The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol. 5 Ch. 53 : Kutukan Jiwa diaktifkan ( End )


__ADS_3

" tch........ Bu çocuğu benim için korkunç bir şey haline gelmeden temizlemeliyim........... bana o iğrenç bakışla bakma!!!!! "


( tch........ aku harus membereskan anak ini sebelum menjadi hal mengerikan bagiku........... jangan menatapku dengan tatapan menjijikkan itu!!!!! ) (Neich )


Neich mulai berteriak dan marah karena seorang anak yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian....


Ia mulai menganyunkan pedangnya kepada rei kecil guna membereskannya bersama dengan ibunya tersebut.


Rei kecil masih menatapnya dengan serius, ia tidak menutup matanya sedikit pun.


" Sen ölüsün- "


( Matilah ka- ) ( Neich )


Ketika neich akan mengayunkan pedangnya untuk mengakhiri semua masalah tersebut, secara tiba-tiba ia terhenti seketika.


" ahk....uhk...... kahretsin, bu ne böyle "


( ahk....uhk...... sial , apa-apaan ini ) ( Neich )


Neich mulai menyadari sesuatu yang aneh, seperti ada sesuatu yang mencekik lehernya dengan cukup kuat.


Tanda sihir yang ada di wajah neich perlahan seperti terbakar akan sesuatu......


" ahhhhhkkkkkk sıcak....... sıcak!!!!! Durun lütfen durdurun!!!! "


( ahhhhhkkkkkk panas....... panass!!!!! Hentikan, tolong hentikan!!!! ) ( neich )


Neich mulai menggerang kesakitan, tanda sihir itu berubah menjadi sebuah api biru yang membakar sebagian tubuhnya.


Secara perlahan lagan api biru itu mulai membesar dan melalap tubuhnya.


Neich mulai merasakan rasa sakit  yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, rasa sakit itu seolah menjalar ke dalam tubuhnya seolah-olah jiwanya telah terguncang.


" kahretsin…… kahretsin…… o kadın, işte o kahrolası kadın….. Bunu en başta hafife almamalıydım "


( sial...... sial...... wanita itu, benar wanita sialan itu..... aku seharusnya tidak meremehkan ini sejak awal “ ( Neich )


Api biru itu perlahan mulai memadam dan meninggalkan bekas seperti noda terbakar di sebagian tubuh neich.


" hah hah hah........ bu kesin, bu yasak büyü "


( hah hah hah........ ini pasti , ini adalah sihir terlarang ) ( Neich )


neich mulai terlihat lemah, ia telah menyadari bahwa sihir yang sebelum nya dirapal kan oleh yurikka adalah sihir terlarang yang tidak ia ketahui.


Sebuah sihir yang bahkan bisa melukai seseorang hingga ke dalam jiwanya..... sihir terlarang yang hanya dikuasai oleh anggota klan iblis sayap hitam........ kutukan jiwa.


Neich mulai berusaha untuk tetap berdiri meskipun ia terluka parah di dalam jiwanya.


Ia mulai kembali untuk menghunuskan pedangnya lagi kepada rey kecil yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan penuh amarah.


Tetapi ia mendapati hal yang sama, yaitu dirinya seperti tercekik oleh sesuatu yang tidak bisa ia lihat tetapi ia bisa merasakannya.


Kutukan jiwa itu seolah memberinya sebuah peringatan 


“ jika kau menyentuh anak itu dan berbuat jahat padanya..... maka kau akan segera mati bersama dengan jiwamu “ 


Kutukan itu memperingatinya agar neich menjauh dan tidak melakukan sesuatu apapun kepada rey kecil.


";“Tch…….. çok zahmetli, başka birinin vücuduyla hayata geri dönebilsem bile…… ama bu sihir hala benimle olacak…… Seni öldürmesem bile gitmene izin vereceğim. ! Ama bunu başka biri yapardı…… Umarım birbirimizi bir daha görmeyiz velet "


( tch......... sangat merepotkan, meskipun aku bisa saja hidup kembali dengan tubuh orang lain....... tetapi nampaknya sihir ini akan tetap ada padaku........... aku akan membiarkanmu pergi, meskipun  aku tidak membunuhmu! Tetapi orang lain akan melakukan hal itu....... semoga kita tidak  bertemu lagi, bocah ) ( Neich )


Mendengarkan peringatan dari kutukan jiwa yang mulai melekat padanya, neich mulai pergi dan mengabaikan rey kecil yang berada di samping mayat ibunya.


Ia seperti tidak memiliki rasa bersalah karena membunuh seseorang tepat di depan mata anaknya, persisi seperti iblis yang dulu melakukan hal yang sama.


( jika aku tahu akan seperti ini....... aku benar-benar tidak ada bedanya dengan iblis itu  ) ( neich )


Neich nampaknya begitu kesal dengan kenyataan itu.


Meski ia  berhasil membunuh iblis bersayap hitam pertamanya, tetapi sesuatu yang akan menantinya  jauh lebih rumit dari itu....


Ia bukan hanya mendapatkan kutukan jiwa yang sewaktu waktu bisa membakar jiwanya, tetapi juga mendapatkan seseorang yang suatu saat nanti bisa membalaskan dendam kepadanya.


Tetapi ia nampak tidak mempedulikan hal tersebut.


" !!! "

__ADS_1


Neich namoaknya terhenti seketika, karena ia melihat sesuatu Yang cukup berharga


" oh!.........ha ha ha....... görünüşe göre o kadını öldürmek de güzel, bu pahalı bir yüzük gibi görünüyor "


( oh!......... ha ha ha....... rupanya membunuh wanita itu ada bagusnya juga, ini nampaknya adalah cincin Yang mahal ) ( Neich)


ia mulai mengambil potongan lengan dari yurikka Yang berada di tanah itu, ia nampak sangat tertarik dengan sebuah cincin pertunangan Yang ada di jari manisnya itu.


ia kemudian mengambil cincin itu dan melempar tangan tersebut ke kedekat Rey kecik Yang masih menatapnya dengan tidak mengenakan.


dengan senyuman ia mulai pergi dan meninggalakn Rey kecil bersama dengan cincin pertunangan Yang ia bawa tersebut.


Di sisi lain, rey kecil mulai meratapi kepergian ibunya yang mati demi melindungi dirinya.


Bersamaan dengan hujan yang begitu derasnya, ia telah kehilangan satu-satunya orang yang penting baginya.


Ia mulai kembali menangis sembari menundukkan kepalanya di  mayat ibunya yang tidak berdaya.


Ini adalah sebuah akhir...... sebuah akhir mengenaskan dari seorang anak yang terlahir sebagai setengah iblis dan manusia.


Ia kembali bertanya-tanya mengapa dewa memberikannya hidup yang begitu pahit dan menyakitkan.


...••••••••••••...


“ Sekarang sudah tidak ada apapun lagi “ ( Rey ) kalimatnya yang penuh dengan kekosongan.


Terlihat tangan dan jari dari rey kecil yang penuh dengan noda darah.


Ia memegang sebuah tombak pedang milik ibunya yang lebih besar dari dirinya.


“ huh! “ “ hiks “ 


Ia mulai menangis dan meratapi segala hal yang terjadi.


Ia mempersiapkan pemakaman untuk ibunya sendiri, ia telah membuatnya dengan jerih payah dan juga keringat darah yang mengalir di dalam dirinya.


Dari makam itu ia mulai menaruh sebuah pohon bunga tepat di atas makam itu. Ia kemudian meninggalkan pedang tombak  milik ibunya dan menancapkannya di makam tersebut.


“ Ibu “ “ hiks “ ( Rey )


Rey kecil tidak bisa menahan kesedihannya, kenyataan bahwa sesuatu yang berharga telah direnggut dari dirinya. Kini ia hanyalah seorang anak sebatang kara yang di tinggalkan ibunya! Ia tidak lagi memiliki tempat untuk bisa menerima nya.


“ aku pasti akan segera kembali, ibu “ “ Selamat Tinggal “ ( Rey )


Ia mulai pergi meninggalkan makam tersebut, saat ini ia sudah tidak tahu lagi  ke mana ia harus pergi.


Tetapi wasiat dari ibunya masih ia ingat sampai saat ini yaitu “ yaitu pergi ke arah tenggara “ hanya itulah satu-satunya yang dikatakan oleh ibunya sebelum ia mati.


Rey kecil terus berjalan ke arah yang ia yakini sebagai arah tenggara itu, meskipun ia tidak tahu di mana arah itu berada.


Ia hanya mengikuti langkah kakinya berjalan, meski tidak tahu arah dan tujuannya sekarang.


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


Di Tempat lain eugeon nampak sedang menunggu akan sesuatu?


ia hanya duduk diam di ruang makan yang sepi dan hanya ada dirinya di sana.


“ Miaw “ sapa seekor kucing hitam bersayap kepadanya.


“ Lecia........ kamu datang untuk menghiburku ya “ ( Eugeon )


Eugeon nampak menyapa kucing tersebut, ia tahu bahwa kucing peliharaan istrinya datang untuk menghibur dirinya yang kesepian itu.


Ia mulai mengelus-elus kucing tersebut dengan lembut, terlihat bahwa kucing tersebut juga sangat menyukai eugeon.


“ Yulia........ apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu  “ ( Eugeon )


Eugeon nampak sangat mencemaskan istrinya yang masih belum memberikan kabar apapun kepada dirinya tersebut.


Ia masih membayangkan sosok istrinya tersebut.

__ADS_1


“ !!!! “


Eugeon mulai melihat ke arah kristal komunikasi yang ada di tempat lain di ruangan itu, terlihat bahwa kristal itu memancarkan sebuah cahaya biru yang indah yang menandakan seseorang tengah menghubunginya.


Ia kemudian mulai mendatangi kristal itu, bersamaan dengan menggendong kucing terbang kesayangan istrinya.


Eugeon mulai menyentuh bola bercahaya itu dan seketika muncul sosok seseorang dari kristal tersebut yang akan menghubunginya.


‘ selamat malam pangeran......... apakah Anda masih mengkhawatirkan istri Anda hingga tidak bisa tidur? ‘


Sosok itu mulai menyapa dirinya.


“ selamat malam juga, Tuan banriett........ seperti yang Anda tahu bahwa saya masih cemas akan mereka berdua “ ( Eugeon )


Orang yang menghubungi eugeon adalah sang penyihir yang dahulu membantu ia dan juga istrinya untuk melarikan diri dari kerajaan tempat dirinya berasal dahulu.


Orang yang menghubunginya itu adalah banriett, ia nampaknya memiliki suatu berita kepada eugeon hingga ia menghubunginya di tengah malam ini.


‘ begitu rupanya........ Anda adalah tipikal pria yang setia ‘ ( Banriett ).


“ Bagiku....... tidak ada wanita lain yang pantas untuk diriku selain yulia........ dia adalah alasan satu-satunya diriku ada di tempat ini “ ( eugeon )


‘ saya mengerti......... tapi pangeran, nampaknya saya memiliki kabar buruk untuk Anda........ saya takut bahwa kabar ini bisa membuat Anda tertekan ‘  ( Banriett )


Mendengar perkataan tersebut dari seorang penyihir murni, membuat eugeon merasakan  sebuah firasat buruk! Ia merasa bahwa kabar itu berkaitan dengan istrinya.


‘ Saya akan mengatakannya........ nona yulia, Sudah tiada ‘ ( Banriett ) 


Tanpa basa basi, baruett mengatakan sebuah beruta bahwa istri eugeon yaitu yulia sudah tiada.


Eugeon nampak tidak mempercayai hal itu, tetapi ketakutan di dalam dirinya sepertinya menjadi sebuah kenyataan.


Ia nampak syok dengan  berita kematian istrinya itu, eugeon mulai meneteskan air matanya dan menunjukkan ekspresi tertekan.


Ia sedang mengalami depresi akibat tidak mempercayai bahwa istri tercintanya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.


‘ Maaf karena sudah memberitahukan hal yang tidak mengenakkan kepada Anda, pangeran........ tetapi untuk putra Anda, ia masih selamat ‘  ( banriett )


Mendengar bahwa putranya masih hidup membuat eugeon menghentikan tangisannya tersebut.


“ Reyham....... dia baik-baik saja!? lalu apakah Anda tahu dimana ia sekarang? “ ( Eugeon )


Dengan sedih, eugeon mulai bertanya kepada banriett tentang keberadaan putranya yang masih hidup.


‘ Saya tidak bisa memastikannya........ meskipun ia masih hidup, tetapi saya tidak bisa mengetahui di mana ia  berada ‘  ( Banriett )


Eugeon mulai semakin depresi, meskipun banrettt mengatakan bahwa putranya masih hidup! Tetapi banrett tidak mengetahui di mana tempat putranya berada.


‘ maaf karena memberitahukan hal tidak mengenakan ini kepada Anda, pangeran ‘  ( banriett )


Banriett mulai memutuskan sambungan komunikasinya dengan eugeon.


Ia tahu bahwa eugeon saat ini harus menenangkan dirinya  untuk melepaskan kepergian istri tercintanya dan anaknya yang telah hilang entah kemana.


Mulai memeluk erat kucing peliharaan milik istri tercintanya.


Eugeon mulai menangis dan memegang kepalanya dengan sebelah tangannya......


“ tidak..... tidak..... ini semua pasti bohong, tidak....... Yulia, Reyham..... tidak “ ( Eugeon )


“ ahhhhhhhhh!!!!!! “ eugeon mulai berteriak histeris.


Meskipun eugeon telah kehilangan banyak orang yang dekat dengannya, tetapi ia tidak bisa membayangkan bahwa ia akan kehilangan hal yang selalu ia impikan dan ia harapkan.


Ia telah kehilangan keluarga bahagia yang selalu ia dambakan.


Baik itu istri maupun anaknya yang tidak pernah ia lihat.


Malam itu ia benar-benar jatuh dalam tekanan depresi karena tidak mempercayai hal buruk yang baru saja menimpa dirinya......


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


...•...


__ADS_2