The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol.9 Ch.6 :


__ADS_3

Ajaran tahun kedua academi, persiapan para murid untuk memasuki ajaran baru.


Ada banyak hal yang terjadi selama ini, tetapi berekat Tunanganku aku berhasil menghindar dari para lintah darat yang selalu membuntuti.


Tetapi ada hal yang tidak bisa dijelaskan dalam beberapa tahun ini dan hal itu adalah.........


“ Jadi kau dan juga calon saintess telah menjadi akrab saat ini “ ( Rey ) 


Sedang menatap ke arah dua orang yang terlihat cukup akrab ini....


“ Ya ampun.... meskipun sudah tahu seperti ini, Anda seharusnya memanggilku dnegan nama asliku...... Namaku itu  Pitan, ingat itu “ ( Pitan ) 


Kata seorang gadis berambut Merah/Pinky yang menunjuk ke arah diriku.


Calon saintess , tidak.... maksudku pitan-san adalah salah satu murid orang itu dan juga teman masa kecil dari pahlawan manja itu.


Meskipun tidak menunjukkan rasa hormat maupun permusuhan, tetapi ia tetaplah belak-blakan dalam memprotes seseorang.


“ Ya terserah tentang itu.... lalu mengapa kamu datang ke tempat ekschool kami!? “ ( Rey ) 


Mulai menanyakan kedatangan dari calon saintess ke tempat ekschool Biologi.


“ hu hu...... aku senang kamu bertanya..... itu karena, saat ini aku , illina-senpai dan juga vern-chan adalah teman “ “ Kami adalah teman sesama perempuan meskipun berbeda status sosial, benar kan Vern-chan  “  ( Pitan )


“ pitan-san........ Maaf soal ini, ya Rey..... aku dan pitan-san sebenarnya akan melakukan pengembangan untuk sebuah obat, aku tidak bisa mengembangkan ini seorang diri maka dari itu aku sedikit meminta bantuan pitan-san untuk melakukan sedikit pengujian...... sihir suci sangatlah diperlukan untuk ini “ ( Veronicia )


Tidak bisa menjelaskan sebuah situasi.


Tidak biasanya vern mengundang seseorang untuk melakukan pengembangan pada obat buatan tertentu? Terlebih lagi untuk memerlukan sihir suci seorang calon saintess? Apakah ia mengembangkan obat berbahaya???


“ ya...... aku bisa mengerti ini, dan juga aku memiliki sedikit janji untuk latihan bersama dengan si Penguntit yang mengikutimu itu dibalik pohon!? “ ( Rey ) 


“ penguntit? ......... “ 


Menyadari sesuati dan mengatakan mengenai janji dengan si penguntit.


Ketika aku menunjuk ke arah sebuah pohon yang ada di luar istana kaca ini, orang tersebut bergegas untuk bersembunyi lagi dari pandangan kami.


Meskipun sepertinya calon saintess sudah tahu siapa si penguntit tersebut.


“ ha- Harist-kunnnnnn!!!!!!! “ ( Pitan ) berteriak dnegan nada marah


Calon saintes mulai mengepalkan tangannya dan aura api yang cukup membara  mulai menyelimuti seluruh tubhnya....


Dia sedang marah karena tahu bahwa teman masa kecilnya tersebut malah mengikutinya ke tempat ini dan bertindak seperti seorang penguntit.


Ia kemudian langsung bergegas dan mulai berlari ke arah pohon tersebut untuk menemui si penguntit yang mengikutinya.


Si penguntit mulai tahu akan hal itu dan berusaha berlari sekencang mungkin tetapi sepertinya sudah terlambat sekarang karena calon saint lebih cepat dari irinya dan berhasil menangkap si penguntit tersebut.......


“ ........  “ 


...( Adegan ini bersisikan sebuah kekerasan, setelah harist si penguntit tertangkap ia dihajar habis-habisan oleh pitan yang marah kepada dirinya tersebut 😁 )...


...•••••••••...


“ Ma-maafkan hamba “ ( Harist ) dengan wajah babak belur akibat dihajar pitan.


“ harist-kun..... ku harap kamu tidak melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, sejujurnya aku tidak suka di buntuti..... jadi bisakah kamu enyah terlebih dahulu “ ( Pitan ) dengan wajah emosinya uang mengerikan.


“ ba-baik!!!!! “ ( Harist ) tertunduk dan hanya patuh.

__ADS_1


Calon saint yang tidak senang iti menghajar si pahlawan manja dan membuatnya terlihat seperti seekor anak anjing yang terlihat kasihan.


Aku dan vern yang melihat hal itu hanya bisa terdiam saja dnegan siatuasi tersebut.


Seperti yang sudah ku duga bahwa si Pahlawan manja menyimpan perasaan yang cukup tidak bisa ku mengerti terhadap calon saint hingga ia dengan berani membuntutinya sampai ke tempat ini.....


“ Ano...... sepertinya persoalan kalian sudah selesai,  Pitan-san.... bisakah aku membawa si penguntit itu untuk pergi latihan? “ ( Rey )


Aku tidak suka ikut campur dnegan urusan pribadi seseorang, tetapi jika melihat si penguntit ini terlihat seperti anak anjing malang aku tidak bisa diam saja memikirkannya.


“ huh! “ “ Baiklah....... tolong jaga si penguntit ini agar ia tidak macam-macam lagi pada diriku “ ( Pitan ) terlihat setuju.


Aku mulai mendinginkan situasi dnegan mengajak ai pahlawan manja menjauh dari istana kaca, dan hal tersebut ternyata berhasil.


Aku menyeret bajunya dnegan kuat dan menjauhkannya dari si calon saintess yang terlihat cukup menakutkan.


Jelas bahwa tindakan yang dilakukan oleh si penguntit tidak bisa dibenarkan, aku sepertinya harus memperingatinya satu hal.


Kami berhasil menjauh dari istana kaca dan ada di sebuah pohon halaman academi.


Aku mulai menaruh si pahlawan penguntit di pohon itu untuk melakukan sedikit introgasi.......


“ Hei!!!! ...... bisakah kau lakukan dnegan lembut, kenapa kau menyeretku dnegan kasar sekali “ ( Harist ) terlihat tidak terima dan marah marah atas tindakan tersebut.


Aku harus jujur bahwa aku mungkin sudah melakukan sedikit kekasaran kepada dirinya.....


“ tidak masalah, lagi pula kau itu laki-laki....... jadi meskipun diperlakukan kasar, kamu harus menahannya “ ( Rey )


“ Dasar Tidak punya hati!!! “ ( Harist )


Ungkapan yang diberikan si pahlawan manja mungkin juga benar, kenyataan bahwa aku melakukan tindakan kasar padanya hanya karena perbedaan gender mungkin bisa dibenarkan ( Pilih kasih 😁 ).


...( ini adalah diskriminasi kaum laki-laki )...


“ lupakan saja soal itu..... jadi mengapa kamu lakukan tindakan itu, maksudku seorang pahlawan menguntit seseorang karena cinta buta? “ ( rey )


“ i-iiii....... itu bukan cinta buta, aku hanya khawatir pada teman masa kecilku “ ( Harist )


Ketika memulai introgasi, si pahlawan terlihat cukup membantah bahwa ia memiliki perasaan cinta buta terhadap calon sanit, tetapi ia terlihat tidak membantah bahwa ia sudah mengunit seseorang?


“ aku ragu itu disebut rasa khawatir........ tapi kita lupakan saja hal ini, kira-kira aku sepertinya akan memanfaatkan keuntungan ini untuk diriku sendiri......... semoga saja semua orang tidak kecewa jika mengetahui tuan pahlawan melakukan tindakan tidak terpuji ( menguntit seseorang ) “ ( Rey )


“ huh........ Tolong jangan katakan itu!!!!! “ ( Harist ) berteriak dan memohon untuk tidak dibeberkan rahasianya....


Seperti yang semua orang tahu, bahwa image seorang pahlawan harus tetap baik di depan semua orang. tetapi hal itu akan berbeda jika seorang pahlawan memiliki pikiran kotor dan negative ( Tukang Nguntit )


Mungkin itu bisa dikatakan sebagai sebuah pelecehan terhadap kaum perempuan......


...••••••...


Pergi untuk berlatih bersama si pahlawan.


Memerlukan waktu yang cukup lama agar aku dan si pahlawan manja untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan nya.


Seorang pahlawan melakukan tindakan penguntitan terhadap perempuan mungkin adalah sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh diriku seorang saja.


Setidaknya itu cukup untuk dijadikan alat negosiasi dengan si pahlawan.


Lupakan soal semua itu, pahlawan manja setidaknya sudah kembali menjadi dirinya lagi dan mulai beranjak untuk pergi ke tempat latihan sesuai dengan janji kami.


Di tempat latihan ini, suasananya terlihat cukup ramai meskipun ini hanyalah latihan tanding biasa.

__ADS_1


Dan aku bisa menduga penyebab mengapa latihan kamu cukup ramai hari ini....


“ Berjuanglah pangeran Reyham....... “ 


“ Berjuanglah Tuan Harist “ 


Sorak dari para gadis yang melihat pertandingan kami......


Selama satu angkatan ini sepertinya dikalangan para murid umum dan murid bangsawan telah membentuk sebuah fraksi tersendiri yang menjadikan diriku dan si pahlawan manja sebagai idola baru mereka ( Semacam Fans club ) 


Aku tidak terlalu terganggu atas apa yang mereka lakukan, dan mungkin itu juga bagus karena aku sendiri tidak terlalu membenci dukungan mereka.... tetapi ku harap mereka tidak saling bertengkar akan sesuatu....


( Sebenarnya kedua fans club ini sering bertikai dibelakang rey dan juga harist dan tanpa sepengetahuan mereka..... )


Tempat latihan cukup dipenuhi oleh murid bangsawan dan murid umum yang ingin melihat latihan tanding kami, meskipun murid bangsawan terlihat ingin memperhatikan penampilan diriku saat latihan tetapi diantara mereka juga ada yang memandang iri dan dengki ke arah diriku terutama untuk bangsawan dari mantan kubu pangeran tomat dan beberapa bangsawan yang cukup asing sepertinya ( Fraksi bangsawan kerajaan tarnminia )


Lupakan semua hal menjengkelkan tersebut, yang terpenting adalah latihan ini harus berjalan seperti yang ku harapkan dari temanku ini......


Melupakan semua sorak seruan dari semua orang yang melihat pertandingan kami, aku harus tetap fokus untuk melawan si pahlawan manja......


“ Karena ini adalah latihan biasa, maka kita tidak perlu menggunakan sihir atau trik yang tidak diinginkan....... apakah kamu setuju denganku, Pahlawan manja “ ( Rey )


Mulai menatap serius ke arah harist sambil memegang pedang kayu di tangan.


“ Apapun itu tidak masalah........ lagi pula latihan ini untuk mengasah kemampuan berpedang dan fisik kita saja....... aku juga harus belajar untuk tidak terlalu bergantung dengan sihir, Bukankah begitu....... Pangeran muda“ ( Harist ) 


Menetap serius.


Baik aku dan si pahlawan manja mulai berada di kondisi yang serius. Memang kenyataan bahwa kami harusnya lebih mengutamakan kemampuan fisik dan kemampuan berpedang kami daripada harus terus bergantung dnegan sihir adalah hal yang tepat.


Setidaknya pertandingan latihan ini memang kami sepakati untuk hal itu.


“ Jadi..... illige-senpai, kamu sudah menentukan aturan pertandingan....... kami hanya akan menggunakan kemampuan fisik dan berpedang kami saja dalam latihan ini, jadi bisakah Anda memulainya sekarang “ ( Rey )


Mulai menunjuk kepada illige senpai.


Illige senpai yang sudah repot-repot menjadi wasit kami mulai mendengarkan permintaan dan juga persetujuan yang kami sepakati dalam latihan ini.


“ Tidak masalah...... lagi pula aku juga harus melihat kedua Juniorku dalam kemampuan fisik mereka “ ( Illige ) 


Menjawab dnegan cukup sanati.


Aku, pahlawan manja, dan juga illige senpai sudah cukup akrab sekarang, kami mungkin bisa dikatakan sebagai sesama teman latihan dalam teknik berpedang serta kemampuan fisik.


Karena ia lebih tua dari kami, maka kami memanggilnya dnegan sebutan senpai agar menghormati dirinya.


Sejujurnya meski perawakannya sedikit seperti orang seram, ia adalah senpai yang cukup baik kepada para juniornya, atau aku juga cukup tetkesan dnegan citra dirinya......


“ Baiklah....... Saya illige Retekia, dengan ini akan menerima diri sebagai wasit dalam pertandingan latihan ini........ Tuan pahlawan Harist, dan juga pangeran Reyham sudah menyetujui usulan latihan ini “ “ Kalian dilarang menggunakan sihir ataupun sejenisnya, kalian hanya boleh bertarung menggunakan kemampuan fisik dan juga kemampuan berpedang kalian...... siapapun yang terjatuh duluan atau menyerah akan dinyataka kalah.......... kalian mengerti “ ( Illige ) 


Dengan nada tegas.


“ ya....... “ 


Jawab bersama.....


“ Baiklah jika kalian mengerti........ Maka pertandingan, dimulai!!!!! “ ( Illige )


Illige senpai mulai mengangkat tangannya dan menyatakan memulai pertandingan.......


Pertandingan latihan antara aku dan pahlawan manja akan dimulai.......!!!!!

__ADS_1


__ADS_2