
Tiara, Lia dan Alda berencana untuk pergi ke kantin namun Alda tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah dimana Reno, Luka dan Saka sedang berdiri.
Alasan kenapa Alda berhenti melangkah dan menoleh ke arah mereka karena ia merasa sedang di perhatikan oleh seseorang. Entah itu hanya perasaannya saja Alda sendiri tidak tahu.
"Al, kenapa kok berhenti?" Tanya Lia.
"Enggak apa-apa kok. Aku hanya ngerasa ada yang lagi merhatiin kita aja." Jawab Alda.
"Oh gitu.." Lia merespon santai. Ia berpikir tentu saja banyak yang lagi memperhatikan mereka karena mereka sedang bersama Tiara.
Ketiga sahabat itu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin sekolah begitu juga Luka, Saka dan Reno yang mengikuti mereka dari belakang.
Setelah memesan makanan yang ingin di santap siang itu, Tiara dan kedua sahabatnya mengambil tempat duduk mereka tepat di pojokan dengan pemandangan langsung menuju taman belakang sekolah.
Boulevar sengaja di bangun jauh dari keramaian kota H karena pemilik sekolah tidak ingin proses belajar mengajar para muridnya terganggu.
Selain itu bangunan Boulevar juga masih di kelilingi dengan rimbunan hutan hijau cukup membuat ketenangan semakin terasa. Adem, tidak panas-panassan dan suasana disana seperti belajar langsung di bawah alam.
Disisi lain Luka, Saka dan Reno sedang terlihat bingung memilih tempat duduk. Masalahnya tempat duduk di kantin tersebut semuanya sudah terisi penuh.
__ADS_1
Hanya ada satu bangku panjang yang masih tersisa dan itu ada di meja 11 tempat dimana Tiara dan kedua sahabatnya sedang duduk bersama.
Akhirnya sebuah ide muncul dalam benak Saka. Ia ingin mereka duduk dan makan bersama dengan Tiara, Lia dan Alda dengan begitu ia membantu Luka untuk bisa dekat dengan Tiara dan meyakinkan Reno tentang Alda.
Saka berjalan sendiri menuju meja nomor 11 meninggalkan Luka dan Reno yang masih memandang kesana dan kemari mencari tempat duduk. Mereka sama sekali tidak menyadari jika Saka sudah tidak bersama mereka lagi.
"Hai.." Saka menyapa ketiga cewek yang tengah asik mengobrol. "Boleh gabung gak? Soalnya udah gak ada tempat kosong." Lanjutnya sambil mengedipkan mata kanannya pada mereka.
Saka menggunakan langkah awalnya mengedipkan mata seperti yang biasa ia lakukan saat merayu maupun menggoda para cewek pada Tiara, Lia dan Alda. Saka terlihat sangat sexi membuat jantung Lia berdebar tak karuan.
Bagaimana tidak Saka memiliki ketampanan yang tak kalah jauhnya dengan Luka. Jika Luka terlihat seperti cowok kaya berhati dingin maka Saka adalah kebalikannya. Cowok kaya yang suka menebar senyum ke semua cewek.
Saka selalu mendapat nilai yang jelek sejak dulu dan Luka lah yang membantunya hingga sekarang. Bahkan sampai saat mengikuti tes masuk Boulevar High School.
Banyak orang yang mengatakan bahwa semakin kalian mengenal mereka maka kalian akan menemukan dua dunia yang berbeda diantara keduanya.
'Gila ini cowok ganteng bangettttt.' Lia membatin lalu dengan cepat kembali tersadar. "Boleh boleh. Silahkan duduk aja."
Tiara dan Alda saling memandang tak percaya melihat bagaimana Lia merespon Saka.
__ADS_1
"Makasih." Saka tersenyum pada Lia. "Tapi gue punya dua temen lagi yang belum dapet tempat duduk."
"Ya udah temennya diajak juga." Jawab Lia sama sekali melupakan keberadaan Tiara dan Alda.
"Bagus."
Setelah mencari kesana kemari Luka dan Reno menemukan bangku kosong yang mana merupakan meja tempat Tiara mereka duduk. Dan betapa kagetnya mereka, Saka sudah berada disana dan terlihat seperti sedang menggoda Lia.
"Seperti yang udah gue duga dari seorang playboy." Komentar Reno sambil menggelengkan kepalanya.
Saka melihat kearah Luka dan Reno untuk memanggil mereka setelah mendapat ijin dari Lia. Sungguh sebuah kebetulan mereka juga sedang menatap padanya. Saka tersenyum lalu memanggil kedua sahabatnya itu dengan tangannya.
Luka dan Reno berjalan menuju mereka dan mengambil tempat duduk di samping Saka. Saka sengaja duduk berhadapan dengan Lia agar Luka bisa duduk di tengah berhadapan langsung dengan Tiara begitu juga Reno dan Alda.
Reno terlihat sedikit gugup berada tepat di depan Alda. Namun ia berusaha mencoba mengabaikan rasa gugup itu dan menatap Alda secara langsung.
Di dalam hati dan benak Reno, Alda terlihat seperti teman masa kecilnya dulu sebelum ia pindah bersama kedua orang tuanya ke kota C.
Reno ingin sekali menanyakannya langsung pada Alda namun entah kenapa dia mengurungkan niatnya tersebut.
__ADS_1
Di satu sisi Alda memiliki perasaan yang sama dengan Reno. Ketika Alda melihat Reno, ia merasa seolah-olah mereka sudah pernah bertemu sebelumnya namun ia memilih untuk mengabaikan dan tidak menanyakan itu pada Reno.