
“ Ano~Senpai, Ini mungkin tidak begitu sulit........Maukah Senpai Berpura-pura jadi pacarku!!!! “ ( Rey )
“ Eh? Huhhhhhh “ ( Shinjou )...
Aku berencana untuk menjadikan Senpai sebagai Tameng untuk Menolak para gadis secara halus, Penampilannya memang mirip Perempuan tetapi ia itu sebenarnya laki-laki.
“ Apa kau Gila!!!!........... aku ini laki-laki loh, Mana mungkin aku mau menderima permintaan Aneh seperti itu! “ ( Shinjou )
Ah aku sudah tahu jika itu adalah reaksinya.
“ Bukankah tidak masalah....... Selama Senpai terlihat seperti perempuan! Itu bukanlah masalah.........Lagipula Semua Murid kecuali Kisui-san tidak menyadari jika senpai adalah seorang laki-laki “ ( Rey )
“ Mustahi! Mustahi! mustahil!!!!........ hal itu jelas-jelas hal itu mustahi!!!.......aku tidak akan menuruti permitaan aneh seperti itu “ ( Shinjou )
“ Eh!!? Bukankah Senpai yang mengatakan akan membatuku......... Lagipula aku tidak memerlukan Uang maupun hal apapun. Yang aku inginkan adalah bisa menjalani kehidupan yang tenang tanpa diganggu oleh individu tertentu “ (Rey)
“ Tetapi......ini berada diluar perjanjian,Bisakah minta hal lain saja “ (Shinjou )
“ Ayolah Senpai......Kumohon !!!” (Rey ) sedikit menekan dengan Muka Kebaikan.
Aku terus menekan senpai!!! sampai ia benar-benar bisa setuju dengan permintaanku. aku terus menekannya sampai ia mau melakukannya dan Pada titik akhir Senpai akhirnya mengalah.
“ Baiklah aku akan turuti permintaanmu.......... anggap saja ini adalah bentuk balas budi “ ( Shinjou ) dengan Wajah mengkerut.
“ Yeah !!!!!! Terimakasih senpai ternyata kamu cukup baik juga “ ( Rey ) dengan senyuman jahat.
Senpai akhirnya mau untuk berpura-pura menjadi Kekasihku.
Dengan adanya senpai dipihakku, aku sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi akan pernyataan cinta yang terus mengarah kepadaku. Sungguh sangat beruntungnya aku!!!!
...‘ Hah!!!! Dasar iblis........ Menjadikanku sebuah tameng untuk Menolak pernyataan cinta seseorang, dan membuat diriku menjadi korban bullyan para gadis.........dasar kohai yang tidak berperasaan ’...
[< Note Hiroku : Ini bukan cerita bertema Gay........ Shinjou sejatinya hanya dijadikan tumbal untuk Kehidupan tenang Rey dan ia nantinya Yang akan mendapatkan perlakuan Bully dari Para Perempuan di kelas........... shinjou juga tidak bisa menolak permintaan Rey karena ia memerlukan kekuatan Rey Untuk membantunya membalaskan dendam sekaligus mengatur rencana untuk menolong adiknya yaitu Miyu dari tangan akagiri >]
...◆...
...◇...
...◆...
...◇...
...◆...
3 Hari semenjak Hichi-chan ada disini.
Dia benar-benar sangat membatu, aku tertolong.
Awalnya aku menyelamatkannya karena Ia Terlibat masalah, tetapi belakangan ini aku jadi sering mengandalkannya untuk produksi potion yang aku kerjakan.
Aku sangat beruntung bertemu dengannya karena ia bisa menggunakan Sihir dan Teknik roh air.... Sungguh sangat berguna karena aku bisa meningkatkan jumlah produksi Healing Potion saat ini.
“ Mainna-dono dimanakah aku harus menaruh Potion ini sekarang? “ ( Hichiko ).
“ Tunggu sebentar, aku akan mempersiapkan Kotak Tambahan “ ( Mainna )
Kami saat ini dengan dalam produksi Potion sebelum Pedagang datang.
ini sudah Botol Ke 15, kami bisa beristirahat untuk sementara.
Hichi-chan Adalah tipe orang yang sanagt berbakat dalam penggunaan sihir, ia bisa langsung menggunakan Pengaliran sihir yang ku ajarkan padanya.
Ia sepertinya tipikal orang yang mirip dengan Rey-chan yaitu orang dengan Bakat alami.
Dia hanya memperhatikan bagaimana aku mengalirkan Energi sihir dan Takaran Tanaman obat untuk pembuatan potion , tetapi hanya dalam 2 hari ia biasa mengerti apa yang aku ajarkan dan langsung bisa mempraktikan nya.
“ Baiklah Silahkan Masukan ke kotak baru ini “ ( Mainna ).
“ Baiklah Mainna-dono “ ( Hichiko )
Setelah memasukka botol terakhir didalam kotak, aku langsung menutupnya dan langsung merapalnya dengan Sihir pengaman.
“ Fuih!!!! Akhirnya Bisa selesai juga....... Hichi-chan Benar-benar sangat membantuku “ ( Mainna )
“ Tidak juga....... aku masih belum bisa apa-apa, ini semua berekat Mainna-dono..... jika saja aku tidak bertemu dengan Mainna-dono, aku pasti sudah dijadikan Istri oleh Orang itu......Terimakasih banyak untuk semunya, mainna-dono “ ( Hichiko ).
Denagn agak malu-malu hichiko mengatakan jika ia sangat berterimakasih kepada diriku. Aku telah menyelamatkan dirinya dari pernikahan paksa, jadi itu mungkin adalah hal yang wajar.
“ Tidak masalah.......... lagi pula aku juga sedang mencari seorang karyawan untuk membantuku “ ( Mainna ) dengan senyuman.
“ Mainna-dono “ ( Hichiko ).
__ADS_1
Secara spontan Hichiko langsung memeluk diriku.
“ Tidak apa-apa............ lagi pula jika aku pergi suatu saat nanti, Hichi-chan Bisa melanjutkan Bisnisku disini “ ( Mainna )
Dengan momen yang bagus, aku mengatakan jika diriku akan segera pergi dan mempercayakan bisnis pembuatan potion kepada Hichiko.
“ Mainna-dono akan Pergi? “ ( Hichiko ) dengan sedikit kebingungan.
“ Ya......... aku hanya akan tinggal di sini selama 2 tahun, setelahnya aku dan Rei-chan akan kembali ke Daratan Lusia “ ( Mainna ).
Hichiko terlihat sedih saat aku mengatakan akan kembali ke daratan lusia dalam 2 Tahun dari sekarang.
“ Padahal Kita baru saja bertemu.......... tetapi Mainna-dono, kumohon tetaplah tinggal disini “ ( Hichiko ).
Hichiko sepertinya tidak ingin aku pergi dari sini. Tetapi aku harus menyakinkannya agar ia bisa tinggal disini tanpa diriku dan menjadi mandiri.
“ Hichi-chan ...... Dengarlah...... Kamu harus bisa hidup Mandiri tanpa diriku disini “ ( Mainna )
Aku mengatakan hal tersebut agar Hichiko bisa hidup mandiri disini.
“ Jika begitu tolong bawalah aku bersama kalian berdua....... kemanapun Mainna-dono pergi aku akan tetap mengikuti mu, meskipun itu ke ujung dunia “ ( Hichiko ).
Hichiko masih bersikeras untuk hal itu.
Aku mulai mengeelengkan kepalaku kepadanya.
“ Hichi-chan, aku tidak bisa membawamu ke Daratan Lusia karena tempat itu akan sangat berat untukmu........ Hichi-chan harus tinggal disini dan melanjutkan bisnisku, Bukankah Kamu ingin sukses dan bisa membanggakan Ibumu....... Negeri ini Masih kekurangan Obat-obatan........ jika Hichi-chan Pergi maka Obat-obatan di negeri ini tidak akan berkembang lebih baik....... Aku mempercayakan Hichi-chan untuk melanjutkan Tekad dan bisnisku..........Tolong rubahlah Negeri ini dengan tangamu sendiri....... aku akan sangat Senang jika bisa memiliki Murid yang berpengaruh untuk Suatu Negeri “ ( Mainna ) dengan kata-kata lembut.
Hichiko sepertinya mulai bisa menderima apa yang aku katakan.
“ Baiklah jika itu yang mainna-dono inginkan. Aku akan tetap disini dan membuatmu bangga “ ( Hichiko ).
Aku tahu ia pasti akan sedikit kecewa. aku bisa melihatnya dari wajahnya.........
“ Hei.......Apakah Ini Benar Rumah Nona Dari Daratan seberang!!....... Jika Benar, keluarlah !!!! dan serahkan gadis itu padaku “
Teriak seorang pria dari luar.
Suaranya sangat keras dan itu sangat menggangguku.
Hichiko mulai terlihat gelisah saat mendengar suara pria itu.
Tanpa menungu waktu lama, aku langsung keluar untuk menghadapi pria itu.
“ Akhirnya kau keluar juga!!!! Jika kau sudah mengerti situasinya maka cepat serahkan Gadis itu!! Jika tidak kau akan menyesalinya “ Kata pria itu dengan suara keras.
Dia adalah pria yang tempo hari mengejar Hichiko dipasar, ia masih belum menyerah juga.
“ Sudah ku katakan aku tidak akan menyerahkan Hichi-chan kepadamu !!!! “ ( Mainna ) dengan Nada keras.
Aku mulai membentak pria itu.
“ Sepertinya tidak ada negosiasi....... Kau pasti menyesal nona!!! Ayo serang dia “
Pria itu menyuruh semua anak buahnya untukmengeroyok kami.
“ Mainna-dono “ ( Hichiko ) Hichiko terlihat gemetar.
“ Tidak apa-apa Hichi-chan, tetaplah berada dibelakangku “ ( Mainna )
Aku memintanya untuk bersembunyi dibelakangku.
“ Hyaaahhh ........ “ tetiakan Orang-orang suruhan itu.
Dengan secepat mungkin aku mulai merapalkan sihirku.
“ Dengan Izin sang Bumi ku perintahkan padamu Buatlah orang-orang ini tidak bisa berdiri........SIHIR GRAVITASI : GRAVITY AREA “ ( Mainna)
Dengan sangat singkat Area dimana orang-orang itu berada mulai menjadi sebuah lingkaran sihir.
‘ Brukkkkk ‘ satu demi satu orang-orang tersebut terjatuh karena tidak bisa menahan berat tubuhnya.
Ada satu orang yang mulai berusaha berdiri tetapi aku dengan sangat cepat penambahkan tekanan gravitasinya sehingga orang tersebut terjatuh kembali.
“ Sial......Berat sekali “ kata salah satu dari mereka.
Tekanan gravitasinya sudah cukup berat untuk mereka
“ Dengan kilauannya yang indah dan kekuatannya yang kuat...... SIHIR PERMATA : PILLAR BERLIAN “ ( mainn )
‘ Drkkkkk ‘ ‘ Drkkkk ‘ Drkkkkk ‘ “ Ahkkkk “
__ADS_1
Satu persatu Pilar batu berlian muncul dibawah kaki mereka, mereka terpukul oleh pilar yang aku buat dan aku buat mereka menumpuk seperti kue lapis.
Para orang bawahan itu pingsan karena pukulan yang cukup keras. aku menyisahkan ketua mereka yaitu pria yang tempo hari pernah ku hajar sebelumnya.
Aku mulai berjalan menuju pria itu , ia terlihat sangat gemetar saat aku mulai mendekatinya.
Pada awalnya dia berusaha untuk lari dariku tetapi sepertinya ia tidak bisa bergerak. Ia tergeletak tepat dibawahku.
Dengan memasang senyuman yang mengancam aku mulai berbicara dengannya.
“Jadi apakah kau masih ingin melawanku!!! “ ( Mainna ) dengan senyuman yang menakutkan.
“ Tidak!!! Saya tidak akan lagi macam-macam dengan anda “ kata pria itu dengan sedikit gemetaran.
Ia seperti sudah tahu tentang kekutanku ,ia seolah sedang melihat sesuatu yang cukup mengerikan.
“ Baguslah jika kamu sudah mengerti akan hal itu......... aku tidak ingin ada dendam diantara kita, jadi bagaimana jika kita lakukan kesepakatan “ (Mainna )
“ Kesepakatan? “
“ Kesepakatannya adalah....... Aku akan membayar hutan dari Ayah Hichi-chan kepadamu! " " Bagaimana!? apakah Kau keberatan dengan tawaranku!!! “ ( Mainna ) dengan aura mengancam.
Pria itu mulai menelan ludahnya karena acaman dariku.
“ tidak sama sekali........ “ Kata pria itu dengan sedikit gemetaran.
“ Baguslah.........Jika begitu sebutkan saja Berapa hutang Ayah gadis itu padamu “ ( Mainna ).
“ Itu....... 100 Kihnall Emas “ .
Pria itu menyebutkan seratus kinhall hutang dari Ayah Hichiko. Itu bukanlah jumlah yang besar bagiku, jadi itu sangat mudah.
Aku mulai memperlihatkan Kantong spasialku, dan mulai mengambil kantong Uang yang aku persiapkan.
‘ Brkkkk ‘ “ Ambil saja itu...... Aku menambahkan 1 Koin Kinhall untuk biaya tambahan “ ( Mainna )
Aku melempar Kantong uang itu kepada pria tersebut.
Ia menderima kantong uang yang aku serahkan.
“ Baik!!!! “ kata pria itu sambil menunduk.
“ Baguslah....... Jika begitu Masalah kita sudah selasai, Kuharap Kau tidak mencari gara-gara denganku lagi.......... jika kau muncul lagi dihadapanku maka aku tidak akan segan-segan untuk MENGHAPUSMU dari Dunia ini........Paham!!!! “ ( Mainna )
Dengan aura intimidasi yang aku keluarkan, aku mulai mengepalkan tanganku dan membentak Pria itu.
“ hiiiii............... Mohon Maafkan atas kelancangan saya “ kata pria itu.
Ia dan para bawahannya mulai berlari karena ancaman dariku.
Aku benar-benar akan menghapus mereka jika mereka mencari gara-gara lagi.
“ Fuih....... Masalah sudah beres, Hichi-chan Sekarang sudah tidak apa-apa ...... kamu bisa keluar sekarang “ ( Mainna ) denganekpresi lega.
Hichiko yang sedari tadi bersembunyi akhirnya keluar dengan mengeluarkan air mata.
“hiks hiks............ Terimakasih banyak Mainna-dono.........Tetapi apakah Tidak masalah anda Membayar semua hutang ayah saya “ ( Hichiko ).
Hichiko menangis dengan apa yang baru saja terjadi.
“ Tidak apa-apa.......... Lagipula aku masih punya banyak uang, dan juga selama Hichi-chan masih mau menjadi Karyawanku, aku akan menganggap itu sebagai pembayaran hutang “ ( Mainna ) dengan senyuman.
Dengan tiba -tiba Hichiko mulai berlari kearahku.
‘ Brkkkk ‘ Sontak ia langsung memelukku dengan sangat erat
“ Huahhhh........ Terimakasih ...... Terimakasih banyak Mainna-dono, aku sangat berhutang budi padamu....... Aku sangat Senang bisa berjumpa denganmu “ ( Hichiko ).
Ia mulai menangis sejadi-jadinya. Ia jadi mengingatkanku pada Rei-chan yang menangis sewaktu kecil............
Aku mulai mengelus rambutnya dengan lembut.
“ Yosh Yosh....... Sekarang sudah tidak apa-apa, Hichi-chan Sudah bebas sekarang....... setelah aku pergi, Kamu bisa menemtukan kehidupanmu sendiri “ ( Mainna ) sambil membelai rambut Hichiko.
Ia mulai mengusap air matanya.
“ Mainna-dono.......aku tidak akan pernah melupakanmu “ ( Hichiko ).
Ini adalah momen yang begitu bagus. Hichiko akhirnya bisa terbebas tanpa khawatir lagi akan dikejar oleh Pria itu.
Dengan begini masalah Hichiko telah diatasi.
__ADS_1
Aku sangat senang jika ia akhirnya bisa terbebas, tetapi mungkin ia akan sedikit sedih mengingat bahwa aku dan Rei-chan akan kembali ke Sictmid dalam 2 Tahun lagi.