The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )

The Witch Of Ruin's : The Precious Person In My Life ( Penyihir Kehancuran )
Vol.3 Chapter 17 : Menuju Serangan Oni - 2


__ADS_3

( Author)


Dua hari telah berlalu setelah penantian yang panjang, para pasukan bantuan dari Hirotsuki akhirnya tiba di Desa Fukuo.


Memerlukan waktu 2 hari perjalanan dari Ibukota menuju desa Fukuo, para Pasukan bantuan yang tiba di desa fukuo kini telah beristirahat karena kelelahan akibat perjalanan jauh.


Mitsui telah menemui Komandan pasukan bantuan untuk melakukan rencana strategi! dikarenakan serangan kali ini bisa menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga ancaman ikut campurnya kishin di dalam pertempuran, memaksa mereka untuk melakukan rapat strategi lebih awal.


Dalam rapat tersebut pada mulanya,kami harus membuat sebuah parit yang cukup panjang dan juga cukup dalam demi memperlambat sedikit pergerakan para oni. Mitsui mempelajari informasi yang ia dapatkan dari penyerangan tempo hari yang menargetkan desa di perbatasan Seitto dan Takagawa.


Menurut kabar yang beredar bahwa para oni yang menyerang wilayah perbatasan berjumlah hampir ribuan Oni yang terdiri dari gabungan Oni kelas bawah, Midrage Oni, dan High oni ditambah seoramg kishin.


Mistui juga mempelajari bahwa serangan oni akan lebih kuat di malam bulan purnama! Dan malam akan tiba 1 hari dari saat ini.


Tanpa harus membuang-buang waktu, Mitsui dan kapten dari pasukan bantuan langsung menyuruh para pasukan untuk sesegera mungkin membuat sebuah parit di luar area hutan kematian.


Perencanaannya sedikit tergesa-gesa, karena mereka akan berhadapan langsung dengan oni di malam bukan purnama! Mereka tidak bisa membuang-buang waktu begitu saja, jika mereka memalukannya maka mereka akan berakhir dengan sebuah kekalahan.


Pengerjaan pembuatan parit dirancangkan memiliki Lebar 6 meter, Panjang 250 meter dan kedalaman 15 meter. Parit akan dibentuk melingkari wilayah perbatasan Desa Fukuo dan hutan kematian! Hal ini di rancangkan agar saat oni menyerang maka warga desa memiliki banyak waktu untuk bisa pergi dengan cepat dan pasukan pemburu oni bisa menahannya dengan cukup lama.


Dan sebagai tindakan tambahan, para pasukan dibagi menjadi tiga yaitu Pasukan utama di garis depan, Pasukan Sisi kiri dan pasukan sisi kanan.


Pasukan utama ditugaskan untuk langsung berhadapan dengan oni digaris depan saat para oni telah melewati parit pengaman.


Pasukan Sisi kiri akan ditugaskan untuk melakukan pencegahan dan menyerang oni dari sisi Tenggara celah akhir dari parit.


Sedangkan pasukan Sisi kanan akan ditugaskan untuk melakukan penyerangan di sisi utara celah akhir dari parit pengaman.


Setiap pasukan akan dibagi berdasarkan jumlah dimana pasukan utama berjumlah 200 orang yang akan berhadapan langsung dengan oni dari sisi depan.


Pasukan sisi Kiri dan kanan masing-masing berjumlah 50 yang akan menyerang dari titik lemah.


Pembagian pasukan ini direncanan karena para oni dari titik lemah tidak akan mungkin bisa menyerang dengan jumlah yang banyak.


Setelah semua persiapan dirasa telah selesai para pasukan bersiap di posisinya masing-masing sebelum bukan purnama tiba.


...•...


...•...


...•...


...•...


[ Flashback]


[ Dua hari sebelumnya ]


( Rey)


Aku dan senpai telah memutuskan untuk kembali meminta bantuan dari onee-chan untuk serangan kali ini. Kami berencana untuk meminta ofuda kepadanya kembali.


“ Aku mengerti apa yang akan kalian lakukan, tetapi kali ini aku mungkin tidak akan membekali kalian dengan ofuda yang berisikan Sihir kehancuran....... karena ada kemungkinan jika manusia juga akan terkena dampak dari ofuda itu “ ( Mainna )


“Be-benarkah!? “ ( shinjou )


“ hmmm.......senpai! sepertinya kali ini kita akan sedikit kesulitan........ tetapi yang dikatakan onee-chan memang ada benarnya, jika pasukan pemburu oni ikut bertarung saat oni menyerang maka!? Ada kemungkinan mereka jika akan kena imbasnya!!! Di tambah onee-chan tidak boleh sampai menunjukan kekuatan aslinya kepada banyak orang “ ( Rey )


“ yang dikatakan oleh Rei-chan memang ada benarnya....... Orang-orang pasti akan curiga dengan Sebuah ofuda yang bisa melenyapkan Banyak oni dalam sekejap dan akan mencari pembuat ofuda tersebut.......di tambah lagi karena penyerangan kali ini ikut melibatkan pasukan bantuan dari Ibukota, itu pasti akan langsung tersebar dengan sangat mudah “ ( Mainna )


Dikarenakan adanya pasukan bantuan dari ibukota, hal tersebut membuat onee-chan harus sedikit waspada terutama karena rumornya bisa saja beredar dengan sangat mudah. Aku juga tidak ingin, orang-orang dari negara ini sampai mencari onee-chan hanya karena ia menciptakan sebuah sihir ofida yang berbahaya.


“ ba-baiklah “ (Shinjou )


Senpai sepertinya telah mengerti apa yang telah onee-chan dan aku sampaikan.

__ADS_1


“ tapi jika onee-chan tidak menyediakan ofuda yang berisikan sihir kehancuran!? “ ( Rey )


Aku mulai sedikit menanyakan perihal tersebut.


Jika onee-chan tidak menyediakan ofuda yang berisikan sihir kehancuran maka kami pasti akan kewalahan terutama jika serangan kali ini ada cmpur tangan kishin.


“soal itu, aku telah menyiapkan 2 jenis ofuda lain yang berbeda “ ( Mainna )


Onee-chan kemudian mengeluarkan 4 lembar kertas ofuda yang telah ia siapkan. Dua lembar ofuda diberikan kepadaku dan dua lembar lagi diberikan kepada senpai.


“ Ofuda itu berikan sihir Api skala besar dan juga sihir teleportasi..... kalian tidak perlu khawatar karena sihir api itu sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan pasukan besar........ kalian berdua hanya perlu menggunakannya sebelum pasukan Pemburu oni menyerang “ ( Mainna )


“ Begitu kah!! Terimakasih Onee-chan “ ( Rey )


Onee-chan Mengatakan ia mengganti ofuda sihir kehancuran dengan Ofuda sihir api. Aku percaya jika itu adalah onee-chan maka Pasukan Berjumlah besarpun pasti bisa dikalahkan dengan mudah.


Persiapan kami sepertinya telah selesai, Dari dua botol healing potion yang telah disiapkan oleh onee-chan dan juga Ofuda di saat darurat.


Kami hanya tinggal menunggu waktu saja sampai penyerangan itu tiba, tetapi yang menjadi masalah utamanya disini adalah.


Jika salah satu dari kami berhadapan secara tidak langsung dengan Kishin. Akan jadi masalah jika kami berhadapan langsung.


Aku mungkin telah mengatur sebuah rencana jika harus berhadapan langsung dengan kishin, tetapi senpai!?


Dia sepertinya akan kesulitan jika berhadapan langsung dengan kishin, tetapi ia dibantu oleh Suzune! Jadi tidak akan jadi masalah jika ia tidak bisa menang. Selama senpai bisa mengulur waktu maka itu sudah lebih dari cukup.


[ Kilas Balik]


[ 2 hari berlalu ]


Hari yang kami tunggu telah tiba, senpai telah menjngguku di luar rumah.


“ onee-chan........ aku berangkat “ ( Rey )


“ hati-hati ....... rei-chan “ ( Mainna )


Onee-chan dan hichiko-nee menyemangatiku sebelum aku pergi.


“ Baik........aku pasti akan kembali “ ( Rey )


Dengan mengucapkan kata tersebut aku mulai berpamitan kepada mereka berdua. Hanya mereka berdua yang ada untuk menyambut kepergianku, kecuali si miyu.......


Aku dan dia mungkin tidak akan pernah bisa akur, tetapi aku penasaran apa yang sebenarnya ia rencanakan?


“ Kau terlalu lama....... Paman bisa memarahi kita jika kita tidak cepat “ ( Shinjou )


“ Maaf senpai......... ayo kita pergi “ ( Rey )


Bersama dengan senpai, kami mulai bersiap untuk berangkat menuju ke perbatasan desa. Apapun yang terjadi, kami harus tetap kembali dengan selamat!!!


...°...


...°...


...°...


...°...


( Other Side)


( Author )


Ditempat mainna.


Mainna dan Hichiko yang mengantar kepergian rey terlihat agak sedih.

__ADS_1


“ Ah....... Tempat ini jadi semakin sepi, Ku harap Rei-kun akan kembali dengan selamat “ ( Hichiko )


Hichiko mulai menghawatirkan Rey yang pergi, ia sepertinya merasakan kesepian saat ada salah satu orang yang sudah dia anggap anggota keluarga pergi ke pertempuran.


“ Rei-chan pasti akan kembali........... “ ( Mainna )


“ oh iya....... Mainna-dono mengapa anda tidak mengatakan jika anda juga akan ikut campur kali ini!? Bukankah akan lebih mudah jika anda juga ikut masuk ke medan pertempuran bersama dengan mereka!? “ ( Hichiko )


Hichiko dan mainna sedang membicarakan sesuatu, Hichiko menyadari jika mainna juga akan ikut campur kedalam pertempuran oni kali ini, tetapi ia tidak mau mengatakannya.


“ Soal itu....... Hichi-chan kau tau, prediksi masa depan tidak akan bisa terjadi jika riak kecil mulai bergerak....... membiarkan sesuatu berjalan sebagai mana mestinya juga merupakan sebuah kewajiban. Bahkan jika kamu ingin mengubah masa depan itu dengan tanganmu sendiri, maka biarkanlah hal tersebut berjalan sebagaimana mestinya........... ayo kerjakan tugas lagi, pesanan healing potion sudah menigkat belakangan ini “ ( Mainna )


“ Baiklah mainna-dono......... tetapi masa depan ya!? Jika memang membiarkan masa depan tersebut berjalan sebagai mana mestinya!? sepertinya tidak begitu buruk juga........ aku bisa bertemu dengan anda itu merupakan sebuah anugerah bagiku “ ( Hichiko )


Dengan mengakhiri pembicaraan mereka, mainna dan hichiko mulai kembali ke pekerjaan mereka untuk membuat hea’ing potion.


Masa depan mungkin tidak akan berjalan sebagai mana yang kuta inginkan, jika kita ingin benar-benar mengubahnya maka itu seharusnya berasal dari diri kita dan membiarkan masa itu berjalandengan sendirinya.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


( Other Side )


( Author )


Di kamar miyu.


Setelah mengetahui akan adanya penyerangan onk yang kedua, miyu hanya diam dikamarnya dan tidak mengantar kepergian rey bersama dengan Mainna dan hichiko.


...‘ setelah sekian lama akhirnya aku punya sebuah kesempatan untuk bisa bertemu kembali dnegan tuan akagiri ‘ ‘ aku harus merencanakan pelarian agar tidak di curigai oleh nona penyihir dan juga asisten ‘ ‘ tetapi entah mengapa hatiku tidak bisa mengerti persaan ini....... ‘ ...


Miyu yang mendengar akan adanya penyerangan oni yang kedua sedang merencanakan sebuah pelarian agar ia bisa menemui akagiri kembali, tetapi disisi lain ia ingin tetap berada bersama dengan Mainna dan hichiko.


Saat ini perasaannya tengah kacau, karena ia tidak bisa memilih antara mempercayai Mereka atau mempercayai akagiri selaku majikannya dulu.


...‘ Mau bagaimanapun, aku tidak akan bisa tenang sebelum bertemu langsung dengan tuan Akagiri....... hingga saatnya tiba aku pasti bisa bertemu kembali denganya ‘ ...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...

__ADS_1


[ Catatan Hiroku : jangan merasa aneh dengan Side naratornya ya! Karena Author membuat Cerita ini dari beberapa sudut pandang berbeda agar Ceritanya bisa saling mendukung ]


__ADS_2