Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#13 Kamu Cantik Aku Menyukaimu


__ADS_3

"Kamu mau jadi temen aku karena takut aku kasitau orang-orang kalau kamu itu anak tukang cuci?"


Lia terkejut mendengar perkataan Tiara. Memang benar ia takut orang-orang akan tahu siapa dirinya tapi bagaimanapun juga ia tidak pernah berpikir Tiara akan memberitahu semua orang.


'Kenapa juga aku gak pernah kepikiran kalau dia bisa saja kan kasitau orang-orang? Terus kenapa juga aku ngerasa kayak aku harus percaya dia gitu?' Lia berpikir sejenak.


"Kamu gak usah khawatir. Saya gak akan kasitau orang-orang tentang siapa kamu karena saya bukan tipe orang seperti itu. Kamu boleh pegang kata-kata saya." Ujar tiara lalu pergi.


Tiara berpikir Lia tidak akan mengikutinya lagi karena apa yang dikatakannya itu tepat sasaran.


Lia pasti takut Tiara akan membocorkan rahasianya kalau dia adalah anak tukang cuci. Oleh karena itu agar rahasianya terjaga dan untuk mengawasi Tiara, Lia terus mengikutinya dan meminta agar mereka berteman.


"Aku percaya." Suara keras Lia menghentikan langkah kaki Tiara. Namun yang lebih mengejutkan Tiara lagi adalah perkataan Lia selanjutnya.


Lia berjalan menghampiri Tiara yang berdiri beberapa meter di depannya. Entah kenapa emosinya meluap. Matanya mulai merah dan berkaca-kaca seperti orang yang menahan rasa luka di hatinya.


Tiara terkejut dengan ekspresi wajahnya. Lia yang sekarang bukan lagi Lia yang tadi tersedak saat bertemu dengannya, bukan lagi Lia yang terus menatap padanya, bukan lagi Lia yang mengikutinya ke kamar mandi dan mandi lagi padahal sebelumnya dia sudah mandi.


Lia yang berada di hadapannya sekarang adalah Lia yang sedang rapuh.


'Apa aku terlalu kasar padanya atau aku menyinggung perasaannya?' Batin Tiara bersalah.

__ADS_1


"Aku percaya. Aku percaya kamu gak akan kasitau orang-orang tentang siapa aku. Aku gak tau kenapa aku bisa percaya sama kamu, tapi AKU HARUS PERCAYA KAMU."


Air mata Lia mengalir deras. Baru kali ini ia begitu emosional hanya karena suatu perasaan dalam dirinya yang tidak pernah ia rasakan sebelum.


"Aku menyembunyikan identitas ku karena jika orang-orang itu tahu mereka akan menghinaku dengan membawa-bawa pekerjaan ibuku." Lanjutnya lagi.


"Aku tidak mau ibuku dihina atau dipermalukan hanya karena pekerjaannya. Apa salahnya jadi tukang cuci? Apa salahnya hidup miskin?"


Memori Lia berputar kembali mengenang masa-masa pahitnya. Dihina oleh teman sekolah semasa SMP karena pekerjaan ibunya, direndahkan oleh orang kaya karena kemiskinan mereka. Itu cukup menyakitkan untuknya.


Suara tangis Lia pecah. Ia meluapkan semua rasa sakitnya seakan dunia ini benar-benar tidak adil bagi orang sepertinya.


Lalu sebuah pelukan hangat menghentikan tangisannya. Iya, Tiara memeluknya dengan hangat seakan ia mengerti apa yang sedang Lia rasakan.


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyinggung lukamu." Tiara menitikan air mata. Entah kenapa dia merasa sangat bersalah karena telah membuat Lia menangis.


Meskipun Tiara sering bersikap dingin di luar, tapi dia masih memiliki sisi hangat yang selalu ia tunjukan pada keluarganya. Hal itulah membuatnya tak sanggup mendengar luka Lia.


"Tidak aku yang harus minta maaf. Aku sudah menahan semua lukaku sejak dulu." Lia melepaskan pelukannya. "Lalu emosional tidak tertahan lagi jadi aku meluapkan semuanya padamu. Maafkan aku." Lanjutnya lagi.


Tiara tersenyum lebar. Baru kali ini ia mendengar kisah seseorang. Meskipun tidak secara keseluruhan tapi ia merasa senang karena seseorang mempercayainya dan menceritakan lukanya.

__ADS_1


Lia terkejut melihat Tiara tersenyum untuk kali pertama. Senyumnya sangat indah seketika membuat jantung Lia berdebar tak karuan. Ia membeku.


"Baiklah aku terima kamu jadi temenku dan kita temenan." Ucap Tiara.


Tiara tidak tahu apakah keputusannya menjadikan Lia sebagai temannya adalah benar atau tidak. Tapi dia harus membuka diri terlebih dahulu jika ingin memiliki teman.


'Lagiankan aku juga sedang menyembunyikan identitas ku, jadi tidak ada salahnya mencoba memiliki teman lagi.' Pikir Tiara.


"Hei..hallo.." Tiara mencoba mengembalikan kesadaran Lia. Ia bingung kenapa Lia menatap kosong padanya tanpa berkedip.


"Wow.. cantik." Lia kembali tersadar.


"Apanya yang cantik?" Tanya Tiara bingung.


"Kamu cantik. Kya.. aku menyukaimu. Katakan siapa namamu." Lia menjerit-jerit memeluk Tiara.


Wajah Tiara memerah atas perkataan Lia dan pertama kalinya ia merasa malu karena dipuji.


"Tiara." Jawabnya.


"Aku Amelia Amora. Panggil saja Lia." Ujar Lia bahagia akhirnya ia memiliki seorang teman.

__ADS_1


Tiara dan Lia tidak menyadari jika seseorang tengah memperhatikan keduanya dari pintu.


Kedua orang yang kini menjadi teman tersebut terkejut melihat Alda berdiri seperti patung hidup menatap mereka.


__ADS_2