Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#30 Luka Suka Tiara


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi. Kali ini Lia terpaksa pergi menghampiri Tiara dan Alda di kelas A karena menunggu lama. Siapa sangka Tiara dan murid lainnya baru saja mengakhiri kelas mereka.


Lia menunggu beberapa saat di depan kelas bersamaan dengan murid lainnya yang juga sedang menunggu teman mereka.


Setelah guru pria tersebut keluar dari dalam kelas, murid-murid ikut berlarian keluar dan bernapas lega seperti orang yang baru saja terlepas dari jeratan harimau yang sangat ganas.


Tiara dan Alda menghampiri Lia sesaat setelah mata mereka saling bertemu.


"Kelas kalian kok baru selesai padahal bel istirahat udah dari sepuluh menit yang lalu loh?" Tanya Lia penasaran.


"Iya. Kita semua gak ada yang tau kalau tuh guru hobinya makan waktu." Jawab Alda.


"Makan waktu? Kok kedengarannya agak aneh ya haha.." komentar Lia.


"Iya juga ya.. udahlah anggap aja itu gaya bahasa kami dari kota E." Alda menjawab lagi kemudian di sambut tawa oleh Tiara dan Lia.


Saat sedang asik mengobrol, seorang cowok yang berdiri bersama Luka dan seorang temannya lagi, diam-diam memperhatikan Alda.


"Ada apa Ren? Lu suka sama temennya Tiara?" Tanya temannya selain Luka yang melihat kearah mana Reno memandang.


"Enggak, gue kayaknya kenal sama itu cewek." Jawab Reno.

__ADS_1


"Kalau lu kenal ya udah samperin."


Reno menatap Luka lalu temannya yang menyuruhnya untuk menghampiri Alda. Ia khawatir jika salah mengenal orang.


"Udah lu gak usah khawatir, sekalipun lu salah orang biar gue pake kesempatannya buat kenalan sama temennya yang sebelah." Mata saka menatap ke arah Lia.


Reno tertawa mendengar perkataan sahabatnya itu. Ia tahu betul bagaimana playboynya Saka sejak awal bertemu dengannya.


"Emang lu gak suka sama Tiara?" Reno bertanya pada Saka membuat Luka mengernyitkan dahi tak suka seketika itu juga. Reno tidak menyadari reaksi berbeda datang dari Luka.


Reno berpikir semua cowok akan menyukai Tiara karena ia sangat cantik dan juga pintar apa lagi seorang playboy seperti Saka.


Jauh di dalam hati Saka, ia tersenyum senang melihat reaksi Luka. Luka tidak pernah bersikap aneh seperti sekarang apa lagi mengenai cewek.


Saka bisa merasakan perbedaan itu sejak pertama kali mata Luka memandang Tiara berjalan menuju panggung aula. Itu adalah jatuh cinta pada pandangan pertama.


Meskipun Saka seorang playboy kelas kakap tapi mengenai suka dan menyukai, jatuh cinta dan dicintai ia sangat ahli dalam hal itu.


"Ya gue sukalah sama Tiara." Jawab Saka sambil melirik pada Luka. Ia ingin menggoda Luka dan melihat bagaimana reaksinya.


"Secara Tiara itu tipe gue banget. Lu tau sendiri kan gue suka sama cewek yang cantik tapi natural, yang matanya indah, hidungnya mancung, rambutnya panjang dan lembut dan yang terpenting bodynya manteb. Tiara punya semua yang gue suka." Lanjut Saka.

__ADS_1


Setiap perkataan yang keluar dari mulut Saka, Saka tidak pernah mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Luka.


Benar saja reaksi Luka sangat membuat Saka ingin tertawa lepas. Seandainya Reno sepeka Saka mungkin keduanya akan tertawa sampai terbodoh-bodoh.


Bagaimana tidak, seumur hidupnya Luka tidak pernah merasa tertarik dengan cewek. Saka bahkan sudah berusaha keras memberikannya cewek-cewek cantik di kota C namun tidak ada yang berhasil menarik perhatiannya.


Saka sempat berpikir Luka seorang gay lalu ia mencoba merayu dan menggoda Luka namun yang terjadi malah ia mendapat pukulan dari Luka dan berakhir dua hari di rumah sakit.


Sejak saat itu Saka tidak pernah lagi mengganggu Luka dengan memberikannya cewek-cewek cantik maupun menggodanya. Ia membiarkan Luka sendiri menemukan orang yang ia sukai jika memang sudah waktunya.


Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk Luka sahabatnya itu untuk menemukan seseorang yang ia sukai pikir Saka.


"Kalau lu suka sama Tiara kenapa gak kenalan aja sama dia?" Tanya Reno polos.


"Sayang banget tapi gue gak mau masuk rumah sakit lagi." Jawab Saka. Lagi ia melirik pada Luka.


Dirinya merasa ngeri mengingat kembali kejadian dimana ia dipukul Luka sampai tidak bisa makan layaknya orang normal. Jika kali ini ia menyukai Tiara ia mungkin akan berakhir satu minggu lamanya di rumah sakit.


Mendengar Saka mengatakan tidak ingin masuk rumah sakit lagi, Reno akhirnya sadar bahwa ia telah melewatkan sesuatu. Reno menatap Luka yang masih diliputi rasa kesal lalu tertawa geli padanya.


'Jadi Luka suka sama Tiara? Baguslah mereka cocok juga.' Reno membatin.

__ADS_1


__ADS_2