
“ ........ “
“ !!!! “
sinar mentari mulai menembus Jendela Yang sunyi, seseorang membuka gorden itu pertanda bahwa pagi telah tiba.....
“ Selamat pagi...... Anda harus segera bangun sekarang, Pangeran Reyham “ kata seorang pria paruh baya yang mulai berusaha untuk membangunkan diriku.
“ uhk....... tolong izinkan saja aku tidur kembali, karena sekolah sedang diliburkan selama beberapa hari “ ( Rey )
Mengatakan kepada pria paruh baya itu dengan nada malas.
Dengan situasi yang terjadi saat ini, diriku yang sudah mendapatkan sebuah gelar dari ayah sialan itu harus menyesuaikan diri dengan kehidupan yang rumit ini.
Dengan piyama yang masih berantakan, aku kembali tertidur di kasir mewah yang ada dikamar khusus ini.
Meski secara umum aku membenci kehidupan bangsawan, tetapi untuk tidur di istana suci adalah hal yang ku sukai sekarang dan tidak ingin terbangun lagi.
“ Jika Anda masih tetap bermalas-malasan seperti ini, saya akan melaporkan hal ini kepada nona penyihir kehancuran dan juga yang mulia eugenia “ kata pria paruh baya itu.
“ ....... “
“ !!!!! “
“ Baiklah-baiklah, aku akan bangun...... jadi tolong jangan laporkan hal ini kepada onee-chan ku “ ( Rey )
Aku mulai terbangun seperti yang ia katakan.
Ini adalah situasi yang tidak terfikirkan bahwa onee-chan , ayah sialan, dan si pria paruh baya ini sudah akrab sebelumnya, hingga di titik tertentu diriku tidak bisa membantah perintah darinya.
Sungguh suatu yang sangat berbahaya dihadapan diriku bahwa pria paruh baya ini akan melaporkanku kepada onee-chan dan membuatku takut kepadanya.
“ pangeran muda, Anda harus sebisa mungkin merapikan pakaian Anda. Itu sangatlah mempengaruhi citra Anda sebagai Putra mahkota ...... jika Anda sudah selesai, maka saya akan menyiapkan sarapan untuk Anda “
kata si pria paruh baya itu lagi.
Ketika ia selesai menyampaikan perkataannya, buttler itu mulai pergi dari kamarku untuk menyiapkan sarapan pagi.
Ia adalah seorang buttler kepercayaan ayah sialan itu, dan ia memiliki usia yang sana dengan paman laberg.
Sejujurnya menyesuaikan diri di sebuah mension besar ini sudah membuatku kesulitan dan setiap pagi ku harus mendengarkan peringatan dar si buttle itu.
“ apakah hidup benar-benar menyusahkan seperti ini!?...... Ku harap aku kembali saja ke kehidupan lamaku “ ( Rey )
Perkataan ini seperti sebuah harapan yang sudah pupus.
Menjadi seorang putra mahkota di saat yang tiba-tiba adalah sebuah kesulitan tersendiri, aku selalu mengharapkan kehidupan lamaku yang terbebas seperti seekor burung gagak.
Tetapi semua sepertinya hanyalah angan-angan saja karena saat ini diriku sudah terkekang oleh sesuatu yang disebut sebagai " Status sosial "
Melupakan semua itu, aku mulai merapikan pakaianku yang terlihat cukup berantakan.
Diriku yang harus bersikap mandiri sekarang merupakan sebuah tuntutan yang harus dilakukan, karena citra seorang pangeran pastinya akan hancur jika seseorang melihatnya sekarang.
Aku mulai melepas pakaianku dan membuka lemari baju.
“ ....... “
Melihat semua pakaian yang disediakan disini benar-benar membuatku sangat pusing, karena orang itu memberikan banyak pakaian kepada diriku dan membuatku bingung untuk memilih.
“ Yang mana saja tidak masalah...... lagi pula ia tidak akan merasa terganggu “ ( Rey )
Mulai memilih pakaian dnegan cara acak, diriku tidak peduli dnegan perkataan orang karena orang itu tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.
“ yosh...... Saatnya pergi “ ( Rey )
Lupakan apa yang telah terjadi karena sarapan adalah hal terpenting.
...**...
...**...
...**...
__ADS_1
...( Ruangan makan )...
Berada di ruang makan seperti yang di jadwalkan, tetapi ada hal yang cukup membuatku sedikit merasa kecewa.
“ ...... “
“ !!!!! “
“ ada apa!?.... Pangeran “ kata si battler yang mulai bertanya kepada diriku.
“ Ano...... Tuan Willam, Apakah benar ini adalah sarapan keluarga kerajaan? Entah mengapa rasanya seperti jadwal diet seseorang? “ ( Rey )
Masalahnya adalah pada sarapan yang disajikan, aku mulai bertanya kepada buttler tersebut apakah ini benar-benar sarapan keluarga kerajaan?
Di meja makan saat ini yang kulihat adalah sebuah sajian yang terdiri dari salad sayuran hijau dan juga sebuah roti berukuran cukup sedang, makanan ini memiliki porsi setengah dari porsi orang biasa dan hanya sedikit irisan daging panggang tipis yang disajikan.
“ berdasarkan peraturan kerajaan yang baru saja diberlakukan...... Keluarga kerajaan tidak boleh memiliki perut yang buncit karena hal itu bisa membuat seseorang kesulitan beraktifitas.... dan juga para pelayan eksekutif ditunjuk untuk memilih makanan agar keluarga kerajaan memiliki tubuh yang ideal “ kata si buttler tersebut.
Yang benar saja, ini adalah sebuah hal terkonyol yang pernah didengar. Apakah ayah sialan yang memberlakukannya hingga peraturan ini berlaku.
“ Makanlah yang sudah disediakan....... Lagi pula ayah tidak ingin melihat putra kecil ayah dibenci banyak orang...... kamu harus makan sesuai yang dianjurkan “ ( Egeon )
Ayah sialan yang hadir untuk sarapan bersama denganku mulai berbicara.
Kamu duduk bersebelahan sedari awal di meja ini dan ia selalu menasihatiku di awal- awal hingga membuatku tidak nyaman.
...‘ ah sialan...... ‘...
Sepanjang acara sarapan pagi sangatlah penuh dnegan kecanggungan, aku tidak memberikan satupun kata untuk menjawab semua pertanyaannya.
Hubungan buruk ayah dan anak.
“ Tch....... inilah sebabnya saya benci dengan kehidupan bangsawan........ ngomong-ngomong yang mulia, tolong jangan panggil saya dengan sebutan Anak tersayang, saya bukan lagi anak kecil seperti dalam ingatan lama Anda “ ( Rey )
Mulai menjawab orang itu dnegan berbicara formal.
Aku menyadari bahwa memanggilnya ayah sialan bukanlah hal baik karena para pelayan pasti akan membicarakanku di belakang, untuk menutupi hal itu aku mulai membiasakan diri untuk memanggilnya yang mulia menggunakan kalimat formal.
“ Mendengar putraku menggunakan kalimat formal itu, entah mengapa rasanya aku jadi semakin sedih..... padahal ayah melakukan ini untuk dirimu loh “ ( Eugeon )
Sejujurnya ketika ia melakukan hal itu, rasanya membuatku jadi kesal! Aku selalu berharap bahwa ia berhenti untuk melakukan tindakan seperti anak kecil tersebut.
“ Saya tidak mengerti mengapa yang mulia melakukan hal itu....... tetapi saya sama sekali tidak mengharapkannya, jadi bisakah yang mulia berhenti sekarang !? “ ( Rey )
Menyembunyikan ekspresi kesal kepada orang tersebut.
Sejujurnya aku ingin sekali memukul kepalanya dan mengertak dirinya untuk berhenti memanggilku seperti itu, meskipun ia adalah seorang raja tetapi rasa kesalku pada dirinya tidak akan pernah hilang sekarang.
“ hah....... sepertinya aku memang harus menyerah sekarang....... Kenyataan bahwa putraku membenciku benar-benar membuatku sakit, tetapi itu jauh lebih baik karena aku tidak akan keberatan atas hal tersebut “ ( Eugeon )
Jawab orang tersebut dengan mendramatisir.
Tidak peduli apakah orang ini mengkhawatirkanku ataupun tidak, aku sama sekali tidak peduli akan hal itu. kenyataan bahwa aku tidak pernah menganggapnya sebagai ayahku adalah hal yang umum.
“ ...... . “
“ !!!!! “
“ Meaw!!! “
Di dalam perjamuan, seekor kucing tiba-tiba saja masuk dan langsung menghampiri ke arah diriku.
Kucing ini terlihat tidak begitu asing bagi diriku, seekor kucing berwarna hitam dan juga memiliki hal yang tidak biasa yaitu kedua sayap tertutup di punggungnya.
Aku mulai mengelus kucing tersebut, ia terlihat cukup senang ketika aku melakukannya kepada dirinya.
“ Kamu..... Lecia!? Apakah kamu adalah Lecia! “ ( Rey )
Aku mengenali nama kucing itu, yang ku ingat bahwa ia adalah lecia. Yaitu seekor kucing terbang pembawa pesan Milik ibuku yang pernah ku lihat dahulu.
“ Meaw “
Kucing itu menjawab miaw seolah mengatakan bahwa ia benar-benar Lecia yang kukenal.
__ADS_1
“ Rupanya kamu masih mengingatnya ya....... ya memang benar bahwa ia adalah Lecia, Aku selalu membawanya kemana pun dan merawatnya selama ini. Ia adalah satu – satunya Peninggalan Yulia yang masih tertinggal saat ini, dan sepertinya ia masih mengingat dirimu “ ( Eugeon )
Tidak pernah ku sadari, bahwa saat terakhir aku bisa melihat lecia adalah ketika surat terakhir yang dikirimkan ibu belasan tahun yang lalu.
Tidak ku sangka bahwa ayah sialan masih tetap merawatnya hingga kini, dan ia masih membawanya untuk mengingat keberadaan ibu.
Aku mungkin sulit untuk mengungkapkan ini tetapi sepertinya aku tidak bisa tidak melihat hal ini begitu saja.
“ Te-terima kasih “ ( Rey )
Dengan suara pelan, aku mulai mengatakan rasa terima kasihku kepada ayah sialan karena sudah merawatnya sampai sekarang.
Meskipun hatiku terlalu berat untuk mengungkapkannya tetapi kenyataan bahwa ia sangat mencintai ibu benar-benar membuatku luluh.
“ ho!......... Aku sangat senang bila kamu menyukainya, dan juga mendengar putraku mengatakan terima kasih kepada diriku benar-benar membuatku bahagia “ ( Eugeon )
Dengan senyuman ramahnya ia mulai mengatakan hal itu kepada diriku.
suasana makan ini rasanya sedikit nyaman, tetapi aku masih tidak bisa menerimanya begitu saja.
Aku sama sekali tidak mengharapkan kasih sayang dari orang Yang ku benci, tetapi entah mengapa rasanya suasana ini terasa cukup canggung, apakah itu karena Lecia Yang ada di tempat ini dan mencairkan suasana!?
" mengenai Temanmu di Academic, sepertinya Kamu dan Harist-Kun sudah cukup akrab ya..... melihat kamu dan muridku bisa akrab seperti ini, perasaan sebagai seorang ayah dan juga Guru cukup senang mendengarnya " ( eugeon)
orang itu dengan ramah mulai mengalihkan topiknya.
Seperti Yang semua tau, bahwa ia adalah master berpedang dari Si pahlawan maja itu dan juga si calon Saintess Yang selalh bersamanya....
meskipun kenyataan bahwa ia adalah guru mereka, tetapi perasaan aneh apa Yang ku rasakan ini?......
" Ya...... bisa dikatakan seperti itu, Saya hanya mengakui kemampuannya saja...... setidaknya Calon saintess jauh lebih pintar dari si pahlawan manja itu " ( Rey)
terlihat tenang sekarang.
dengan nada formal aku menjawab semua perkataan dari orang itu.
" Kamu masih belum memanggil mereka dengan nama asli mereka!? kamu benar-benar cukup dingin " ( Eugeon)
" menurut anda semua ini Salah siapa!? ....... saya hanya bertindak sebagai penjaga jarak, itu adalah hal Yang wajar untuk dilakukan " ( Rey)
" Eh....... " ( eugeon)
orang itu tidak bisa menjawabnya lagi....
Jelas bahwa ia sudah mengerti mengapa aku tidak pernah memanggil seseorang dengan nama mereka dengan baik.
terlepas bahwa ia adalah Ayahku, kenyataan bahwa ia juga mengerti mengapa aku selalu berikap dingin seperti itu.......
ia terlihat seperti orang yang menyesali akan sesuatu, meskipun aku tidak peduli dengan hal itu......
...( Hubungan canggung antara keluarga ini masih tetap harus berlanjut hingga episode berikutnya, Rey yang sebenarnya tidak bisa mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya harus menahan lebih banyak waktu untuk bisa memahaminya )...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...Note ...
Nama : Willam Deomande
Usia : 68 Tahun
Gender : L
Rambut : White
Negara : Tarnminia
__ADS_1
..." Willam Sebenarnya bukanlah seorang Buttler biasa, ia dahulu merupakan mantan assasin dari kerajaan tarnminia, dibawah naungan keluarga kerajaan " " Kesetiaannya kepada keluarga kerajaan begitu besar meskipun ia tidak begitu peduli siapa raja tarnminia berikutnya " " Ia merupakan Teman Lama Laberg dan cukup akrab dengan Putra mahkota Euginia, dan ketika Putra mahkota kembali dan merebut tahkta ia berhenti dari pekerjaannya sebagai Assasin di bawah bayangan...... " " Saat ini ia ditugaskan untuk menjadi Buttler/Kepala pelayan Yang mengawasi Pangeran Mahkota Reyham Yang baru saja diangkat atas perintah langsung dari Raja Eugenia..... "...
...( Meskipun Niatnya cukup baik, yaitu Untuk Menjaga Rey agar tetap aman dari Musuh-Musuhnya tetapi setiap kali rey melihat dirinya tersenyum maka ia seperti akan melihat Malaikat maut Yang terus menawasi dirinya.......😆 Ya kalo Pelayanmu adalah Pembunuh Bayangan/Assasin, tentu aja siapapun bakal takut ) ...