Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#55 Bantuan dari Luka


__ADS_3

Ekspresi wajah Luka berubah seketika. Bagaimanapun perkataan Tiara layak boomerang baginya. "Ah syukurlah gue bukan tipe cowok nyebelin." Luka menjawab Tiara.


Tiara tidak menyangka Luka memiliki sisi lain yaitu tidak tahu malu selain sisi dingin yang biasa ia tunjukan selama ini. "Iya lo bukan tipe cowok nyebelin sih tapi.."


Tiara ingin mengatakan Luka tipe cowok yang digin namun tanpa berpikir panjang Luka langsung memotong perkataan Tiara. "Berarti Lo suka kan sama gue?"


"Apaan sih gue belum selesai ngomong." Wajah Tiara kembali merona.


"Oke karena lo gak menyangkal omongan gue, gue anggap lo suka sama gue." Di depan Tiara sisi dingin Luka seakan sirna begitu saja.


Awalnya Luka pun tidak menyangka akan bersikap seperti itu hanya karena seorang cewek tetapi semakin hari, Luka jadi merasa terbiasa karena cewek yang membuatnya berubah adalah seorang Tiara. Lagian Tiara juga telah merebut semua perhatiannya.


"Terserah lo." Jawab Tiara menyerah tak ingin berdebat lagi dengan Luka mengingat tujuannya adalah meminta kontak Saka. Namun Tiara tidak menyangka jawabannya tersebut justru membuat Luka semakin menjadi.


"Haha serius? Kalau gue bikin pengumuman di website chatting sekolah dengan judul cewek dan cowok populer Boulevar High School saling suka, kira-kira gimana ya responnya?" Luka membayangkan apa yang akan terjadi.


Mendengar perkataan Luka, Tiara tercengang dengan kalimat yang diucapkan olehnya. "Itu artinya lo juga suka sama gue?" Tiara bertanya berdasarkan apa yang di katakan Luka.


"Iya gue suka sama lo." Luka menjawab serius pertanyaan Tiara. Lagi wajah Tiara berubah merona dan jantungnya berdetak kencang. Perasaan yang lama kelamaan sudah tidak asing lagi baginya setiap kali berhadapan dengan Luka.


Tiara mengabaikan perkataan Luka dan mulai mengatakan tujuannya menelfon Luka. "Gue mau minta tolong sama lo."


Mendengar Tiara mengabaikannya, Luka merasa sedikit kecewa. "Sekarang lo jadi sering minta tolong ya sama gue. Apa di saat lo butuh sesuatu hanya ada gue di dalam pikiran lo?" Luka menggodanya dengan senyum lebar.


Tiara tersipu malu. Dia juga berpikir hal yang sama. Sudah dua kali Tiara meminta tolong pada Luka yang bukan siapa-siapanya. Bahkan seumur hidupnya tiara tidak pernah melakukan hal seperti itu. Namun entah kenapa masalah selalu membawanya pada Luka sebagai harapan dan jalan keluarnya.


"Ya udah lo mau tolongin gue apa engga? Kalau enggak gue bisa minta tolong orang lain."


"Haha ceritanya sekarang lo lagi ngambek?"


"Enggak tuh." Tiara mengerut sedikit ujung bibirnya.

__ADS_1


"Gue mau tolongin elo tapi ada syaratnya."


Luka menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk dirinya agar semakin dekat dengan Tiara. Sehingga disaat seperti ini Luka tidak akan melewatkannya sedikit pun.


"Syarat apaan? Elo tuh gak pernah ikhlas ya ngebantuin orang." Tiara mengomentari sikap Luka.


"Give and take. Lagian gak ada yang gratis di dunia ini." Luka menggodanya lagi.


"Oke, apa syaratnya?" Tanya Tiara ingin tahu kali ini apa yang diinginkan oleh cowok dingin itu.


"Gue mau mulai hari ini gak ada lagi kata 'gue elo' diantara kita." Ucap Luka. Luka ingin hubungan mereka menjadi dekat satu sama lain.


Tiara paham. Luka ingin mereka menggunakan kata 'aku kamu' setiap kali mereka berbicara. Ketika Tiara membayangkannya lagi-lagi wajahnya kembali merona.


Tiara merasa geli karena kata 'aku kamu' sudah bisa menunjukan seperti apa kedekatan diantara mereka. Akan tetapi Tiara juga tidak mempermasalahkannya. Menurutnya tidak ada salahnya jika dirinya dan Luka menjadi dekat. Lagi pula Tiara sendiri mulai tertarik dengan Luka.


Tiara sama dengan cewek lainnya, tidak bisa mempungkiri ketampanan sejati dari wajah milik Luka. Ketika pertama kali melihat Luka, Tiara ingin terus melihatnya namun berusaha keras mengabaikannya.


"Iya. Coba kamu bilang 'aku mau minta tolong sama kamu'" Ucap Luka mengajarkan Tiara.


Tiara yang pada saat itu gugup mengabaikan perasaannya itu dan mengikuti perkataan Luka. "Luka, aku mau minta tolong sama kamu, boleh gak?" Ucap Tiara sambil tersipu malu.


Mendengar apa yang di katakan oleh Tiara, kini giliran jantung Luka berdebar kencang di tambah lagi Tiara menyebut namanya di awal permintaan membuat Luka ingin memintanya menjadi miliknya saat itu juga.


"Apa pun itu.." Jawab Luka senang.


"Aku minta nomer telfon Saka dong?"


Permintaan Tiara langsung membuat Luka mengernyitkan dahi tidak suka. "Kamu bilang gak suka sama Saka."


Tiara mendengar sedikit perubahan dari suara Saka. Entah kenapa Tiara tidak ingin Luka menjadi salah paham lalu dengan cepat Tiara mengklarifikasi. "Aku gak suka sama Saka jadi kamu gak usah khawatir."

__ADS_1


Luka akhirnya tersenyum senang. Bagaimanapun Tiara mengetahui perasaannya dengan baik buktinya Tiara tahu jika Luka khawatir dia akan menyukai Saka.


"Oke aku percaya sama kamu tapi kamu hanya boleh suka sama aku." Luka menggoda Tiara lagi.


"Hmm iya." Tiara menganggukkan kepala menyetujui permintaan Luka.


Lagi Luka terkejut tak percaya. Ia tidak menyangka Tiara mengiyakan permintaannya padahal ia hanya menggodanya saja. Telinga Luka memerah dan tanpa disadarinya, Reno dan Saka menguping pembicaraannya sedari tadi.


Bulu kuduk Reno dan Saka merinding. Mereka sama sekali tidak berpikir jika Luka sahabat mereka yang tidak pernah mendekati cewek seumur hidupnya bisa mencapai titik itu.


Saka sendiri yang di kenal sebagai playboy pun hampir saja merasa terancam dengan posisinya karena mendengar perkataan Luka.


"Kenapa kamu minta nomer Saka?" Luka penasaran dengan Tiara. Sudah dua kali Tiara meminta tolong padanya dan semuanya berhubungan dengan Saka sahabatnya.


"Aku yakin kamu udah tau kan aku gak percaya sama Cassan?" Tiara yakin perkataannya pada Luka saat itu sudah cukup membuat Luka untuk mengerti.


"Aku minta nomer Saka karena aku pengen tanya tentang keluarga Baskara." Lanjut Tiara. Tiara tidak tahu kenapa harus berkata jujur pada Luka, namun hatinya mempercayai Luka.


Luka sudah memahami maksud Tiara. Tiara ingin mencari tahu tentang keluarga Cassan karena perkataan Saka waktu di kantin sekolah dan juga untuk persahabatannya setelah mengingat kembali perseteruan antara Alda dan Tiara.


"Kalau soal itu kamu gak perlu minta tolong Saka. Serahkan semuanya sama aku." Ucap Luka. Luka ingin membantu Tiara selagi dia mampu dengan begitu Tiara tidak perlu mengontak Saka apa lagi menyimpan nomornya.


"Seriusan? Tapi aku gak mau ngerepotin kamu." Tiara merasa tidak enak karena terus meminta tolong pada Luka.


"Mulai hari ini juga hanya aku yang boleh bantuin kamu." Ujar Luka sedikit mengancam.


"Egois banget." Tiara tidak habis pikir Luka memiliki sisi egois juga.


"Aku hanya akan egois kalau itu tentang kamu."


Tiara tersenyum lebar. Tak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat mendengar perkataan manis Luka.

__ADS_1


__ADS_2