
Kini mainna telah dikelilingi oleh para undead di segala arah, ia tidak memiliki celah untuk bisa lari lagi.
Alih-alih panik, mainna tidak memberikan reaksi apapun dari hal itu, seolah ia tidak menganggap semua itu membahayakan dirinya.
Klize dan niel yang melihat hal itu hanya bisa bingung dan keheranan karena mainna tidak memberikan reaksi apapun.
Mereka berpendapat bahwa mainna mungkin telah menyerah dan putus asa karena tidak bisa melarikan diri.
Para undead dengan bantuan intruksi klize mulai bergerak kembali dan bersiap untuk menyerbu mainna.
Naga kematian yang ada di belakang mereka pun bersiap untuk melakukan serangan nya, dnegan nafas kematiannya ia mulai mengumpulakn energi untuk melakukan serangan akhir pada mainna.
“ Sihir kehancuran : Pelenyapan!!! “ ( mainna )
Dnegan dana kecilnya, mainna mulai mengaktifkan sihir kehancuran miliknya.
Para undead yang mulai berlari ke arahnya mulai merasakan dampak tersebut.
Ksatria undead hitam berarmor mulai menghilang secara perlahan bagaikan debu yang tertiup oleh angin.
Bersamaan dengan hal itu serangan kematian dari naga kematian pun ikut menghilang bersamanya, bagaikan sesuatu yang tidak bisa dipercayai.
“ Apa!!!! Apa yang telah terjadi “ ( Niel )
Dengan ekspresi kaget, niel tidak mempercayai apa yang terjadi tersebut.
“ Ini tidak mungkin..... Seharusnya para dark knight skeleton tidak terpengaruh pada sihir suci apapun!!!! Bagaimana mungkin mereka bisa menghilang “ ( Klize )
Klize yang tengah beristirahat pun dibuat kaget karena hal tersebut.
Ia tidak mempercayai bagiamana mungkin pasukan dark night skeleton yang merupakan undead kelas atas bisa menghilang begitu saja bahkan jika itu adalah sihir suci.
“ Ini bukanlah sihir suci........ yang Anda panggil itu memang merupakan undead rank atas dan sihir suci tidak akan berpengaruh kepadanya........” ( Mainna )
Dengan nada datar mainna mulai memjawab rasa penasaran mereka berdua.
“hey apa yang kau lakukan....... aku tidak pernah mendengar ada seorang penyihir yang bisa mengatasi semua undead itu tanpa sihir suci!!! “ ( Niel )
Niel yang merasa kesal mulai menanyakan hal yang dilakukan mainna pada para undead milik klize! Ia mengatakan bahwa ia tidak mengetahui ada seorang anggota serikat sihir yang bisa mengatasi para undead tersebut bahkan tanpa sihir sici sekalipun.
“ yang kulakukan adalah hal yang wajar...... Aku hanya melenyapkan mereka semua seperti yang biasa ku lakukan “ ( Mainna )
“ yang biasa kau lakukan kau bilang! Jangan-jangan!!! “ ( Niel )
“ Niel....... kita harus segera pergi!!! Dia bukanlah lawan yang bisa kita hadapi sekarang!!!meskipun kita maupun neich menghadapinya bersama-sama kita tidak akan bisa menang!!!! “ ( Klize )
Klize yang sedari tadi beristirahat kini mulai bereaksi keras, ia dengan berteriak mulai memperingatkan kepada niel untuk segera pergi dari pertarungan!
__ADS_1
“ Apa yang kau katakan klize...... bukankah neich-sama membutuhkan batu jiwa itu!!!jika kita tidak membawanya sekarang maka neich-sama akan terus tersiksa akibat kutukan jiwa itu!!! “ ( Niel )
Niel mulai berteriak kembali kepada klize, ia mengingatkan pada klize jika mereka tidak bisa membawa batu jiwa tersebut maka neich akan tersiksa selamanya akibat kutukan jiwa yang ada pada dirinya....
“ meskipun kau mengatakan itu...... yang kita hadapi...... yang kita hadapi adalah lawan yang tidak akan pernah bisa dikalahkan bahkan oleh pahlawan sekalipun........ seseorang yang dikatakan bisa melenyapkan dan menghapus apapun yang ia kehendakan!!! Penyihir murni Terkuat....... Penyihir Kehancuran!!! “ ( Klize )
“ Penyihir kehancuran “ ( Niel )
Ketika mendengar bahwa yang mereka hadapi adalah penyihir kehancuran yang selalu dikatakan, niel langsung tersentak ke tanah.
Ia tidak pernah membayangkan bahwa seseorang yang dihadapinya adalah penyihir kehancuran yang merupakan penyihir murni terkuat.
Melihat tidak mungkin untuk bisa mengalahkan lawannya, niel dan juga klize berusaha untuk segera lari! Mereka tidak ingin berhadapan dengan orang yang mustahil untuk bisa mereka kalahkan.
“ tidak akan ku biarkan kalian lari......... Gravity Area!!! “ ( Mainna )
Meskipun berusaha untuk lari, tetapi mainna tidak mengharapkan hal itu! Ia mengeluarkan sihir tekanan gravitasinya untuk mencegah agar klize dan niel tidak bisa melarikan diri.
Niel dan klize terkena tekanan gravitasnya, mereka tidak bisa mengangkat tubuhnya terlalu berat beban yang diberikan.
“ lakukan !!!! “ ( Klize )
Tetapi klize nampaknya tidak menyerah begitu saja, ia mulua menginstruksikan pada naga kematian untuk melancarkan serangan!
Meskipun naga kematian terkena tekanan gravitasi serupa, tetapi mulutnya masih mengarah pada mainna.
“ Sihir kehancuran : Peniadaan!!! “ ( Mainna )
Tetapi nampaknya sebelum mainna terkena nafas beracun naga kematian! Ia menggunakan sihir kehancurannya untuk melenyapkan nafas beracun tersebut.
Perlahan tapi pasti, baik nafas beracun dan juga naga kematian ikut menghilang dalam sekejap! Seolah seperti sesuatu yang tertiup angin bagaikan debu.
“ Uhkkk!!! “
Klize dan niel mulai merasa putus asa, serangan terakhir yang dilancarkan oleh naga kematian bahkan tidak mempan pada penyihir kehancuran dan kini penyihir itu mulai berjalan secara perlahan kepada mereka.
“ Aku sebenarnya tidak memiliki niat untuk melenyapkan kalian berdua karena kalian adalah orang yang cukup baik........ tetapi karena ini adalah perintah, maka aku akan melakukannya seperti yang pernah ku lakukan terhadap para orang-orang busuk “ ( Mainna )
Sebelum ia melakukan eksekusi pada mereka berdua, mainna mulai mengatakan bahwa ia sama sekali tidak menginginkan untuk melenyapkan klize dan niel karena mereka adalah orang yang baik, tetapi karena perintah dari setikat sihir untuk melenyapkan anggota parti pahlawan neich maka ia harus melakukannya.
“ Sihir kehancuran : PELENYAPAN!!!! “ ( Mainna )
Mainna mulai mengaktifkan sihir pelenyapannya! Dalam sekejap baik klize dan juga niel mulai lenyap bagaikan debu yang tertiup oleh angin lalu.
Meskipun ini cukup, mainna masih begitu merasa berduka cita akan mereka berdua!
Tetapi meskipun begitu, tugas tetaplah tugas dan ia tidak akan begitu menyesali keputusannya tersebut.
__ADS_1
“ Rei-chan aku akan segera datang!! “ ( Mainna )
Setelah mainan menyelesaikan pertempuran dnegan klize dan niel, mainna mulai berjalan dan bergerak untuk menuju ke sebuah tempat.
Dari tempatnya berdiri ada sebuah pelindung kubah yang begitu besar di tengah hutan! Banriett sebelumnya pernah memberitahu kepada mainna bahwa ia membawa rey ke tempat tersebut untuk menjebak pahlawan neich di dalamnya..........
Apakah akan terjadi hal yang menarik............
...*****...
...( Di Tempat Rey )...
“ Aku sudah menantikan ini selama Beberapa tahun hanya untuk bisa membunuhmu sialan...........aku mempertaruhkan segalanya, Kehidupanku dan bahkan nyawaku sendiri untuk sampai pada titik ini dan membalaskan dendam ibu............ aku akan membunuhmu dan tidak akan membiarkanmu untuk pergi!!! Neichhhhh!!!! “ ( Rey )
Sembari berteriak rey mulai melepaskan segel kekuatan miliknya, ia mulai mengaktifkan sihir kegelapan yang selama ini selalu ia tekan.
Aura hitam bercampur menjadi satu dengan dirinya, Petir berwarna hitam mulai menyelimuti dirinya bagaikan pusat dari petir tersebut.
“Tch......mengapa aku harus berhadapan dengan sesuatu yang cukup merepotkan sekali lagi.......... tetapi kali ini bahkan jauh lebih merepotkan dari sebelumnya “ ( Neich )
Neich tidak tinggal diam, ia juga mengaktifkan kekuatan pahlawan milikinya yang tidak pernah ia gunakan sebelumnya!
Cincin pusaka milik neich berubah dari bentuk cincin ke bentuk sebuah armor yang menyelimuti seluruh bagian tubuhnya.
Di bagian tengah armor milinya terdapat batu zamrud hijau yang merupakan inti kekuatan dari cincin pahlawan.
“ Selama aku memiliki ini bahkan sihir iblis yang sama tidak akan pernah bisa melukaiku seperti sebelumnya......... kali ini aku tidak akan membiarkanmu lepas begitu saja, kau bocah!!!! “ ( Neich ) berteriak kepada rey.
Tidak gentar dengan senjata pahlawan tersebut Rey mulai membentuk sebuah tombak dengan jumlah yang sangat banyak dari sihir kegelapan miliknya.
Rey mulai menembakkan tombak-tombak itu satu demi satu ke arah pahlawan neich! Tombak mulai melesat dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Pahlawan neich tidak menghindari itu sama sekali, dengan cukup percaya diri ia berusaha menahan lesatan tombak itu dengan tangan kanan miliknya.
“ !!! “
Tangan kanan pahlawan neich berhasil menangkis tombak tersebut.
“ Ha ha ha....... apakah hanya ini saja kekuatanmu bocah, jika begitu aku akan- “ ( Neich )
“ Bruzzzzzzttttttt “
Tiba-tiba saja tombak yang di pegang oleh neich itu berubah menjadi sebuah ledakan mana yang berbentuk seperti kilatan listrik!
“ hyaaaaaaaaa!!!! “
Pahlawan neich yang tidak mengetahui hal itu terkena efek dari kilatan listrik kegelapan tersebut.
__ADS_1
Meskipun itu tidak menembus armor miliknya, tetapi ia merasakan sengatan dari kilatan energi tersebut kepada dirinya.