
"Tiara, aku bolehkan pulang bareng kalian?" Cassan tersenyum pada Tiara dengan ekspresi wajah yang sudah berubah. Ia mencoba mengabaikan Alda untuk sementara waktu dan berfokus pada Tiara yang sudah mempermainkannya.
Cassan tetap dengan tujuannya berpura-pura baik di depan Tiara untuk menghancurkan persahabatan mereka dan juga untuk bisa berada di dekat Luka.
Luka menyukai Tiara bahkan dua kali mereka makan bersama di kantin. Luka tidak memperhatikan Cassan karena Tiara. Jika Cassan terus mendekati Tiara maka secara otomatis Luka akan memperhatikannya dan dengan sendirinya Cassan dan Luka menjadi dekat.
Tiara melirik pada Alda. Rasa khawatir dan bimbang pun menghampirinya. Jika ia mengijinkan Cassan ikut bersama mereka mungkin saja Alda tidak menyukai ide tersebut dan memarahinya seperti pagi tadi.
Namun terkejutnya Tiara, Alda menyetujui permintaan Cassan. Alda menganggukkan kepala pada Tiara sebagai tanda bahwa Cassan boleh ikut bersama mereka kembali ke asrama.
Alasan kenapa Alda mengiyakan permintaan Cassan karena ia ingin mengetahui niat tersembunyi Cassan dan sejauh mana Cassan terus berakting.
"Iya boleh. Yuk kita pulang. Lia pasti udah nunggu lama." Jawab Tiara setelah mendapat persetujuan dari Alda.
"Makasih Tiara, kamu baik banget." Cassan tersenyum senang berjalan ke sisi kiri lalu merangkul lengan Tiara seperti yang dilakukan oleh Alda.
__ADS_1
Alda yang berada di sisi kanan dan masih merangkul lengan Tiara merasa syok dengan tingkah Cassan. Bagaimana tidak Cassan memperlakukan Tiara seolah-olah dirinya dan Tiara sangatlah akrab satu sama lain.
Merasa tidak senang dengan Cassan, Alda ingin sekali berkata kasar padanya dan menyuruhnya untuk tidak berpura-pura baik. Akan tetapi Alda memikirkan perasaan Tiara. Tiara marah padanya karena menuduh Cassan tanpa bukti dan hanya berdasarkan perasaannya saja. Jika ia mengatakan hal yang buruk lagi pada Cassan, Tiara pasti akan memarahinya lagi.
Alda tidak menginginkan hal itu terjadi lagi. Dirinya sudah berjanji untuk menjaga persahabatan mereka agar tidak terpecah belah karena seseorang seperti Cassan. Oleh sebab itu Alda akhirnya memutuskan untuk diam saja.
Ketiga orang tersebut keluar dari ruangan dan pergi menemui Lia yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka di depan kelas. Ketika mata Lia menangkap kedatangan mereka dari kejauhan, Lia sedikit terkejut melihat Cassan ada bersama Tiara dan juga Alda.
Lia mengabaikan keterkejutannya karena merasa tidak ada salahnya Cassan datang bersama Tiara dan Alda. Selain mereka berada dalam satu kelas, Cassan juga teman sekamar mereka di asrama.
Tiara dan Alda tertawa mendengar keluhan sahabat mereka itu. Bagaimanapun Lia di mata mereka adalah seseorang yang polos dan sedikit memiliki tingkah laku kekanakan sehingga menimbulkan rasa untuk menjaganya dalam diri Tiara dan juga Alda.
Disisi lain Cassan melihat Lia sebagai seseorang yang mudah untuk di pengaruhi. Cassan mengetahui dengan baik status sosial Lia setelah meminta Leo, orang kepercayaan kakeknya untuk melakukan pengecekan pada keluarga Lia.
Lia hanya tinggal sendirian bersama dengan ibunya di desa X kota M. Saat sekolah dasar, Lia bersekolah di salah satu sekolah yang terhitung cukup bagus di desanya. Setelah memasuki sekolah menengah pertama, Lia bersekolah di sebuah sekolah elit di kota M.
__ADS_1
Awal mendengar laporan dari Leo, Cassan sedikit terkejut. Ia tidak menyangka seorang tukang cuci seperti ibu Lia mampu menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah seperti itu. Apa lagi saat ini Lia berada di Boulevar High School, sekolah nasional nomor satu negeri ini dengan biaya per semester saja sudah di bilang sangat mahal.
Leo juga mengatakan bahwa tidak ada yang mencurigakan dari ibu dan anak tersebut. Lia bisa menempuh pendidikan di sekolah-sekolah elit tersebut di karenakan ia mendapat bantuan dari pemerintah.
Cassan merasa sedikit lega setelahnya. Bagaimanapun dimatanya Lia hanyalah seorang dari kalangan bawah. Jika ia memberinya sedikit kenikmatan seperti mentraktir makanan mahal untuknya, sudah pasti Lia langsung tergiur.
"Hai Lia..." Cassan menyapa Lia dan berlari kearahnya. Lagi ia bertingkah seolah mereka akrab satu sama lain.
Alda merasa Cassan telah membangunkan hasratnya untuk berkata kasar. Namun lagi dan lagi ia harus menahan diri untuk tidak bertingkah agresif pada Cassan apa lagi di hadapan kedua sahabatnya yang sudah terpengaruh oleh kebohongan Cassan.
"Huh.." Alda menarik nafas panjang berusaha menenangkan dirinya agar tidak terpancing.
Tiara yang melihat Alda berusaha tenang pun tersenyum tipis. Ia kemudian melirik dingin Cassan yang menempel pada Lia seperti blangko.
Dalam hati Tiara, Tiara hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya.
__ADS_1