
( POV : Harist )
...- Situasi Barak Timur, Garis depan -...
" Boommmm...... Booommmm....... Booommm "
Suara ledakan terus terdengar sepanjang pertempuran tanpa mengetahui kapan Akan terhenti.
Orang-orang terus berusaha bertahan melawan serangan dari para iblis dan monster sepanjang pertarungan.
Terus menerus berjuang tanpa mempedulikan hidup mereka dan terus melawan musuh tanpa tahu kapan semua akan berkahir.
Detik Demi detik, setiap darah berguguran mengorbankan nyawa mereka.
Medan perang menjadi semakin tidak karuan. semua orang terus melawan musuh Yang seakan-akan tiada akhir Yang menyenangkan.
" !!!!!!! " menebas musuh dengan pedang pusaka.
" Kyuuuuuuu!!!! " teriakkan musuh kepada seseorang digaris depan.
" Tidak ada..... Tidak akan ada habisnya, semua ini, tidak akan Berakhir begitu saja!!!!!!! "
_Harist.
terus mengayunkan pedang untuk melawan setiap musuh Yang datang kepada diriku. aku sudah tidak tahu sudah berapa babyak musuh yang sudah ku habisi.
Dengan tubuh yang penuh dengan cipratan darah Yang kotor, aku terus berjuang tanpa mengetahui kapan semua ini akan berakhir.
Persaan Yang terus ku rasakan bukanlah rasa bersalah, tetapi adalah rasa ingin tetapi bertahan hidup hingga akhir.
Sebagai seorang pahlawan Yang mengemban tugas berat ini, aku tidak boleh kalah disini ataupun kalah pada sainganku Yang bertarung dengan sengit.
satu Demi satu, setiap monster besar yang datang dihabisi oleh ledakan Yang diarahkan kubu penyihir.
" Haaaaaaa!!!!!! "
Tidak ingin kalah dalam apapun, aku terus berteriak sepanjang pertempuran dan terus mengarahkan setiap serangan kepada musuh.
meskipun jumlah kami sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan musuh, tetapi kami semua tidak akan kalah.
perlahan tetapi pasti, semua ini nampaknya membuahkan hasil. pasukan musuh berkurang sedikit Demi sedikit.
dikubu kami, kami juga kehilangan banyak rekan kami dari peperangan ini.
" Hah hah hah " terengah-engah.
__ADS_1
Aku mulai merasa terengah-engah dengan situasiku saat ini.
Saya sangatlah kelelahan, begitu kelelahan hingga rasanya ingin mati dan tidak bisa merasakan apapun lagi.
seorang pahlawan pasti akan merasakan perasaan ini, sebuah perasaan lelah untuk sebuah perabg tanpa akhir.
tetapi......
Tidak ada alasan untuk menyerah pada Hidup!!!!
" Wahai suara snag bintang, dengarkanlah sebuah keinginan ini........ hancurkan semua musuhmu, tinggalkan semua, berdama serpihan sang bintang, hancurkanlah takdir........... Ark Of Attair!!!!!! "
_Harist.
Mulai mengaktifkan kemampuan pahlawan Yang saya miliki.
Ertugrul mulai bersinar dengan sangat cerah menghalangi setiap pandangan musuh Yang melirik.
Serpihan-serpihan debu cahaya mulai menyebar bagaikan Lautan kelopak bunga Cahaya dalam radius Yang besar.
Baik Iblis, Monster dan golem terkena serangan ini dalam jumlah Yang begitu besar.
" Huuuuuuu!!!!!! "
Sebuah ledakan besar mulai timbul dengan area radius Yang cukup untuk menghancurkan setengah pasukan musuh Yang ada dihadapan.
" apakah semua telah berakhir!? "
_Harist.
...°°°°°°°°°...
( POV : Author )
Dalam keadaan Yang cukup mendesak, Harist mulai menggunakan kekuatan pahlawan miliknya untuk menyerang musuh dalam jumlah besar.
Sebuah serpihan cahaya memenuhi kubu musuh dalam jangkauan Yang cukup luas hingga menutupi setengah dari mereka.
tidak. Lama setelahnya, ledakan Yang cukup besar menghanguskan musuh tanpa menyisahkan apapun dari mereka.
setengah dari pasukan musuh telah berhasil dihabisi dengan kekuatan pahlawan Yang harist lepasakan pada saat Yang sama.
" Apakah ini telah berakhir "
orang-orang Yang melihat kekuatan besar itu sangat takjub dibuatnya.
__ADS_1
serpihan cahaya bintang Yang cukup indah memenuhi Medan perang bersamaan dengan setiap darah Yang gugur di dalamnya.
" Hah hah hah "
harist terlihat sangat kelelahan dibuatnya. kemapuan pahlawan miliknya cukup besar untuk menyapu setelah pasukan musuh Yang ada dihadapannya.
" phak phak phak " suara langkah kaki Mulai terdengar
" !!!!!!! " tekanan Yang sangat kuat.
ketika semua orang merasa bahwa ini telah berakhir, secara tiba-tiba tekanan Yang sangat kuat mulai dirasakan di seluruh Medan perang.
" !!!!!!! "
sebuah kabut berwarna merah darah malai menyelimuti Medan perang bersamaan dengan aroma darah Yang sangat kuat.
" ......... "
melihat semuah kabut merah darah Yang cukup mengerikan, para monster dan pasukan iblis menghilang dalam sekejap dan berubah menjadi kabut darah.
orang-orang Yang melihat pemandangan itu mulai merasa ketakutan seakan melihat sebuah mimpi buruk Yang cukup nyata....
" Ara.......... Apakah para manusia hanyalah pecundang Yang ketakutan melihat pemandangan indah ini, kalian harusnya bersyukur karena aku tidak merubah kalian menjadi awan darah begitu saja " kata seseorang.
perlahan mulai terdengar suara seorang wanita dalam bahasa manusia Yang cukup aneh untuk didengar.
Kabut-kabut daeah mulai berkumpul menjadi satu dan membentuk sebuah sosok Yang ada dihadapan.
" !!!!! "
sosok tersebut mulai terbentuk dari setiap kabut darah Yang berkumpul seakan memberikan sebuah ketakutan.
sesosok wanita dengan telinga panjang seperti elf dan gigi taring mulai muncul dihadapan semua orang Yang melihat.
sesosok wanita dengan rambut putih dan telinga panjang kini muncul dari kabut-kabut darah tersebut.
Ia memberikan sebuah senyuman cantik dan mengerikan kepada setiap orang Yang melihatnya.
" Vampire "
_Harist.
Harist mulai mengucapkan sesuatu ketika melihat sosok tersebut.
Vampire, sebuah kata Yang mungkin terdengar asing bagi penduduk benua lusia Yang melihat sosok itu.
__ADS_1
" hallo....... Pahlawan manusia "
_Kanna.