Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#41 Niat Cassan


__ADS_3

Tanpa disadari hari sudah mulai gelap. Tiara juga Michelle berpamitan dengan sang kakek dan nenek lalu berjanji untuk datang lagi ke taman di lain waktu.


Begitupun kedua tetua tersebut. Mereka meminta Tiara dan juga Michelle sesering mungkin datang ke taman untuk menemui mereka atau hanya sekedar bermain saja.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk saling mengakrabkan diri. Tiara menunjukan sisi hangatnya pada kedua orang tersebut karena ia memandang mereka seperti kakek dan neneknya begitu juga dengan Michelle.


"Aku baru tau kalau taman belakang ini adalah jalan yang menghubungkan antara asrama cewek dan asrama cowok." Ucap Michelle mengingat kembali cerita sang nenek.


Asrama cewek maupun cowok di bangun dalam satu lingkungan dengan Boulevar High School. Namun karena terlalu luasnya wilayah tersebut orang-orang menjadi bingung.


Mereka mengira bahwa ketiga bangunan tersebut didirikan di atas tanah yang berbeda-beda namun siapa yang menyangka ketiganya masih dalam satu lingkungan.


"Iya dan ternyata kakek dan nenek sendiri yang menyebarkan rumor tentang hantu penjaga taman belakang." Sambung Tiara.


Michelle mengangguk setuju dengan Tiara. Mereka tidak menyangka jika yang menyebarkan rumor adalah sang kakek dan nenek sendiri.


Menurut perkataan sang kakek, mereka terpaksa melakukan itu karena tidak ingin para murid menemukan adanya jalan yang menghubungkan antara kedua asrama.


Jika itu terjadi maka taman belakang akan menjadi salah satu saksi bisu atas hal-hal bejad apa saja yang akan mereka lakukan mengingat tempat tersebut juga sebagian besar masih berupa hutan belantara karena pepohonan yang menjulang tinggi.


"Sayang, bukankah menurut kamu anak yang bernama Tiara itu sangat cantik?" Tanya sang nenek dan mendapat anggukan persetujuan dari suaminya.


"Iya dan menurutku mereka berdua sangat cocok untuk kedua cucu kita." Jawab sang kakek sambil tersenyum senang.


"Kamu juga berpikir hal yang sama? Aku pikir hanya aku saja." Sang istri memeluk erat lengan suaminya dengan manja.

__ADS_1


"Haha saat pertama kali dia menyapa kita, aku pikir aku sedang melihat kamu saat muda." Tawanya sambil mengelus-elus tangan sang istri.


"Sayang bisa kamu bantu aku untuk mencari tahu tentang mereka berdua?"


Tentu permintaan sang istri adalah amanahnya. Kakek mengangguk setuju kemudian mengambil ponselnya dan menelfon seseorang. Ia meminta agar segera mendapatkan informasi tentang Tiara dan Michelle.


-----


Pagi harinya Tiara, Lia dan Alda terbangun dari tidur panjang dan lagi bunyi loncenglah yang membangunkan mereka.


Kali ini hal berbeda datang dari Cassan. Ia langsung bangkit dari tempat tidurnya sesaat setelah lonceng berhenti berbunyi.


Biasanya Cassan memilih tidur kembali sampai Tiara dan juga kedua sahabatnya turun ke lantai satu untuk sarapan.


Tiara, Lia dan Alda kaget dengan perubahan Cassan. Bagaimana tidak saat makan malam kemarin Cassan berinisiatif mengajak mereka bahkan membayar semua makanan mereka.


Cassan juga meminta mereka untuk mengambil menu makan dengan harga mahal sampai-sampai Lia girang tak karuan karena lezatnya makanan tersebut.


Sehabis makan malam Tiara, Lia dan Alda belajar bersama seperti biasanya dan yang mengejutkan lagi Cassan ikut bergabung.


"Selamat pagi juga Cassan." Jawab Lia sambil menebar morning smile pertamanya.


Lia tidak mempedulikan kenapa Cassan berubah. Dia menerima perubahan Cassan karena Cassan memiliki niat baik untuk mentraktir mereka makanan yang mahal tapi tidak dengan Alda.


Sejak awal Alda tidak begitu menyukai Cassan oleh karena itu dengan perubahan yang terjadi pada Cassan, Alda menaruh rasa curiga padanya.

__ADS_1


Keempat orang tersebut akhirnya bersiap-siap dan berangkat ke sekolah bersama setelah menyelesaikan sarapan mereka di kantin asrama.


Dewi yang pada saat itu melihat Cassan ke sekolah bersama Tiara dan kedua sahabatnya, mengingat kembali perkataan Cassan di kantin kemarin.


Cassan mengatakan padanya bahwa ia tidak begitu akrab dengan tiga orang teman sekamarnya itu akan tetapi apa yang dilihat Dewi saat ini berbeda.


Selain Cassan berangkat ke sekolah bersama mereka, ia juga terlihat mengobrol akrab dengan Lia bahkan saling melempar tawa.


Dewi mengabaikan apa yang dilihatnya pagi itu dan mengikuti mereka dari belakang.


-----


Sesampainya di sekolah Tiara, Alda dan Cassan berpisah dengan Lia di depan kelas C. Ketiganya lalu berjalan menuju kelas mereka.


"Cassan." Alda memanggilnya.


"Iya. Kenapa?" Jawab Cassan dengan ekspresi sok akrab dan polos namun di mata Alda ekspresi yang ditunjukan Cassan sangat menggelikan baginya.


"Cepat kasitau, kamu punya niat apa sama aku, Tiara dan Lia?" Tanya Alda langsung pada intinya.


"Maksudnya?" Cassan mempertanyakan maksud perkataan Alda.


"Gak usah pura-pura. Aku gak tau kenapa kamu tiba-tiba berubah dan jadi deket sama kami sampai-sampai kamu mau traktir kami makanan mahal." Ucap Alda membuat Cassan mengernyitkan dahinya.


"Aku tau kamu punya niat tertentu tapi tolong jangan pake uang kamu buat deket sama kami apa lagi mempengaruhi Lia." Lanjut Alda.

__ADS_1


__ADS_2