1
Area sekelilingku berubah menjadi sebuah tempat putih yang dipenuhi oleh salju dan bongkahan es, Sihir es Tingkat tinggi Ice Area.
“ kau kena!!!! “ ( Tize )
“ !!!! “
“ Huh “
Dengan cukup cepat senpai bisa sampai ke tempatku meskipun aku tidak bisa melihatnya di sekelilingnya.
Ia mulai mebgarahkan kemampuan seni berpedangnya kepadaku, dengan sangat cepat aku bisa menghindarinya dengan mudah.
Aku berhasil memblokir setiap serangan yang diberikan senpai pada diriku.
“ untuk ukuran anak baru, aku akan mengakui kemampuanmu..... tapi ini masih belum berakhir “ ( Tize )
Pedang kami saling beradu, aku berhasil menangkal serangan senpai dengan katanaku yang telah ku siapkan.
Senpai sepertinya menyiapkan sebuah trik lain.
“ !!!!! “
“ tidak...... “
Seperti yang ku sadari, sebuah bingkahan es berbuntuk duri besar mengarah padaku di sisi belakang.
Aku langsung menghindarinya sebelum es itu nenusuk punggunggu.
Senpai mulai menyiapkan serangan lain dari area es miliknya, ada banyak serangan es yang mengarah padaku dari berbagai arah.
Aku berusaha meningkatkan kecepatan untuk menghindarinya, Senpai benar-benar membuatku kesulitan sekarang.
Di saat bertarungan senpai juga menyerang dari titik buta, aku tidak menyadarinya hingga saat ini.
“ !!!! “
“ merepotkan..... menyerang dengan sihir dan juga teknik pedang secara selaras “ ( Rey )
Aku berhasil menjauh dan menghindari seranganya, tetapi sepertinya serangan esnya berhasil negenai diriku.
“ apakah kau pikir aku akan membiarkannya begitu saja “ ( Tize )
“ Apa! “ ( Rey )
Aku mulai menyadari sesuatu. Ketika aku terkena serangan serpihan es! Tempat dimana es itu mengenai diriku mulai membekukan sekitar.
“ jika kau terus membiarkannya maka kau akan berubah menjadi patung es “ “ inilah kemampuan es ku.... Medusa “ ( Tize )
Jadi ini adalah rencananya yang sebenarnya, ia menyerang bersamaan dengan sihir lalu dengan tidak fokus aku akan menghindari serangannya. Tetapi secara tidak sadar aku akan membeku ketika aku teralihkan...... tapi!!!
Aku mulai mengeluarkan sihir tanpa rapalan, aku tahu bahwa sihir ini akan terlihat cukup mencolok jadi dengan ini mungkin aku bisa menghilangkan perhatiannya.
Sebuah lingkaran sihir telah ku persiapkan di punggungku, dengan ini maka serangan es seperti apapun tidak akan mempan untuk mebekukanku...
__ADS_1
“ Mantel Api hitam !!!! “
Sebuah benda hitam mulai menyelimuti tubuhku, benda itu perlahan mulai mengobarkan api untuk melelehkan sihir es milik senpai.
Karena sihirku lebih kuat dari miliknya, es itu kemudian mencari karena api hitam ini.
Sebuah jubah bulu mulai terbentuk, jubah itu menyelimuti diriku seperti jubah ringan pada umumnya.
“ itu...... tch.... kau “ ( Tize )
Senpai terlihat mulai kesal, dia sepertinya sudah mengetahui bahwa ini adalah sihir api tingkat atas.
Senpai mulai menyerang kembali dengan kecepatan penuh, tetapi kali ini ia menghilang bagaikan hantu.
“ !!!! “
Mulai muncul bongkahan bongkahan es di sekelilingku yang menyerang secara bersamaan.
Aku mengaktitfkan sihir levitasi udara untuk menghindari bongkahan es tersebut.
Dari udara, senpai tiba-tiba saja muncul dan menyerangku dengan teknik pedangnya.
Aku berhasil memblokirnya dengan katana milikku.
Pertarungan pedang terjadi di udara, para penonton sepertinya cukup takjub dengan kemampuan yang kami perlihatkan ini, mereka hanya melihatnya dnegan tatapan terkejut.
“ !!!!! “
Pedang saling beradu dengan cukup cepat, gerakan senpai benar-benar sangat elega, benar-benar luar biasa.
Aku mulai mengambil jarakku kepada senpai dan mundur cukup jauh.
“ hah hah hah...... “ ( Rey )
Berdiri dengan cukup terangah engah, di sekelilingku aku tidak melihat apapun selain hamparan es yang putih.
“ Ini masih belum berakhir..... aku akan segera mengakhiri ini “ ( Tize )
Terdengar suara senpai dengan cukup keras tetapi aku tidak melihat sosoknya dimanapun....
“ apa kau dengar itu, “
“ Tize sama akan mengakhirnya sekarang juga! “
“ ia pasti akan menggunakan itu “
“ berjuanglah Tize sama “
Para penonton sepertinya sudah mengetahuinya, mereka seperti menanti saat dimana senpai akan menggunakan kekuatannya tersebut.......
Aku tidak begitu saja terdiam, aku mulai perapalkan mantra yang ada di kedua telapak kakiku, dengan ini pasti aku bisa mengelabui senpai dengan mudah.
Sihir ini tidak memerlukan waktu yang lama, tetapi sihir sekuat apapun pastinya akan dengan mudah dipatahkan dengan ini........
__ADS_1