Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#71 Rantai Nama


__ADS_3

Alda menyadari jika saat ini Reno sedang tidak mengenakan jaket lagi. Ia merasa bersalah pada dirinya karena harus membuat teman masa kecilnya itu berdiri dalam dinginnya malam hari.


"Jangan khawatir, aku pake baju hangat jadi gak akan kedinginan kayak yang kamu pikirin." Ucap Reno sambil mengacak-acak rambut Alda penuh perhatian. Reno tahu Alda sedang mengkhawatirkan dirinya tapi apa boleh di kata ia lebih rela mengorbankan dirinya dari pada membiarkan Alda diselimuti kedinginan.


Meskipun Reno sendiri mengatakan demikian, Alda masih merasa kalau baju hangat yang di kenakan oleh Reno tidak cukup untuk melawan dinginnya udara di lereng gunung berapi, ikon kota H tersebut.


Bagaimana tidak, posisi mereka tepat berada di bawah kaki gunung. Dengan ketinggian gunung yang mencapai 1.703 meter di atas permukaan laut ini, tentunya udara di sekitaran menjadi sangat dingin bahkan berkabut jika di lihat di pagi hari.


"Apa semuanya sudah berkumpul disini?" Suara Stacy kembali terdengar membuyar semua kekhawatiran Alda pada Reno.


Malam itu Stacy tetap terlihat cantik. Ia mengenakan jaket rajut berwarna pink pudar begitu juga kupluk yang berwarna senada di kepalanya. Bibirnya tetap merona meskipun di malam hari dan wajahnya masih berseri-seri seperti malam adalah pagi hari baginya.


"Tolong pastikan lagi tidak ada satu orangpun yang masih berada di dalam tenda." Ucap Stacy kepada para anggota OSIS.


Setelah memastikan tidak ada lagi murid yang tersisa di dalam tenda, Stacy memerintahkan para murid untuk duduk di tanah yang ditumbuhi rerumputan pendek dan membuat sebuah lingkaran di dalam lingkaran.


"Yang bener aja kita disuruh duduk di tanah." Beberapa orang mengomentari hal yang sama.


"Iya ih mana rumputnya basah lagi. Disiram air dulu apa gimana sih?" Sambung yang lain.


"Itu bukan basah karena di siram air tapi karena berembun." Jawab yang lain.


"Oh gitu."


Kebanyakan murid tidak mengetahui bagaimana cuaca di sekitar lereng gunung karena rata-rata dari mereka berasal dari luar kota H dimana cuaca mereka lebih dikenal sangat panas akibat polusi udara dan sebagainya.


Stacy dan para anggota OSIS terus menggerakkan murid-murid untuk duduk melingkar sesuai perintah. Sementara para murid tidak mengerti mengapa mereka diatur sedemikian rupa.


Ketika semua kehiruk pikukan tersebut selesai, Stacy memulai acaranya. Ia berdiri di tengah-tengah seperti seorang dewi dengan kecantikan miliknya dan di kelilingi oleh para murid.

__ADS_1


Stacy membuat banyak siswi menjadi iri padanya. Ingin sekali mereka menggantikan dirinya berada di posisi tersebut.


"Selamat malam semuanya." Sapa Stacy dengan suara indahnya. Dimana bagi para siswa suara itu terdengar merdu dan menghangatkan.


"Selamat malam juga." Jawab mereka kompak.


"Okey semuanya. Tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini adalah saya ingin mewujudkan tujuan dari kegiatan kita ini." Ucap Stacy mendapat sorakan meriah dari para murid.


Banyak yang merasa penasaran atas apa yang sudah di rencanakan oleh para anggota OSIS untuk memenuhi tujuan kegiatan mereka yaitu keakraban.


"Yang pertama kami para anggota OSIS telah menyiapkan sebuah permainan bernama rantai nama yang siap untuk kalian lakukan. Dimana permainan yang satu ini bisa memperkuat ingatan kalian." Ucap Stacy.


"Maka dari itu yang dibutuhkan oleh kalian hanyalah kefokusan serta kemampuan mengingat." Lanjutnya.


Lagi kebanyakan para murid tidak mengerti seperti apa jenis permainan bernama rantai makanan tersebut sampai akhirnya Stacy menjelaskannya kepada mereka dan membuat mereka mengerti.


Lingkaran dalam lingkaran telah dibentuk dan Stacy memulainya dari lingkaran yang paling terkecil.


"A a aku?" Tanyanya gemetaran. Ia sama sekali tidak menyangka menjadi orang pertama yang ditunjuk.


"Iya kamu. Jangan takut, santai saja oke." Stacy menenangkannya.


"Orang pertama akan mengenalkan dirinya dengan menyebut nama dan bisa ditambahkan dengan hal lain seperti asal, umur, cita-cita ataupun status agar menjadi lebih seru," Jelas Stacy.


"Kemudian orang kedua yang entah itu berada di sisi kiri maupun kanan orang pertama akan ditunjuk oleh orang pertama untuk mengulangi apa yang telah disampaikannya lalu kemudian menyebut namanya."


"Misal, 'Nama Rena, dari kota H, umur 16, status jomblo. Saya Rita, asal kota C, umur 16 tahun, status bla bla bla' kemudian orang ketiga yang berada di sebelah orang kedua mengatakan 'Rita, dari kota C, 16 tahun, status... Lalu menyebut namanya dan seterusnya."


Penjelasan Stacy mendapat anggukkan kompak dari para murid bahwa mereka telah mengerti dengan cara permainannya.

__ADS_1


"Sampai disini paham?" Tanya Stacy.


"PAHAM." Teriak mereka kompak.


"Bagus. Seperti pada umunya setiap permainan akan ada pemenang dan akan ada yang kalah. Yang kalah akan mendapatkan hukuman dari anggota OSIS."


Perkataan Stacy tersebut otomatis langsung membuat hati para murid berdebar kencang. Mereka takut melewatkan apa yang telah di sampai oleh teman mereka.


"Kira-kira apa hukumannya?" Seorang siswa berteriak pada Stacy.


"Apa saja tergantung giliran anggota OSIS siapa yang akan memberikan hukumannya." Jawab Stacy dengan senyum manis tanpa memberikan kepastian.


Stacy membiarkan para anggotanya untuk bersenang-senang, sejenak melepaskan semua kelelahan mereka sejak pagi tadi dengan memberikan hukuman apa saja kepada murid yang berhak mendapat hukuman selama masih dalam batas normal.


Permainan pun dimulai. Satu demi satu murid yang tidak fokus dan salah menyampaikan perkataan orang disampingnya mendapatkan hukuman mereka.


Ada murid yang di suruh berjoget, ada juga yang disuruh untuk berpuisi, bernyanyi dan sebagainya terjadi pada malam itu. Semua orang larut dalam permainan dengan tawa yang tak terhitung sehingga lupa jika mereka sedang diselimuti dinginnya udara di malam hari.


Tiara lolos dari permainan rantai nama tersebut karena ia memiliki ingatan yang begitu bagus. Begitu juga dengan Alda, Luka dan Reno. Namun sayang Lia dan Saka terpaksa mendapatkan hukuman karena ketidak fokusan mereka sendiri.


Permainan berlangsung cukup lama mengingat banyaknya murid. Dan ketika berakhir waktu telah menunjukan pukul sebelas malam.


Stacy kembali membuat pengumuman setelah para anggota OSIS membagikan selembar kertas putih kepada setiap murid.


Tanpa mengetahui mengapa mereka di bagikan selembar kertas, para murid hanya menerimanya saja dan menunggu aba-aba selanjutnya dari Stacy.


"Sebelum kita mengakhiri malam hari ini, seperti yang kalian ketahui selembar kertas putih di tangan kalian saat ini akan membawa kalian ke dunia yang berbeda." Ucap Stacy menuai banyak pertanyaan diantara para murid.


"Setelah kembali dari sini silahkan tulis sebuah surat untuk orang yang kalian sukai. Suratnya akan di kumpulkan besok pagi sebelum jam sarapan pagi dan akan dibaca pada malam terakhir kegiatan ini." Lanjutnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Stacy, para murid menjadi terkejut. Bagaimanapun maksud dari perkataan Stacy tersebut adalah untuk meminta mereka menuliskan surat cinta yang di tujukan kepada orang yang mereka sukai. Tentunya yang berada disana juga.


Setelah mengatakan semuanya, para murid pun bubar dari sana dan kembali ke tenda mereka masing-masing. Semua murid mulai memikirkan apa yang harus mereka tulis dan kepada siapa surat mereka akan ditujukan.


__ADS_2