
Di dalam kelas Alda masih terlihat murung. Tiara merasa terganggu karena Alda tidak seperti biasanya.
"Al, kamu kenapa?" Tanya Tiara.
"Aku enggak kenapa-kenapa kok." Jawab Alda tidak mood.
"Serius?" Tanya Tiara lagi.
"Serius."
"Aku tau kamu bohong."
Alda menatap Tiara tak berdaya.
"Ya udah kalau kamu gak mau cerita sama aku. Aku gak maksa juga kok." Tiara mengembalikan tatapan Alda sedikit tersenyum.
"Huh.." Alda menghela nafas panjang. Entah kenapa saat dirinya menatap mata Tiara, ia sama sekali tidak ingin membohonginya.
"Tiara, aku bukannya gak mau cerita sama kamu tapi mood ku lagi gak baik." Ucap Alda melepaskan kedua tangannya yang ia gunakan untuk menyanggah pipi tirus miliknya.
"Kamu gak usah khawatir. Sekarang aku lagi sedikit terganggu aja karena satu dua hal tapi aku janji nanti aku bakalan cerita ke kamu dan ke Lia juga." Lanjut Alda.
Alda berpikir akan lebih baik jika ia memastikannya langsung pada Reno. Apakah Reno Oktavian teman Luka dan Saka adalah orang yang sama dengan teman masa kecilnya dulu.
Jika ia sudah memastikan semuanya ia akan menceritakannya pada Tiara dan juga Lia. Akan tetapi Alda mengerti selama ia belum menceritakannya kepada mereka dan terus bersikap murung maka Tiara dan Lia akan cemas padanya.
__ADS_1
Akhirnya Alda memutuskan untuk melupakan sejenak kekecewaan dalam dirinya dan kembali seperti Alda yang sebelumnya.
-----
Di dalam kelas B, Reno terlihat tidak fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung. Dalam benaknya semua memori tentang dirinya dan juga Alda semasa kecil dulu terus berputar bagaikan film.
Sesekali ia tersenyum malu mengingat ketika mereka masih berusia lima tahun dan mandi bersama di pekarangan rumah hanya menggunakan celana dalam saja.
Wajah Reno mulai memerah ketika memori tersebut kembali mengingatkannya saat Alda membuka celana dalamnya di depan Reno dan berlari masuk ke dalam rumah untuk mengambilkannya handuk.
Reno tertawa geli dalam hati. Ia tidak menyangka gadis kecil itu sekarang sudah tumbuh dewasa dan semakin cantik.
Menyadari Reno tersenyum seperti orang yang berada di dunianya sendiri, seorang siswi mencolek tangan teman sebangkunya.
"San, si Reno kenapa ya senyum-senyum sendiri kayak gitu?" Tanyanya.
Susan memalingkan wajahnya pada Reno setelah temannya tersebut memberitahu dirinya. Melihat senyum manis Reno, jantung Susan berdebar kencang.
Susan tidak memikirkan apa yang membuat Reno sampai tersenyum seperti itu karena dimatanya senyum Reno telah mengalihkan semua perhatiannya.
-----
Bel berbunyi mengakhiri proses belajar mengajar hari itu. Alda bangkit dari tempat duduknya sesegera mungkin dan berpamitan pada Tiara.
"Tiara, maaf tapi aku duluan. Aku masih ada sedikit urusan. Kamu gak apa-apa kan pulang bareng Lia tanpa aku?" Ujar Alda.
__ADS_1
Karena melihat Alda tidak tenang selama pelajaran berlangsung, Tiara akhirnya mengiyakan permintaan Alda. Tiara berpikir mungkin saja itu adalah alasan kenapa sekarang Alda sedang terburu-buru.
"Iya gak apa-apa. Aku bisa pulang sama Lia. Kamu hati-hati ya. Kalau butuh sesuatu telfon aja." Jawab Tiara.
"Makasih Tiara. Bye..."
"Bye.."
Melihat sosok Alda yang menghilang di belokan koridor sekolah, Tiara akhirnya menghela nafas panjang. Ia mengeluarkan tasnya dari dalam laci meja dan memasukan buku-bukunya kembali ke dalam tas tersebut.
Tiara lalu bangun dari tempat duduknya. Ia ingin sesegera mungkin menemui Lia dan memberitahunya bahwa Alda tidak bisa pulang bersama mereka. Namun langkah kakinya terhenti ketika seorang senior menghampiri dirinya.
"Permisi apa kamu yang bernama Tiara Queen A?" Tanya senior itu pada Tiara.
Tiara melihatnya mengenakan seragam berdetail coklat dengan name tag bernamakan Adrian Da Cunha.
Boulevar High School memiliki name tag yang sedikit unik di bandingkan dengan sekolah lain pada umumnya. Mereka mendesain sendiri name tag membentuk logo BHS dengan nama murid tertera di bawa logo tersebut dan diukir menggunakan tinta emas.
Hal inilah yang membuat para murid baru harus sedikit bersabar lebih lama untuk bisa mendapatkan name tag mereka.
"Iya kak. Saya Tiara." Jawabnya.
"Kamu ikut saya ke ruang tata usaha karena ibu Herlin memanggilmu." Ucap Adrian menjelaskan kedatangannya.
"Baiklah Kakak duluan saja. Saya harus menelfon teman saya untuk tidak menunggu."
__ADS_1
Adrian pun menyetujui keinginan Tiara lalu pergi dari sana.
Tiara mengeluarkan ponsel dari saku tasnya. Ia lalu menelfon Lia dan memberitahunya untuk tidak menunggu dirinya dan juga Alda. Setelah menjelaskan semuanya pada Lia, Tiara mematikan panggilannya namun sesuatu yang tidak ia sangka terjadi saat itu.