The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol.3 Chapter 10 : Kegundahan hati Syuffia dan Rencana Invasi berikutnya


__ADS_3

[ Ibukota Gransillia ]   


Semenjak Onee-sama memutuskan untuk pergi ke Kepulauan Tenggara, Entah mengapa rasanya aku seperti merasa hampa!


Seharusnya di tiap 3 bulan sekali, aku akan mengunjunginya di saat jatah cuti yang ku ambil.


Tetapi kali ini, aku benar-benar tidak bisa bertemu dengannya!!!  Aku merasa hampa di masa cutiku saat ini.


“ Apa yang kamu lakukan....... tidak biasanya kamu jadi terdiam sepi seperti ini “ kalimat seseorang yang sedang menyapaku di pagi ini.


Di masa cuti ini, Banriett bersama dengan ketiga anak angkat  yang tempo hari di selamatkan itu, selalu mengunjungi kediamanku di pagi ku yang hampa ini.


“ Tidak ada......... Aku hanya merasakan Kehampaan yang sedang menimpaku kali ini “ (Syuffia ) dengan wajah murung.


“ Kamu tidak perlu semurung itu bukan........... lagipula Mainna-san akan kembali dalam satu setengah tahun lagi dari saat ini “ ( Banri ) sambil menghiburku.


Aku mengerti jika banriett berniat untuk menghiburku, tetapi saat ini aku sedang tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu!!


“ Syuffia-sama anda tidak boleh terus murung seperti itu.......... aku yakin, mainna-neesama pasti juga tidak ingin melihatmu sedih “ kalimat seorang gadis kepada diriku saat ini.


Yang dikatakan oleh gadis itu mungkin juga benar, karena Onee-sama juga pasti akan Sedih bila melihatku merenung seperti ini.


Dengan sedikit senyum tipisku aku mulai sedikit kembali bersemangat lagi, meskipun hatiku masih terasa hampa saat ini.


“ Terimakasih Kostell-chi........ aku jadi sedikit terbantu kali ini “ ( Syuffia )


Gadis kecil itu seperti sudah cukup dewasa walaupun mengingat umurnya saat ini, ku dengar dari Banriett. Diantara ke tiga anak itu, Kostella adalah yang paling berbakat dalam bidang sihir, ia memiliki kapasitas Mana di Tingkat C+  dimana tingkatan mana itu bisa di setarakan dengan Tingkat mana yang dimiliki para bangsawan!


“ terlebih lagi itu di negeri yang jauh di sana...........aku jadi penasaran seperti apa Kepulauan tenggara tersebut!!! Iri nya!!! Aniki bisa pergi bersama dengan Mainna-neesama kesana “  ( Kostell )


Kostell-chi Mulai menyinggung tentang si Bocah iblis yang saat ini bisa bersama dengan Onee-sama.


Mendengar hal itu membuat kegundahan hatiku menjadi menghilang dan berganti menjadi ekpresi kesal...... ' Mengapa harus si bocah sialan itu........!!! ' teriakanku di dalam hati.


“ Tapi menurut kabar! Itu merupakan Kunjungan Pertama ke sana.......... data mengenai kepulauan Tenggara masih sangat minim informasi dan kebanyakan negara di Lusia hampir tidak pernah mengetahui tentang kepulauan itu!? “ kata seorang anak dengan kacamata.


“ hmmmm...... bisa di katakan tempat itu saat ini merupakan wilayah yang damai, karena peperangan di sana telah lama berakhir!! Mereka tidak memandang status seperti yang ada di sini “ ( banri )


“ eh!? Tidak ada Perang dan status sosial!?  Bukankah itu seperti negeri impian! “ kata seorang anak laki-laki berambut silver.


Banriett menjelaskan kepada mereka semua bahwa kepulauan tenggara bisa dikatakan sebagai negeri impian, karena hampir tidak ada persng yang terjadi disana dan juga tidak diberlakukannya status  sosial di kalangan masyarakatnya.


“ Tetapi tidak sepenuhnya seperti itu......... ada bebera- “ sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya, banriett seperti telah memegangi kepalanya.


Aku dan anak-anak mulai panik,  banriett seperti akan terjatuh karena kejadian tersebut.


Ia masih bisa berdiri dengan memegangi kepalanya seperti orang yang akan pingsan.


“ hey !?....... apa terjadi sesuatu!?  “ ibuhku kepadanya karena khawatir.


“ jangan khawatir........ ini sudah sering terjadi, Nampaknya masa depan akan cukup menarik kali ini “ kata banriett sambil tersenyum tipis.


Saat ia mulai melihat pecahan masa depan karena kemampuan miliknya, ia seperti terlihat sedang terserang sakit kepala tetapi itu adalah sinyal penerima karena telah melihat pecahan masa depan. Tetapi aku penasaran!? Masa depan seperti apa yang ia lihat? Ia tidak pernah menceritakannya secara rinci kepadaku? Ia seperti merahasiakan sesuatu!? 


[< Note Hiroku : Julukan The witch of Future sebenarnya bukan hanya sekedar julukan saja, ia benar-benar bisa menderima pesan dari dirinya di masa mendatang dimana sebuah kejadian terjadi begitu saja. tentunya ia bisa saja mengubah alur dari masa depan itu sendiri tetapi syaratnya ia tidak boleh memberitahukan secara ditail masa depan yang akan terjadi, sebagai gantinya ia selalu meminta mainna untuk melakukan hal-hal yang ia sarankan ! agar kejadian yang tidak di inginkan tidak benar-benar bisa terjadi. Kemampuan yang bisa disebut massage of future sebenarnya bukanlah kemampuan dari penyihir masa depan yang sebenarnya......... kemampuannya yang sebenarnya adalah ia bisa memutus aliran dari masa lalu dengan menyerang target melewati batasan di masa lalu, saat target tersebut terkena serangan dari masa mendatang, maka target tersebut tidak akan memiliki masa depan yang bagus ( Mati )......... walaupun bisa dikatakan Overpower tetapi kekakutannya tidak akan berlaku kepada Penyihir kehancuran >] 


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


( Perbatasan Takagawa-Seitto)

__ADS_1


Disebuah desa yang tenang Malam Yang sunyi ini telah menjadi semakin dingin.


Di desa perbatasan Seitto dan Takagawa, Para penjaga dari dua negara masih tetap bersiaga di saat penduduk dari kedua desa tengah tertidur.


Malam yang tenang dengan Bulan purnama yang bersinar, Tidak ada keanehan apapun yang terjadi malam ini.


“ Hey kukira kau sedang cuti malam ini!? “ kata seorang Petugas penjaga  dari Seitto kepada Petugas penjaga dari Takagawa.


“ Jadwal Cuti ku di undur Lusa......... Dikarenakan Serangan Mendadak dari Para Oni, Situasinya jadi rumit.......... tapi sungguh , aku agak kelelahan malam ini “ kata seorang petugas penjaga dari takagawa.


“ Begitupun di wilayah kami........ Para siluman itu benar-benar membuat kami resah............ aku berharap semuanya segera berakhir “ kata seorang penjaga dari Seitto.


Mereka semua berbicara dengan Bahasa Takagawa, Serangan Oni yang belakangan ini terjadi membuat Resah para warga yang tinggal di dekat Hutan kematian.


Orang-orang dari seitto memanggil Oni dengan Sebutan Siluman.


“ !!? “ Suara Langkah Kaki yang cukup banyak secara perlahan mengubah suasana malam yang tenang.


“ Teng Teng Teng Teng Teng “ Bel peringatan Berbunyi.


“  Situasi Siaga!!!!......... Para Oni Menyerang, Ku ulanggi Para Oni Menyerang!!!! “ 


Teriak seorang Penjaga dari atap menara.


Mendengar bel peringatan dari penjaga yang ada di atas menara, Para penjaga dari Dua Negara mulai bersiap siaga dari serangan yang akan terjadi.


Mereka yang pada awalnya terlihat cukup tenang kini berubah menjadi tegang,Para penjaga mulai membagi tugas dan ada beberapa yang mulai pergi untuk membangunkan Orang-orang di desa.


Para penjaga yang berasal dari Seitto dan Takagawa mulai melihat ke arah  serangan yang akan tiba.


“ itu, Ratusan....... tidak itu Ribuan “


“ Itu....... Orochi !!!“ “ Dewi Ular !!!“


Diantara para oni, Terdapat kishin yang memiliki tubuh seperti ular, ia memiliki tiga tanduk di atas kepalanya yang terlihat seperti mahkota.


Orang-orang dari Takagawa Memanggilnya Kishin orochi, Dan Orang-Orang dari Seitto memanggilnya Dewi Ular.


Salah satu kishin yang Cukup berbahaya telah memimpin pasukan besar para oni untuk meluluh lantahlan Desa manusia.


Suara hentakan kaki telah merubah keheningan malam menjadi sangat menegangkan.


Para penduduk berlarian keluar dari desa guna untuk menyelamatkan diri mereka.


Beberapa penjaga telah bersiap untuk serangan yang akan datang.


“ Sepertinya kita akan mati disini......... kita tidak boleh membiarkan Orochi masuk lebih dalam ke wilayah ini........  Dengan Mempertaruhkan Nyawa kita, Ayo kita lawan mereka meski harus mempertaruhkan nyawa kita!!!!!! ” teriak seseorang sebagai komandan dari pasukan penjaga.


“ Yeah!!!!! “Teriak para pasukan dari kedua negara.


Baik Pasukan dari Takagawa dan Seiito telah bersatu untuk mencegah agar Para Oni tidak memasuki wilayah mereka lebih dalam lagi.


Walaupun mereka sudah menyadari bahwa lawan mereka tidak bisa mereka kalahkan, tetapi mereka akan terus berjuang agar bisa mengulur waktu sebisa mungkin.


Para pasukan telah mengeluarkan Pedang mereka dan juga mempersiapkan Ofuda mereka.


Para pasukan telah mengeluarkan ofuda api dan menggabungkannya menjadi sebuah bola api yang cukup besar.


“Hi no Sousei Ryuu : Sendai Bakutten !!! “ 


Bola api besar mulai di arahkan menuju ke Pasukan oni.


Bila itu melesat dengan Cukup cepat. 


Para oni tidak menghiraukan Bola api tersebut, mereka terus maju tanpa peduli apapun yang terjadi.


Ketika Bola api mulai menghantam , itu tepat mengenai bagian tengah pasukan Oni.


“ Buammmmmm !!!!“ Suara bola api yang menghantam pasukan Onk. Asap tebal menggebu  dari hantaman bola api tersebut.


“!? “  “ Tidak mungkin!!!! Itu mustahil “


Para Penjaga terlihat kaget dengan apa yang mereka lihat barusan.

__ADS_1


Ternyata serangan Bola api yang mereka arahkan ke pasukan oni tersebut tidak mengenai mereka sama sekali.


Padahal mereka telah yakin jika serangan itu cukup untuk mengalahkan sebagian pasukan oni.


Dari kejauhan terlihat Orochi yang mengeluarkan Senjatanya yang berupa tongkat dengan Batu permata hijau yang cukup besar.


“ Ya ampun....... Sungguh kecewanya diriku........ ku pikir itu adalah serangan terkuat kalian.......... tetapi sepertinya aku salah “ “ Pasukan Bunuh Para Manusia itu dan jangan Sisakan Satupun!!!!! “ Teriak Kishin Orochi kepada para pasukannya.


“ Hyaahhhh!!!!! Bunuh Manusia “ “ Bunuh Manusia “ “ Bunuh Manusia “ Teriak Para Oni yang menggema.


Pertempuan tidak bisa lagi dihindari, Para oni dan Pasukan Penjaga saling beradu dengan kekuatan dan senjata mereka.


Kishin Orochi hanya melihat dari jarak yang tidak begitu jauh.


Malam di desa perbatsan diwarnai dengan pertempuran t


Dan pertumpahan darah, Malam tenang itu telah di penuhi dengan ketakutan.


Api yang membakar Desa dan Suara Gemuruh dan rintihan tidak bisa berhenti disana. Desa yang Tenang dan Damai Kini telah berubah menjadi tempat pertumpahan Darah.


“ Sungguh indah!!!! Ku harap Aku bisa terus menikmati Pertunjukan yang menarik ini “ Dengan Senyuman yang penuh dengan Kekaguman kishin Orichi terus melihat pertumpahan darah tersebut.


Ia menganggap Pertumpahan darah ini merupakan Sebuah Keindahan yang tidak bisa ia gambarkan.........


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


...◆...


...◇...


...◆...


( Di pertemuan Para Kishin)


“ Sepertinya Orochi telah berhasil melakukan Penyerangan Malam ini “ kata seorang pria berambut merah.


Di Sebuah tempat yang gelap, Para Kishin telah berkumpul dan duduk di bangkunya masing-masing.


“ Jika itu adalah dia. Maka aku tidak banyak berkomentar “ kata seorang Wanita berambut Hijau.


Para kishin tengah berkumpul guna membahas serangan yang terjadi di Desa perbatasan.  akagiri telah merancang skenario rencana penyerangan oara oni di desa perbatasan tersebut.


Ia mengusulkan kepada para kishin sebelumnya bahwa, Kishin Orochi yang akan pergi untuk melakukan serangan tersebut. Ia sangat puas karena serangan tersebut telah sukses dan Oni berhasil menduduki desa perbatsan tersebut.


“ Walaupun Ada cukup banyak manusia yang masih selamat, tetapi aku mengakui bahwa rencanamu benar-benar cukup memuaskan...... Akagiri “ kata seorang kishin kepada akagiri.


“ Sangat disayangkan sekali jika Aogiri tidak ikut hadir hari ini........... tetapi biarkan saja ia sibuk dengan urusannya sendiri “ kalimat seorang perempuan kishin yang menyinggung Aogiri.


Dalam pertemuan Kishin tersebut, hanya aogiri yang tidak ikut. Ia tidak ikut terlibat dan juga menyaksikan kemenangan yang telah diperoleh Orochi saat ini.


“ Biarkan saja ia bertindak sesukanya “ “ kita akan  bersiap untuk melakukan serangan berikutnya.......... Targetnya masih tetap Desa fukuo dan juga para Para Makluk setengah Oni manusia yang ada disana!! “ (Akagiri )


“ Eh!? Apakah kau bisa menjamin kemenangan kali ini....... akagiri “ 


Seorang kishin menanyai akagiri perihal keberhasilan dalam rencana tersebut.


“ Aku yang akan memantau langsung di lapangan......... tentu saja aku akan menjamin sendiri keberhasilan dalam Rencana ini “ ( Akagiri )


Akagiri akan memimpin serangan kedua menuju Fukuo guna menyakinkan para kishin lainnya tentang Rencana serangannya.


“ Kurahap juga begitu “ kata seorang kishin kepada akagiri.


Para kishin akan melancarkan Serangan Kedua mereka terhadap desa fukuo yang akan dipimpin langsung oleh akagiri.

__ADS_1


[ Peringatan ]


Dikarenakan Script di Komputer masih dalam Chapter 13, Maka Rilisan Chapter terbaru akan di undur lagi Menjadi 2 hari sekali sampai Script Volume 3 Selesai 🙏


__ADS_2