The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 5 Ch. 15 : Duel


__ADS_3

Tiga hari semenjak insiden perkelahian murid tersebut, kini hari yang dinanti telah tiba.


Duel antara Eugeon dan juga Redric telah diadakan.


Para murid di arena mulai antusias untuk melihat duel tersebut, Baik itu murid bangsawan dan juga Rakyat biasa tertarik untuk melihat duel itu.


Eugeon dikenal sebagai Seorang Ksatria sihir yang meniak akan pertarungan dan selalu hilang kemdali saat ia mengatakan Pertarungan itu menyenangkan seperti permainan.


Sedangkan Redric adalah seorang murid yang cukup di segani para bangsawan karena gelar duke nya dan juga ia takuti oleh para murid biasa karena selalu bermasalah dengan mereka.


Mereka berdua menadapatkan dukungan dari dua kubu Murid yang saling bertentangan dimana meskipun eugeon dikenal sebagai Si maniak pertarungan tetapi banyak Murid Rakyat biasa yang mendukung dirinya.


Sedangkan Redric mendapat dukungan dari Fraksi Bangsawan Tingkat atas.


Yurikka dan Anastasya ikut hadir dan melihat duel tersebut, mekipun mereka hanya melihat dari kejauhan.


( Di sisi eugeon )


“ Hoy Eugeon.......Hati-hatilah, jangan sampai kau tersulut olehnya “ ( Helic )


“ ah..... aku tahu itu, aku akan lebih waspada “ ( Eugeon )


“ Berjuanglah...... “ 


“ Kami semua mendukungmu “ 


“ Terimakasih.......semuanya “ ( Eugeon )


( Di sisi Redric )


“ Aku yakin anda bisa mengalahkan bangsawan rendahan itu, Redric-sama “ kata seorang wanita kepada redric.


“ Tentu saja, aku pasti akan memberikannya pelajaran “ ( Redric )


Para tim telah selesai menyemangati, kini Eugeon dan Redric telah maju ke area.


‘ Eugeon ......semoga kamu beruntung ‘ (Yurikka )


Yurikka mengepalkan kedua tangannya dan mendoakan agar eugeon memenangkan duel.


“ Di dalam duel ini sebagai ksatria sihir, kalian di izinkan untuk menggunakan Sihir dan teknik lainnya....... tidak ada peraturan khusus dalam pertarungan ini, kalian benas melakukan apapun........ kecurangan dengan bantuan orang lain tidak di izinkan di dalam duel ini, kalian hanya boleh menggunakan kekuatan kalian sendiri....... pembunuhan tidak di izinkan di dalam duel ini, oramg pertama kali jatuh atau menyatakan menyerah adalah pihak yang kalah di dalam duel ini “ “ apakah ada pertanyaan lain “ 


 Pelatih mulai menyampaikan pesan dan peraturan di dlaam duel tersebut.


“ Tidak  “ 


Eugeon dan Redric nampak telah mengerti aturan dari pertarungan tersebut.


“ baiklah......ketika aku mengatakan mulai maka duel ini akan di mulai “ “ Eugeon Melawan Redric Von Freybart “ kata pelatih.


Eugeon telah bersiap dengan kuda-kudanya menandakan ia akan menyerang , sementara Redric hanya diam santai tanpa memikirkan apapun.


Pelatih mulai pergi keluar dari lingkaran Area ia kemudian mulai mengangkat satu tangannya.


“ Bersiap......Mulai !!! “ 


Pelatih muali menurunkan tanganya pertanda dimualinya pertandingan.


Eugeon dengan cukup cepat langsung menyerang redric tanpa pikir panjang.


Redric mulai menanggapi ya dnegan menangkis serangan tersebut dengan pedang miliknya.


“ Tak tak tak!!! “


Mereka saling beradu pedang satu sama lain. Eugeon terlihat cukup bersemangat dnegan Wajah senyumnya.


Redric yang melihat hal itu nampak cukup kesal, ia nampak tidak menyukai senyuman mengerikan eugeon.


“ Hey.....kudengar kau tidak bisa menggunakan sihir bukan....... menagapa kau tetap keras kepala menjadi seorang ksatria sihir “ ( Redric )


Redric mulai mengoceh, ia berusaha untuk memprovokasi eugeon dengan ejekan tersebut.

__ADS_1


“ Entahlah....... Apakah kau pernah mendengar kalimat pepatah TONG KOSONG NYARING BUNYINYA......... Lagi pula itu juga bukanlah urusan sampah sepertimu “ ( Eugeon )


Eugeon mulai balas mengejek ucapan Redric dengan menyebutnya sebagai tong kosong dan juga sampah.


“ Kau!!! Sialan Kau!!!! “ ( Redric )


Redric yang sedari awal ingin memancing eugeon kini nampak tersulut emosi akibat ejekan dari eugeon. 


Ia dengan cukup sembrono mulai maju dan menyerang eugeon tanpa pikir panjang.


“ Tak !!!!“ 


Eugeon dengan sigap berhasil menangkis serangan itu. Redric nampak sangat kesal dan menunjukan ekpresi tidak menyenangkannya.


“ Tch......kau hanyalah kaum Rendahan......aku akan menunjukkan siapakah ksatria sihir sesungguhnya kepadamu “ ( Redric )


Aura api menyalah tiba-tiba saja muncul dan menyelimuti redric seperti sebuah jubah pelindung.


Eugeon yang merasa sepertinterbakar akibat jubah itu langsung mundur kebelakang dan menjauhi tempat itu.


“ Jadi ini adalah teknik rahasia Duke Freybart hah! Perlindungan api Sang Roh Tinggi, Pheonix “ ( Eugeon )


“ Ha ha ha......benar sekali, inilah kekuatan dari bangsawan sebenarnya........ lihatlah ini, Rendahan “ ( Redric )


Dengan menyombongkan kekuatannya ia menunjukan semyuman yang meremehkan lawannya. Kekuatan dari roh pelindung Pheonix kini telah menunjukan kekuatannya.


( Di sisi penonton )


Para saksi nampak risih dengan keadaan tersebut, mereka mulai saling bergumam satu sama lain.


“ Dengan kekuatan sebesar ini, aku yakin si Eugon itu pasti akan kalah “ gumam para murid bangsawan.


Pera murid bangsawan mulai membanggakan kekuatan redric dan mulai menyombongkan hal tersebut. Mereka semua berpendapat bahwa eugeon pastinya akan kalah karena tidak mungkin bisa menghadapi kekuatan api tersebut.


“ Bagaimana ini, apakah eugeon bisa menang “ 


“ tetapi jika ia kalah maka para bangsawan itu akan semakin menindas kita bukan “


Para murid biasa nampak cukup risih, mereka juga mengetahui bagaimana kekuatan perlindungan Peonix itu sebenarnya.


Mereka sangat khawatir bila eugeon dikalahkan, maka para murid bangsawan dan juga redric akan semakin mengganggu mereka semua.


“ Yulia-san, bagaimana ini......apakah eugeon-san bisa menang melawannya “ ( Anastasya ) 


Anastasya nampak sangat khawatir, ia juga mengetahui hl tersebut. Bahwa tidak mungkin bisa mudah mengalah seseorang dengan perlindungan roh.


“ Tidak apa-apa, aku yakin Dia pasti bisa menghadapinya “ ( Yurikka )


‘ Aku yakin kamu bisa menang melawannya Eugeon, Aku percaya padamu ‘


Berbeda dengan yang lainnya, yurikka nampak cukup tenang. Ia dengan cukup yakin bahwa eugeon bisa menangkan duel tersebut.


Kembali ke pertarungan eugeon.


Eugeon napak terdiam sesaat dan tidak melakukan gerakan apapun.


“ Hah!? Apakah sekarang kau sudah putus asa, dan menyerah sekarang juga....... sebagai bangsawan, aku dnegan senang hati akan mengampunimu jika kau menyerah dan berlutut di hadapaku...... “ ( Redric )


Dengan ekpresi menyebalkannya redric nampak mengejek eugeon dan memintanya untuk menyerah secepat mungkin.


“ !!! “


Eugeon yang mendengar hal itu nampak mulai sedikit tertawa.


“ Berlutut dan menyerah padamu kau bilang........ hah!? Jangan bercanda, siapa yang ingin berlutut dihadapan badut sepertimu “ ( Eugeon )


Eugeon dnegan nada sombong mulai kembali mengejek redric dengan sebutan badut.


“ Kau!!! B*ngs*** kau!!!! “ ( Redric )


Mendengar ejekan tersebut, redeic Nampak semakin marah. Ia tidak bisa menyembunyikan emosinya yang meluap tersebut.

__ADS_1


“ Aku akan menunjukan kepadamu siapakah Bossnya “ ( Redruc )


Redric mulai mefokuskan kekuatannya. Bola-bola api kecil mulai meluap ke udara dan beterbangan di sekitarnya. Tidak lama bola-bola itu berubah menjadi bentuk Sebuah panah.


“ Terima ini....... Aura Fire Bows!!! “ ( Redric )


Panah panah itu mulai melesat ke arah eugeon, dengan jumlah yang cukup banyak.


Eugon tetliht kesulitan menghindari panah panah tersebut, tetapi ia memaksakan dirinya untuk menghindari hal itu.


“ hsssttt!!! “ satu paha berhasil mengenai dirinya, tetapi panah itu hanya mengenai pakaian miliknya.


“ Tch....... Kekuatan yang merepotkan “ ( Eugeon )


Eugeon mulai mengertakan Giginya. Dari sekian banyak musuh yang ia hadapi, redric adalah musuh yang ia anggap paling menyebalkan.


“ !!! “


Ketika ia menganggpa eugeon adalah lawan yang mudah, redric mulai membakar pedang kayunya di hadapan para hadirin.


Pedang itu dibakar hingga tidak tersisa dan hanya menyisahkan abu yang berterbangan.


" Ha ha ha...... aku telah mendapat perlindungan snag roh api, Phoenix...... aku bisa mengalahkanmu dengan mudah, aku tidak butuh batang kayu ini “ ( Redric )


Dnegan nada sombongnya ia mulai meremehkan eugeon, redric berpendapat bahwa ia tidak membutuhkan sebuah pedang kayu untuk bisa mengalahkan eugeon.


“ Kau benar-benar bodoh, Eugeon..... apakah kamu berfikir bahwa rambut hitam itu menarik!? Rambut hitam adalah pembawa mala petaka......... wanita itu hanyalah sebuah alat, aku bisa mendapatkannya dengan cukup mudah........  termasukmwanita berambut hitam itu, aku pasti akan menjadikan nya mainanku “ ( Redric )


Redric mulai semakin menjadi, ia mulai menyebut wanita di depan kepala eugeon dan mulai menghinakan yurikka begitu saja. ia juga berniat menjadikan yurikka sebagai salah satu mainan nya.


Sesaat ekpresi eugeon berubah menjadi tidak senang, ia mulai menunjukan ekpresi yang cukup dingin pertanda bahwa ia sangatlah marah.


“ Menjadi mainanmu hah! “ ( Eugeon )


Dengann nada kecil eugeon mulai mengatakan hal tersebut.


...‘ Meskipun aku tidak bisa mengerti dirimu, tetapi kamu adalah wanita yang cukup merik bagiku......... tidak peduli kamu adalah iblis ataupun malaikat, aku tidak mengerti dengan tindakanmu....... tetapi di saat yang sama kamu memberikan sebuah kebaikan yang begitu tulus dan juga perhatian kepad orang orang yang dekat denganmu ‘ ‘ sifatmu yang tidak bisa kunperkirakan tersebut mirip seperti seseorang yang telah lama meninggalkanku ‘ ‘ Rasanya seperti aku kembali melihat ibu Ratu, yang telah wafat dan pergi meninggalkanku ‘...


Perlahan eugeon mulai menunjukan ekpresi marah di wajahnya seakan tidak menderima semua hinaan yang telah dilontarkan redric sebelumnya.


“ Tidak akan aku biarkan seseorang sekali lagi merenggut orang yang berharga bagiku........ aku akan memastikan untuk membunuh mereka tepat dihadapanmu “ ( Eugeon )


“ !!! “ 


Redric yang terlihat bingung dnegan prilaku eugeon tersebut, ia seolah melihat seorang pembunuh berhati dingin yang siap menikamnya kapan saja.


Keringat dingin mulai muncul di dikeningnya, tetapi ia dnegan tegak mempertahankan ideologinya tersebut.


“ Eugeon!!!! Jangan dengarkan orang itu!!! “ “ Aku tau Kamu itu sebenarnya sanagt kuat.......... kamu lebih kuat dari si Breng**** itu “ “ jadi..... buatlah si breng***** itu berlutut!!! “ teriak seorang wanita kepada eugeon.


Semua orang mulai melirik ke arah wanita tersebut, mereka smeua nampak heran dengan orang itu.


Mengapa ia bisa mengatakan bahwa eugeon leboh kuat dari redric dan mengapa ia berteriak dnegan cukup lantang seperti itu.


“ Yu-yulia-san “ ( Anastasya ) 


“ Tidak apa-apa.....aku yakin ia pasti bisa memenangkan pertandingan ini “ ( Yurikka )


Wanita tersebut adalah Yurikka. Ia yang telah menyemangati eugeon dan berteriak kepadanya.


Eugoen yang menoleh ke arahnya mulai tetsenyum dnegan cukup lebar, seolah olah itu adalah hal yang cukup spesial.


“ ya ampun........ jika kamu menjadi wanita yang merepotkan seperti itu, aku benar-bisa bisa jatuh hati kepadamu “ ( Eugeon ).


Eugeon mulai kembali serius dalam duel ini. Ia mulai memasang mode yander nya dan mulai fokus untuk mengalahkan redric yanga da di hadapannya.


“ Aku tidak suka menunjukan kartu trufku kepada sampah sepertimu tetapi, karena wanita itu...... nampaknya aku harus melakukannya “ ( Eugeon )


Eugeon mulai menutup kedua matanya.........


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2