The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 7 Ch. 26 : Meimed


__ADS_3

Pedang saling beradu dengan cukup cepat, gerakan senpai benar-benar sangat elega, benar-benar luar biasa.


Aku mulai mengambil jarakku kepada senpai dan mundur cukup jauh.


“ hah hah hah...... “ ( Rey ) 


Berdiri dengan cukup terangah engah, di sekelilingku aku tidak melihat apapun selain hamparan es yang putih.


“ Ini masih belum berakhir..... aku akan segera mengakhiri ini “ ( Tize )


Terdengar suara senpai dengan cukup keras tetapi aku tidak melihat sosoknya dimanapun....


“ apa kau dengar itu, “ 


“ Tize sama akan mengakhirnya sekarang juga! “ 


“ ia pasti akan menggunakan itu “ 


“ berjuanglah Tize sama “


Para penonton sepertinya sudah mengetahuinya, mereka seperti menanti saat dimana senpai akan menggunakan kekuatannya tersebut.......


Aku tidak begitu saja terdiam, aku mulai perapalkan mantra yang ada di kedua telapak kakiku, dengan ini pasti aku bisa mengelabui senpai dengan mudah.


Sihir ini tidak memerlukan waktu yang lama, tetapi sihir sekuat apapun pastinya akan dengan mudah dipatahkan dengan ini........


“ Pering sang pelindung musim dingin, Suara bagaikan langit malam, kebenaran tidak akan memiliki arti, suara hati yang tidak akan pernah terganti......... Ice Pallace of Meimed!!!! “ ( Tize )


“ lihat..... itu dia “


“ sihir istana Es..... Meimed  “


“ sangat hebat “ 


Teriak para penonton yang menyaksikan hal itu.


Senpai mulai mengeluarkan sihir penghabisannya yaitu Ece pallece of Meimed.


Semua bongkahan es di seluruh area mulai berubah menjadi ladang bongkahan es berduri, di sisi lain..... aku juga telah menyelesaikan rapalan sihirku...


“ lahap semuanya....... Kegelapan abadi!!! “ ( Rey )


Dari kedua telapak kakiku, kini sebuah aura hitam mulai muncul dan menyebar dengan sangat cepat ke seluruh area es ini.


Sebelum bingkahan itu mengenai diriku, bongkahan tersebut berhasil terhenti karena aura hitam yang menyelimuti seluruh area.


“ Apa!!!! “ ( Tize )


Perlahan lahan, area yang dibuat oleh senpai mulai menghilang satu demi satu, Semuanya terkumpul di telapak kakiku.


‘ Menyerap semua sihir yang ada di area, cara yang paling ampuh untuk menangani semua ini...... ‘


Aku mempercepat proses pelahapan seluruh area es, dnegan sangat cepat area as milik senpai semakin mengecil dan mengecil hingga hanya tersisa sedikit lingkaran di sekelilingku.


“ Apa yang baru saja kau lakukan “ ( Tize ) 


Senpai kelihatan cukup bingung dengan apa yang baru saja ia lihat ini.


“ Terima kasih untuk makan malamnya...... mana milik senpai benar-benar cukup besar........ tapi! Saatnya untuk serangan balik “ ( Rey )


Aku melahap semua energi mana dia area es yang dibuat oleh senpai, dan kini adalah giliranku untuk melakukan serangan balik.


Senpai terlihat cukup waspada kali ini, hal ini mungkin dikarenakan sihir andalannya telah hilang dengan cukup mudah.


“ senpai persiapkanlah dirimu “ ( Rey )


“ !!! “ 


Dengan kecepatan tinggi aku mulai mendekati senpai dan mengarahkan pedang kepadanya, senpai dengan refleks berhasil memblokir serangan tersebut.


Aku terus melayangkan seranganku kepada senpai, serangan teknik pedang bertubi-tubi tanpa ada celah sama sekali.


Senpai berhasil menahannya meskipun aku menyerangnya berkali-kali, tetapi di saat yang sama ia juga terlihat kelelahan karena menahan serangan tersebut.


“ Dragon Ice fall Knife!!! “ ( Rey )


“ !!!! “


Aku melancarkan serangan dan trik yang sama seperti yang senpai lakukan, aku mengarahkan semua pisau es tajam dengan sihir tanpa rapalan yang aku kuasai dari naga agung es.


Senpai terlihat cukup terkejut dengan hal itu, ia sepertinya tidak akan menyangka bahwa lawannya akan memiliki atribut es yang sama dengan dirinya.

__ADS_1


Senpai sibuk menangkis semua pisau es yang mengarah pada dirinya, ia seperti di buat repot akan hal itu.


“ tangggg!!!! “ 


Aku berhasil mencari kesempatan dan membuat senpai kehilangan senjata miliknya, pedang milik senpai terlempar jauh dan ia memegang senjata apapun lagi.


“ ini berakhir..... senpai “ ( rey )


Katana milikku telah ada di depan kepala senpai.


“ uhk ....... “ ( Tize )


Senpai hanya bisa terdiam akan hal itu, ia seperti tertekan oleh sesuatu.


Senpai kemudian terjatuh dengan rasa tertekan, ia seperti tidak mempercayai bahwa ia sudah dikalahkan oleh seorang murid baru.


“ apa! “


“ ini bohong kan “


“ tize-sama...... dikalahkan “ 


Para penonton sepertinya tidak percaya, kenyataan bahwa Betrize lumina telah dikalahkan di depan mata.


“ Betrize lumina tidak bisa berkata apapun lagi...... pemenangnya Reyan Rosklaver “ 


Wasit mulai menentukan pemenang dalam pertandingan.........


“ tch..,... anak baru itu memenangkan pertandingan lagi “


“ aku tidak percaya ini “


Terlihat reaksi kekecewaan yang cukup besar diantara penonton.


Pertandingan babak ini telah berhasil ku menangkan dengan cara kejutan...... Betrize lumina sang putri es berhasil di kalahkan..........


•••••••


( Di podium khusu osis )


Di podium khusus yang hanya di sediakan untuk anggota osis, Tize yang telah dikalahkan mulai kembali ke tempat.


Ia memasuki ruangan dengan nada kecewa, terlihat ia cukup sedih karena di kalahkan oleh murid baru.


Terlihat menangis bagaikan anak kecil,  tize meminta maaf kepada semua anggota osis dan juga ketua osis hikkone.


“ tidak apa- apa tize, kamu tidak perlu meminta maaf seperti itu kepadaku....... dan juga jangan menangis lagi “ ( Hikkone )


Ketua osis dengan santai meminta kepada tize untuk berhenti meminta maaf padanya dan juga berhenti menangis.


“ meski begitu...... meskipun Yukki-niisama mengatakan hal itu, aku jelas-jelas salah........ aku terlalu meremehkannya dan terlalu lengah ....... anak baru itu, anak baru itu ..... huuuuuu “ ( Tize )


Tize malah semakin menangis menjadi-jadi, ia mengatakan bahwa karena kecerobohannya ia dikalahkan oleh seorang murid baru dengan mudah.


“ hah! “ ( Hikkone )


Ketua osis terlihat cukup kebingungan, ia tidak tahu lagi harus berkata apa kepada tize untuk menenangkannya.


“ Tapi meskipun begitu,  sihir yang digunakan anak baru itu juga terlihat cukup tidak familiar denganku “ ( Yelji  )


Seorang anggota osis half elf mulai mengatakan pendapatnya di depan yang lainnya.


“ Yelji...... apakah kau mengetahui mengenai sihir itu “ ( Helis )


Helis terlihat penasaran akan hal itu, ia mulai menanyakan kepada yelji mengenai sihir jenis apa yang digunakan oleh Reyan.


“ Sebuah sihir yang bisa melahap sihir lain dan mengubahnya menjadi mana milik si pengguna tersebut........ dan juga aura hitam yang menyelimuti area es yang dibuat oleh Tize sebelumnya “ ( Yelji )


“ Meski samar-samar tetapi aku sudah memahami sihir jenis apa yang digunakan oleh Reyan rosklaver tersebut....... Sihir kegelapan!? Tetapi aku masih belum bisa memastikan hal itu “ ( leyana )


Leyana akhirnya mulai angkat bicara, ia mengatakan sebuah kata yang cukup mengejutkan bagi seluruh anggota osis di ruangan.....


“ Mustahil....... Itu tidak mungkin sihir kegelapan,  aku sudah pernah menyaksikannya sendiri dari ksatria kegelapan yang pernah aku temui di masa lalu...... sihir kegelapan tidak bisa memakan sihir lainnya “ ( Helis )


Helis mulai membantah pernyataan dari leyana, ia mengatakan bahwa di masa lalu ia pernah bertemu dengan seorang ksatria  kegelapan dan melihat sendiri sihir kegelapan tersebut.


“ ini hanyalah sebuah teori, tetapi kita anggap saja seperti itu....... tetapi sihir lainnya itu adalah sihir es!? Itu seharusnya adalah atribut langka dan juga entah bagaimana sihir itu bahkan tidak menggunakan rapalan sama sekali “ ( Leyana ) 


“ Sihir Gravitasi, Sihir kegelapan, dan sihir es tanpa rapalan...... serta teknik berpedang yang bisa berubah seketika mengikuti lawannya....... itu terlihat seperti Yukki-kun dalam teknik berpedang dan seorang penyihir berbakat bersamaan “ ( Helis ) 


“ ya...... ada banyak hal misterius mengenai dirinya, kita harus melakukan penyelidikan lagi mengenai Reyan Rosklaver..... “ ( Hikkone )

__ADS_1


Para anggota osis akan semakin melakukan penyelidikan lagi mengenai reyan rosklaver yang mereka anggap sebagai orang yang penuh dengan kejutan dan misteri.......


•••••


Setelah selesai bertarung dengan senpai yang merepotkan, aku langsung memasuki podium untuk sedikit menenangkan diri.


Meskipun begitu saat bertarung, sihir es itu terlihat cukup kuat bagiku! Tapi pada akhirnya itu bisa dikalahkan dengan mudah.....


“ pertarungan yang melelahkan “  ( Rey )


“ itu...... itu hebat!! Aku suah menyadarinya sedari awal, kamu benar-benar hebat “ kata seseorang dengan mata berbinar.


Ketika memasuki podium, ternyata diriku tidaklah sendiri! Seorang wanita berambut pirang pendek sepertinya sudah menungguku sedari tadi.


Dengan sifat kekanak-kanakan nya ia mulai memuji diriku yang telah menang  melawan senpai.


Wanita itu adalah salah satu bagian dari kelompok pangeran tomat sebelumnya, aku tidak ingat siapa namanya.....


“ reyan-san, Reyan-san...... kamu benar-benar luar biasa, baru pertama kali ini aku melihat orang yang hebat seperti dirimu........ jika kamu tidak bekeberatan, maukah kamu menjadi temanku “ ( mirella )


Gadis itu terus saja mengoceh secara tidak jelas, entah bagaimana sifatnya tersebut membuatku jadi terganggu...


Aku terus mendiamkannya saja karena aku tidak suka dengan itu tetapi sepertinya aku merasakan sesuatu yang aneh dari percakapannya itu.


‘ sihir kelapan, isi hati ‘ 


Secara diam-diam aku mulai mengaktifkan sihir kegelapanku dan menyebarkannya kepada gadis itu tanpa ia sadari.


Dengan sihir ini aku bisa mengetahui kepura-puraannya dan ia akan mengatakan apapun yang ada di dalam hatinya....


“ ano ne...... kamu tahu, aku sangat khawatir bila kamu terus menerus dekat dengan putri duke...... dia Harusnya adalah orang jahat, Uskup agung mengatakan kepadaku untuk membawamu kepihak kami dan memusnahkan semua penyihir bahkan penyihir kehancuran “ ( Mariella )


Niat asli dari gadis itu akhirnya terbongkar.


Ia sekarang mulai mengatakan kuil suci dan juga berniat memusnahkan seluruh anggota serikat sihir yang ada hal yang membuatku semakin marah dari ucapannya itu.


Yaitu ia mengatakan dengan gambalng bahwa ia akan  menyingkirkan penyihir kehancuran........


“ ha ha...... ha ha ha...... itu terdengar cukup menarik sekali, kau benar-benar wanita yang sangat menarik “ ( Rey )


Aku mulai tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ocehan  jujur darinya dan mulai berbalik menatap dirinya dengan senyuman.


“ sudah ku duga ..... kamu akan sepakat, aku senang..... sekarang aku bisa menyenangkan uskup agung! Dengan ini maka- “ ( Mariella )


!!!


Sebelum ia mengoceh lebih jauh, aku sudah mengarahkan pedangku tepat di depan lehernya dan seketika ia berhenti berkata-kata.


“ ini..... apa artinya ini, Reyan-san tolong jangan bercanda aku hanya ingin- “ ( Mariella )


“ Tutup mulutmu dasar Gadis Sialan “ ( Rey )


Aku mulai mengatakan kepada gadis itu dengan tatapan dingin, gadis itu tidak sanggup berkata apapun lagi seolah seperti tertekan akan sesuatu.


“ Kalimat dan mulut busuk kalian tidak akan pernah berubah meskipun telah mengorbankan banyak anak tidak bersalah “ “ Tawaran itu terdengar seperti sebuah lelucon bagiku....... kau diperintahkan oleh orang sialan itu untuk menjadikanku sebagai salah satu pionmu, sungguh lancangnya dirimu “ “ Tetapi dilihat dari tindakanmu sepertinya kamu tidak mengetahui sesuatu selain satu sisi dari kepercayaan yang kau anut itu......... “ ( Rey )


Mulai menambahkan tekanan intimidasi kepada gadis itu, aku kemudian mengeluarkan mata sihirku  untuk menunjukkan kepada dirinya.


Warna mata merah menyala dan tatapan dingin mulai ku arahkan kepada gadis cerewet tersebut.


“ beberapa tahun yang lalu, anak-anak tidak bersalah harus mati karena egoisme kalian akan kekuatan tersebut dan aku bersama adik-adikku nyaris menjadi korban atas eksperimen tidak manusiawi itu....... bagiku orang-orang busuk seperti kalian jauh lebih mengerikan daripada orang jahat sendiri “  “ apakah kau faham apa yang aku katakan ini..... aku akan mengatakannya lagi, mulai hari ini kita adalah musuh....... jika kau masih berkeras hati menemuiku maka aku akan membunuhmu tanpa pandang bulu....... ingalah semua itu “ ( Rey )


Mengeluarkan niat membunuh yang kuat, gertakan dan intimidasi berhasil membuat gadis itu tidak bisa berkutik.


ia langsung terjatuh ketika aku menyelesaikan kalimatku kepadanya yang mengatakan bahwa dia adalah musuh.


aku mulai menarik pedangku kembali dan meninggalkannya tertekan di podium.


Seorang mata - mata dari kuil suci, sepertinya aku akan menyimpan sementara rahasia ini suatu saat nanti........


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...( ***** )...

__ADS_1


...Chapter 27 itu gak ada ya.... 🙏 silakan dilewatkan aja....... 🙏...


...Author masih belum menyelesaikan chapter 27 nya ...


__ADS_2