
...' Aku sudah selesai membaca semua isinya, dan sepertinya aku mendapatkan sedikit informasi mengenai mata sihir ‘...
...‘ Dikatakan bahwa mata sihir keluarga kerajaan tarnminia adalah salah satu mata sihir terkuat yang diketahui..... dikatakan juga bahwa siapapun yang bisa memilikinya akan menjadi raja dan ditakuti oleh musuh-musuhnya..... mata sihir yang melambangkan pertumpahan darah MATA SANG TIRAI BESI ...... Mereka yang memilikinya dapat dikenali dengan cukup mudah yaitu warna mata merah bagaikan darah, tetapi meskipun ada beberapa orang yang memilikinya, tidak semuanya adalah mata sihir...... setidaknya mata itu akan terlihat sangat jelas ketika malam tiba saat cahaya merahnya akan membuat Takut semua musuh yang ada di hadapannya ‘ ...
Mengingat semua informasi yang sudah ku dapatkan, setidaknya itulah jawaban atas semua hal yang ingin ku percayakan.
Untuk bisa menemukan pangeran maka harus menemukan mata sihir terlebih dahulu.
Bagi sebagian orang ini mungkin terdengar konyol tetapi itu adalah kemungkinan yang ada.
...‘ Seorang siswa yang memiliki mata merah asli dan informasi yang tidak jelas mengenai dirinya ‘...
" tunggu sebentar " " !!!! "
Berjalan keluar dari perpustakaan di sore hari dan mengingat semua kemungkinan yang ada, entah mengapa Reyan ada dalam daftar ini.
Tetapi dugaanku ini mungkin salah, karena ia mengatakan bahwa ia berasal dari sebuah desa terpencil dan sama sekali tidak menyukai gaya hidup bangsawan.
Terdengar sangat meyakinkan di tambah lagi reyan tidak mengatakan sebuah kebohongan kepada diriku bahwa ia memang bukanlah seorang bangsawan.
...‘ Aku mungkin sudah berlebihan, Tidak mungkin reyan adalah seorang pangeran kerajaan....... meskipun warna matanya mirip seperti Yang dimiliki oleh Yang mulia euginia, tetapi jelas itu adalah hal yang mustahil ‘...
Aku terus menerus membantah semua spekulasi ini, karena sudah jelas Reyan bukanlah seorang pangeran.
Dia memiliki warna rambut hitam seperti halnya para imigran dari kepulauan tenggara, dan juga Jika seoramg raja menikahi imigran maka itu adalah sebuah skandal besar.
waktu telah larut berlalu semenjak aku membaca semua halaman daro buku ini.
Tak terasa ketika aku menatap langit academi, Mata hari telah memancarkan cahaya jingganya.
Kini tiba saatnya untuk diriku pulang ke rumah sebelum jam makan malam.
Aku mulai berjalan dengan cukup cepat keluar dari taman dan menuju ke sebuah lorong pintu keluar.
Para murid terlihat sudah bersiap untuk kembali ke rumah mereka dan juga asrama siswa.
“ !!!! “
“ hah! “
Ketika aku mulai berjalan untuk pergi, tiba-tiba seorang wanita berlari sambil menangis mengeluarkan air mata.
Dari kejauhan aku sangat mengenali wanita itu, dia adalah orang yang sudah ku kenal.
“ O.... Olivia-senpai Tunggu!!! “ ( Veronicia )
Diriku mulai berteriak memanggil namanya, aku kemudian berlari untuk mengejar dirinya karena khawatir akan keadaan dirinya.
“ Olivia Senpai..... Tunggu “ ( Veronicia )
Aku terus memanggil namanya dan erus mengejarnya.
Tetapi olivia senpai tidak menjawab sama sekali.
__ADS_1
Olivia senpai terlihat menangis sembari berlari ke arah lain, aku berusaha keras untuk ikut berlari dan mengejar dirinya.
Dia adalah senpai yang cukup baik pada diriku, ketika aku melihatnya menangis! Entah mengapa rasa khawatir mulai muncul di dalam diriku.
Senpai terus berlari ke depan dan memasuki kawasan hutan academi.
aku terus mengejarnya hingga diriku memasuki hutan juga, Aku tidak peduli apapun bahaya yang terjadi ketika melihat senpai menangis maka aku tidak boleh diam begitu saja.
Rasa ibaku membawaku terus memasuki hutan akademi tanpa tahu ke mana senpai akan berhenti, aku terus mengejarnya dan terus meneriakkan namanya.
Seolah tidak mendengar sama sekali, senpai terus saja berlari semakin menjauh dari pemandangan dan jangkauan diriku.
...‘ aku tidak boleh kehilangannya.... aku harus terus mengejarnya dan menyakan apakah ia sedang terkena masalah ‘...
Pikirku di dalam hati.
Tidak peduli apa yang terjadi,aku mulai merasa ada sesuatu yang cukup aneh.
Perlahan semakin jauh memasuki hutan, aku mulai berhenti dan terengah-engah karena lelah.
“ !!! “
Melihat pemandangan sekeliling yang terasa gelap, aku mulai memperhatikannya lagi.
Aku tersesat di hutan akademi yang begitu gelap lagi dingin.
Aku mulai terfikir kembali. Ini adalah hal yang begitu aneh, seolah seseorang memancingku untuk datang ke tempat ini.
“ Olivia Senpaiiiiii!!!! “
Hanya hembusan angin gelap dan sepi di tengah hutan ini.
“ !!!! “
Aku telah tersesat, jauh dari akademi dan tidak tahu jalan untuk kembali.........Suasana hutan yang begitu mencekam mulai menambahkan rasa takut diriku.
“ jadi nama gadis ini adalah olivia ya! “
Terdengar jelas suara dari seseorang.
Meskipun samar-samar, aku masih bisa mendengar jelas bahwa ini adalah suara dari seorang pria.
“ !!! “
Aku kemudian mulai menoleh ke arah suara itu berada!
Terlihat bahwa seseorang dengan kaca mata yang terlihat seperti olivia senpai sedang berada di dekat sebuah pohon.
“ Senpai.... apakah itu adalah Anda, Olivia senpai “ ( Veronicia )
Aku mulai bertanya untuk memastikan kepada orang tersebut, mau bagaimanapun juga bahwa dia terlihat seperti olivia senpai.
Tetapi entah mengapa meskipun orang itu terlihat seperti olivia senpai muncul sebuah rasa aneh ketika aku menoleh ke arah dirinya....
__ADS_1
Rasa tertekan yang amat mengerikan seolah nyawaku akan terancam.
“ !!!! “
Orang yang awalnya terlihat seperti senpai kini perlahan-lahan telah berubah.
Seorang yang terlihat seperti seorang pria berjubah hitam dan membawa dua bilah pisau kini mulai menggantikan sosok dirinya.
Pria itu kemudian memasang senyuman yang cukup membuatku tidak nyaman, tatapan matanya menandakan seperti seirang predator yang telah menemukan sebuah mangsa.
“ ha ha ha “ pria itu mulai tertawa.
“ Meskipun Anda adalah bangsawan Kelas atas, tetapi siapa yang akan menyangka bahwa Anda bisa terjebak ke dalam sebuah perasaan yang disebut sebagai rasa simpati kepada orang lain...... ini adalah sebuah keberuntungan “ kata pria itu dengan nada yang terdengar tidak nyaman.
Ketika aku merasakan hawa tidak nyaman darinya Aku sudah menyadari siapa orang itu, dia adalah seorang pembunuh bayaran... tetapi....
“ siapa Anda...... dan juga dimana senpai berada “ ( Veronicia )
“ Meskipun kau sendiri sedang dalam bahaya sekarang.... tetapi mengapa kau masih peduli dengan seorang yang dikatakan sebagai rakyat jelata...... meskipun aku tidak peduli akan hal itu “ “ dan juga kau tidak perlu khawatir karena wanita ini baik-baik saja, aku hanya membuatnya tertidur sebentar “
Mendengar bahwa senpai baik-baik saja, entah mengapa aku jadi merasa lega karena pria itu tidak melakukan sesuatu yang aneh pada dirinya....
“ Lupakan saja soal itu, karena sekarang adalah puncak acaranya....... Mari bersenang-senang, Tuan putri “
Pria itu mulai tersenyum dengan jahat, Ia sedang dalam posisi untuk melakukan sebuah misi pembunuhan.....
Pembunuhan pada diriku..........
Aku tidak ingin berakhir begitu saja, aku tahu apa yang harus ku lakukan dahulu.
Aku mulai berusaha memberanikan diri dan berlari secepat mungkin meninggalkan pria itu di belakangku.
“ Kau ingin berlari dariku wahai tikus kecil.....Mari kita bermain kejar-kejaran, Tuan putri!!!!! “
Pria itu terus mengejar diriku, aku terus berlari dengan cukup ketakutan dan berharap agar bisa lepas dari cengkraman pria itu.
Terus berlari, terus berlari, dan terus berlari memasuki Kedalaman hutan.
Aku tidak boleh tertangkap di sini....
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...( **** )...
...karena habis pulang dari mudik lebaran, author jadi capek dan susah buat nulis...... mungkin untuk sementara Author bakal istirahat dulu...... ...
__ADS_1
...lanjutan WN ini akan diliburkan sampai beberapa hari kedepan...... mohon maaf ya 🙏 🙂...