Tiara : Queen Of Boulevar

Tiara : Queen Of Boulevar
#32 Lia Menyukai Saka


__ADS_3

Tak menunggu lama, pesanan keenam orang tersebut akhirnya diantar oleh dua orang pelayan berseragam all black.


Tidak seperti Tiara, Lia dan Alda yang memesan makanan biasa dengan harga terjangkau, Luka dan kedua sahabatnya memesan makanan dengan harga yang cukup mahal.


Lia terkejut melihat perbedaan makanan diantara mereka namun saat ia memandang Tiara yang duduk di tengah-tengah dan Alda di samping Tiara, mereka sama sekali tidak beraksi dengan apa yang ada.


Begitupun dari sisi Luka dan kedua sahabatnya yang terlihat tidak begitu peduli dengan apa yang di pesan oleh cewek-cewek tersebut.


Lia mulai menyantap makanannya ketika kelima orang lain di meja itu juga menyantap makanan mereka. Lia tidak menyadari bahwa Tiara dan Alda memesan makanan yang sama dengannya karena tidak ingin ia merasa sedih ataupun tersinggung saat mereka makan bersama.


Lia memesan makanan sesuai dengan uang sakunya. Ia harus berhemat lantaran tidak ingin membebankan ibunya. Terpaksa Lia memesan makan yang biasa saja.


Ketika Lia menyadari bahwa Tiara dan Alda memesan makanan yang sama dengannya, Lia tidak pernah berpikir hal yang lain. Ia berpikir mungkin Tiara dan Alda memesannya karena mereka menyukai makanan tersebut.


Keenam orang tersebut berakhir menikmati santapan siang mereka bersama dengan penuh kecanggungan masing-masing tanpa menyadari banyak pasang mata di sekitaran sedang mengarah pada mereka.


"Guys lihat deh di meja nomor 11. Sumpah mereka tuh pasangan apa gimana ya." Seseorang berbicara kepada temannya.


"Lihat cowok yang di tengah. Siapa namanya? hmm Luka. Iya Luka ganteng banget."


"Bukan hanya Luka, cowok yang di sebelah kanan Luka juga gak kalah ganteng." Sambung yang lain setelah kedua bola matanya menangkap sosok Saka.

__ADS_1


"Yang sebelah kiri juga kok." Jawab yang lain sambil tersipu malu.


"Dari pada itu aku lebih iri sama Tiara dan temennya. Mereka bisa duduk dan makan bareng sama cowok tampan."


Sama halnya dengan para cewek yang mengomentari Luka, Saka dan Reno, para cowok yang duduk disana pun ikut mengomentari Tiara dan kedua sahabatnya.


Mereka mengomentari kecantikan Tiara, etikanya dalam makan yang di nilai elegan dan masih banyak lagi. Tak hanya Tiara beberapa di antara mereka juga mengagumi keberadaan Lia dan Alda.


Dari meja nomor 8 yang tak jauh dari tempat Tiara mereka duduk dan menikmati hidangannya, Cassan memandang tanpa ekspresi pada keenam orang tersebut. Ia tidak tahu apa yang membuat mereka berakhir di meja yang sama.


Teman sebangku Cassan di kelas, Dewi namanya melihat Cassan melepaskan novel di atas mejanya dan memandang ke arah meja bernomor 11 membuat rasa penasaran muncul dalam dirinya.


Saat itu ketika guru sedang menjelaskan di depan, Cassan berpura-pura membaca buku namun kenyataannya ia sedang membaca novel.


Dewi tidak menegurnya karena Dewi merasa Cassan sudah sangat pintar apa lagi ia sampai mencetakkan namanya dalam sejarah Boulevar memecahkan rekor Stacy.


"Cassan bukannya kamu sekamar sama Tiara, Alda dan temennya yang dari kelas C itu?" Tanya Dewi.


Cassan mengembalikan pandangannya pada Dewi yang duduk berhadapan dengannya dan menjawab pertanyaan itu. "Iya kami sekamar." Lalu menyuap sesendok nasi ke dalam mulutnya.


"Kalau gitu kenapa kamu gak makan bareng mereka disana?" Tanya Dewi lagi.

__ADS_1


Cassan mengerti maksud pertanyaan Dewi. Ia melirik pada Tiara, Lia dan Alda yang sedang asik menikmati makanan mereka sambil sesekali mengobrol dengan Reno dan Saka.


"Aku gak begitu akrab sama mereka. Ya mungkin karena aku masuk asrama terlambat dan mereka udah duluan berteman."


Dewi menatap tajam pada Cassan. Ia mencoba mengartikan perkataan yang baru saja di lontarkan oleh Cassan padanya. Mungkin Cassan merasa seperti orang luar karena ketika ia sampai di asrama, Tiara, Alda dan Lia sudah saling akrab satu sama lain pikir Dewi.


Kembali lagi ke meja nomor 11. Lia terus menatap wajah tampan Saka. Sesekali ia tersipu malu hal ini terlihat jelas dari cara Lia yang sesering mungkin merapikan rambutnya ke belakang daun telinga juga wajahnya yang merona seperti buah delima.


Saka sendiri menyadari bagaimana Lia menatap wajahnya namun ia sama sekali tidak merasa risih. Jika orang lain yang berada di posisi Saka mungkin saja Lia sudah di cerca oleh banyak pertanyaan yang menjatuhkannya.


Saka sudah terbiasa dengan hal seperti itu mengingat dia memiliki begitu banyak cewek yang terus mengikuti dirinya kemana saja ia pergi.


"Oh iya ngomong-ngomong kita semua belum saling kenalan. Bagaimana kalau ki.." Suara Saka memecahkan kecanggungan diantara mereka namun sebelum ia menyelesaikan perkataannya sebuah suara memotongnya.


"Kenalin aku Amelia Amora biasa disapa Lia." Setelah mendengar perkataan Saka, secepat kilat Lia langsung memperkenalkan dirinya.


Jantungnya berdetak cepat dan tidak beraturan namun ia memperkenalkan dirinya tanpa gugup sambil menyodorkan tangannya pada Saka.


Jangankan hanya Saka yang terkejut melihat reaksi Lia, keempat orang lainnya yang ada disitu pun ikut terkejut.


Tiara dan Alda saling menukar tatapan. Mereka memikirkan hal yang sama dalam benaknya. 'Lia menyukai Saka.'

__ADS_1


__ADS_2