The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol.2 Chapter 7 : [ Murid Baru yang jadi pusat perhatian ]


__ADS_3

Suatu pagi Onee-chan telah mempersiapkan segala hal yang ku perlukan.


Hari ini adalah hari dimana Aku menjadi Murid Baru di Doujo Yang di kelola oleh Kepala desa.


Mitsui-san datang pada pagi hari untuk menjemputku, kami akan segera menuju ke Dojou.


“ Aku berangkat.......onee-chan “ ( Rey )


“ Hati-Hati Rei-chan “ ( Mainna ) 


Dengan melambaikan tangannya onee-chan mengantar keberangkatanku.


Letak Dojou sedikit jauh dari Rumah Kepala desa,  itulah sebabnya kami harus sedikit berjalan untuk sampai di sisi lain desa.


Di perjalanan orang desa melihat ke arahku dengan ekpresi ke heranan? Mereka pasti mengira aku adalah Anak dari Master? 


‘ Apakah dia penduduk Baru disini? ‘ 


‘ Kudengar Anak itu berasal dari Daratan Lusia ’


‘ Lusia ya? Bukankah Tatsuhi-san juga pergi ke sana ya? ‘ 


‘ aku yakin ia pasti anak Tatsuhi-san ‘ 


‘ Tetapi sungguh Ia Imut sekali, Aku ingin sekali mengelus pipinya '


Itu terdengar cukup jelas bagiku. Mereka masih memandangiku dengan tatapan aneh seolah-olah aku ini Anak Kucing yang lucu? Tapi aku sungguh tidak suka di perlakukan seperti itu!!!!


“  Ngomong – Ngomong Rei-kun, Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu “ ( Mitsui ) 


Saat di perjalanan Mistui-san menannyakan sesuatu kepadaku.


“ iya....... silahkan saja Paman Mitsui “ ( Rey ) dengan kalimat formal.


“ Biaklah..........Bagaimana Pendapatmu tentang Kakakku dan juag hubungan seperti apa yang kau lalui bersamanya? “ ( Mitsui )


“ Master ya? Bagiku ia hanya tetlihat seperti Seorang Paman yang terlalu bersemangat, saat Kepala desa mengatakan master dulunya anak yang pendiam? Saya sebenarnya tidak terlalu mempercayai hal tersebut...... dan hubunganku dengan master, bagiku seperti hubungan Guru dan murid pada umumnya, ia mengajariku telnik berpedang  lusia dan juga kepulauan tenggara, ia juga mengajariku ilmu bela diri agar aku bisa bertahan tanpa senjata walaupun cara pelatihannya sangat keras  “ ( Rey ) 


Aku menjawab mitsui-san dengan apa yang aku ketahui terhadap master.


“  Begitukah! Apakah ia mengajarimu Cara menggunakan Chi? “ ( Mitsui )


Tunggu apa itu chi? 


“ Sepertinya Tidak!? Ngomong-Ngomong apa itu chi? “ ( Rey ).


“ dimengerti....... baiklah Rei-kun setelah Pembelajaran Dojou selesai, datanglah ke rumah.  Aku akan mengajarimu Cara menggunakan Chi “ ( Mitsui ) 


“ Dimengerti paman “ (Rey )


“ Dan juga tolong Panggil Aku master, sama seperti Kamu memanggil Kakakku di tempatmu “ ( Mitsui )


“ Baiklah Master “ ( Rey )


◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆


Setelah selesai berjalan kami akhirnya tiba di Dojou.


Pendapat pertamaku tentang tempat ini adalah, ini seperti kuil yang kulihat di perjalanan. Bagian depannya terlihat Bangunan Sepertinpintu gerbang yang berwarna merah berjulah Tujuh. Bagunannya cukup besar dan halamanya begitu luas.


Kami mulai memasuki area bagunan.


‘ Hsttt ‘ suara pintu bergeser.


Master membuka pintu tersbut.


“ Semuanya Selamat pagi “ ( Mitsui ) 


Master mulai menyapa para murid.


“ Selamat pagi Mitsui-sensei “ semua murid menyaut sapaannya.


Tempat ini  bagaikan sebuah ruangan Kelas daripada Sebuah tempat latihan. Aku akan belajar disini selama dua tahun.


Murid disini berjumlah 20 orang yang terdiri dari 12 anak Perempuan dan juga 8 anak laki-laki.


Pandangan mereka sekarang tertuju kepadaku!!!!


Master mulai berjalan di depan .


“ Baiklah Kalian semua, seperti yang kalian tahu. Kita hari ini akan kedatangan murid baru, Ia berasal dari Daratan Lusia jadi Kuharap Kalian bisa akrab dengannya.......... kalau begitu Silahkan Perkenalkan dirimu ” ( Mitsui )


Master menunjukku untuk memperkenalkan diri dihadapan Murid-Muridnya. Aku merasa agak sedikit gugup....


“ Namaku Reyham, salam Kenal “ ( Rey ) sedikit canggung tetapi mulai menegarkan dirinya.


Aku kemudian mulai membungkukkan badanku sebagai bentuk perkenalan diri.

__ADS_1


“ Eh!!!! “ “Apakah Rambutnya Benar-benar Hitam? “


“ Apakah Mata merah itu Asli? “


“ Tetapi Ia benar-benar terlihat Imut “


“  Kupikir Orang dari Daratan Lusia tidak ada yang berambut hitam!? “ 


“ Memang seperti yang diharapkan!!! Apakah aku bisa dekat dengannya? “ 


Sorak semua Murid Perempuan.


“ Eh? “ ( Rey )  


“ Mohon maaf Rei-kun, Tolong maklumi saja......dan juga silahkan duduk di sebelah Shinjou-san “ ( Mitsui )


“ Baiklah Sensei “ ( Rey )


Dengan instruksi dari Master, Aku mulai pergi ketempat dudukku di bagian Belakang. Sepanjang yang aku dengar ditempat duduk lain hanya guyonan dari beberapa murid perempuan.


“ Hei.... aku Kyori, Maukah kamu bersama denganku “


“ Imutnya, Tetapi ia terlihat Cukup keren “ 


“ Aku harap aku bisa bersama denganya “ 


Gumam para wanita kepadaku.


Beberapa murid laki-laki selalu mengatakan hal yang kurang begitu menggenakan.


“ Tch.......Apa hebatnya dia itu, Paling dia hanya beruntung saja Lahir di Daratan Lusia “ 


“ Irinya diriku, dia bisa mendapatkan perhatian semua perempuan di kelas “


“ Dia hanya berwajah Menarik saja, pasti dia itu lemah “ 


Gumam para murid laki-laki kepadaku.


Bagi diriku baik Murid wanita dan juga laki-laki tidak ada satupun yang membuatku merasa nyaman. Aku sepertinya akan lebih menyendiri untuk beberapa alasan.


Dipojokan kelas, disamping tempat dudukku ada satu orang yang membuatku tertarik.


Dia adalah seorang anak dengan rambut panajng berwarna merah dan juga memiliki mata hitam , apakah dia anak laki-laki ataukah dia perempuan? Tanggapannya sangat biasa, ia sepertinya tidak mengkomentariku seperti kebanyakan Murid disini. Apakah dia adalah seorang penyendiri juga? Aku sepertinya tidak akan begitu terlibat dengan siapapun termasuk anak berambut merah yang ada di samping tempat dudukku.


“ Baiklah Untuk Hari ini kita akan mulai duel dengan latihan kendo. Karena Rei-kun Masih belum bisa menggunakan teknik Chi, maka untuk hari ini kita akan beduel satu lawan satu......... “ ( Mitsui )


“ Baiklah Sensei “ 


‘ Untungnya kita tidak harus mendengarkan banyak teori pengunaan Chi lagi kali ini ‘ 


‘ Aku benci mengakuinya tetapi berekat Murid pindahan itu, kita bisa bebas untuk sementara ‘ 


Bisik para murid saat mendengarkan apa yang dikatakan Master.


Kami langsung berjalan keluar kelas dan menuju sebauh Padang di belakang Dojou. 


Benerapa murid laki-laki ditugaskan untuk mengambil pedang kayu yang ada digudang penyimpanan. Walaupun pada awalnya mereka menolak tetapi berekat sindiran para murid perempuan mereka akhirnya mau menuruti permintaan Master.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Dipadang latihan.


Setelah aku melihat duel antara beberapa murid, aku mengambil kesimpulan bahwa mereka sepertinya masih terlalu dini untuk memegang sebuah pedang. Walaupun itu adalah pedang kayu, tetapi beberapa pergerakan mereka masih terlalu banyak celah. Mungkin ini hanya perasaanku saja?


“ Cukup sampai disitu....... pemenangnya adalah Ichirou-kun “ ( Mitsui ) 


Pertarungan anatar Ichirou dan juga Tokihiko berakhir, Ichirou memenangkan duel. 


“ Baiklah Berikutnya Hotarou-kun akan melawan Rei-kun..... silahkan Maju kedepan “  ( Mitsui ) 


Sekarang adalah giliranku melawan Hotarou. Apakah aku harus serius melawannya? 


“ Buatlah Si Murid pindahan itu menyesal Hota-kun “ 


“ Ya kami semua dipihakmu “ 


“ Terimakasih Semuanya, aku pasti akan memberikan si anak baru itu pelajaran “


Gumam Hotarou dan juga Kawan-kawannya.


Aku dan hotarou mulai maju ke arena.


“ Baiklah Rei-kun aku yakin ini adalah pertama kalinya bagimu untuk duel seperti ini. Peraturannya adalah siapapun yang keluar dari lingkaran akan dinyatakan kalah. Apakah kamu tidak keberatan “ ( Mitsui ) 


Master menginstruksikan peraturan duel kepadaku, aku pernah berduel seperti ini saat Di Lusia. Itu adalah duel antara aku dengan Master Tatsuhi.


“ Dimenegrti....... saya akan mematuhinya “ ( Rey ) 

__ADS_1


“ Baguslah...... jika begitu mulai “ ( Mitsui )


Master mulai menginstruksikan kalimat Mulai untuk memulai duel kami.


Hotarou Mulai memasang kuda-kudanya dan siap untuk menyerang.


“ Aku akan memberikanmu pelajaran, Ketahuilah posisimu......... “ ( Hotarou )


“ Jika begitu silahkan Saja “ ( Rey )


“ Bersiplah kau!!!!!! Hyaaaaaaa “ ( Hotarou ) menyerang sambil berteriak.


Hotarou langsung menyerangku dibagian depan dengan tekad yang penuh semangat ia berteriak dengan begitu keras.


Saat ia mulai mengarahkan pedang kayunya kearahku, aku spontan langsung menghindari serangannya.


“ Huh?? “ 


Kaget saat melihat aku yang memilih menghindari serangannya daripada harus  menangkisnya secara langsung.


“ Hei!!!!! Lakukanlah dengan serius !!!!! “ ( Hotarou ) 


“ Bukankah Tidak ada aturan, aku tidak boleh menghindari seranganya “ ( Rey ) 


Hotarou sepertinya kesal dengan perkataanku, ia kembali menyerangku dengan sikap kuda-kudanya dan juga teriakannya. Saat ia mulai menyerangku dengan penuh keyakinan aku kembali menghindrai seranganya.


Aku terus melakukannya hingga batas kesabarannya menghilang.


“ Hey!!!! Apakah kau serius akan berduel, itu bukanlah sifat seorang pejuang!!!! “ ( Hotarou ) dengan nada marah.


Sikap seorang pejuang? Tetapi itu terlihat seperti serangan Ceroboh bagiku. Dan yah aku juga pernah melakukan hal tersebut dulu, tetapi aku belajar bahwa serangan ceroboh hanya akan mengakibatkan hal fatal saja.


“ Baiklah.....aku mengerti “ ( Rey ) Jawaban Rey dengan nada yang sedikit kalm.


Hotarou sekali lagi menyerangku dengan seranganya dan juga penuh dengan teriakan. Tetapi kali ini aku mulai menangkis Serangannya.


Pedang kayu kami saling memblokir, itu adalah gerakan mengunci satu sama lain.


“ aku akan mengalahkanmu dan membuatmu malu “ ( Hitarou ) Gumam hotarou dengan penuh keyakinan.


“ Hmmmm......... Tetapi sepertinya kau terlalu ceroboh “  ( Rey ) 


“ Apa katamu!!!!? “ ( Hotarou ) 


Aku mulai bersiap menyerang dengan posisi kami saling memblokir, meski begitu pedang bukan hanya senjata andalanku.


Aku mulai bersiap mengangkat Salah Satu kakiku.


Aku mulai bersiap untuk menendang titik fital lawan.


“ akhhhhh!!! “ suara hotarou yang keskitan.


Aku menendang perutnya saat ia sedang lengah, dan ia sepertinya terlempar.


Dengan melihat kesempatan itu, aku langsung berada diatasnya dan mengarahkan Pedang kayuku ke arah Hotarou.


“ Si-sialan!!!! “ ( Hotarou ). Marah


ia sepertinya tidak memprediksi apa yang akan aku lakukan berikutnya. secara perlahan ia malah menutup mata seolah ia menduga aku akan mengahajarnya?


“ Ano~ Sensei sepertinya Saya mengaku Kalah “  ( Rey )


Dengan mengangkat satu tanganku.


“ Eh?? “ Para murid terkejut dengan Pernyataan Kekalahanku.


“ Ehemm...... Baiklah Rei-kun, jika itu yang kamu mau......... duel selesai Pemenangnya Hotarou-kun “ ( Mitsui )


Dengan Mengangkat tanganya Master mengakhiri Duel kami.


“ Eh!? Padahal Rei-san lebih cocok jadi pemenangnya, ini mengecewakan “ gumam beberapa murid.


Aku tahu mereka mungkin agak kecewa karena aku menyerah dimomentbpenting tetapi itu lebih baik karena Kekalahan ini tidak begitu memalukan. Hotarou adalah seorang yang terlalu bermotivasi, ia adalah tipe lawan yang tidak akan mengakui kekalahan begitu saja.


“Hebat sekali Hota-kun, kau memenangkan pertandingan ini " gumam seorsng murid laki-laki kepadanya.


“ Jangan memujiku seperti itu, Rasanya Aku tidak seperti memenangkan pertandingan apapun “ ( Hotarou)


Tetapi Rasa kekecewaan muncul dibenak Hotarou, ia pasti kecewa saat ia dikalahkan tetapi lawannya memutuskan untuk menyerah. Dengan kata lain ia mungkin menang tetapi ia seperti dipermalukan oleh lawannya.


“ Gerakanmu Cukup bagus Rei-kun......setelah kelas usai, datanglah ke rumah...... aku akanmmemberikan pelajaran tambahan kepadamu. “ ( Mitsui ) 


“ dimengerti Sensei “ ( Rey )


Duel terus berlanjut hingga giliran para perempuan.


Sejujurnya gerakan para perempuan jauh lebih baik daripada para murid laki-laki dikelas.

__ADS_1


Gerakan mereka lebih terorganisir dengan baik, mungkin itu sebabnya mereka selalu memandang jijik kepada para murid laki-laki dikelas.



__ADS_2