
...( tempat latihan )...
Memberikan perlindungan pada levender mungkin bisa sedikit membantu, Nopt belakangan ini selalu berisik karena ia ingin keluar juga dan bosan terus terdiam begitu saja.
Entah apa yang dilakukan gagak mesum itu sekarang.....
...‘ Entah bagaimana perasaanku jadi tidak enak ‘...
Perasaanku jadi sedikit cemas karena menitipkan Nopt kepada lavender, bukan mengenai kepercayaan melainkan tentang hal lainnya......
Ku harap gagak itu tidak melakukan sesuatu yang tidak perlu.
Membaca di sela-sela pelatihan, seperti biasnya aku hanya mengamati para murid umum untuk melakukan latihan mereka.
Belakangan ini kami jadi semakin akrab karena si pahlawan yang mengenalkanku pada mereka!
Meskipun suasananya sedikit ramai, tetapi rasanya cukup mendukung seolah mereka dan juga pahlawan berada pada satu ujung yang sama.
Meskipun itu bukan urusanku.......
“ Hey..... Rei-kun , apa yang sedang kau baca “ ( Harist )
Si pahlawan yang sepertinya telah selesai dalam latihan mulai mendatangiku yang berteduh di sebuah pohon.
“ bukan apa-apa....... ini hanya pengetahuan tidak umum, aku hanya ingin menunjukkannya secara langsung “ ( Rey )
Aku memberikan reaksi biasa ada pahlawan, meskipun aku menunjukkan buku yang kubaca ini! Aku rasa ia tidak akan cocok untuk ini.
“ Sihir Ruang dimensi..... apakah kau percaya itu! “ ( Rey )
“ hmmm...... aku tidak begitu mengetahui berbagai macam sihir, tetapi sihir macam apa yang ingin kau pelajari!? “ ( Harist )
“ Menciptakan ruang miliku sendiri yang tidak terkekang oleh waktu di dunia ini........ Mirip seperti kantong spasial, tetapi memiliki jangkauan yang jauh lebih luas! Atau bisa juga diartikan sebagai Dimensi berbeda “ ( Rey )
“ itu terdengar sangatlah rumit........ Apakah itu sama seperti menciptakan duniamu sendiri!? “ ( Harist )
“ bisa dikatakan seperti itu, tetapi ini akan jauh lebih menarik karena ruang itu masih ada pada dunia yang sama saat ini hanya berbeda secara dimensi........ misalkan saja, Sesuatu yang berada di Dimensi kedua tidak akan bisa memasuki Dimensi ketiga meski berada pada ruang lingkup yang sama “ ( Rey )
“ terdengar sangat memusingkan “ ( Harist )
“ tentu saja sangat memusingkan....... aku ingin menciptakan sihir dimensional itu sendiri dengan tanganku....... “ ( Rey )
“ mengapa kamu terobsesi atas itu? “ ( harist )
“ itu agar aku bisa kabur sesukaku dan tidak ditemukan oleh siapapun....... “ ( Rey )
“ heh! “ ( Harist )
Tanpa menunggu lama, entah bagaimana ia mulai duduk bersama di pohon pada arah yang berlawanan dengan diriku.
Menikmati sejuknya udara dan juga teduh rindang dari pepohonan menatap ke arah semuanya yang sedang berlatih dengan keras.
__ADS_1
“ Kau tidak boleh lengah...... Ketua osis itu bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata “ ( Harist )
Si pahlawan mulai membahas mengenai lawan yang akan aku hadapi saat pertandingan peringkat final.
Ia mulai mengatakan kepada diriku untuk tidak meremehkan ketua osis yang akan aku hadapi pada final nantinya.
“ memangnya kau pikir aku akan melakukan itu........ aku tidak peduli siapapun lawan yang akan kuhadapi, baik lemah maupun kuat! Aku tidak akan pernah memberikan satupun kesempatan bagi mereka menang “ ( Rey )
“ mungkin inilah perbedaan antara kau dan aku....... kau sama sekali tidak peduli lawanmu kuat ataupun tidak...... apakah kau akan tetap sadis seperti biasanya “ ( Harist )
Pahlawan ini mulai menanyakan kepadaku mengenai cara bertarungku seperti biasanya, tetapi sadis?
“ Jika kau memberikan peluang bagi musuhmu untuk menang, maka itu adalah sebuah kecerobohan....... aku bertarung dengan caraku sendiri, dan itu adalah diriku....... aku tidak cocok menjadi seorang ksatria sama sekali “ ( Rey )
Dengan nada biasa aku mulai mengatakan kepada pahlawan diriku seperti apa! Yang jelas aku bukanlah ksatria.
“ petualang Rank S termuda di Secille........ sekarang aku benar-benar tidak bisa meragukanmu sama sekali......... itulah sebabnya aku memutuskan mengalah padamu karena ada sisi yang tidak pernah kau tunjukkan sama sekali “ ( Harist )
Mulai menghela nafas dan menutup matanya, cara bicara pahlawan sudah mulai semakin akrab bagiku sekarang! Dan juga ia mengatakan untuk menyerah padaku? Untuk persaingan?
“ Terserah padamu saja “ ( Rey )
Membiarkan dia berasumsi sendiri mungkin bukan hal yang bagus! Ia tersenyum seperti orang yang menyebalkan sekarang! Apakah sekarang ia mulai bertindak sok akrab?
Tetapi aku sama sekali tidak begitu peduli, jelas tidak ada ruginya juga bagi diriku bila harus dekat dengan pahlawan.......
“ !!! “
Ketika kami sedang berbaring dengan nyaman, sepertinya seseorang mulai mendekati kami dari arah yang tidak terduga.
Orang itu memiliki rambut hitam sama sepertiku dan terlihat cukup gagah di depan.
Ia bersama dengan kedua gadis di sampingnya mulai mendatangi kami secara serentak.
“ Apakah ada keperluan hingga anggota osis datang ke tempat latihan ini!? “ ( Rey )
Mulai bertanya kepada anggota osis yang tiba di tempat kami, aku mulai menanyakan keperluan mereka untuk datang ke tempat latihan kelas satu.
Ketua osis hikkone yang akan menjadi lawanku pada pertandingan peringkat mulai mendatangi kami dan berkunjung ke tempat latihan murid kelas satu.
Ia datang ke tempat ini di dampingi oleh ratu es dan juga ksatria bara di dekatnya.
“ hey jaga ucapanmu..... meskipun kamu adalah bangsawan , tetapi tunjukkanlah sedikit rasa hormatmu kepada orang yang lebih tua!!! “ ( Helis )
Terlihat bahwa senpai cukup kesal dengan perilaku biasaku terhadap ketua osis, ia seperti akan meledak kapan saja.
“ maaf karena saya sudah berlaku tidak sopan, tetapi apakah gerangan hingga senpai sekalian ingin melihat sesi latihan ini “ ( Rey ) mulai membakukan kalimat.
Ketika aku mengatakan sebuah kalimat baku entah abgaimana ekspresi wajah dari mulai kebingungan!? Dia mulai memiringkan kepalanya ke samping seolah tidak mengeri dengan tata krama.
“ Kamu tidak perlu mengatakan kalimat formal, lagi pula aku bukanlah seorang bangsawan....... jadi bersikap biasa saja “ ( Hikkone )
__ADS_1
Ketua osis hikkone mulai tersenyum tipis dan memintaku tidak terlalu formal pada dirinya.
“ yukki-kun, tidak boleh seperti itu...... meskipun bukanlah bangsawan tetapi yang namanya tata krama itu adalah hal yang wajib, terlebih lagi kepada seseorang yang lebih tua “ ( Helis )
Salah satu dari senpai mulai merengek, ia memprotes sikap ketua osis yang acuh saja dengan tata krama.
“ helis-san “ ( Hikkone )
Ketua osis sepertinya tidak bisa menentangnya, ia seperti seseorang yang juga takut pada kekuatan wanita.
“ mengenai hal itu...... aku sendiri cukup tertarik pada latihan yang kamu canangkan...... apakah itu adalah gaya latihan kepulauan tenggara juga? “ ( Hikkone )
Karena ketua osis juga merupakan keturunan dari para imigran, ia jelas sudah mengetahui bahwa gaya berpedang kepulauan tenggara dengan baik.
“ itu bisa dikatakan juga benar...... tetapi aku memiliki standar tersendiri untuk melatih orang lain seperti yang diajarkan guru berpedangku dahulu....... teknik berpedang kepulauan tenggara jauh lebih sederhana dari itu tetapi menggunakan kuda-kuda yang sama....... pelatihan tambahan itu hanyalah untuk meningkatkan mental dari pengguna, terutama keinginan untuk bertahan hidup “ ( Rey )
“ bertahan hidup ya!? “ ( Hikkone )
“ bertahan hidup adalah hal yang terpenting...... seseorang bisa saja mati dengan mudah jika perang terjadi..... dan itu adalah hal yang wajar “ ( Rey )
“ me-memang benar apa yang kamu katakan, aku juga sependapat “ ( helis )
Tidak seperti sebelumnya, ksatria bara sepertinya setuju dengan ku atas satu hal yaitu bertahan hidup meskipun ia sebenarnya tidak begitu menyukainya.
“ kebetulan sekali kita berada di sini...... aku sudah sangat lama menantikan hal ini........maukan kamu menerima tantangan latihan dariku....... ini bisa menjadi pemanasan sedikit “ ( Hikkone )
Ketua osis hikkone mulai memintaku untuk latihan tanding! Jadi tujuan utama ia datang ke tempat ini bukan hanya untuk mengamati murid kelas satu latihan tetapi juga ingin mengetes kemampuanku.
“ hei..... Rey-san, kamu tidak perlu menanggapi hal itu..... bukankah sudah jelas bahwa ketua osis ingin memata-mataimu “ ( Herist )
Si pahlawan mulai berbisik kepada diriku! pada intinya ia memintaku untuk tidak terpengaruh pada ajakan ketua osis.
Tapi.........
“kedengarannya cukup menarik......... kebetulan sekali bahwa aku juga sedang begitu bosan jika terus memperhatikan saja...... jadi bisakah saya yang menentukan peraturannya “ ( Rey )
“ ya ...... tentu saja silahkan “ ( Hikkone )
Meskipun ini hanyalah jebakan tetapi sepertinya ketua osis sudah merencanakannya! Dengan senyumannya, ia sepakat dengan usulan yang aku ajukan barusan.
“ hey lihat-lihat, sepertinya Reyan-san dan ketua osis akan melakukan latihan tanding “
“ kedengarannya menarik..... kira-kira siapa yang akan menang “
Semua orang yang berlatih mulai terhenti seketika saat melihat tawaran tantangan latihan tersebut.
Hal ini sepertinya menjadi sebuah perhatian tersendiri karena dua orang yang seharusnya bertanding dalam final akan saling berhadapan sekarang.......
“ baiklah...... Ayo kita mulai, Ketua “ ( Rey )
“ tentu saja “ ( Hikkone )
__ADS_1