
#103
Sepulang dari sekolah seperti pada biasanya, Tiara, Lia, Alda dan Abie langsung menuju ke mall untuk membeli gaun yang akan mereka kenakan malam nanti di acara ulang tahun teman Reno.
Dalam perjalanan, Tiara mendapat pesan singkat dari Luka yang menanyakan tentang keberadaan dirinya. Ia berpikir, Luka pasti mengkhawatirkannya yang akan berpergian sendiri ke hotel untuk mengikuti sosok perempuan yang dikenalnya itu.
Tidak ingin membuat kekasihnya itu khawatir, Tiara akhirnya memberitahu Luka bahwa ia dan ketiga sahabatnya pergi ke salah satu mall yang sangat terkenal di kota H. Mereka akan berbelanja namun tidak menutup kemungkinan ia akan pergi ke hotel sendirian dan mencaritahu dengan siapa perempuan itu akan bertemu.
Sesampainya Tiara dan para sahabatnya di mall, mereka langsung masuk ke dalam dan mulai memilah-milah gaun. Ketiga sahabatnya itu terlihat sangat bersemangat akan tetapi tidak dengan Tiara. Ia justru tidak tertarik untuk ikut bergabung bersama mereka karena memiliki tujuan tersendiri.
Tujuan Tiara membawa sahabatnya untuk berbelanja di mall tersebut lantaran karena bangunannya berseberangan dengan hotel yang akan menjadi tempat pertemuan antara perempuan itu dan kenalannya. Ia hanya tinggal menunggu pukul tiga tiba untuk memulai rencana mata-matanya.
"Tiara, yang ini gimana menurut kamu?" Tanya Alda sambil menunjukan sebuah gaun selutut berwarna ungu muda ditangannya.
"Menurut aku itu tidak terlalu bagus." Jawab Tiara dengan jujur membuat Alda sedikit kecewa.
"Oh, ya sudah aku coba cari yang lain."
Waktu demi waktu berlalu mereka terus saja berkeliling mencari gaun yang sesuai dengan keinginan mereka dan tidak lupa pula pendapat Tiara selalu disertakan dalam setiap pilihan mereka.
"Tiara, kamu tidak pilih gaun untuk kamu sendiri?" Tanya Lia padanya manakala ia melihat Tiara tidak menyentuh apapun disana.
"Aku sudah punya gaun jadi aku tidak akan membelinya lagi." Jawab Tiara.
Tiara sudah memiliki beberapa gaun di lemarinya yang disediakan oleh Viviane untuk menghadiri acara formal atau non formal sehingga ia tidak perlu repot-repot untuk membelinya lagi.
"Oh baiklah, kalau begitu kamu temani kami saja ya." Ucap Lia sambil tersenyum hangat.
'Bukannya sedari tadi aku sudah menemani kalian?' Tiara membatin heran pada sahabatnya itu.
"Nah menurut kamu ini cocok denganku tidak?" Tanya Lia menarik pandangan Tiara tertuju pada gaun yang berada ditangannya.
Tiara langsung menyukai gaun tersebut ketika matanya melihat dan mendapati gaun pendek dengan leher tinggi berwarna abu-abu. Ia dengan cepat menganggukkan kepalanya mengiyakan pilihan Lia.
"Iya. Gaunnya sangat indah dan cocok untuk mu." Jawab Tiara membuat kedua sahabatnya yang lain mengarahkan pandangan mereka pada Lia dan gaun pilihannya.
Reaksi keduanya pun sama dengan Tiara. Gaun pilihan Lia sangat cocok dengannya dan terlihat indah dengan pilihan warna abu-abu.
"Lia, gaunnya sangat indah, cocok dengan warna kulit mu." Tambah Alda.
"Alda betul. Kamu akan terlihat cantik dengan gaun itu." Sambung Abie.
Mendengar semua sahabatnya setuju dengan pilihannya, Lia akhirnya memutuskan untuk membeli gaun tersebut. Tidak lama kemudian Alda dan Abie pun menemukan gaun yang sesuai dengan keinginan mereka lalu membelinya.
"Ngomong-ngomong tidak seru kalau kita sudah sampai di mall tapi tidak makan dan bermain dengan wahana disini. Bagaimana kalau kita makan dan bermain dulu sebelum pulang?" Ucap Alda yang belum berkeinginan untuk kembali ke asrama.
Tanpa menunggu lama, pendapat Alda tersebut langsung disambut setuju oleh Lia dan Abie tak terkecuali Tiara yang masih menunggu satu jam lagi untuk memulai misinya. Mereka akhirnya menaiki lift menuju lantai lima mall dimana disana merupakan tempat berbagai restoran berada.
__ADS_1
"Kalian mau makan di restoran mana?" Tanya Alda.
"Bagaimana kalau kita makan di restoran Jepang." Usul Abie.
"Boleh." Jawab Lia.
"Oke." Tiara menjawab dengan helaan nafas setelah mendapat tatapan dari para sahabatnya.
Setelah semuanya setuju untuk makan di restoran Jepang, keempat orang itu akhirnya masuk ke dalam restoran dan mulai memesan makanan mereka. Saat sedang menunggu pesanan, tidak lama kemudian Tiara, Lia, Alda dan Abie dikejutkan dengan kedatangan Ria dan Erni dari pintu masuk sambil menenteng banyak sekali paper bag di tangan keduanya.
"Gila, mereka berdua itu mau borong satu mall atau bagaimana sih?" Komentar Alda.
"Haha orang kaya mah bebas." Sambung Lia.
Ria maupun Erni, keduanya sama-sama belum menyadari keberadaan Tiara dan ketiga sahabatnya di dalam restoran tersebut, sebelum akhirnya mata Erni mendapati Tiara yang sedang menatap padanya.
"Ri, kayaknya disana itu Tiara sama teman-temannya deh." Bisik Erni pada Ria yang sibuk mencari tempat untuk mereka duduki.
Ketika Ria melihat Tiara matanya langsung berkilauan. Ia lalu berjalan menghampiri mereka dengan sombong dan angkuh sementara Erni mengikutinya dari belakang seperti seorang asisten.
"Kita ketemu lagi ya." Ucap Ria sambil tersenyum jahil pada Tiara.
Seperti pembawaan Tiara yang dingin dan datar pada biasanya, ia sama sekali tidak menjawab Ria dan sibuk mengirim pesan dengan Luka.
"Iya kita ketemu lagi tapi sayangnya kami tidak suka ketemu sama kamu sekarang." Jawab Alda sambil memainkan bola matanya. Ia merasa ketemu dengan Ria hanya akan merusak suasana hatinya saja.
"Tidak masalah kalian tidak suka ketemu aku sekarang tapi sebentar kalian dengan sendirinya akan suka. Ah bukan bukan bukan, tapi terpaksa harus suka ketemu dengan aku." Ucap Ria, sekali lagi melempar senyum jahil pada Tiara.
Sesaat Tiara mulai merasa ada yang aneh dari perkataan yang dilontarkan oleh Ria. Meski Alda dan yang lainnya tidak menyadari itu tapi Tiara sadar bahwa perkataan Ria tersebut menunjukkan bahwa mereka akan bertemu lagi dengan Ria sebentar dan disaat itu mereka terpaksa harus menyukai keberadaan Ria.
Tiara mulai berpikir, ada dua kali kemungkinan dirinya dan para sahabatnya akan bertemu kembali dengan Ria. Yang pertama adalah di asrama dan yang kedua adalah di acara ulang tahun teman Reno.
Jika pertemuan mereka terjadi di asrama, Tiara dan para sahabatnya tidak perlu harus menyukai Ria karena Ria bukanlah siapa-siapa yang harus mereka hormati. Akan tetapi jika pertemuan mereka terjadi di acara ulang tahun teman Reno maka hal tersebut bisa saja terjadi apa bila Ria merupakan bagian terpenting dari acara tersebut.
Tiara langsung tersentak dari lamunannya. Ia kemudian mengabaikan Ria dan Erni disana lalu meminta izin pada ketiga sahabatnya untuk pergi ke washroom.
Setibanya ia disana Tiara mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi Luka. "Hallo." Sapa Tiara setelah Luka mengangkat panggilannya.
"Iya hallo, kamu dimana? Aku sudah di lantai satu." Jawab Luka dari balik ponsel.
"Aku di lantai lima di restoran Jepang. Apa kamu sedang bersama Reno?" Tanya Tiara tidak tenang.
"Hm." Jawab Luka lagi.
"Aku ingin bicara dengannya." Pinta Tiara. Dan tak butuh waktu lama Reno bersuara dari balik ponsel Luka.
"Ha hai calon kakak ipar, ada perlu apa?" Tanyanya penasaran dan sedikit bergemetar karena mendapat tatapan tajam datang dari sang pemilik ponsel.
__ADS_1
"Ren, siapa nama teman kamu yang berulang tahun?" Tanya Tiara padanya.
"Oh, namanya Gerald."
Mendengar nama orang lain yang terucap, Tiara sedikit merasa lega namun tidak membuatnya langsung menyimpulkan bahwa Gerald dan Ria tidak memiliki hubungan.
"Ada apa calon kakak ipar?" Tanya Reno setelah mendapati Tiara tidak menjawabnya lagi.
"Si Gerald itu punya pacar tidak?" Tanya Tiara lagi.
"Mm.. setahu aku sih ada. Belum lama ini kami hadir di acara yang sama dan dia membawa pacarnya. Kalau aku tidak salah pacarnya itu bersekolah juga di Boulevar tapi murid dari program kejuruan." Jawab reno.
"Kamu tahu siapa nama pacarnya?"
"Kalau itu mm,.." Berpikir sesaat "aku lupa calon kakak ipar. Memangnya ada apa?"
"Apa namanya Ria? Orangnya seksi, tingginya kira-kira 160, rambutnya hitam,.."
"Iya calon kakak ipar." Teriak Reno menyanggah perkataan Tiara. "Aku ingat namanya Ria dan ciri-cirinya juga sama seperti itu." Lanjutnya setelah mengingat kembali nama Ria.
"Oh oke. Kalian segera saja ke lantai lima." Ucap Tiara sebelum akhirnya mematikan panggilannya.
'Pantas saja dia berkata seperti itu.' Batin Tiara. Ia yakin Ria sedang merencanakan sesuatu untuknya. Bagaimana tidak, setelah di analisa kembali semuanya menjadi masuk akal.
Setelah perseteruan antara dirinya dan Ria dua hari yang lalu, keesokan harinya Reno datang membawa surat undangan. Anehnya dari surat undangan tersebut, Reno diminta untuk mengajak serta mereka yang artinya Ria dan Gerald tahu bahwa Tiara memiliki kedekatan dengan Reno. Sehingga dengan cara itu keduanya bisa menjalankan rencana mereka untuk membalas semua rasa malu yang ditanggung oleh ria dua hari yang lalu.
Tiara menatap dingin pada pantulan wajahnya di depan cermin. "Jadi seperti itu rencana kalian? Baiklah kita lihat saja nanti siapa yang akan menjalankan rencananya dengan mulus. Jangan sampai kamu mengecewakan saya Ria karena kamu mencari bantuan pada orang lain. Jalannya dua otak tidak sama dengan dengan satu otak. Jadi saya harap saya tidak akan menemukan cela untuk mempermalukan dirimu." Ucap Tiara kemudian mencuci tangannya sebelum keluar dari sana.
Ketika Tiara hendak keluar dari sana, perempuan yang rencananya akan dia mata-matai berjalan menuju kearahnya sambil menerima telfon. Tiara lalu masuk kedalam salah satu kamar kecil dan bersembunyi disana untuk mendengarkan percakapan mereka.
"Hallo om." Ucapnya dengan nada manja. Berbeda dari ekspresi wajahnya yang ditunjukan sebelum masuk kesana.
"Oh, kami sementara makan setelah selesai berjalan-jalan. Sedikit lagi kami selesai dan aku akan mencari cara agar tidak pulang dengannya." Jawabnya.
"Baiklah, aku sudah membeli beberapa dalaman berwarna hitam tadi karena aku tahu itu kesukaannya om." Lanjutnya lagi sambil tersenyum malu mendengar perkataannya sendiri.
"Benarkah? Jadi om sudah membelikan aku gaun?"
"Kya, om baik banget sama aku."
"Di kamar 1289?"
"Oke oke. Tunggu aku sedikit lagi sayang." Ucapnya lalu mematikan sambungan dan pergi dari sana.
Tiara langsung bergeming setelah mendengar nomor kamar yang baru disebutkan oleh perempuan itu. Ia yakin itu adalah kamar yang akan mereka gunakan untuk bertemu. Tiara lalu memiliki ide untuk terlebih dahulu mendatangi hotel sebelum perempuan kenalannya itu tiba disana.
Keluar dari washroom, Tiara mendapati Luka dan kedua sahabatnya sudah bergabung di meja yang sama dengan Lia, Alda dan Abie.
__ADS_1
"Oh itu calon kakak ipar." Seru Saka setelah melihat Tiara berdiri menatap mereka dari kejauhan.