
Empat Hari telah berlalu, Tiba di desa Fukuo.
Setelah perjalanan Yang kami lalui untuk tiba di desa ini, kami akhirnya sampai.
Terlihat desa Fukuo yang begitu damai. Disini ada banyak Ladang dan juga Sawah, kami akan tinggal disini untuk dua tahun kedepan.
Kami berpisah dengan Pedagang yang kami tumpangi, Sambil mengucapkan terimakasih dan membungkukan badan kami kearahnya. Ia menyaut dengan kalimat ‘ itu tidak masalah, katakan saja jika ada sesuatu yang bisa ku bantu..... dan juga saya berterimakasih atas hadian yang nona berikan, saya akan menggunakannya sebaik mungkin’
Ia yang pada awalnya takut dengan kami, akhirnya mulai bisa akrab juga. Onee-chan Tersenyum dan membalas
“ Semoga anda tetap baik-baik saja “ .
Si pedagang dengan Pakaian Sari dari Rajanagara itu segera pergi menuju ke kediaman klein nya.
“ Ayo Rei-chan “ ( Mainna ) sambil memegang tangan.
“ Eh!? Tapi kemana? “ ( Rey )
“ Sudah jelas bukan, Ke Rumah kepala desa “ ( Mainna )
Sambil memegang tanganku, Onee-chan langsung berjalan menuju ke sebuah Jalan.
Semua Rumah Yang kami lewati memiliki bentuk arsitektur yang hampir sama dan juga memiliki ciri khas yang sama yaitu Pintu Rumahnya digeser ke arah samping. Aku bertanya-tanya apakah Tetap aman jika Rumah tidak dilengkapi dengan Kunci?
“!!? “
“ Siapa mereka?
“ Aku tidak pernah melihat Nona Cantik itu “
“ Dilihat dari Rambutnya sepertinya ia dari Luar Negeri “
“Wah!!! Cantik ya “
Kata para penduduk yang melihat ke arah kami.
Kami menyadari bahwa kami menjadi pusat perhatian! Rambutku mungkin berwarna hitam sama seperti penduduk desa ini, tetapi Onee-chan memiliki Rambut Pirang yang cukup mencolok.
Banyak orang yang perangah melihat Onee-chan, Mereka mungkin baru pertama kali melihat Orang dari Daratan Lusia.
Tidak menghiraukan Tatapan Para penduduk, kami terus berjalan ke sebuah rumah yang cukup besar.
“ Onee-chan apakah ini tempatnya? “ ( Rey )
“ Iya.........Aku berharap Kepala desa masih mengenaliku setelah sekian lama “ ( Mainna )
Onee-chan mengatakan ia sudah pernah ke tempat ini setelah puluhan tahun yang lalu, tidak aneh ia mengatakan bahwa kepala desa mungkin akan mengenalinya karena penampilannya tidak pernah berubah. ( Awet Muda )
“ Sttrrr “ Onee-chan mulai menggesar pintu tersebut.
“ Selamat Siang...... Mohon maaf Saya sudah mengganggu, apakah kepala desa ada disini “ ( Mainna ) dengan kalimat sopan.
“ Ah selamat da-!! “ kata seorang pria paruh baya dengan sangat terkejut. Usia pria itu mungkin sekitar 60 atau 70 Tahun.
__ADS_1
“ Oh.........Nona Penyihir!!! “ kata kepala desa
“ Lama tidak berjumpa Hitsui-san..... Maksudku Kepala desa “ ( Mainna ) tersenyum.
Nama kepala desa itu adalah Hitsui, ia mungkin sudah berumur tetapi ia masih terlihat segar.
“ Lama juga tidak berjumpa Nona........ silahkan masuk , Kisui-chan Siapkan Teh hijaunya! Kita kedatangan Tamu “ ( Hitsui ).
“ Baiklah Ojii-chan “ kata seorang anak perempuan dari tempat lain ruangan.
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇
Duduk disebuah Ruangan Yang telah di persiapkan, dibagian tengahnya terdapat sebuah perapian jika malam tiba.
Aku dan onee-chan mulai akan membicarakan apa hal yang akan kami lakukan.
“ Silahkan Menikmati “ Kata seorang gadis yang menyajikan Teh Hijau kepada kami.
“ Terimakasih banyak Nona “ ( Mainna ) kata onee-chan
saat melihat ke arahku gadis itu langsung pergi karena sesuatu? Aku yakin ia pasti takut pada diriku. Itu karena kami sepertinya seusia.
“ Yah ini benar-benar sangat mengejutkan, Anda benar-benar tidak pernah berubah ya Nona Penyihir....... aku sangat berterimah kasih kepada anda. jika saja waktu itu anda tidak datang kesini, desa ini pasti sudah hanya tinggal nama saja “ ( hitsui )
“ Tidak juga, itu mungkin adalah takdir...... karena waktu itu aku juga ingin berkeliling ske seluruh Negeri “ ( Mainna )
Onee-chan dan kepala desa sepertinya sudah cukup saling mengenal, ia membicarakan masa lalu dimana desa ini diselamatkan oleh onee-chan dari serangan Oni.
“ tidak perlu sungkan-sungkan......... Ngomong-ngomong Apakah keperluan anda sehingga repot-repot datang kesini? “ ( Hitsui )
“ Soal itu Saya ingin tinggal di sini selama Dua tahun kedepan dan membuka sebuah bisnis untuk desa ini. Dan juga Jika anda tidak keberatan maukah Anda mengajari Adik saya ini Teknik Bela diri dan juga penggunaan Chi “ ( Mainna )
Onee-chan meminta Kepada kepala desa untuk izin tinggal dan Membuka usaha di sini juga ia meminta kepala desa menjadikanku muridnya dan mengajariku teknik bela diri dan juga penggunaan Chi? Tunggu Apa itu Chi?
“ Saya mengerti, jika begitu saya akan mengatur segala keperluan anda......... dan juga hmmmm? “ ( Hitsui )
Kepala desa bingung marena ia melihatku.
“ Ada apa Kepala desa? “ ( Mainna )
“ Tidak....... saya hanya tidak menyangka Anak ini adalah adik anda? Tetapi Rambutnya Berwarna hitam seperti penduduk wilayah ini, Awalnya saya mengira anda membawa anak dari Putraku Tatsuhi “ ( Hitsui )
Kepala desa mengira aku adalah anak dari master? Tunggu ia bilang Master adalah Putranya
“ Tentu saja tidak, Tatsuhi-san hanya memiliki Ruri-chan sebagai putrinya.... mana mungkin ia memiliki Seorang anak laki-laki kan “ ( Mainna ) sambil sedikit tertawa.
“ Hehehe......... anda benar juga, Anak itu memang tidak bisa di prediksi. Padahal aku berharap ia akan tetap disini dan melindungi orang-orang disini, tetapi ia malah Kawin lari dengan Kekasihnya dan tidak pernah kembali......... aku harap ia akan segera kembali kesini “ ( Hitsui )
“ Ara~ Jika itu yang anda inginkan , saya mungkin bisa menyampaikan pesan anda saat saya akan kembali “ ( Mainna )
“ Seorang Putri ya? Aku juga berharap bisa melihat Cucukku nanti “ ( Hitsui )
Sebenarnya master adalah Anak dari kepala desa, akan tetapi karena sebuah kejadian yang tidak terduga ia memilih untuk kabur bersama dengan istrinya ke Daratan Lusia. Kira-kira kejadian apa yang membuatnya sampai memilih untuk lari?
__ADS_1
“ Tetapi cukup nostalgia..... saat saya melihat adik anda, itu mengingatkan saya kepada Tatsu-chan sewaktu kecil. Ia dulu juga merupakan anak yang cukup pendiam, Kira-kira ia sekarang sedang apa ya? “ ( Hitsui )
Master dulu anak yang cukup pendiam? Aku tidak berfikir seperti itu!!! Tetapi tunggu Tatsu-chan?
“ Ia sekarang sudah banyak berubah, Mungkin anda tidak akan mempercayai hal itu “ ( Mainna ) sambil menyinggung master.
Yah master memang saat ini sudah cukup berbeda! Dimataku ia hanyalah seorang Paman yang penuh dengan semangat? Akan tetapi sangat tidak bisa dibayangkan jika master dulunya anak yang pendiam.
Onee-chan terus berbincang kepada kepala desa, ini mungkin adalah pertemuan antara kawan lama. Aku hanya bisa terdiam sambil menikmati teh hijau ini.
Tetapi sungguh ini adalah teh yang cukup unik, rasanya slebih lembut daripada yang pernah ku rasakan. Seolah terdapat susu di dalam teh hijau ini. Rasa yang begitu menenangkan.
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇
Kepala desa kemudian membawa kami menuju sebuah Rumah yang cukup sederhana. Rumah ya tidak begitu jauh dari rumah kepala desa.
“ Bagaimana Menurut anda Nona “ ( Hitsui )
Kepala desa sambil menunjukan sebuah rumah.
“ Ini cukup bagus. Apakah bagian dalamnya Cukup luas? “ ( Mainna )
Rumah itu cukup sederhana, ini mirip seperti kebanyakan rumah penduduk. Rumah ini juga didisain memiliki pintu geser seperti kebanyakan rumah disini. Halaman depannya juga cukup luas, ini cukup untuk menanam beberapa tanaman obat yang kami bawa dari Lusia untuk dijadikan Potion.
“ hsttttttt “ Kepala desa mulai membuka pintu rumah itu.
Bagian Ruang tengahnya Cukup luas. Kami kemudian berpindah ke Bagian dalam.
Di dalam sini terdapat dua kamar yang saling bersebelahan dianatara Lorong yang dilengkapi lantai kayu. Dalamnya cukup hangat disaat cuaca diluar sedang dingin.
Berjalan menuju dapur, peralatan dapur cukup lengkap seperti tungku api, tempat cuci piring dan Juga tempat menaruh Bumbu masakan. Tentu saja ini menggunakan Disain dari Kepulauan tenggara.
“ Sebenarnya rumah ini adalah rumah yang dibuat oleh Putraku Tatsu-chan , tetapi ia memutuskan untuk kabur dari tempat ini. Rumah ini jadi sedikit terbengkalai, awalnya aku berniat untuk mengancurkannya saja tetapi Istriku melarang hal tersebut, ia berpendapat rumah ini bisa saja dijadikan tempat singgah bagi mereka yang membutuhkan. Awalnya aku sempat menolak gagasan tersebut tetapi jika mengingat jerit payah Putraku yang membuatnya, aku urungkan niat tersebut......... anda juga tidak perlu khawatir, karena Istriku dan juga Kisui-chan selalu membersihkan tempat ini secara Rutin “ ( Hitsui )
“ Terimakasih banyak dan juga Mohon maaf telah metepotkan anda “ ( Mainna )
“ Tidak perlu sungkan lagipula ini juga untuk membalas jasa anda kepada desa ini “ ( Hitsui )
Setelah mendengar penjelasan dari Kepala desa, kami memituskan untuk tinggal di rumah ini.
Tetapi cukup mengejutkan , ini adalahrumah yang dibangun sendiri oleh master ya.
“ Kalau kalian memerlukan sesuatu datanglah ke kediaman saya, aku akan membantu kalian sebisa saya “ ( Hitsui )
“ Terimakasih Untuk bantuannya Kepala desa “ ( Mainna ) sambil membungkukkan badannya.
Setelah pamitan Kepala desa kemudian pergi menuju rumahnya. Ia menawarkan kami sebuah rumah yang di tinggalkan oleh master, ia mempercayai kami untuk merawat rumah ini.
“ Jadi rei-chan ayo kita segera merapihkan tempat ini “ ( Mainna )
“ Baiklah Onee-chan “ ( Rey )
Kami akan mulai merapihkan Tempat ini.
__ADS_1
tempat tinggal master ya!! ini sungguh sebuah kehormatan bagiku bisa tinggal di rumah Yang dibagun sendiri oleh master........
[ < Curhatan Hiroku : Kedepannya saya mungkin akan berusaha membuat bagian Actionnya lebih terasa. walaupun saya agak kesusahan dalam membuat Setiap Skema dan Kata-katanya. Walaupun Novel ini dibuat untuk Menikmati bagian Slice of life dan Fantasy dramanya, tetapi saya akan berusaha untuk membuat Bagian Actionnya lebih baik untuk kedepannya 🙏 > ]