Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#22 TIARA atau QUEEN


__ADS_3

"Tiara Queen A?" Semua orang membaca nama Tiara yang terpampang jelas di layar. "Nilai...," Berhenti sejenak dan melanjut kembali. "SERATUSSS?" Teriak seisi ruangan.


"Wah wah gila sih ini gila woy.."


"Nilai sempurna? Luar biasa ini mah."


"Seseorang tolong tampar gue"


Pakkk pakkk..


"Aduh.." Jerit seorang siswa kesakitan memegang kedua pipinya yang memerah. "Kenapa gue di gampar?" Tanyanya.


"Lah bukannya elu yang minta di gamparin?" Jawabnya polos.


"I i iya sih tapi bisa kan lu gamparnya sebelah aja gak usah dua duanya."


"Haha namanya juga lagi di kasih kesempatan. Iya kali gue tolak."


Di sisi lain Lia dan Alda masih membeku melihat nama yang terpampang di layar.


Tiara Queen A. Nama 'Tiara' sama dengan sahabat mereka yang duduk diam sedari tadi di tengah-tengah mereka itu. Namun sejak kemarin hingga sekarang dia tidak pernah memberitahu nama panjangnya.


Dia hanya memperkenalkan dirinya dengan nama Tiara tanpa embel-embel nama panjangnya. Atau mungkin ada siswi lain yang bernama sama, mereka sendiri sama sekali tidak memiliki ide.


Lia dan Alda lalu menatap tajam pada Tiara. Tiara tetap dengan ekspresi datar dan dinginnya. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikir oleh gadis cantik ini.

__ADS_1


"Murid dengan nama Tiara Queen A silahkan naik ke atas panggung." Ujar Doris.


Semua mata mencari pemilik nama tersebut. Mereka saling memandang satu sama lain lalu Tiara bangkit dari tempat duduknya.


Lia dan Alda syok mendapati Tiara berdiri dari tempat duduknya di antara sekian banyak orang yang duduk disana.


"Tiara Queen A itu kamu?" Tanya Alda.


Tiara menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang ada di pikiran kedua sahabatnya.


"Kya selamat ya Tiara.." Lia dan Alda memeluk erat tubuh Tiara.


"Tiara selamat ya." Ucap Alda.


"Terima kasih." Jawab Tiara tulus.


Tiara berjalan menuju panggung dimana Luka dan Cassan sudah berdiri. Ia membungkuk hormat pada Doris, orang pertama yang ia jumpai setelah menginjakan kaki diatas panggung lalu kepada para guru.


Tiara memilih berdiri di tengah-tengah antara Luka dan Cassan. Tanpa melirik ke kiri dan ke kanan ia memandang lurus ke depan.


Dari kejauhan, Lia dan Alda bangga pada Tiara. Bagaimanapun Tiara mendapat gelar pemecah rekor diatas rekor. Dengan mendapat nilai sempurna tentu tidak ada yang bisa menggantikan namanya maupun posisinya dalam sejarah Boulevar.


Sekalipun suatu saat nanti ada murid yang mendapat nilai sempurna mereka tetap tidak bisa mengganti nama Tiara seperti halnya Luca dan Cassan mengganti Stacy. Mereka hanya dapat mencatat nama mereka dalam sejarah bersama tiara tanpa menggeser posisi Tiara sama sekali.


Tiara menerima sebuket bunga dari seorang guru wanita berusia sekitar 30an. Dia berperawakan tinggi juga sexi namun Tiara bisa merasakan aura yang cukup kuat darinya.

__ADS_1


"Selamat.." Guru wanita itu menyodorkan tangannya pada Tiara.


"Terima kasih.." Tiara menggenggam tangan guru tersebut sambil tersenyum.


Luka yang kebetulan melirik Tiara dari samping mendapatinya tersenyum membuat Luka sedikit terganggu.


"Tiara atau Queen, mana yang di antara keduanya menjadi nama panggilan mu?" Tanya Doris pada Tiara.


Seisi ruangan menjadi penasaran mereka juga ingin mengetahui siapa nama the next genius Boulevar itu.


Tiara menjawab pertanyaan Doris namun suaranya sama sekali tidak terdengar. Berbeda dengan yang lainnya, Luka mengetahui jawabannya karena membaca pergerakan bibir Tiara.


'What a beautiful name. Tiara artinya mahkota permata sedangkan Queen artinya ratu. Jika di gabungkan maka Ratu dengan mahkota permata atau ratu yang memiliki mahkota permata.' Luka membatin.


Karena Doris tidak bisa mendengar perkataan Tiara, ia meminta Stacy mengambilkan mic untuk diberikan pada Tiara. Seketika Stacy terkejut. Merasa tidak suka Doris memintanya melakukan itu pada seorang junior.


Yang semakin membuat Stacy semakin tidak suka yaitu selain Tiara mendapat nilai sempurna ia juga memiliki kecantikan yang berbeda jauh darinya.


Stacy menuruni panggung ke meja operator mengambil mic lalu kembali lagi ke atas. Ia menghampiri Tiara dari belakang dan menyerahkan mic tersebut. Namun sebuah ide jahil tiba-tiba muncul di benak Stacy untuk mempermalukan tiara.


Ketika Tiara hendak mengambil mic dari tangan Stacy, Stacy menjatuhkan mic tersebut. Tiara bisa merasakan jika Stacy melakukannya dengan sengaja. Entah kenapa dia melakukan hal tersebut, Tiara mencoba mengabaikan.


Setelah mengetahui Stacy menjatuhkan mic dengan sengaja, Tiara dengan refleks menggunakan kaki kanannya untuk menahan mic tersebut tidak mengenai lantai.


Aksi Tiara itu mendapat banyak pasang mata terkaget-kaget menatap ke arahnya dan Stacy tak terkecuali Luka.

__ADS_1


Tiara menundukkan badan mengambil mic dari kakinya dan mulai berbicara. Namun sebelumnya ia menyempatkan diri menatap dingin pada Stacy seakan memberitahu Stacy bahwa ia mengetahui niat Stacy.


__ADS_2