Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#40 Hantu Penjaga Taman Belakang


__ADS_3

"Oh Nancy ya, dia mungkin lagi cuti untuk pemotretan majalah." Jawab Michelle santai sambil memeriksa ponselnya setelah mendapat notifikasi.


"Pemotretan majalah?" Tanya Tiara semakin penasaran.


Michelle mengabaikan pertanyaan Tiara begitu saja karena dia baru saja mendapat notifikasi pemberitahuan dari BHS App untuk segera mengambil pesanannya.


"Tiara, auntie ke depan dulu ambil pesanan. Kamu tunggu disini ya. Jangan kemana-mana okey." Ucap Michelle. Dia ingin menceritakan tentang Nancy pada Tiara tapi apa boleh buat waktunya memang tidak tepat.


Tiara menganggukkan kepalanya dan membiarkan Michelle pergi untuk mengambil pesanan mereka. Ia kemudian kembali menikmati pesona taman belakang asrama tersebut.


Tiara berjalan-jalan mengitari taman. Banyak bunga dan pepohonan indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya tumbuh di sana dan membuatnya penasaran tentang keberadaan mereka.


Tiara berjalan dan terus berjalan tanpa khawatir melupakan jalan yang sudah ia telusuri karena memori otaknya merekam dengan sangat baik.


Beberapa lama kemudian mata Tiara menangkap sosok seorang pria dan wanita tua berusia sekitar enam puluhan tahun sedang beristirahat di bawah rindangnya pohon tak jauh dari hadapannya.


Mereka terlihat seperti sepasang suami istri. Tiara berpikir mungkin mereka adalah pekerja di taman ini lalu ia berjalan menghampiri mereka.


"Hallo, selamat sore." Tiara menyapa keduanya.


Mendengar suara indah Tiara menyapa, sepasang suami istri lanjut usia tersebut menghentikan aktivitas mereka dan memandang kearah datangnya suara.


Mereka terkejut melihat ada orang lain selain mereka di taman tersebut apa lagi dia adalah gadis yang begitu cantik sangat cantik sampai-sampai mereka mengiranya seorang dewi kecil.


"Hallo selamat sore juga." Jawab mereka bersamaan sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Tiara terkejut tak menyangka ternyata kedua orang yang ia jumpai itu sangatlah cantik dan juga tampan meski sudah berusia lanjut. Tiara bisa menebak saat muda dulu mereka adalah sepasang kekasih yang membuat iri semua orang.


"Apa kakek sama nenek yang ngurusin taman disini?" Tanya Tiara.


Sang kakek dan nenek tersebut saling memandang satu sama lain dan mengangguk senyum. "Iya saya dan istri saya yang mengurusi taman disini. Kamu ini siapa dan kenapa kamu bisa datang kesini?" Sang kakek bertanya pada Tiara.


Mereka tidak pernah melihat seorang pun berkeliaran di taman belakang asrama karena cerita yang sudah tersebar secara turun temurun.


Tiara tersenyum manis karena dugaannya benar bahwa kedua orang tersebut adalah sepasang suami istri dan juga orang yang mengurusi taman-taman ini.


"Mohon maaf sebelumnya, saya Tiara. Saya datang kesini karena saya dan..." Tiara menghentikan perkenalannya setelah mendengar dering telfonnya berbunyi.


Tiara dengan cepat mengangkat telfon tersebut setelah melihat nama Michelle muncul di layar ponselnya yang menyala.


"Hal..." Tiara menyapa Michelle namun kemudian di potong bahkan sebelum dia selesai menyapa.


Kekhawatiran Michelle memuncak setelah sekembalinya dia dari mengambil pesanan, ia tidak mendapati Tiara berada di pendopo tempat mereka duduk sebelumnya.


Michelle tidak mempercayai cerita tentang hantu penjaga taman belakang ketika ia mendengarnya pertama kali. Namun dengan kejadian menghilangnya Tiara membuat Michelle menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mempercayai cerita tersebut.


"Auntie aku disini. Beberapa meter di depan pendopo." Jawab Tiara.


"Tunggu disitu jangan kemana-mana." Michelle kembali memperingati Tiara.


Michelle tidak mematikan panggilannya sampai ia menemukan Tiara. Ia berlari sambil memegang ponsel yang masih diarahkan ke telinganya dan Tiara memberi petunjuk pada Michelle untuk menemukan dirinya.

__ADS_1


Setelah berlari beberapa meter Michelle akhirnya menemukan Tiara sedang berdiri bersama dua orang asing. Michelle tidak mengenal siapa mereka namun setelah melihat Tiara baik-baik saja Michelle menghela nafas lega.


"Tiara, auntie kan udah bilang jangan kemana-mana. Gimana kalau cerita tentang hantu itu bener."


"Hantu? Maksud auntie?" Tanya Tiara bingung.


Ada sebuah cerita yang sudah menjadi buah bibir di antara para murid tentang hantu penjaga taman belakang asrama.


Dikatakan bahwa hantu tersebut bisa menyamar sebagai seseorang yang sangat cantik dan juga tampan untuk mengelabui orang-orang yang datang kesana.


Jika mereka sudah terkelabui maka hantu tersebut akan membunuh lalu menggantung tubuh mereka diatas pohon. Oleh karena cerita ini, hampir semua orang mempercayainya dan tidak ingin menginjakkan kaki mereka disana.


Tentu Tiara sama sekali tidak mengetahui tentang cerita ini karena belum ada orang yang menceritakan padanya termasuk Michelle bibinya juga orang yang mengajaknya ke taman tersebut.


Mendengar perkataan Michelle sang kakek dan nenek tertawa terbahak-bahak membuat Michelle dan Tiara menjadi bingung.


"Kalian mempercayai cerita tersebut?" Tanya sang kakek.


Michelle menggeleng-gelengkan kepalanya. "Saya tidak begitu mempercayainya jadi saya mengajak keponakan saya datang kesini. Tapi jika sesuatu terjadi padanya saya..."


Tiara kaget melihat bagaimana Michelle begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Tidak perlu khawatir karena cerita tersebut tidaklah benar adanya. Itu hanyalah cerita yang dibuat-buat untuk menakuti para murid agar mereka tidak datang kesini." Jelas sang nenek.


Sore itu Tiara dan Michelle berakhir dengan deduduk bersama pasangan kakek dan nenek tersebut di bawah sejuknya pepohonan sambil menikmati makanan yang dipesan oleh Michelle.

__ADS_1


Michelle meminta mereka untuk menceritakan mengenai misteri hantu penjaga taman belakang dan setelah mengetahui kebenarannya Tiara dan Michelle tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2