Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#58 Duduk Berdampingan


__ADS_3

Tes tes 1 2


Sebuah suara terdengar jelas dari balik sound sistem membuat para murid mulai memperhatikan gadis cantik yang sedang berbicara tak jauh di depan mereka.


Tidak kalah cantik dari biasanya, Stacy juga berpenampilan casual seperti halnya Tiara. Namun yang membedakan keduanya adalah Stacy mengenakan banyak sekali perhiasan.


Banyak siswa yang merupakan penggemar Stacy diam-diam mengambil gambar boneka hidup di depan mata mereka itu menggunakan ponselnya masing-masing.


"Dia itu mau ke hutan atau ke mall sih? Perhiasannya banyak banget." Celetuk Lia melihat bagaimana penampilan Stacy.


"Mungkin dia mau pamer sama musang luwak dan monyet kali di dataran sana." Sambung Alda membuat Tiara dan Lia tertawa bersama mengingat mereka akan pergi ke kebun kopi.


Terlepas dari Tiara dan Lia, Luka, Reno dan Saka pun ikut tertawa di belakang mereka mendengar bagaimana Alda mengomentari penampilan Stacy.


Reno sudah tidak asing lagi dengan bahasa pedas Alda karena mereka adalah teman masa kecil yang sudah cukup saling mengenal satu sama lain.


"Selamat pagi semuanya." Stacy membuka dengan sapaan.


"Selamat pagi.." jawab sebagian kompak namun sebagiannya lagi merupakan penggemar Stacy yang mayoritas cowok-cowok menyapanya dengan "selamat pagi juga kak Stacy" membuat murid yang lain menatap mereka penuh keanehan. Akan tetapi Stacy tentunya tersenyum lebar mendengar itu.


"Terima kasih. Baiklah hari ini kita berangkat ke dataran rendah kota H untuk melakukan kegiatan malam keakraban." Ucap Tiara berhenti sejenak lalu melanjutkan lagi perkataannya.


"Diluar sudah tersedia bus yang akan kita tumpangi bersama dan untuk memudahkan kita semua, bus dinaiki berdasarkan kelas masing-masing. Untuk itu ikuti setiap protokol dari wali kelas kalian. Sekian dari saya ketua OSIS Boulevar High School."


Mendengar informasi yang disampaikan, Lia, Reno dan Saka akhirnya berpisah dengan Tiara, Alda, Cassan dan juga Luka di depan gerbang sekolah.


Ada begitu banyak bus yang sudah terparkir memanjang di depan gerbang. Sambil menunggu kedatangan Winwin, Tiara membenarkan sedikit makeup Alda yang kurang rata. Sebaliknya Alda justru tidak menemukan sedikit kekurangan dari penampilan Tiara.


"Hallo anak-anak." Suara Winwin terdengar di kuping mereka. Winwin berpenampilan sangatlah jauh berbeda dari penampilannya saat mengajar mereka.


Jika saat mengajar Winwin mengenakan pakaian formal meski tidak menutupi semua aura seksinya maka saat ini Winwin lebih menunjukan keseksiannya dengan pakaian yang melekat ketat menampilkan setiap lekukan tubuhnya.


"Bu Winwin seksi banget ya." Alda berbisik dan mendapat anggukan persetujuan dari Tiara karena Tiara, Alda maupun yang murid lainnya tidak bisa mempungkiri keseksian wali kelas mereka tersebut.


"Dengarkan ibu baik-baik. Ibu akan absen kalian dan yang merasa dirinya sudah sebutkan namanya, segera masuk ke dalam bus dan ambil tempat duduk kalian dari bangku depan. Paham?"


"Paham bu.." jawab mereka.


Alda sedikit sedih karena yang pastinya ia tidak bisa duduk berdampingan dengan Tiara dan juga mereka akan menaiki bus yang berbeda mengingat jaraknya abjad nama mereka.

__ADS_1


"Tiara kayaknya kita beda bus. Sedih deh." Alda memeluk manja lengan Tiara.


"Al gak apa-apa, kan nanti kamu bisa duduknya sama Cassan." Tutur Tiara dengan senyum penuh maksud.


Alda terdiam sesaat memikirkan perkataan Tiara. Ia dan Cassan memang memiliki abjad yang berdekatan tetapi yang pasti mereka tidak mungkin duduk berdampingan.


"Maksudnya gimana? Aku sama Cassan kan.." Malas berpikir, Alda menanyakan langsung pada Tiara maksud dari perkataanya.


Tiara kemudian menyerah karena Alda tidak mengerti. Tiara lalu menarik tangan Alda sedikit menjauh dari Cassan lalu membisikan sesuatu ke telinganya.


Setelah mengerti apa maksud perkataan Tiara, Alda akhirnya tersenyum lebar dan yakin bisa melakukan rencana yang di berikan oleh Tiara padanya.


"Oke kita mulai. Abdul Aziz.. bla bla bla.."


Alda lalu menaiki bus setelah namanya dibacakan oleh Winwin dan duduk disana, dimana tempat duduk di sampingnya sudah terisi oleh seorang siswa.


Tak lama giliran Cassan menaiki bus. Sama halnya dengan Alda, di samping Cassan juga telah duduk seorang siswa berbadan cukup besar membuat Cassan berpikir dua kali sebelum duduk disana.


Akhirnya Alda berjalan ke belakang menuju tempat dimana Cassan berdiri.


"Budi boleh gak kita tukaran tempat? Soalnya Arif bilang dia suka tiduran kalau di bus." Alda berbohong kenyataan Budi tidak mengatakan apapun padanya.


"Iya Budi. Lagian kalau Arif tertidur kan kasihan Alda. Dia kan cewek." Cassan ikut memberi penjelasan seolah-olah dia mengasihani Alda.


Alda melirik tidak suka pada Cassan. Menurut Alda masih banyak alasan yang bisa digunakan oleh Cassan seperti memberitahu Budi kalau mereka adalah teman sekamar, atau mereka dekat satu sama lain. Namun Cassan malah memilih untuk membuatnya terlihat perlu di kasihani di depan orang lain.


Budi akhirnya mengangguk setuju. Ia lalu berpindah ke tempat duduk Alda dan membiarkan Alda mengambil ahli tempat duduknya.


Alda tersenyum senang dengan begitu tahap awal Alda untuk memulai rencananya dengan Tiara berjalan lancar.


Berpindah ke bus berikutnya, Winwin terus mengabsen nama murid satu persatu. Ketika giliran nama Luka disebut, ia mengangkat tangannya menghentikan Winwin.


"Bu maaf tapi saya biasanya mabuk naik bus. Paling saya harus duduk di bagian belakang." Ucap Luka lalu melirik Tiara.


Absen Tiara berada di urutan terakhir. Luka memberi alasan pada Winwin agar ia bisa duduk bersama Tiara di belakang. Menyadari tujuan Luka, Tiara melempar senyum tipis padanya dengan wajah yang merona.


Luka menyukai Tiara selain karena fisiknya, kepintaran Tiara mampu menyaingi dirinya. Bahkan Tiara dengan mudah mengerti dirinya.


"Baiklah kalau memang kamu mabuk, kamu bisa duduk di belakang bersama Tiara yang berada di urutan terakhir."

__ADS_1


Mendengar Winwin menyetujui dirinya Luka tersenyum senang lalu menggoda Tiara dengan mengekorkan sebelah matanya. Otomatis aksi Luka tersebut mendebarkan jantung Tiara.


----


Di dalam bus semua murid sudah mengambil tempat duduknya masing-masing. Tiara dan Luka duduk di bangku terbelakang dengan posisi Tiara duduk di dekat jendela.


Sebelumnya Tiara pura-pura bertanya pada Luka "Kamu seriusan mabuk?"


"Menurut kamu?" Luka balik bertanya.


"Menurut aku sih enggak." Jawab Tiara percaya diri. Karena Tiara yakin Luka hanya membuat alasan saja.


"Kenapa enggak?" Tanya Luka dengan nada menggoda.


Kali ini pertanyaan Luka membuat pipi Tiara merona. Bagaimanapun Tiara merasa telah di jebak oleh Luka. Namun kemudian Tiara membuang jauh-jauh rasa malunya dan menjawab Luka sesuai tebakannya. "Karena kamu pengen duduk di dekat aku kan?"


"Haha iya aku pengen duduk di dekat kamu." Jawab Luka jujur.


Tawa Luka membuat jantung Tiara kembali berdebar. Akan tetapi Tiara masih merasa belum cukup dengan jawab tersebut. Ia ingin mengetahui lebih jauh lagi perasaan Luka padanya.


"Kalau begitu kenapa kamu pengen duduk di dekat aku?" Tanya Tiara bangga karena ia memiliki kesempatan untuk membalas Luka.


Luka tertawa lagi. Seperti yang di harapkannya dari seorang Tiara yang jenius. Tiara pasti kembali membalasnya dengan pertanyaan yang membuatnya terpaksa harus menjawab dengan jujur.


"Kenapa aku pengen duduk di dekat kamu? Ya karena aku suka sama kamu." Luka menjawab sambil menatap intens mata indah Tiara.


Tersipu malu dengan jawaban Luka, Tiara langsung mengalihkan pandangannya. "Aku duduk di dekat jendela aja." Ia juga mengalihkan perkataannya.


"Kamu malu ya?" Luka bertanya karena reaksi Tiara.


"Enggak."


"Kamu gugup?" Tanya Luka lagi.


"Enggak juga."


"Oh.. Kalau gitu kamu gak suka sama aku?"


Mendengar pertanyaan terakhir Luka, secepat kilat Tiara menjawab "tentu saja aku juga suka sama kamu." Setelahnya baru ia menyadari, lagi-lagi ia masuk ke dalam jebakan Luka.

__ADS_1


Luka tertawa besar. Akhirnya dia berhasil membuat Tiara mengatakan perasaannya.


__ADS_2