The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 9 Ch. 20


__ADS_3

Apakah aku sudah mati.......


Aku meyakini bahwa aku seharusnya sudah mati.......


Tetapi entah mengapa semua ini terasa begitu nyata......


“ Apa yang sebenarnya ku lihat ini “ ( Rey )


Berdiri sebuah tempat yang terasa begitu asing, di tempat ini udara benar-benar sangat berbeda.


Sebuah tempat yang begitu buruk.


Ini bukanlah pemandangan di euyaradania, tanah yang sangat tandus dan tidak ada kehidupan sama sekali.


Sebuah tempat dimana langit berwarna merah bagaikan percikan darah.


Angin yang berhembus memberikan bau yang sangat tidak menyenangkan seperti bangkai monster.


Sangat hampa dan juga sangat mengerikan.


“ Hei!!!!...... Siapapun!!!!!....... Siapapun itu, Tolong jawab aku!!!! “ ( Rey )


Berusaha untuk berteriak sembari memanggil seseorang untuk datang. tetapi tidak ada jawaban apapun Yang menyambangi........


Aku terus berjalan menelusuri tempat mengerikan ini, berharap bahwa seseorang akan menjawab panggilanku.


Tetapi sejauh aku berjalan dan berusaha menemukan seseorang, tidak ada siapapun yang bisa aku temui.


Hanya sebuah hutan dimana tidak ada daun pada tanaman yang ada.............


“ hah hah...... hah........  “ ( Rey ) 


Dengan terengah-engah dan begitu kelelahan, langkah kakiku terhenti seketika.


Tubuhku mengeluarkan banyak keringat dingin, perasaan yang kurasakan ini mungkin hanyalah sebuah mimpi tetapi mimpi ini terlalu mengerikan untuk dikatakan sebagai sebuah kenyataan.


Tiba di sebuah temoat yang dekat dengan lautan, sebuah kota pelabuhan yang cukup besar nampak terlihat di seberang pantai yang sunyi.


Ketika diriku mulai berjalan mendekati tempat itu, hanya puing -puing reruntuhan dan bangunan terbengkalai yang kulihat sejauh mata memandang, tidak ada seorangpun yang tinggal di tempat ini.


“ .......... “


“ creak creak “ melangkah di antara pasir pantai.


Sejauh diriku melangkah, tiada seorang pun didunia ini yang kutemui.


Baik manusia, demi human, iblis dan juga roh, tidak ada seorang pun yang tinggal disini.


Tidak ada hewan, monster dan apapun yang benar-benar sebuah kehidupan di tempat ini.


Sebuah tempat merah yang mengerikan dan hampa, planet yang sudah mati.......


“ ada seseorang!? “ ( rey )


Sebuah harapan mulai muncul seketika, tatkala diriku melihat ada bayangan seseorang yang tengah duduk disebuah gunung batu karang di tengah lautan.


Bayangan orang itu tidak begitu jelas bagiku.


Hanya sekilas bahwa ia adalah seorang penyihir wanita.


Apapun itu, yang jelas itu adalah sebuah petujuk bahwa ada orang lain di tempat ini selain diriku seorang.


Aku bergegas mulai berlari untuk mendekati bayangan ini.


Tetapi semakin aku berlari untuk mendekatinya, bayangan itu seolah pergi menjauh.


Aku tidak menyerah begitu saja, aku terus menerus mengejar bayangan orang itu meskipun  harus lelah ditengah perjalanan.


Terus berlari , terus berlari dan terus berlari.


Aku masih terus berlari untuk mengejar orang itu.


Meskipun aku mengerti bahwa ini adalah hal yang sia-sia, tetapi aku tidak akan menyerah pada harapan tersebut.


“ ............. “


Entah bagaiman usahaku membuahkan hasil, bayangan orang itu terlihat semakin mendekat ke arah diriku.


Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, aku mulai berlari untuk semakin mendekati dirinya..............


“ ............ “ 


 


“ !!!!!!! “


Ketika diriku mulai tiba, orang itu mulai semakij jekas terlihat dalam benakku.


Seorang wanita penyihir yang duduk menyendiri dengan tatapan kosong yang ada dimatanya.


Ia seolah telah kehilangan banyak harapan diwajahnya dan hanya menunjukkan sebuah kesedihan yang tidak tertahankan.


“ onee-chan “ ( Rey )


Wajah onee-chan yang tidak asing bagi diriku.


Tetapi ini sangatlah aneh, ia tidak seperti onee-chan yang selama ini aku kenal.


Rasanya ia seperti orang yang benar-benar asing bagi diriku..........


“ ini adalah kehancuran, kehancuran yang selama ini ditakdirkan oleh dunia “ ( Mainna )


Dengan nada datarnya yang terlihat menyayat hati, onee-chan mulai mengatakan sesuatu yang tidak bisa ku mengerti darinya.......


“ onee-chan.......... apa yang sebenarnya kamu katakan “ ( Rey ) 

__ADS_1


Ketika aku mulai menjawab perkataannya, onee-chan tiba-tiba saja mulai berdiri dan berbalik ke arah diriku....


“ huh “ mulai menghela nafas........


“ Hanya kamu yang bisa menghentikan semua ini “ ( mainna )


Sesaat setelah onee-chan menjawab perkataanku, ia tiba-tiba saja mulai berperikau aneh.


Sebuah cahaya mulai terpancar dari kedua matanya, ia seperti melihat sebuah harapan baru ketika aku berdiri dihadapan dirinya.....


“ ............. “ 


“ !!!!!!! “ 


“ brug “ 


Tiba-tiba saja onee-chan mulai mendorongku masuk ke dalam lautan, ia mendorinh diriku masuk dan ingin menenggelamkanku ke tengah lautan......


“ haaaaaa......... Onee-chaaaaaaa!!!!!! “ ( Rey )


Aku berteriak keras saat ia mendorongku dan memanggilnya dengan begitu kuat.


Pemandanganku mulai kabur, air mulai memasuki sekujur tubuhku dan kegelapan lautan yang mengerikan mulai melahap diriku........


“ Jangan pernah memaafkan diriku.........hanya kamulah harapanku satu-satunya untuk bisa keluar dari takdir mengerikan ini.......... aku mencintaimu, Rey-chan “ ( Mainna )


Kata-kata dirinya terdengar begitu menyedihkan...


Apakah ia serius untuk mengatakan semua hal itu, apakah aku benar-benar dicintai oleh dirinya.


Tapi mengapa... .....Mengapa........ mengapa ia begitu percaya pada diriku........


“............ “


...***...


...***...


...***...


...** ...


...( ****** )...


Keadaan tiba-tiba saja mulai berubah........


Sesaat setelah diriku jauh tenggelam ke dalam dasar kegelapan lautan, entah bagaimana diriku berpindah ke sebuah tempat yang mirip seperti koloseum.


Diantara itu aku duduk diantara rimbunan para penonton, apakah yang ingin mereka saksikan sebenarnya???


“ bunuh dia..... bunuh dia ....... bunuh anak haram itu “ 


Teriakan para penonton yang menggema diseluruh area koloseum.


Mendengar semua teriakan yang tidak mengenakkan, aku langsung mengerti bahwa ini bukanlah sebuah acara pertarungan gladiator atau pertarungan ksatria, ini adalah sebuah acara eksekusi mati seseorang.


Para penonton ini terlihat mulai bersorak ria.


Para ksatria mulai memasukkan seseorang yang wajahnya di tutup oleh kain memasuki area tengah coloseum.


Orang itu terlihat seperti seorang tahanan kelas berat.


Kedua tangannya diikat dengan rantai yang begitu kuat dan membuat tangannya terluka dan berdarah.


Sekujur tubuhnya benar-benar penuh dengan luka,  tubuhnya membiru dan penuh dengan luka  penganiayaan..


“ ............ “


Ketika orang itu berada di posisi yang sudah di tentukan,  wajah dari orang itu mulai di perlihatkan kepada semua orang.


“ Apa!!!!! “ ( Rey )


Saat melihat wajah orang itu, tiba-tiba aku mulai terjatuh dan mulai timbul rasa syok.


Aku tidak mempercayai semua yang kulihat ini.


Orang yang dicaci oleh para penonton podium ini dan anak haram yang mereka bicarakan tidak lain adalah diriku sendiri.


Diriku yang akan segera dieksekusi mati...........


“.......... “ 


“ A-ayah “ ( Rey )


Kata itu tiba-tiba saja muncul saat, orang yang akan mengeksekusi mati diriku mulai muncul di depan podium dan memegang sebuah pedang yang begitu tajam ditangannya.


Meskipun diriku tidak pernah sekalipun menganggapnya sebagai ayahku, tetapi ketika melihat dirinya yang dengan ekspresi dingin itu menatap diriku, itu benar-benar membuatku sangat takut.


...( Tau sendirilah gimana percakapannya 😅 )...


Diriku dan ayah yang ada didepan semua orang saling bercakap satu sama lain.


Pada intinya, aku mengerti mengapa diriku mengatakan semua kalimat itu.


Meskipun ini bukanlah ingatan diriku, tetapi aku selalu membencinya karena ia tidak pernah ada untuk diriku......


“ .......... “ 


Seketika tanpa ragu, ayah dengan wajah dinginnya menghempaskan pedang itu dan mulai memenggal kepalaku.


Aku tidak tahan melihat semua hal ini, dan memuntahkan semuanya karena semua perasaan aneh yang ku rasakan............


Hubungan kami tidak akan pernah baik, dan ini adalah pemandangan dimana ia membunuh diriku dnegan kedua tangannya sendiri.......


“............ “ 

__ADS_1


Suasana tiba-tiba saja berubah menjadi gelap.


Semua pemandnagan disekitar diriku perlahan mulai menghilang.........


Seketika, sesosok seseorang mulai terbentuk dari sebuah kabut hitam.


Sosok itu mulai menyerupai diriku dengan tangan terikat dan tubuh yang penuh dengan luka penganiayaan.


Kepalanya terlihat utuh, tetapi sebuah luka dilehernya menandakan sesuatu yang amat berbeda dari sebelumnya..........


“ Aku benar-benar sangat iri........ Aku benar-benar iri pada dirimu “ kata sosok itu dengan nada sedih dan marah kepada diriku.


“ Apa yang sebenarnya kau katakan “ ( Rey )


“ Aku tahu semuanya. Setelah ibu tiada, kau masih memiliki seorang kakak yang benar-benar mencintai dan menerima dirimu....... kau juga memiliki saudara meskipun tidak berhubungan darah denganmu , kau juga memiliki teman yang tidak pernah bisa ku miliki selama ini, dan juga Kau mendapatkan perhatian dari ayah meskipun kau tidak pernah mengharapkan semua itu dari dirinya......... aku benar-benar iri, aku harap aku memiliki semua kenangan hangat itu “ kata orang itu........


Semua kata-katanya mungkin terdengar sederhana, tetapi bagiku ia benar-benar menyayat.


Apa yang sebenarnya ia inginkan, semu itu telah kudapatkan.


Kenyataan aku dan dirinya memiliki satu kesamaan...... kami hanyalah anak yang ditinggalkan...........


“ Apakah kau pikir semua yang ku raih bisa dengan mudah kuraih begitu saja “ “ jangan bercanda!!!!!! “ ( rey )


“ Sejak awal aku tidak pernah merasakan ketulusan dan kehangatan dari seseorang hanya karena terlahir setengah-setengah............ Kasih sayang dari ayah kau bilang!? .......... Yang benar saja, sejak awal orang itu tidak pernah mencari kami dan membuat hidup kami menjadi menderita “ “ Meskipun aku bisa mengatakan bahwa aku lebih beruntung dari dirimu....... setidaknya, setidaknya........ aku tidak ingin berakhir dibunuh oleh orang itu “ ( Rey ) .........


Sesaat ketika ia mendengar jawaban diriku, wajahnya mulai berubah seketika.........


Ia mulai menunjukkan sebuah senyuman yang tidak pernah diperlihatkan sebelumnya....


“ benar-benar sangat berbeda......... aku akhirnya bisa tidur dengan nyaman sekarang........... jangan pernah maafkan orang itu untuk diriku “ 


“ Aku tidak akan pernah memaafkannya “ ( Rey ) 


Perlahan suasana mulai kembali pulih, asap hitam mulai menghilang, bayangan diriku mulai perlahan menghilang bersamaan dengan asap ini.........


...*******...


...( Terbangun dari mimpi )...


“ uhk......... “ 


Seketika setelah melihat mimpi aneh itu, kedua mataku berusaha untuk membuka diri.


Sekujur tubuhku terasa sangatlah lemah, tatapi diriku mulai berusaha untuk membuka kedua mata ini.


“ ......... “ 


Sesaat ketika aku membuka mata, tanpa ku sadari aku sudah berada di kamar tidurku di sebuah mansion yang disediakan oleh orang itu untuk diriku sendiri.


Aku hanya mengira bahwa diriku mungkin sudah mati, tetapi semua itu salah. Diriku masih hidupndan seseorang sudah membawaku dan menyembuhkan luka parah yang aku alami.


Kepalaku masih terasa pusing, tetapi aku masih bisa untuk sedikit berdiri.


Aku mulai sedikit berdiri dan menatap ke arah jendela yang ada di kamar tidurku.


Hari sudah menjelang siang hari, berapa lama diriku tertidur dengan tubuh yang terasa lemah ini......


“ aku yakin Rey-kun pasti sudah sadarkan diri...... ku harap ia akan senang dengan camilan yang aku bawakan “ ( Veronicia )


“ aku yakin ia pasti akan menyukainya........ sangat jarang seorang wanita bangsawan membuat sebuah camilan untuk menjenguk seseorang “ ( pitan )


“ hei...... apakah kau pikir ia itu anak-anak........aku tidak pernah melihatnya memakan makanan manis “ ( Harist )


“ Harist-kun apakah kamu ingin aku buatkan kue juga “ ( pitan )


“ Pitan!!!!!! “ ( Harist )


Dari luar kamarku, terdengar sebuah suara berisik yang mengarah  ke tempat ini.


Apakah selama ini pendengaranku sesensitif ini, aku tidak ingat kapan aku bisa mendengar suara seseorang sejelas ini.


“ ........ “ 


“ ngikkkk “ 


“ Rey-kun maaf ya........ tapi apakah kamu sudaj bangun “ ( veronicia )


Mereka mulai membuka pintu kamarku, dimulai dari veronicia yang memasukinya terlebih dahulu......


“ uh........ Semuanya........ terimakasih sudah mengkhawatirkan diriku “ ( Rey )


 Jawab diriku kepada mereka semua...


“ Eh!!!!! “ 


Mereka semua terlihat begitu terkejut......


Aku yakin bahwa mereka semu pasti sangat terkejut bahwa aku sudah sadarkan diri..........


“ Seorang anak kecil “ 


Kata mereka semua seolah menunjuk ke arah diriku......


Eh....... tunggu anak kecil!? siapa yang mereka maksud.....


Ketika aku menyentuh kedua pipiku dan melihat telapak tanganku, yang ku dapati adalah hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya......


Tunggu apakah tanganku sekecil ini, rasanya seperti kembali ke usia ku yang ke 7 tahun........


“ Eh.............. Tunggu!!!! “ 


“ Aaaaaaaaaaaaaaaa.......... “ 


Aku berteriak dengan keras karena menyadari satu hal.....

__ADS_1


Mengapa tubuhku bisa mengecil seperti ini!!!!!!!!


__ADS_2