Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#67 Mempermalukan Cassan


__ADS_3

Cassan terkejut. Ia sudah mengira bahwa Alda akan menemuinya karena dia tidak memiliki hubungan khusus apapun dengan Luka, Reno dan Saka. Namun siapa yang menyangka ternyata Alda malah tidak mempedulikannya dan justru terlihat begitu dekat dengan Reno.


Wajah Cassan berubah jelek sesaat setelah mengetahui Alda mengabaikan dirinya dan berakrab ria dengan Reno.


Pikirannya pun mulai melayang memikirkan skenario yang sedang terjadi. Alda mengatakan kalau ia tahu Reno menyukai manisan sejak dulu artinya Alda sudah lama mengenal Reno. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan apa yang di katakan oleh Lia padanya waktu itu.


Saat itu Lia mengatakan kalau dirinya maupun Tiara dan Alda tidak memiliki hubungan khusus untuk mengajak ketiga cowok tersebut makan bersama. Semuanya itu karena Alda lupa menceritakan kepadanya dan Tiara mengenai hubungan antara dirinya dan Reno.


Cassan merasa telah dibohongi dan di permainkan oleh ketiga rangkaian sahabat yang paling menyebalkan dimatanya itu. Jika tidak bagaimana mungkin ia tidak mengetahui tentang kedekatan antara Alda dan Reno.


"Makasih Vio, kamu tau banget ya aku suka manisan. Dari tadi lihat kalian makan aku ngiler banget." Reno tersenyum senang pada Alda membuat Luka dan Saka melotot padanya tak percaya.


"Iya sama-sama." Ucap Alda. Ia lalu melihat ke arah Cassan dan berpura-pura terkejut "Oh, ternyata ada Cassan toh disini. Kok aku gak tau ya?" Nada tinggi Alda mengundang banyak pasang mata di sekitar tertuju kepada mereka.


Luka, Reno dan Saka pun dengan segera mengalihkan pandangan mereka pada Cassan sesaat setelah Alda berkata.


"Ada apa?" Seseorang berbisik pada temannya setelah mendengar suara tinggi Alda.


"Gak tau. Kita perhatikan aja dulu." Jawab temannya tersebut.


"Alda dan Cassan lagi? Tadi juga Cassan sempat marah pada Alda setelah turun dari bus." Seseorang berkomentar di tengah-tengah desakan. Yang pasti dia adalah murid dari kelas A dan berada dalam satu bus dengan Alda dan Cassan.


"Benarkah? Tapi kenapa?" Tanya seseorang lagi merasa penasaran.


"Gak tau katanya sih Cassan marah karena Alda sengaja memuntahkan makanan padanya." Jawabnya.


"Wah serius? Tapi namanya orang muntah kan gak mungkin pakai di sengaja."


"Iya makanya."


Satu demi satu komentar diantara para murid mulai bertebaran. Banyak yang membela Alda ketimbang Cassan namun tidak sedikit juga yang membela Cassan.


Murid-murid yang membela Cassan adalah mereka yang mendengar cerita mengenai Alda menuduh Cassan tanpa bukti.


Para murid semakin banyak yang berkumpul. Tidak hanya dari mereka yang datang tepat waktu tapi juga murid yang mendapat hukuman pun ikut menghampiri karena merasa penasaran. Tak terkecuali Tiara dan Lia begitu juga orang-orang yang berkomentar tentang kedekatan Cassan terhadap Luka, Reno dan Saka.

__ADS_1


Saat memastikan semua mata tertuju pada mereka, Alda berpikir ini adalah kesempatannya untuk mempermalukan Cassan mengingat Cassan telah merusak persahabatan mereka.


Meskipun hubungan antara dirinya, Tiara dan Lia masih terlihat baik-baik saja tetapi tetap sebelum Cassan mempengaruhi Lia, persahabatan diantara mereka tidak pernah terjadi pertengkaran.


Menurut Alda akan lebih baik baginya jika ia menghentikan niat Cassan dari sekarang. Jika tidak Cassan semakin semena-mena pada Lia dan persahabatan mereka akan benar-benar rusak.


"Kamu ngapain disini?" Cerca Alda langsung pada Cassan dengan pertanyaan tanpa membiarkan Cassan memiliki kesempatan untuk menjawabnya.


Nyali Cassan mengendor mendengar pertanyaan Alda. Sebelumnya wajahnya begitu sumringah karena yakin dengan analisanya dimana kedatangan Alda untuk bertemu dengannya. Namun kenyataannya keadaan kini menjadi terbalik.


"Ren, Kamu kenal sama Cassan?" Tanya Alda masih dengan nada yang sama. Alda sudah bisa merasakan kemenangan ada di tangannya ditambah lagi sekarang banyak murid mengelilingi mereka tentunya semuanya akan tahu siapa Cassan sebenarnya.


Menurut Alda, Cassan terlalu berpura-pura dekat dengan ketiga cowok tampan tersebut untuk menarik perhatian. Ditambah Alda semakin tidak menyukai Cassan karena sudah membuat Tiara cemburu dengan berdiri berdampingan dengan Luka.


Semua mata tertuju pada Reno menunggu jawaban darinya. Reno tidak mengerti kenapa keadaan tiba-tiba menjadi seperti sekarang namun karena ia tidak mengenal siapa Cassan, ia menjawab saja pertanyaan Alda.


"Enggak aku gak kenal sama dia." Reno menggelengkan kepalanya.


Jawaban Reno memunculkan banyak komentar baru diantara para murid. "Lah ternyata Reno gak kenal dia. Aku kira mereka saling mengenal satu sama lain makanya mereka dekat."


Cassan tertunduk malu mendengar jawaban Reno. Memang benar Reno tidak mengenalnya karena saat makan bersama di kantin, Reno tidak datang bersama Luka dan Saka.


Cassan terdiam namun setelahnya ia merasa sedikit memiliki harapan. Jika Alda berniat untuk mempermalukannya maka ia akan menanyakan hal yang sama pada Luka dan Saka. Dan di saat itu Cassan kembali yakin jika mereka pasti akan menjawab mengenalnya.


Tidak ada alasan Luka dan Saka menolak mengenalnya karena mereka sudah pernah makan bersama di kantin bahkan mereka juga sudah saling berkenalan satu sama lain pikir Cassan.


Tebakan Cassan sangat tepat. Alda berniat untuk mempermalukan dirinya. Alda lalu bertanya pada Luka dengan pertanyaan yang sama.


"Luka kamu juga, apa kamu mengenal Cassan?"


Luka memandang beberapa detik pada Alda yang bertanya padanya. Kemudian mengalihkan pandangannya pada sesosok cewek cantik yang berdiri tak jauh di depannya. Dia adalah Tiara.


Luka tahu bahwa Tiara pun tidak menyukai Cassan bukan tanpa sebab. Jadi untuk berada disisi sang pacar dan mendukungnya, Luka pun melakukan hal yang sama dengan Reno.


"Tidak." Jawab Luka simpel dengan ekspresi dinginnya. Hanya satu kata saja keluar dari mulut Luka mampu membuat semua siswi menjerit senang.

__ADS_1


Mereka sangat berterima kasih pada Alda dan menganggapnya sebagai pahlawan mereka. Karena Alda telah membuat seorang Luka membuka suaranya di hadapan semua orang.


Suara Luka sangat dingin sedingin salju di telinga mereka yang mendengar meskipun kata-katanya juga begitu menohok hingga ke dalam jiwa.


"Ya ampun Luka juga sama. Dia bilang dia tidak kenal sama Cassan." Seorang berkomentar.


"Haha malu banget gue kalau jadi Cassan. Padahal tadi gue lihatnya Cassan ngobrol sama mereka bertiga." Sambung yang lain.


"Cassan emang ngobrol sama mereka tapi mereka gak pernah balas omongannya." Tambah seorang lagi. Orang ini mengetahuinya karena ia sedari tadi berdiri di dekat Luka dan yang lainnya.


Ia melihat Cassan datang menghampiri Luka dan kedua sahabatnya itu lalu menyapa mereka. Ia juga mendengar Cassan mengatakan bahwa ia mengasihani Tiara, Lia dan Alda karena mereka mendapatkan hukuman. Namun sayang pembicaraannya tidak pernah mendapat respon dari ketiga cowok tersebut.


"Oh begitu ya ceritanya. Pantasan saja. Aku pernah lihat Tiara, Lia dan Alda duduk semeja dengan Luka, Reno dan Saka saat makan siang di kantin. Aku yakin yang dekat dengan Luka adalah Tiara, Lia dan Alda."


"Bisa jadi. Makanya Cassan bilang dia mengasihani Tiara, Lia dan Alda di depan mereka dengan tujuan agar mendapat respon balik." Analisa seseorang yang tadi berdiri di dekat Luka.


Semua murid memandang Cassan tidak suka. Kaki, tangan Cassan lemas seketika. Ia hanya menundukkan kepala dan tidak menatap langsung wajah orang-orang yang membicarakan namanya.


"Saka, kamu kenal Cassan juga?" Alda kembali bertanya.


Kini semua orang menantikan jawaban dari Saka. Apa yang akan Saka jawab menjadi penentu untuk nasib Cassan.


"Iya aku mengenal Cassan." Jawab Saka.


Mendengar jawaban itu Cassan dengan cepat mengangkat pandangannya dan menatap Saka. Emosional Cassan langsung berubah. Ia tersenyum pada Saka karena telah menolong dirinya dan hatinya mulai menganggap bahwa Saka adalah penolongnya.


Kali ini pandangan tidak suka orang-orang yang berkomentar tentang Cassan pun ikut berubah karena perkataan Saka yang mengatakan bahwa ia mengenal Cassan.


"Oh jadi Saka kenal sama Cassan ya. Wajar aja sih dia ngajak ngobrol mereka." Bisik seseorang.


Alda sendiri terkejut mendengar Saka mengenal Cassan. Ia tidak pernah mendengar kedekatan antara keduanya, mengingat Saka berasal dari kota C dan Cassan dari kota J.


Cassan menatap sombong pada Alda karena menurutnya Alda sudah gagal untuk mempermalukan dirinya dan kemenangan telah berpindah tangan. Namun sebelum ia merasakan memiliki kemenangan tersebut seutuhnya, Saka langsung memotongnya.


"Tapi Cassan yang aku kenal bukan dia." Lanjut Saka membuat semua orang menjadi gempar mempertanyakan maksud perkataan Saka.

__ADS_1


__ADS_2