Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#19 Memecahkan Rekor


__ADS_3

"Bahkan kepala-kepala sekolah sebelum saya pun tidak pernah mendapatkan keberuntungan seperti ini." Doris tersenyum lebar.


"Stacy adalah ketua OSIS juga murid yang mendapat nilai tertinggi dalam sejarah Boulevar."


Semua murid terkaget-kaget setelah mengetahui senior cantik di depan mata mereka itu adalah sang jeniusnya Boulevar.


"Wah gila sih ini mah. Udah cantik, ketua OSIS, pintar pula. Queen of Boulevar!" Celetuk seorang siswi.


"Ya ampun kak Stacy I love you..." Teriak seorang siswi di tengah-tengah keributan.


Semakin banyak orang yang mengagumi Stacy. Bagaimana tidak, Stacy memiliki kombinasi yang sempurna. Cantik, seorang ketua OSIS, pintar dan mungkin dari keluarga terpandang jika dilihat dari penampilannya.


Stacy tersenyum manis dan membungkuk hormat kepada sekolah yang tengah menatapnya. Tak lupa ia juga membungkuk kepada para murid baru dimana aksinya ini mendapat teriakan dan tepukan tangan meriah.


Lagi mata Stacy mencari di seseorang di bangku bagian belakang tapi hasilnya tetap sama. Ia tidak menemukan orang tersebut. Namun ketika ia hendak memalingkan wajahnya, sesosok yang ia kenal duduk terdiam di tengah-tengah sorakan.


Senyumnya semakin menawan menatap orang itu dan wajahnya mulai merona.


Beberapa siswa yang melihat Stacy menatap kearah mereka sambil tersenyum manis, berteriak kegirangan.


Mereka tidak mengira jika pandangan dan senyum Stacy tersebut bukan ditujukan kepada mereka melainkan pada seorang siswa yang duduk tepat di depan mereka.


Setelah semua keributan itu berhenti kepala sekolah melanjutkan lagi pengumuman yang sesungguhnya.


"Mari kita lanjut ke pengumuman yang sesungguhnya." Seru Doris.

__ADS_1


Semua murid membuka mata mereka dengan lebar mendengar perkataan Doris tak terkecuali Stacy.


Mereka pikir pengumuman pentingnya adalah mengenai Stacy yang mendapat nilai tertinggi dalam sejarah tes masuk Boulevar. Siapa sangka itu bukan pengumuman sesungguhnya.


"Apaan sih, aku pikir tadi itu pengumuman penting." Komentar seorang siswi.


"Sama, aku juga. Ternyata tadi itu bukan pengumuman yang sebenernya ya.." sambung seorang siswa.


Beberapa murid memandang Stacy dari kejauhan dan melihatnya tetap tersenyum tenang.


"Oh... ternyata kak Stacy tau kalau pengumuman tadi bukan pengumuman yang sebenernya." Imbuh seorang siswi setelah melihat Stacy yang tetap tersenyum tenang.


"Iya gitu? Syukurlah kalau kak Stacy tau. Soalnya aku jadi kasihan kalau misalnya dia gak tau pengumumannya bukan buat dia." Sambung siswi yang lain.


Tak sedikit siswa maupun siswi akan bersimpati pada Stacy kalau memang benar adanya bahwa ia tidak mengetahui pengumuman itu bukan untuknya.


Stacy tidak tahu menahu tentang apa yang akan di umumkan oleh kepala sekolah. Dia sama sekali tidak memiliki ide.


Ketika Stacy mendengar Doris mengatakan tentang nilai tes masuknya, ia merasa sangat senang. Yakin bahwa Doris akan mengumumkan namanya di depan semua murid baru.


Namun kenyataan pengumuman tentang dirinya itu bukan pengumuman yang sebenarnya. Jauh dari dalam lubuk hatinya Stacy menanggung malu.


"Pengumuman sesungguhnya adalah saya ingin mengatakan kepada semua murid Boulevar High School, bahwa akhirnya Boulevar telah menemukan dua orang murid baru dengan nilai mendekati sempurna MEMECAHKAN REKOR yang sudah ada."


"Apa?" Semua murid berteriak serempak.

__ADS_1


"Dua orang murid dengan nilai mendekati sempurna memecahkan rekor yang sudah ada?"


"Itu artinya nilainya diatas 95 dong."


Murid-murid mulai berbisik satu sama lain tidak ada yang memperhatikan wajah Stacy yang berubah jelek dalam seketika.


'Hah ada yang mendapat nilai lebih tinggi dariku? Ada yang memecahkan rekorku? TIDAK MUNGKIN!!' Stacy bergulat dengan batinnya.


Lia dan Alda termasuk bagian dari para murid yang terkejut dengan pengumuman tersebut tapi tidak dengan Tiara. Ekspresi wajah Tiara tetap sama tidak ada yang berubah sejak dia memasuki aula. Wajahnya datar dan juga dingin.


"Tiara kamu kok biasa aja sih, gak kaget sama sekali." Ujar Alda di sambut anggukan dari Lia.


"Denger ya, ada yang pecahin rekor sebelumnya. Artinya dua orang ini dapet nilai diatas 95 dan kamu gak kaget?" Lanjut Alda.


"Dari pada kalian tanya kenapa aku gak seheboh kalian, mending kalian perhatiin orang yang rekornya di pecahin." Ucap Tiara sambil tersenyum dingin.


Lia dan Alda mengerti maksud ucapan Tiara. 'Benar, kak Stacy.' Pikir mereka kompak.


Lia dan Alda dengan cepat mengikuti Tiara yang sudah terlebih dahulu mengarahkan pandangannya pada Stacy. Betapa kaget keduanya setelah melihat ekspresi Stacy.


Wajah Stacy yang tadinya cantik dan di puja oleh banyak murid kini berubah jelek. Bahkan Lia dan Alda pun tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Hei aku jadi curiga kakak itu gak tau kalau pengumumannya bakalan kayak gini deh." Bisik Lia pada kedua sahabatnya.


"Iya setuju. Kalau enggak dia gak bakalan punya ekspresi yang bikin muka dia jadi jelek kayak gitu. Iya gak sih?" Sambung Alda.

__ADS_1


"Haha Tiara kamu kok bisa tahu kak Stacy bakalan punya ekspresi seheboh itu?" Tanya Alda lagi.


__ADS_2