
...( Wilayah dekat Pegunungan Inkasia)...
Semenjak Informasi Yang diberikan oleh penyihir murni dan Orang-orang di Kuil suci menyebar, Aliansi Lusia kini telah diminta untuk berkumpul di wilayah utara kekaisaran Guardinia.
Wilayah tersebut terletak tidak begitu jauh dengan Pegunungan Mematikan Inkasia yang di dominasi oleh monster berbahaya.
Penduduk Yang berada di Wilayah itu telah dimintai untuk segera pergi dari wilayah, karena Perang dengan Ras Iblis dikatakan akan segera terjadi dalam waktu dekat.
Saat persiapan Telah memasuki lebih dari cukup untuk menahan serangan sementara.
Aliansi Dari negara-negara lain telah tiba satu Demi satu, untuk menyiapkan persediaan dalam perang.
........................................
...( Kediaman Baron Hermits, Persiapan di dalam Perang)...
Di kediaman seorang bangsawan pinggiran, Baron Hermits sedang melakukan sebuah pertemuan dengan seseorang Wanita.
ia adalah wanita dengan baju zirah Yang cukup ketat dan membawa sebuah perang tombak Yang cukup besar di punggungnya.
Wanita itu nampak menikmati sebuah pertemuan dengan Baron di kediamannya, apakah Yang mereka sedang bicarakan.
" Tidak terasa beberapa tahun berlalu semenjak perang sebelumnya, ini bahkan lebih cepat dari perkiraan...... saya benar-benar di buat pusing dengan semua ini " ( Baron James Hermits kepala keluarga saat ini
" Ya....... benar-benar sudah Lama ya, Tetapi perang adalah perang! kita tidak akan tahun kapan mereka akan menyerang " ( Theresia
Pahlawan Eunomia Theresia sedang berbicara dengan Baron Yang juga menggunakan zirah ketat.
Mereka berdua adalah teman seperjuangan Yang telah Lama tidak saling bertemu semenjak invasi sebelumnya.
" Mengungsikan Dan mengosongkan Wilayahku untuk sementara waktu bukanlah pekerjaan yang mudah...... saya benar-benar dalam masa sulit sekarang " ( James)
" ya........ Semua ini mungkin tidak akan pernah selesai, kita hanya menundanya hingga saat Yang di tentukan " ( Theresia)
" Semoga Saja Kematian kali ini tidak akan seperti pada Invasi sebelumnya....... " ( James)
Pembicaraan singkat mereka sedang berlangsung.
James merasa resah karena ia pasti akan menderita banyak kematian akibat perang mengingat bahwa pada perang sebelumnya, ia telah melihat banyaknya tumpukan mayat para pejuang.
Berbeda dengan James, Pahlawan Theresia hanya bereaksi datar.
ia nampaknya akan menerima apapun resiko Yang akan diambil karena perang adalah perang, tidak mungkin tidak memakan korban jiwa.
.........................
...( Desa Grassfied Dekat dengan pegunungan )...
" Cepatlah Cepatlah Cepatlah........ Jika Kalian terlambat untuk mengosongkan desa maka kalian akan menjadi korban nantinya...... Ras iblis bisa terbang melintasi pegunungan, jika kalian tidak cepat maka kalian akan mati!!!! "
Kalimat keras dari seorang ksatria kekaisaran kepada para penduduk desa.
Pemberitahuan kekaisaran untuk meninggalkan wilayah yang dekat dengan pegunungan Inkasia.
Para penduduk yang berada jauh pedalaman cukup terlambat menerima pemberitahuan tersebut.
Karena medan di desa Grassfied Cukup sulit untuk dijangkau karena rawa-rawa berbahaya, bantuan kekaisaran sangat terlambat untuk sampai.
Hari ini adalah eksodus masal para penduduk menggunakan Kereta naga, semua orang dipaksa untuk mengangkut semua barang berharga mereka dan keluarga untuk meninggalkan desa mereka.
" !!!!! "
" uh...... "
" Hei.... cepatlah, jika kau tidak cepat maka kau akan mati, Nak!!! "
kata seorang ksatria yang berteriak keras kepada seorang anak laki-laki.
" Maaf "
anak laki-laki itu mulai kembali berdiri, ia juga meminta maaf kepada ksatria tersebut karena sudah menghambat pekerjaannya.
Anak itu berlari ke arah seorang wanita, dan memeluk wanita itu dengan sangat erat.
" Ibu..... apakah kita harus meninggalkan desa kita sendiri "
kata anak laki-laki itu dengan wajah sedih.
Wanita itu hanya memberikan sebuah senyuman tipis, ia menutupi kesedihannya untuk tidak membuat putranya khawatir.
" Kita tidak punya pilihan lagi "
kata wanita itu kepada anaknya.
ia sepertinya sudah pasrah akan keadaan Yang terjadi, mereka harus meninggalkan desa mereka karena perang Yang akan terjadi.
" Tapi..... Tapi..... bukankah kenangan tentang ayah "
__ADS_1
kata anak laki-laki itu dengan wajah sedih.
" Weny, Kita harus segera pergi....... meskipun ini berat tetapi nyawa kita lebih berharga dari apapun sekarang "
kata wanita itu lagi.
wanita itu meyakinkan kepada putranya untuk pergi dari desa tempat tinggal mereka.
Meskipun ini terasa sulit karena anak itu masih mengingat kenangan tentang ayahnya Yang sudah tiada dan rumah kenangan mereka.
tetapi tidak ada Yang bisa mereka lakukan, karena menyelamatkan nyawa mereka lebih penting sekarang.
" Hmmmm.... "
anak itu mulai mengangguk, ia faham bahwa ibunya meminta untuk pergi bersama.
Ibu dan anak itu mulai menaiki kereta naga, mereka kemudian pergi bersama rombongan untuk meninggalkan desa mereka.
Eksodus ini adalah sebuah pilihan yang sulit, bagi warga desa. meninggalkan tempat tinggal sama seperti mengorbankan semuanya.
ada banyak lansia dan orang sakit Yang juga ikut do dalam rombongan, tetapi apakah mereka akan bisa bertahan ataupun tidak ke wilayah pengungsian Yang sudah di tentukan?
" .......... "
" Baiklah..... bersiap "
Sebuah kereta naga terakhir telah meninggalkan desa mengikuti rombongan di depannya.
Saat ini Desa telah kosong dari penduduk dan tidak ada siapapun di desa itu Yang terlihat.
" Nampaknya sudah Yang terakhir...... Tempat ini sekarang menjadi kota hantu "
kata seorang ksatria.
Sekarang tidak ada siapapun di desa tersebut.
para ksatria bersiaga di desa karena tempat itu dipercaya akan menjadi ruter serangan dimana Ras iblis akan memasuki wilayah benua lusia.
Para ksatria mulai berjaga dan berkeliling kesana kemari guna mengecek apakah masih ada penduduk yang tinggal di desa tersebut.
Pintu Demi pintu disetiap rumah terus dibuka, tetapi tidak ada satupun yang ada di desa tersebut.
Para ksatria memeriksa setiap rumah, memasuki tiap ruangan dan tiap tempat di desa tersebut.
tetapi seperti yang mereka kira, bahwa tidak ada satupun orang Yang tertinggal di desa.
" Semuanya, apakah kalian semua menemungkan seseorang yang tertinggal? "
kata seorang ksatria kepada semua orang.
Setelah selesai mengecek setiap rumah, para ksatria mulai berkumpul kembali ke titik pertemuan.
sebuah alun-alun di tugu desa menjadi tempat pertemuan mereka.
" Tidak Kapten, Sepertinya memang sudah tidak ada siapapun yang tinggal di tempat ini "
kata seorang ksatria tersebut.
ksatria menyebut orang itu sebagai kapten, ia adalah pemimpin dari Divisi ksatria kekaisaran Yang ditugaskan untuk menjaga desa Grassfied.
" Baiklah...... Bagaimana dengan tim lain! "
kata kapten ksatria.
" Hasilnya negative, Kami tidak menemukan apapun "
" Begitupula dengan kami "
para ksatria dari Tim lain menjawab bahwa mereka tidal menemukan penduduk yang tertinggal.
" Desa sudah aman....... Baiklah, Sekarang persiapkan diri kalian! "
kata kapten ksatria itu dengan tegas.
" Baik!!! "
jawab semua orang kepada kapten.
Desa sudah kosong, sekarang adalah saatnya para ksatria untuk mendirika barak keamanan guna menahan titik tersebut.
" Kapten, Kapten........ Ada sesuatu yang aneh terbang secara berkerumun di atas Pegunungan!!! "
kata ksatria yang berteriak histeris.
ketika para ksatria telah bersiap-siap untuk Barak pertahanan, seseorang ksatria tiba-tiba saja berlari dan berteriak histeris ke arah kapten ksatria.
Ia dengan terengah-engah memberitahukan kepada semua orang, bahwa terjadi sesuatu yang aneh di atas pegunungan inkasia.
__ADS_1
" Ada apa..... jelaskan sekarang juga "
kata kapten ksatria kepada bawahan tersebut.
Kapten meminta penjelasan dari bawahan mengenai hal Yang Ia lihat tersebut.
ksatria itu mulai menenagkan diriku dan mengambiln nafas Panjang.
ia sekarang sudah mulai tenang, keringat dinginnya mengalir desar seakan -akan ada seuatu yang berbahaya.
" Silahkan anda lihat dengan teropong ini....... Di baagian atas pegunungan tersebut, terdapat seskawanan Yang menutupi angkasa! "
kata ksatria itu kepada kaptennya.
Ia mengatakan kepada kaptennya bahwa ada sesuatu yang ia lihat melalui teropong dari atas pegunungan.
ia juga memberikan teropong tersebut kepada kapten ksatria guna memperlihatkan langsung pada dirinya.
" ....... "
kapten mulai mengambil teropong tersebut. ia mengarahkan sebelah matanya ke dalam teropong untuk melihat sesuatu diatas pegunungan tersebut.
" !!!!! "
" Tunggu....... itu segerombolan Burung!? tidak...... Tidak!!!! "
Setelah kapten ksatria melihat ke arah tersebut, ia awalnya mengira bahwa itu merupakan segerombolan burung Yang terbang di atas pegunungan Inkasia.
tetapi ketika kapten tersebut melihat lebih jelas, ia langsung panik dan berteriak.
" Kapten! apa yang anda lihat! "
kata seorang bawahannya.
bawahan tersebut mulai bertanya kepada kapten dengan suara keras, ia menanyakan apakah yang dilihat kapten dari atas pegunungan.
" Segera Tulis pesan kepada Divisi lain!!! Siapkan Para penyihir sekarang!!! Iblis Akan Menyerang......... Ku ulangi Iblis akan Menyerang!!!! "
kata kapten itu dengan sangat panik.
" Iblis!!!!! "
Para ksatria mulai bersiap siaga dalam keadaan penuh.
seseorang dengan cepat langsung mengirim sebuah Surat untuk diberitahukan kepada divisi lain.
Lasser Demon Yang telah diperkirakan kini telah bersiap untuk melakukan sebuah serangan kepada mereka.
" Persiapkan diri kalian, Iblis telah menyerang!!! "
teriakan kapten ksatria kepada semua orang.
para penyihir telah bersiap di posisi masing-masing, dan para ksatria kini telah mengambil posisi untuk bersiap melawan sesuati yang buruk.
" Tch...... padahal rombongan baru saja berangkat dari desa ini, mengapa mereka menyerang di saat yang tidak menentu seperti ini! "
gumam seorang ksatria tersebut.
Rombongan tidak Lama meninggalkan desa tersebut, tetapi di saat Yang sama para iblis telah datang dan terbang untuk melakukan sebuah serangan pertama.
" Sihir telah, siap....... Tembak!!! "
komando pasukan sihir.
..." Lightning Great Arrow!!!! " ...
para penyihir telah menyelesaikan mantra mereka secara bersama-sama.
serangan sihir petir dengan skala besar mulai mengarah ke atas cakrawala, ke target dimana para lasser demon terbang beraamaan.
" Booooommmmm "
ledakan besar telah terjadi di angkasa, para lasser demon bersayap terkena ledakan tersebut dan mulai berhamburan jatuh ke tanah.
Pertempuran kini tidak bisa lagi terhindarkan.
para lasser demon yang melihat sebuah desa di bawah mereka, kini mulai mendarat secara sepihak mempersiapkan untuk pertarungan.
para ksatria Yang melihat lasser demon itu, mulai maju dan mengarahkan perang mereka kepada laser demon.
Desa telah berubah menjadi sebuah pertempuran berdarah antara ksatria manusia melawan para lasser demon di desa grassfied.
Di arah lain dari kejauhan, para penduduk Yang melihat sebuah kobaran api merah dan langit darah di tempat desa mereka mulai merasa takut.
meskipun desa sudah jauh di belakang, tetapi para penduduk masih merasa ketakutan.
mereka ketakutan karena iblis bisa saja tiba di tempat mereka dan menyerang mereka di saat genting tersebut.
__ADS_1
Kereta naga berpacu dalam kecepatan penuh, meninggalkan Medan perang pertama untuk masuk lebih dalam ke wilayah kekaisaran.