The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
VOL. 10 CH. 4 : - INTI CHAOS KEHANCURAN -


__ADS_3

Jauh di dalam Labirin Chaos kehancuran Yang tenang, Rey telah berhasil melewati berbagai Halangan Yang terdapat di dalamnya.


Meskipun ia harus tetapi melawan monster family Yang melindungi tempat itu, ia tidak mempedulikannya karena Keadaan hatinya Yang sedang tidak stabil.


Di lorong gelap hanya terdengar suara Pedang dan Jeritan tiada akhir.


setiap Family Yang dibunuh dan dihabisi di dalam Labirin memberikan Jeritan Yang sangat mengerikan seperti seorang wanita Yang berteriak kesakitan.


Rey mengenali suara jeritan tersebut, setiap kali ia mendengar jeritannya. hal itu membuat mentalnya menjadi tidak karuan.


Ia seakan seperti di permainkan oleh seseorang, Ini bukanlah suara Yang biasa melainkan Suara dari Mainna Yang berteriak kesakitan dan cukup menderita di dalamnya.


" Rwaaaaaaaaahhhhh!!!!!! " Jeritan terdengar.


" hah hah hah " Hembusan nafas Yang terdengar sangat berat.


" apakah ini adalah Yang terakhir, Aku.... aku "


_Rey.


Mengeluarkan air mata di balik darah ia ada di tangannya.


Rey Yang telah membantai para family sedang dalam keadaan Yang tidak baik, Ia terlihat cukup senang seperti membantai monster pada umumnya dengan Mata merahnya Yang menyala dalam kegelapan.


tetapi hal Yang aneh adalah, ia mengeluarkan air mata dari kedua matanya.


Ia tidak bisa lagi membayangkan emosi apa Yang saat Ini ia rasakan, Sebuah penyesalan? Kebahagiaan? Kegilaan? Kesedihan? Amarah? Dan juga Kebencian? manakah Yang benar menurutnya, sekarang itu tidaklah penting.


Karena ada hal Yang jauh lebih penting Yang selama ini ia dambakan dalam hidupnya.


Jauh didalam Labirin, Rey telah mencapai Lorong akhir.


Terlihat sebuah pintu Yang cukup besar dengan ornamen kuno di dalamnya kini ada di depan mata.


tetapi ada bagian tengah dari ornament itu Yang terlihat cukup familiar bagi dirinya.


itu adalah ornamen seorang wanita Yang sedang memegang tengkorak Manusia di kedua tangannya!?


" Akhir dari Kehancuran, Kematian "


Itu mungkin adalah judul dari ornament tersebut Yang tampak memiliki arti tersembunyi di dalamnya.


Tanpa peduli lagi dengan arti dari ornament tersebut, rey mulai berusaha untuk membuka pintu akhir tersebut.


Ia mulai berusaha membukanya kedengan kedua tangannya Yang memegang masing-masing sisi dari pintu itu.

__ADS_1


" !!!!!!!! "


" Ngkkkkk "


Saat tangan milik rey dirasa menekan sesuatu Yang tepat pada tempatnya, Pintu itu mulai terbuka dengan sendirinya tanpa harus di dorong menggunakan tenaga.


Pintu tersebut seakan sedang menerima kedatangan dirinya, Sesorang Yang mungkin telah dipersiapkan sebelumnya.


ketika pintu di buka, Cahaya biru kehijauan mulai terpancar dari dalam ruangan akhir.


Ruangan itu terlihat sangatlah besar dan luas untuk ukuran labirin pada umumnya.


ada banyak tiang-tiang penyangga seperti sebuah istana Yang megah. sebuah istana Yang telah Lama dipersiapkan untuk kedatangan seseorang.


Rey mulai masuk ke dalam ruangan tersebut.


Saat ia masuk, cahaya biru kehijauan itu mulai sedikit meredup dan memperjelas seluruh area dari ruangan akhir labirin Chaos kehancuran.


Melihat disekeliling, tidak ada hal Yang sangat spesifik. Ruangan ini hanya seperti ruang istana besar pada umumnya.


Hanya ada Pilar-pilar besar dengan ukiran unik didalamnya. tetapi Tidak ada hal unik didalamnya Yang benar-benar membuat rey begitu terkesan.


di sisi lain, Rey hanya memperhatikan di satu arah.


di atas pavilliun itu terlihat sebuah kristal besar berwarna hijau kebiruan Yang memancarkan cahaya di seluruh ruangan.


Ketika rey memperhatikannya dengan seksama, matanya dibuat terkejut dan terbelalak dalam sekejap.


Sebuah emosi tergambar dari Tatapan matanya saat melihat Kristal Tersebut.


" Ka-Kakak "


_Rey.


Dengan nada beratnya rey tidak bisa lagi menggambarkan apa Yang telah ia lihat didalamnya.


Terlihat seseorang wanita Yang seakan terlihat tidur didalam Kristal Tersebut tanpa menggenakan busana. wanita itu terlihat masih menintikan air mata dari balik matanya Yang sedang tertidur dengan pulas.


" Uhk....... Ahhhhhkkkkkk "


Rey mulai berteriak sangat histeris saat melihatnya.


Langit seakan - Akan runtuh dalam sekejab saat ia melihat sosok orang Yang penting baginya ada di depan mata.....


Rey Yang terlihat cukup kuat kini tidak bisa lagi menahan Dirinya.

__ADS_1


Diliputi dengan kesedihan, Keputusasaan, Dan kegembiraan tergambar dari Tangisannya Yang tidak lagi tertahankan.


" !!!!!!!!! "


Mainna adalah Pusat dari Segalanya, Sang penyihir kehancuran Yang menjadi inti dari Senjata kuno Yang diciptakan oleh seseorang untuk mengakhiri Peradaban dunia. Sosok Sebenarnya dari Chaos kehancuran.


" phak phak " suara langkah kaki.


Ketika Kehadiran Rey di dalam Ruangan Inti dari Chaos kehancuran telah dikonfirmasi, seseorang tampaknya telah bersiap akan hal tersebut.


Orang itu mulai berjalan untuk menuju ke tempat Yang seharusnya, Yang sudah dipersiapkan oleh seseorang.


Dari balik kegelapan Yang pekat, terlihat sesosok wanita Yang tidak asing dalam pandangan.


wanita itu mulai memperlihatkan sosok dirinya di hadapan rey Yang sedang meluapkan emosinya.


Senyuman diwajahnya terlihat cukup manis tetapi itu bukanlah senyuman Yang baik. wanita itu seperti sedang mengejek seseorang yang ia tunggu dari Lama.


" Bukankah Kau Sudah terlalu Lama disana, Rey Kecilku " kata wanita itu dengan nada Yang tidak asing didengar.


Saat mendengar suara wanita itu, Rey Yang sedang menangis meluapkan semua emosinya mulai menatap. ke arah dirinya.


" Padahal Aku berniat memberikan kejutan, tetapi tampaknya Kau benar-benar laki-laki cengeng seperti Yang sudah diriku perkirakan " sambung wanita itu lagi.


" Kau...... kau "


_Rey.


Ketika mendnegar suara dari wanita itu dan melihat sosoknya secara langsung, rey tidak bisa lagi berkata apa-apa.


Entah Apa Yang ia lihat adalah sebuah ilusi ataupun bukan tetapi sangat jelas bahwa itu merupakan bagian dari sosok dirinya.


Seorang Wanita Yang berwajah seperti mainna dengan rambut putih dan Mata emas kini ada di hadapan dirinya.


Saat melihat sosok dirinya, orang-orang mungkin berfikir bahwa ia adalah mainna tetapi bukan.......


" Pe-penyihir Kebencian....... Yades "


_Rey.


Sosok itu bukanlah mainna Yang selama ini rey kenal.


Meskipun Rey tidak pernah bertemu dengan dirinya tetapi ia bisa langsung mengenalinya dengan mudah, Wanita itu adalah Yades Sang penyihir kebencian. atau bisa dikatakan Sebagian Jiwa Mainna Yang sebenarnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2