The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 5 Ch. 46 : Kebenaran tentangnya


__ADS_3

...(  Istana kerajaan secille )...


“ hap......hap ...... hap !!!! “ 


“ tak.... tak......tak!!! “


Nampak seorang anak kecil yang sedang melakukan latihan di pagi hari, ia melakukan latihan dengan mengayunkan pedangkanya ke arah sebuah samsak kayu latihan.


Anak itu nampaknya cukup lihai dalam memainkan pedang kayu tersebut.


“ hah ..... hah ..... hah “ 


Anak itu nampak begitu terengah - engah ketika sedang latihan.


“ masih belum....... kau harus melakukannya lagi, jangan berhenti sampai aku menyuruhmu beristirahat “ teriak seorang pria kepada dirinya.


“ ah...... lagi !? “ “ sensei...... ini sudah sangat melelahkan “ kata anak kecil itu kepada pria tersebut.


“ begitu ya........ jika memang begitu, maka aku akan memberikan istirahat sementara kepadamu........ setelah selesai kau harus melanjutkan latihan pagi ini “ sambung pria itu.


“ hah....... baiklah “ 


“ brug........ “ 


Anak itu muali tumbang dan tertidur sejenak, nampaknya ia begitu kelelahan dengan latihan yang diberikan.


“ miaw!!! “ terdengar suara kucing yang mulai menyambangi.


“ ah......suratnya sudah datang...... terimakasih karena sudah mengirimkannya kepadaku, Lecia “ ( eugeon )


Tanpa pikir panjang eugeon mulai mengambil bola kelereng yang ada di kalung kucing tersebut.


“ pfffff !!!!! “ kelereng yang diambil eugeon itu langsung berubah menjadi sepucuk surat.


Eugeon mulai perlahan membuka isi surat itu dan mulai membacanya.


...‘ untuk suamiku tercinta........ ini adalah pesan yang dikirimkan olehku, maaf bila aku tidak bisa menulis surat belakangan ini...... aku sedang sibuk untuk mengurus rei-chan dan juga menjalankan tugasku sebagai seorang petualang pengembara ....... kami akan tinggal di sebuah wilayah yang tidak begitu jauh dari benua lusia, aku harus mengumpulkan banyak uang agar kami bisa melintas ke seberang............


...dan juga ini mengenai masalah rei-chan, aku merasa bahwa ia jadi semakin pemurung belakangan ini....... ia jadi sering menghindari orang-orang dan juga sering menyalahkan dirinya sendiri ........ meskipun aku selalu mengatakan itu bukanlah salahnya, tetapi ia nampaknya ia masih tetap merenungi hal tersebut.......... memang sesuatu yang cukup menyedihkan dan mengiris hatiku ketika ia diperlakukan tidak baik ketika aku tidak ada....... tapi kamu tidak perlu khawatir, karena kami akan segera pergi dari benua ini untuk menuju ke tempatmu berada.......... dan rei-chan juga memberikan cap tangannya sebagai tanda bukti perkenalan kepada dirimu....... ia sangat tidak sabar ingin bertemu denganmu ‘’ salam hangat untuk suamiku, eugeon‘  🖐️...


Dibagian akhir dari surat itu terdapat sebuah cap tangan seorang anak kecil yang cukup mungil.


“ ia benar-benar sudah tumbuh besar saat ini..... cap tangan ini benar-benar begitu mungil.......... kuharap ia tidaklah membenci diriku “ ( eugeon )


Eugeon  nampak cukup snenag ketika mulai menyentuh cap tangan tinta tersebut, ia mulai membandingkan tangan miliknya dan juga tangan kecil dari putranya itu.


Terlihat jelas tangan dari eugeon tiga kali lebih besar dari tangan anak kecil di cap itu.


Tetapi ia nampak senang bisa mengetahui bahwa anak dan istrinya akan segera meninggalkan daratan euyradania.


“ eugeon sensei....... apa yang sedang anda baca “ ( harist )


Harist yang sedari tadi beristirahat latihan mulai menanyakan apa yang baru saja dibaca oleh eugeon.


Eugeon mulai menutup gulungan kertas itu, ia tidak ingin orang lain melihat surat yang dikirimkan oleh istrinya.


“ bukan apa-apa....... hanya berkirim surat kepada seseorang “ ( Eugeon )


“ eh!?........ pada siapa!? Siapa!? Apakah itu adalah kekasih anda sensei!? “ ( harist )


Dengan rasa penasarannya yang begitu besar harist kecil mulai menanyakan kepada eugeon siapakah orang tersebut, ia menduga bahwa itu adalah kekasih dari eugeon.


“ itu adalah rahasia....... baiklah pangeran, silahkan lanjutkan latihan anda! “ ( Eugeon )


Eugeon mulai mengalihkan pembicaraan , ia tidak ingin privasinya diketahui oleh orang lain! Ia kemudian menyuruh harist kecil untuk melanjutkan latihan pedangnya.


“ eh!!! sensei “ ( harist )


Harist nampak cukup keberatan sebab ia hanya merasa bahwa istirahatnya masih belum cukup.


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


Hari demi hari terus berlalu, aku masih terus melakukan kegiatanku seperti biasa.


Aku sebenarnya sudah menganggap kebiasaan ku ini sebagai sebuah rutinitas, tetapi setidaknya ini juga cukup bagus karena rasa kesalku mulai menghilang ketika aku selalu melakukan hal ini.


Tentunya ibunda tidak akan mengetahui hal ini, ditambah lagi anak itu nampaknya masih tetap bungkam dan tidak menceritakan apapun juga.


...••••••...


“ sialan kau.....sialan ...... sialan...... mengapa kau tidak ma** saja  sialan....... beraninya kau terus menerus muncul dihadapanku......... terima ini..... terimalah ini “ ( Rita )


Rita kecil nampak terus me***dangi dan me**kuli rey  yang tidak berdaya tersebut.


“ !!!! “ melihat dengan tatapan kesal.


Meskipun ia terus saja diperlakukan seperti itu, tetapi rey nampak tidak melawan tindak perundungan yang dilakukan oleh rita itu.


Ia seolah menderima semua itu seperti terjadi begitu saja.


“ hah hah hah “ Rita terengah engah


“ tch....... kau selalu saja memasang ekpresi datar dan tidak peduli......... apakah kau pikir aku tidak kesal dengan perlakuanmu itu.......... semakin kamu tidak melawan maka aku jadi semakin bosan untuk terus melakukan nya........ “ ( Rita )


Melihat rey yang tidak bereaksi apapun meski telah banyak dirundung, membuat rita cukup kelelahan.


Ia nampak bosan terus melakukan kegiatannya tersebut setiap hari nya.


“ jika begitu selanjutnya-  “ ( Rita )


“whhhhhh “ !!!!! “ 


“ Nona Bahaya!!!! “ teriak seseorang kepada rita.


Terihat seekor naga mulai berlari ke arahnya, naga tanah tersebut terlihat akan menyerang dirinya.


Rita tidak bisa mengelak dari serangan tiba-tiba naga tanah tersebut. Ia hanya diam mematung melihat naga itu datang.

__ADS_1


“ !!!! “ 


“ hey apa yang kau!!!! “ ( Rita )


Tidak disangka-saka rey yang sedari tadi terdiam mulai mendorong rita dengan cukup kuat.


Rita terdorong akibat hal yang tidak terduga.


“ !!!! “


 “ hah! “  ( Rey )


Meskipun Rita berhasil terselamatkan tetapi naga itu malah menyerang rey dengan cukup kuat.


“ bruggggg “


“ treng treng treng “


Rey yang diserang oleh naga tersebut mulai terbentur dengan cukup keras ke arah tong kayu di belangnya.


“ aduh ......auwc.....sakit , apa yang kau lakukan ini “ ( rita )


Rita merasakan sakit akibat didorong dengan cukup kuat ke tanah.


“ Rita!!!!! “ ( Lulu )


Dari tempat lain, lulu yang melihat rita terluka mulai berlari ke arahnya sembari berteriak.


Lulu mulai mendatangi rita, ia mulai memeluknya dnegan cukup erat.....


“ awww....... ibunda, aku tidak apa-apa..... bisakah ibunda melepasku “ ( rita )


Rita nampaknya tidak suka dnegan perlakukan tersebut, ia napal kesakitan karena ibundanya tiba-tiba saja memeluk dirinya.


“ maaf.... ibunda terlalu berlebihan, tetapi apakah rita baik-baik saja.....apakah ada yang terluka!? “ ( lulu )


“ aku baik-baik saja...... aku hanya tergores sedikit “ ( Rita )


Rita mengatakan bahwa ia baik-baik saja, ia hanya mengalami sedikit luka saja.


Lulu kemudain melepaskan pelukan nya, ia merasa bersyukur bahwa rita baik-baik saja.


“ apa yang kau lakukan viktor....... kau hampir saja mencelakai nona....... maaf atas kelalain saya lulu-sama “ katas seorang pria muda kepada lulu.


Pria itu mulai mengambil tali pengikat naga tanahnya dan mulai menenangkan naga tersebut.


“ tidak apa-apa......... yang terpenting, rei-chan apakah kamu – “ ( Lulu )


Lulu mulai mengalihkan perhatiannya , ia mulai melihat ke arah rey terlempar....


“ i-itu....... da-darahnya...... darahnha berwarna merah!!!! “ ( rita )


Rita nampak terkejut dnegan kondisi dari rey, ia tidak mempercayai kejadian ini benar-benar nyata.


Di tempat rey terlempar, banyak tong kayu yang mulai berserakan! Ia terlempar dengan cukup kuat.


“ auh.........sakit “ ( Rey )


Rey kecil berusaha untuk berdiri, tetapi kondisinya benar-benar cukup memprihatinkan.


Meskipun ia selamat dari insiden tersebut, tetapi kepalanya terbentur dnegan cukup kuat.


Ia kemudain mulai memegangi lengan kirinya, nampak bahwa lengan kirinya patah akibat benturan kuat tersebut.


Ia mulai mengeluarkan air matanya tatkala menahan rasa sakit itu.


“ Rey-chan........ jangan khawatir bibi akan segera mengobatimu “ " Jadi tunggulah sebentar " ( Lulu )


Lulu nampak panik ketika melihat kondisinya tersebut, ia mulai mendatangi rey untuk segera menyembuhkannya.


Lulu mulai menjulurkan kedua tanganya untuk menggunakan sihir penyembuh keoada rey.


“ ja-jangan khawatir...... bibi akan menggunakan sihir healing bibi sebaiknya ka- “ ( lulu )


" Tak !!!! " “ !!!! “ tetapi sebelum ia melakukan itu, tiba-tiba saja lengan rey mulai menampar kedua lengan lulu tersebut seolah ia menolak tawaran itu.


Ia mulai menatap lulu dengan ekpresi datarnya tersebut.......


“ Tidak!!! “ “ ma-maaf.......... bibi, aku akan pulang kerumah saja “ “ aku yakin ibu akan pulang sebentar lagi “ ( Rey )


Rey menolak tawaran dari lulu untuk menyembuhkannya, ia beralasan bahwa ibunya pasti akan pulang sebentar lagi.


“ ta-tapi...... jika seperti ini, pendarahanmu “ ( lulu )


Dengan ekpresi bersalah luku nampaknya masih menghawatirkan kondisi dari rey tersebut.


“ tidak apa-apa....... aku tidak apa-apa “ “ jika begitu aku permisi dulu......... maaf sudah merepotkan kalian semua “ ( Rey ) 


Dengan ekpresi datarnya rey sekali lagi menolak tawaran dari lulu tersebut.


Ia meminta maaf kepada lulu karena sudah merepotkanya, ia kemudain berjalan pergi dengan memegangi lengan kirinya sembari berjalan pincang.


Langit mulai berwarna jingga, menandai kepergian rey dari kediaman rosefina tersebut.


Ia harus pulang dengan keadaan yang cukup mengenaskan itu, sembari menahan tangis dan rasa sakit yang ia rasakan.


Lulu hanya bisa memasang ekpresi bersalah sembari memandangi kepergian anak tersebut.


“ ibunda........ tolong katakan semuanya, sebenarnya siapa anak itu “ “ dan mengapa warna darahnya berwarna merah!? bukankah itu adalah warna “ ( Rita )


Rita yang mulai tersadar, kini mulai menanyakan prihal mengenai rey yang sebenarnya kepada lulu.


...•••••••...


“ Anak itu sebenarnya bukanlah iblis ataupun manusia, ia hanyalah makhluk setengah-setengah “ “ Yurikka-chan sudah mengatakan semuanya kepada ibu......... sebelum ia tiba di desa ini, ia sudah sering mengalami hal yang sama “ “ alasan mereka diusir dari keluarga archduke revehhills juga karena anak itu “ “ yurikka-chan menyuruh ibu untuk menderima anak itu bagaimana mustinya, ia meminta agar ibu tidak membenci anak itu karena hal tersebut “ “ apakah rita merasa bahwa ibu perhatian kepada rey-chan dan melupakan rita!? Tidak......... ibu tidaklah melupakan rita, ibu bersikap baik pada anak itu karena ibu tidak ingin mengecewakannya dan juga yurikka-chan lebih jauh lagi “ “ ibu hanya tidak tega melihat hal itu....... tidak lebih dari itu...... tetapi nampaknya ibu sudah gagal “ ( lulu )


Ibunda menceritan semua keberan tentang anak itu kepadaku.


Jadi selama ini ibunda tidak pernah melupakanku karena anak itu, ia hanya tidak ingin mengecewakan temannya dan juga merasa kasihan pada anak itu.


Tetapi mengapa...... mengapa baru sekarang aku jadi merasa bersalah....... apakah yang kulakukan selama ini adalah hal yang kejam.


Alasan anak itu selalu berwajah datar dan tidak ingin bersosialisasi adalah ia tidak ingin orang lain mengetahui rahasia tentang dirinya.


Makluk yang tidak seharusnya ada.......half demon......

__ADS_1


Aku terus berlari untuk segera menuju ke rumah anak tersebut, setidaknya ada yang harus aku katakan kepadanya.....


Tiba di gubuk kecil tempat anak itu seharusnya tinggal.......


Sejujurnya tempat ini begitu lusuh dan jauh dari kata layak bagiku.


“ tok tol tok!!! “ mulai mengetuk pintu.


“ hey ..... apakah kau ada di dalam....... apakah pintunya tidak dikunci “ ( Rita )


aku mulai bertanya apakah ia ada di dalam, tetapi nampaknya tidak ada jawaban darinya.


Perlahan aku mulai membuka pintu gubuk tersebut, terlihat tidak adanya furnitur di ruangan itu...... hanya ruangan kosong yang ada di tengahnya.


“ !!!! “


Terlihat anak itu sepertinya hanya duduk diam di pojokkan sembari mengarahkan wajahnya ke sisi berlawanan.


“ hey.....apakah kau baik-baik saja, perlakuanku barusan aku ing- “ ( Rita )


“ Tinggalkan saja aku sendiri “ ( Rey )


Anak itu mulai menjawab dengan nada yang kurang mengenakan.


“ tidak......... apa yang kau katakan aku hanya khawatir, sebaik- “ ( Rita ) jawab dengan nada ramah dan senyuman yang dipaksakan.


“ Kubilang tinggalkan aku sendiri!!!!!! “ ( Rey )


Anak itu mulai berteriak dengan cukup  lantang, ia memintaku untuk meninggalaknnya seorang diri.


“ apa!? Hey bukankah kata-katamu itu terlalu kejam....... aku datang kesini hanya untuk meminta ma- “ ( Rita )


“ apakah kau tidak mendengarku!!!......... Kubilang, tinggalkan saja aku sendirian!!!!! Pergi dari sini!!!!! “ ( Rey )


Anak itu semakin membentakku dan mulai memaksaku untuk pergi.


Ini cukup menyakitkan bagiku, karena aku melihat anak yang selalu ku benci itu terlihat tidak seperti yang aku pikirkan.


Terlihat ia seperti sedang menangis dan menahan semua rasa sakit akibat luka yang ia terima.


Aku tidak bisa berkata apapun lagi.


Mulai menutup pintu gubuk itu, aku mulai meninggalkan anak itu sendiri dalam rasa sakit dan juga kesedihan yang ia rasakan.


...“ Apa yang sebenarnya aku lakukan disini “...


Aku mulai merasa sangat bersalah atas apa yang selama ini kulakukan padanya, ini seperti akulah yang jahat disini.


Aku tidak pernah berfikir semuanya akan menjadi seperti ini, rasanya begitu menyesakkan hatiku........ apakah mungkin inilah yang disebut sebagai rasa bersalah.


Rasa bersalah karena  tidak mengetahui apapun


...••••••...


Pembasmian kali ini telah berakhir dengan cepat, para mosnter dari pinggiran wilayah rosefina telah berkurang secara derastis.


Dan hal baiknya adalah uang yang telah terkumpul telah memenuhi keperluanku, dengan ini maka kami akan bisa pergi meninggalkan tempat ini secepat mungkin.


Mulai berjalan mendekati rumah......


“ ngikkk !!! “ Membuka pintu.


“ ibu pulang...... Rei-chan apakah kamu ad- “ “ Rei-channnn!!!!! “ ( Yurikka )


Aku mulai panik ketika melihat putraku yang kembali berada dipojokkan lagi dan terbaring dengan lemah, tetapi kali adalah hal yang berada di luar ekpektasi.


Kondisi yang ia alami nampak cukup  parah, lukanya benar-benar snagat serius........


Mulai  mendekati putraku yang terluka parah tersebut, aku mulai mengarahkan kedua tanganku untuk segera melakukan sihir penyebuhan secepat mungkin.


Ini benar-benar sudah keterlaluan, bukan hanya kepalanya yang terluka parah tetapi tulang lengan kirinya juga patah.


“ Rey-chan....... apa yang terjadi pada dirimu “ (  yurikka )


Aku mulai khawatir dengan kondisi putraku yang tidak sadarkan diri tersebut.....


“ uh...... “ mulai menggerakkan matanya.


“ i-ibu......syukurkah ibu sudah kembali, aku “ ( Rey )


“ Jangan terlalu banyak bergerak........ ibu akan menyembuhkanmu dengan segera “ ( Yurikka )


“ hmmmmm “ ( Rey ) mengangguk diam.


Mau bagaimanapun kondisi putraku benar-benar cukup parah, aku harus mengerahkan smeua kekuatan penyembuhan ku untuk benar-benar menyembuhkan dirinya!


Setidaknya tulangnya yang patah masih bisa di pulihkan.


Jika saja aku mengetahuinya sedari awal, aku pasti akan melakukan semua hal yang kubisa agar putraku tidak mengalami hal mengerikan ini sekali lagi.


“ tidak usah khawatir....... lusa kita akan segera pergi dari tempat ini, kta akan pergi ke benua  lusia secepat mungkin “ ( Yurikka )


“ hmmmmmm “ ( Rey ) mengangguk.


Jika ada sesuatu yang harus ku lakukan sebagai seorang ibu, maka hanya inilah yang bisa ku lakukan.....


Membawa anakku dan diriku berkumpul dengan suamiku , eugeon............


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...( Curhatan Author ) ...


...🤧😭😭😭 Author Yang bikin WN ini aja gk kuat liat scane ini........ ...


...Kasian MCnya..... padahal Cuma pengen ngebantuin ibunya buat kerja tapi malah di sangka mencuri perhatian sama si loli Coursed dan Anak-anak lainnya...... ...

__ADS_1


...Klo tau osananajiminya kek loli Coursed kayak character Rita ini, author juga jadi ogah.... 🙄...


...Episode berikutnya si Loli coursed Yang kenak Mental 😆...


__ADS_2